Forum Sains Indonesia

Portal Sains Indonesia

Berita: Forsa berencana untuk mengadakan Gathering Forsa. Bagi yang berminat, silakan urun rembuk dan daftarkan diri anda.
* *
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Maret 20, 2010, 08:13:34


Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi


Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Maret 20, 2010, 08:13:34

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Last 10 Shouts:
Hari ini at 05:04:14
nyengir
Hari ini at 04:01:42
Hi all..! Dah lama absen nie.. ketawa
Hari ini at 12:12:25
alohaa~
Hari ini at 11:51:07
holaa...
Hari ini at 07:38:07
haloo... ketawa
Hari ini at 02:17:51
Sudah jam 2:20 dini hari, ada yang login... he he... selamat pagi...
Hari ini at 12:31:34
ga ngerti... lidah melet
Kemarin at 10:01:39
Owe meninjau lapangan..
Mempersiapkan lokasi untuk kedatangan anggota..
Kemarin at 09:50:45
haa~
yg harusnya ngusir itu owe ya...
situ sebgai ketua ga kasi contoh buat anggotanya loo.. T.,T  
Kemarin at 09:37:56
Oi oi... Belum jam vampir..
Hus hus.. Ntar baru balik lagi..
Halaman: [1]   Turun
Kirim topik ini | Cetak
Pembuat Topik: agama dan ilmiah?  (Baca 6054 kali)
0 Anggota dan 1 Pengunjung melihat topik ini.
ravarafael
Mahasiswa
**

IQ: 2
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 26


VINI VIDI VICI


Lihat Profil Email
« pada: Juli 06, 2008, 11:42:48 »

agama dan ilmiah apakah ada pertentangan diantara keduanya?
Masuk

VINI VIDI VICI
rawWARus
Profesor
*****

IQ: 90
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 629



Lihat Profil
« Jawab #1 pada: Juli 13, 2008, 10:33:26 »

agama dan ilmiah sejalan...jika mau meneliti dan mengkajinya secara ilmuah jg...rekomendasiku baca Al Quran atau klik www.harunyahya.com atau keajaibanalquran.com...
Masuk

SeSuATu KarYa MaNusIa SerIng BeRaWaL dAri MimPI, MaKA eKSpresIkan MImpimU DenGAN Sains...
DaLAm HaL KeDUniAwiAn TAk AdA hAl yG tAk mUNgkin...
notwelldefined
Asisten Dosen
***

IQ: 7
Offline Offline

Tulisan: 84



Lihat Profil WWW
« Jawab #2 pada: Juli 14, 2008, 06:25:31 »

betulkah alquran mendukung/sejalan dengan sains?
di bagian manakah?
http://keajaibanalquran.com/earth_formationofrain.html
apakah itu disebut sejalan dengan sains?
apakah ini bisa disebut menjelaskan terjadinya hujan?:

"Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (Al Qur'an, 24:43)

selain baca itu, coba baca ini
http://www.harvardhouse.com/analysis_of_muhammad_prophecy.htm
isinya beberapa "ramalan" alquran yang ternyata meleset.

salam.

Masuk

itik datang dan pergi
tanpa meninggalkan jejak
ia tidak butuh petunjuk arah

(Tetsuko Kuroyanagi, Toto Chan: gadis cilik di jendela)
rawWARus
Profesor
*****

IQ: 90
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 629



Lihat Profil
« Jawab #3 pada: Juli 14, 2008, 08:02:32 »

Proses terbentuknya hujan masih merupakan misteri besar bagi orang-orang dalam waktu yang lama. Baru setelah radar cuaca ditemukan, bisa didapatkan tahap-tahap pembentukan hujan..

Pembentukan hujan berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, "bahan baku" hujan naik ke udara, lalu awan terbentuk. Akhirnya, curahan hujan terlihat.

Tahap-tahap ini ditetapkan dengan jelas dalam Al-Qur’an berabad-abad yang lalu, yang memberikan informasi yang tepat mengenai pembentukan hujan,

"Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira" (Al Qur'an, 30:48)

Gambar di atas memperlihatkan butiran-butiran air yang lepas ke udara. Ini adalah tahap pertama dalam proses pembentukan hujan. Setelah itu, butiran-butiran air dalam awan yang baru saja terbentuk akan melayang di udara untuk kemudian menebal, menjadi jenuh, dan turun sebagai hujan. Seluruh tahapan ini disebutkan dalam Al Qur'an.

Kini, mari kita amati tiga tahap yang disebutkan dalam ayat ini.

TAHAP KE-1: "Dialah Allah Yang mengirimkan angin..."

Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut "perangkap air".

TAHAP KE-2: “...lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal..."

Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diamter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.

TAHAP KE-3: "...lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya..."

Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel -partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.

Semua tahap pembentukan hujan telah diceritakan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, tahap-tahap ini dijelaskan dengan urutan yang benar. Sebagaimana fenomena-fenomena alam lain di bumi, lagi-lagi Al-Qur’anlah yang menyediakan penjelasan yang paling benar mengenai fenomena ini dan juga telah mengumumkan fakta-fakta ini kepada orang-orang pada ribuan tahun sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan.

Dalam sebuah ayat, informasi tentang proses pembentukan hujan dijelaskan:

"Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (Al Qur'an, 24:43)

Para ilmuwan yang mempelajari jenis-jenis awan mendapatkan temuan yang mengejutkan berkenaan dengan proses pembentukan awan hujan. Terbentuknya awan hujan yang mengambil bentuk tertentu, terjadi melalui sistem dan tahapan tertentu pula. Tahap-tahap pembentukan kumulonimbus, sejenis awan hujan, adalah sebagai berikut:

TAHAP - 1, Pergerakan awan oleh angin: Awan-awan dibawa, dengan kata lain, ditiup oleh angin.

TAHAP - 2, Pembentukan awan yang lebih besar: Kemudian awan-awan kecil (awan kumulus) yang digerakkan angin, saling bergabung dan membentuk awan yang lebih besar.

TAHAP - 3, Pembentukan awan yang bertumpang tindih: Ketika awan-awan kecil saling bertemu dan bergabung membentuk awan yang lebih besar, gerakan udara vertikal ke atas terjadi di dalamnya meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan di bagian tepinya. Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan saling bertindih-tindih. Membesarnya awan secara vertikal ini menyebabkan gumpalan besar awan tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfir yang bersuhu lebih dingin, di mana butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dan tumbuh semakin membesar. Ketika butiran air dan es ini telah menjadi berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal, mereka mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan air, hujan es, dsb. (Anthes, Richard A.; John J. Cahir; Alistair B. Fraser; and Hans A. Panofsky, 1981, The Atmosphere, s. 269; Millers, Albert; and Jack C. Thompson, 1975, Elements of Meteorology, s. 141-142)

Kita harus ingat bahwa para ahli meteorologi hanya baru-baru ini saja mengetahui proses pembentukan awan hujan ini secara rinci, beserta bentuk dan fungsinya, dengan menggunakan peralatan mutakhir seperti pesawat terbang, satelit, komputer, dsb. Sungguh jelas bahwa Allah telah memberitahu kita suatu informasi yang tak mungkin dapat diketahui 1400 tahun yang lalu.


dan mengenai konsep RELATIVITAS waktu

Relativitas Waktu

Kini, relativitas waktu adalah fakta yang terbukti secara ilmiah. Hal ini telah diungkapkan melalui teori relativitas waktu Einstein di tahun-tahun awal abad ke-20. Sebelumnya, manusia belumlah mengetahui bahwa waktu adalah sebuah konsep yang relatif, dan waktu dapat berubah tergantung keadaannya. Ilmuwan besar, Albert Einstein, secara terbuka membuktikan fakta ini dengan teori relativitas. Ia menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. Dalam sejarah manusia, tak seorang pun mampu mengungkapkan fakta ini dengan jelas sebelumnya.

Tapi ada perkecualian; Al Qur'an telah berisi informasi tentang waktu yang bersifat relatif! Sejumlah ayat yang mengulas hal ini berbunyi:

"Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu." (Al Qur'an, 22:47)

"Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu." (Al Qur'an, 32:5)

"Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun." (Al Qur'an, 70:4)

Dalam sejumlah ayat disebutkan bahwa manusia merasakan waktu secara berbeda, dan bahwa terkadang manusia dapat merasakan waktu sangat singkat sebagai sesuatu yang lama:

"Allah bertanya: 'Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?' Mereka menjawab: 'Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.' Allah berfirman: 'Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui'." (Al Qur'an, 23:122-114)

Fakta bahwa relativitas waktu disebutkan dengan sangat jelas dalam Al Qur'an, yang mulai diturunkan pada tahun 610 M, adalah bukti lain bahwa Al Qur'an adalah Kitab Suci.

Al Quran hanya memberitahukan konsep dasarnya...selanjutnya mungkin manusia yg harus memperdalamnya dimana manusia telah diberi akal pikiran...

Masuk

SeSuATu KarYa MaNusIa SerIng BeRaWaL dAri MimPI, MaKA eKSpresIkan MImpimU DenGAN Sains...
DaLAm HaL KeDUniAwiAn TAk AdA hAl yG tAk mUNgkin...
notwelldefined
Asisten Dosen
***

IQ: 7
Offline Offline

Tulisan: 84



Lihat Profil WWW
« Jawab #4 pada: Juli 15, 2008, 08:56:45 »

Ya, itu kan penjelasan harun yahya sendiri. tapi apakah alquran sendiri menjelaskan tentang proses awal dari penguapan? kok cuma segitu? apakah seperti itu sains? harun yahya menambahkan fakta-fakta sendiri, yang sama sekali tidak disebutkan dengan jelas di dalam alquran.

kupikir orang dari sebelum masehi pun mengerti kalau hujan selalu berkaitan dengan awan. dan ini hanya itu yang dijelaskan alquran.

soal relatifitas waktu, apabila penjelasan mengenai perbedaan waktu di dunia dengan waktu di dunia malaikat disimpulkan sebagai kesesuaian dengan teori relativitas,
tentu dongeng-dongeng klasik yang sudah mengimajinasikan perbedaan waktu antar dunia (bumi dan dunia yang lain) harus dianggap sama ya?

dongeng klasik Jepang, Urashima Taro juga menjelaskan perbedaan waktu. di dunia bawah laut dia hanya tinggal selama 4 hari, tapi di dunia daratan ternyata sudah 4 ratus tahun. apakah dongeng ini meramalkan teori relativitas karena dongeng itu ada jauh sebelum adanya teori tersebut.




Masuk

itik datang dan pergi
tanpa meninggalkan jejak
ia tidak butuh petunjuk arah

(Tetsuko Kuroyanagi, Toto Chan: gadis cilik di jendela)
rawWARus
Profesor
*****

IQ: 90
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 629



Lihat Profil
« Jawab #5 pada: Juli 15, 2008, 08:14:26 »

Semua yang telah kita pelajari sejauh ini memperlihatkan kita akan satu kenyataan pasti: Al Qur'an adalah kitab yang di dalamnya berisi berita yang kesemuanya terbukti benar. Fakta-fakta ilmiah serta berita mengenai peristiwa masa depan, yang tak mungkin dapat diketahui di masa itu, dinyatakan dalam ayat-ayatnya. Mustahil informasi ini dapat diketahui dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi masa itu. Ini merupakan bukti nyata bahwa Al Qur'an bukanlah perkataan manusia.

Al Qur'an adalah kalam Allah Yang Maha Kuasa, Pencipta segala sesuatu dari ketiadaan. Dialah Tuhan yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Dalam sebuah ayat, Allah menyatakan dalam Al Qur'an "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an ? Kalau kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." (Al Qur'an, 4:82) Tidak hanya kitab ini bebas dari segala pertentangan, akan tetapi setiap penggal informasi yang dikandung Al Qur'an semakin mengungkapkan keajaiban kitab suci ini hari demi hari.

Apa yang menjadi kewajiban manusia adalah untuk berpegang teguh pada kitab suci yang Allah turunkan ini, dan menerimanya sebagai satu-satunya petunjuk hidup. Dalam salah satu ayat, Allah menyeru kita:

"Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat." (Al Qur'an, 6:155)

Dalam beberapa ayat-Nya yang lain, Allah menegaskan:

"Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir." (Al Qur'an, 18:29)

"Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan, maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya." (Al Qur'an, 80:11-12)

Jadi kitab suci bukan lah dongeng atau hayalan dari manusia... mata muter

Qur'an and Science

Modern scientific discoveries provide clear evidence that the Qur'an the word of God.

"Truly the Qur'an is revelation sent down by the Lord of all the worlds." (The Qur'an, 26:192)

Fourteen centuries ago, God sent down the Qur'an to mankind as a book of guidance. He called upon people to be guided to the truth by adhering to this book. From the day of its revelation to the day of judgement, this last divine book will remain the sole guide for humanity.

The matchless style of the Qur'an and the superior wisdom in it are definite evidence that it is the word of God. In addition, the Qur'an has many miraculous attributes proving that it is a revelation from God. One of these attributes is the fact that a number of scientific truths that we have only been able to uncover by the technology of the 20th century were stated in the Qur'an 1,400 years ago.

Of course the Qur'an is not a book of science. However, many scientific facts that are expressed in an extremely concise and profound manner in its verses have only been discovered with the technology of the 20th century. These facts could not have been known at the time of the Qur'an's revelation, and this is still more proof that the Qur'an is the word of God.

In order to understand the scientific miracle of the Qur'an, we must first take a look at the level of science at the time when this holy book was revealed.

In the 7th century, when the Qur'an was revealed, Arab society had many superstitious and groundless beliefs where scientific issues were concerned. Lacking the technology to examine the universe and nature, these early Arabs believed in legends inherited from past generations. They supposed, for example, that mountains supported the sky above. They believed that the earth was flat and that there were high mountains at its both ends. It was thought that these mountains were pillars that kept the vault of heaven high above.

However all these superstitious beliefs of Arab society were eliminated with the Qur'an. In Sura Sad, verse 2, it was said: "God is He who raised up the heavens without any support..." (The Qur'an, 38:2). This verse invalidated the belief that the sky remains above because of the mountains. In many other subjects, important facts were revealed at a time when no one could have known them. The Qur'an, which was revealed at a time when people knew very little about astronomy, physics, or biology, contains key facts on a variety of subjects such as the creation of the universe, the creation of the human being, the structure of the atmosphere, and the delicate balances that make life on earth possible.

Now, let us look at one of these scientific miracles revealed in the Qur'an together.

The Protected Roof

In the Qur'an, God calls our attention to a very interesting attribute of the sky:

"We made the sky a preserved and protected roof yet still they turn away from Our Signs..." (The Qur'an, 21:32)

This attribute of the sky has been proved by scientific research carried out in the 20th century.

The atmosphere surrounding the earth serves crucial functions for the continuity of life. While destroying many meteors big and small as they approach the earth, it prevents them from falling to earth and harming living things.

In addition, the atmosphere filters the light rays coming from space that are harmful to living things. Interestingly, the atmosphere lets only harmless and useful rays- visible light, near ultraviolet light, and radio waves pass through. All of this radiation is vital for life. Near ultraviolet rays, which are only partially let in by the atmosphere, are very important for the photosynthesis of plants and for the survival of all living beings. The majority of the intense ultraviolet rays emitted from the sun are filtered out by the ozone layer of the atmosphere and only a limited-and essential-part of the ultraviolet spectrum reaches the Earth.

The protective function of the atmosphere does not end here. The atmosphere also protects the earth from the freezing cold of the space, which is about minus 270o C.

It is not only the atmosphere that protects the Earth from harmful effects. In addition to the atmosphere, the Van Allen Belt, a layer caused by the magnetic field of the Earth, also serves as a shield against the harmful radiation that threatens our planet. This radiation, which is constantly emitted by the Sun and other stars, is deadly to living things. If the Van Allen belt did not exist, the massive outbursts of energy called solar flares that frequently occur in the Sun would destroy all life on Earth. (Harun Yahya, Miracles of the Qur'an, Attique Publishers)

Dr. Hugh Ross has this to say on the importance of Van Allen Belts to our lives:

    "In fact, the Earth has the highest density of any of the planets in our Solar System. This large nickel-iron core is responsible for our large magnetic field. This magnetic field produces the Van-Allen radiation shield, which protects the Earth from radiation bombardment. If this shield were not present, life would not be possible on the Earth. The only other rocky planet to have any magnetic field is Mercury - but its field strength is 100 times less than the Earth's. Even Venus, our sister planet, has no magnetic field. The Van-Allen radiation shield is a design unique to the Earth." ("Big Bang Refined by Fire" by Dr. Hugh Ross)

The energy transmitted in just one of these bursts detected in recent years was calculated to be equivalent to 100 billion atomic bombs similar to the one dropped on Hiroshima. Fifty-eight hours after the burst, it was observed that the magnetic needles of compasses displayed unusual movement and 250 kilometers above the earth's atmosphere, the temperature suddenly increased to 2,500o C.

In short, a perfect system is at work high above the Earth. It surrounds our world and protects it against external threats. Scientists only learned about it recently, yet centuries ago, God informed us in the Qur'an of the world's atmosphere functioning as a protective shield.

   The magnetosphere layer, formed by the magnetic field of the Earth, serves as a shield protecting the earth from celestial bodies, harmful cosmic rays and particles. In the above picture, this magnetosphere layer, which is also named Van Allen Belts, is seen. These belts at thousands of kilometres above the earth protect the living things on the Earth from the fatal energy that would otherwise reach it from space.



Dan sebenarnya alam semestapun merupakan ayat2 Tuhan yg bisa kita baca dan pelajari sehingga kita sadar akan siapa yg berperan dibalik semua itu (sang Creator)...

Deep Thinking
THE MESSAGE IN NATURE

It is He Who streched out the earth and placed firmly embedded mountains and rivers in it and made two types of every kind of fruit. He covers over day with night. There are Signs in that for people who reflect. (Qur'an, 13:3)

Man is a being whom God furnishes with the faculty of thought. Yet, most people do not use this very important faculty as they should. In fact, some people almost never think.

In truth, each person possesses a capacity for thought of which even he himself is unaware. Once man begins to use this capacity, facts he has not been able to realise until that very moment begin to be uncovered for him. The deeper he goes in reflection, the more his capacity to think improves, and this is possible for everyone. One just has to realise that one needs to reflect and then to strive hard.

In the Qur'an, God informs us that in all circumstances the believers reflect and derive beneficial conclusions from their thinking.

In the creation of the heavens and the earth and the alternation of night and day, there are signs for people with intelligence: those who remember God, standing, sitting and lying on their sides, and reflect on the creation of the heavens and the earth: "Our Lord, You have not created this for nothing. Glory be to You! So safeguard us from the punishment of the Fire." (Qur'an, 3: 190-191)

God's Messenger (may peace be upon him) also often reminded believers the importance of pondering and remembering God:

Abu Musa reported God's Apostle (may peace be upon him) as saying: "The house in which remembrance of God is made and the house in which God is not remembered are like the living and the dead."

It is reported that God's Apostle (may peace be upon him) said: "Shall I not tell you the best of your deeds, and those that give you the highest rank, and those that are the purest with your King, and are better for you than giving gold and silver?" They said, "Of course." He said, "Remembrance (dhikr) of God."

However, someone who does not think will remain totally distant from truths and lead his life in self-deception and error. As a result, he will not grasp the purpose of the creation of the world, and the reason for his existence on the earth. Yet, God has created everything with a purpose. This fact is stated in the Qur'an as follows:

We did not create the heavens and the earth and everything between them as a game. We did not create them except with truth but most of them do not know it. (Qur'an, 44: 38-39)

Did you suppose that We created you for amusement and that you would not return to Us? (Qur'an, 23: 115)

Those who are able to see God's signs, the miraculous aspects of the beings and events He creates, and who, therefore, can understand, are people who reflect. Such people can derive conclusions from everything, big or small, they see around them. The Prophet Muhammad's words make this very clear: "Arouse your heart to contemplation and be heedful towards your Lord.".

An example to this is nature that surrounds us. He who believes in God praises his Lord for the beauties he sees in nature. He is aware that God has created all existing beauty. He knows that all these beauties belong to God and they are manifestations of His attribute of jamal - beauty. He takes great pleasure from all these beauties and remembers God knowing that "The one who mentions or remembers God among those who forget Him is like a light inside a dark house" as God's Messenger (may peace be upon him) says.

While walking in nature, one encounters more beauty. From a single straw to the yellow daisy, from birds to ants, everything is full of details, which need reflection. As people reflect upon these, they come to understand the power and might of God.

Butterflies, for example, are very aesthetically pleasing creatures. With the symmetry and design of their lace-like wings - which are extremely precise as if drawn by hand - their harmonious, phosphorescent colours, butterflies are evidence of God's unequalled art and superior power of creation.

Similarly, innumerable plant and tree varieties on earth are among the beauties God creates. Flowers, all in different colours and trees of different forms, have been created and among their purposes is that they give great pleasure to people.

One who has faith thinks about how flowers such as the rose, violet, daisy, hyacinth, carnation, orchid and others have such smooth surfaces, and how they come out of their seed completely flat without any puckers as if ironed.

Other wonders God creates are the fragrances of these flowers. A rose, for instance, has a strong and constant ever-changing smell. Even with the latest technology, scientists cannot develop an exact match of the smell of the rose. Laboratory research to imitate this smell has not yielded satisfactory results. Smells produced based on the scent of the rose are generally heavy and disturbing. However, the original scent of the rose does not disturb. (Harun Yahya, Deep Thinking, Ta-Ha Publishers)

Someone who has faith knows that each one of these is created for him to praise God, to present him the art and knowledge of God in the beauty He creates. For this reason, when someone sees this beauty while strolling in the garden, he glorifies God, saying, "It is as God wills, there is no strength but in God" (Qur'an, 18: 39). He remembers that God has put all this beauty at the service of mankind and that He will give the believers incomparably excellent blessings in the hereafter. He takes more pleasure in the beauties he sees than everyone else, because as God's Messenger (may peace be upon him) said, "The circle of the remembrance of God is the garden of Paradise". And because of all this, his love for God increases ever more.
www.bookglobal.net




Maaf jg disini saya merujuk pada Alquran krn saya muslim... senyum

Dan mungkin anda adalah pendukung teori yg menganggap alam ini ada dengan sendirinya...dan itu jg hak anda nyengir




« Edit Terakhir: Juli 15, 2008, 08:40:03 oleh RAWwarUS » Masuk

SeSuATu KarYa MaNusIa SerIng BeRaWaL dAri MimPI, MaKA eKSpresIkan MImpimU DenGAN Sains...
DaLAm HaL KeDUniAwiAn TAk AdA hAl yG tAk mUNgkin...
notwelldefined
Asisten Dosen
***

IQ: 7
Offline Offline

Tulisan: 84



Lihat Profil WWW
« Jawab #6 pada: Juli 16, 2008, 02:36:48 »

Semua yang telah kita pelajari sejauh ini memperlihatkan kita akan satu kenyataan pasti: Al Qur'an adalah kitab yang di dalamnya berisi berita yang kesemuanya terbukti benar. Fakta-fakta ilmiah serta berita mengenai peristiwa masa depan, yang tak mungkin dapat diketahui di masa itu, dinyatakan dalam ayat-ayatnya. Mustahil informasi ini dapat diketahui dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi masa itu. Ini merupakan bukti nyata bahwa Al Qur'an bukanlah perkataan manusia.

dua contoh yang disebutkan, mengenai penjelasan quran tentang hujan dan relativitas waktu, tidak menunjukkan contoh bahwa kejadian itu sudah dijelaskan di dalam alquran sebagai bukti kehebatan kalam Allah tersebut.
Apabila penjelasan tentang hujan merupakan penglihatan orang sehari-hari (air/es turun dari sela-sela awan); dan tentang ketidaksamaan konsep waktu sudah menjadi hal biasa, bahkan dalam dunia dongeng. artinya kedua pengertian tersebut, pada pola pikir manusia biasa telah ada. artinya tidak melampaui pola pikir jaman saat alquran turun. jadi tidak membuktikan bahwa alquran bukan perkataan manusia adalah benar.

bagaimana dengan ini:
Kutip
"Dan ia menelusuri jalan; Hingga, ketika dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di mata air berlumpur, dan mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: Hai Zulkarnain! Kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka." (surah 18:85-86).


hm... matahari terbenam di mata air berlumpur?

kemudian:
Kutip
Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. (21:33)


bagaimana dengan bumi, apakah bumi juga memiliki garis edar? tidak ada keterangan sepertinya baik geosentris maupun heliosentris pasti didukung. tergantung sains yang mana yang sedang benar pada masanya.

Kutip
2. 22. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah [30], padahal kamu mengetahui. 


bumi sering disebut sebagai hamparan. hm... belum ada ide kalau bumi itu bulat ya? searching di http://www.hudzaifah.org/ tapi aku gak nemuin ada ayat quran yang menjelaskan bahwa bumi itu bulat.

kemudian ini:
Kutip
Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui. (29:41)


padahal para ilmuwan sudah mengakui kekuatan jaring laba-laba. Benangnya lima kali lebih kuat dari serat baja dengan ketebalan yang sama. Padahal, baja termasuk material paling kuat yang tersedia bagi manusia. Selain itu, benang laba-laba memiliki gaya tegang 150.000 kg/m2. Jika ada seutas tali berdiameter 30 cm terbuat dari benang laba-laba, maka ia akan mampu menahan beban 150 mobil!

Kebenaran di dalam sains sendiri adalah kebenaran yang relatif. teori yang diciptakan itu terbuka untuk di kemudian hari ternyata disalahkan, ditemukan fakta-fakta baru yang ternyata justru menghancurkan teori yang lama dan menerbitkan teori yang baru. atau juga sebaliknya, fakta-fakta semakin memperkuat teori-teori yang lama.

semangat yang ada di agama justru sebaliknya. fakta dicari untuk memperkuat keyakinan, tidak dicari dalam kerangka skeptisisme mempertanyakan keyakinan. jadi maaf, saya belum bisa sependapat kalau alquran sejalan dengan sains (saat ini), dan semangatku untuk mempercayai alquran (sebagai seorang muslim) tidak dengan jalan paradigma sains yang jelas-jelas skeptis.
Masuk

itik datang dan pergi
tanpa meninggalkan jejak
ia tidak butuh petunjuk arah

(Tetsuko Kuroyanagi, Toto Chan: gadis cilik di jendela)
reborn
Founder
Profesor
*****

IQ: 181
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2559


ForSa


Lihat Profil WWW
« Jawab #7 pada: Juli 16, 2008, 11:28:16 »

agama dan ilmiah apakah ada pertentangan diantara keduanya?


katanya, gambar berbicara seribu kata, coba ya

Masuk

rawWARus
Profesor
*****

IQ: 90
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 629



Lihat Profil
« Jawab #8 pada: Juli 16, 2008, 12:06:26 »

 senyum senyum senyum

 "Dan ia menelusuri jalan; Hingga, ketika dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di mata air berlumpur, dan mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: Hai Zulkarnain! Kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka." (surah 18:85-86).

hm... matahari terbenam di mata air berlumpur?

Mungkin kata mata air berlumpur merupakan suatu tempat tapi perlu pengkajian lebih lanjut,tar deh q cari referensi lagi... mata muter


kemudian:
Quote
Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. (21:33)


bagaimana dengan bumi, apakah bumi juga memiliki garis edar? tidak ada keterangan sepertinya baik geosentris maupun heliosentris pasti didukung. tergantung sains yang mana yang sedang benar pada masanya.

Garis edar bumi = orbit bumi, dan mungkin maksudmu mo tanya apa ada garis edar matahari? klo menurutku matahari sebagai pusat tata surya kita juga sebenarnya memiliki garis edar dimana tata surya kita yg termasuk kedalam salah satu galaksi dari berjuta ribu yg ada dan galaksi2 itu jg mengorbit/beredar terhadap pusat seluruh galaksi

"Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (Al Qur'an, 36:38)

Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Qur'an ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.

Sebagaimana komet-komet lain di alam raya, komet Halley, sebagaimana terlihat di atas, juga bergerak mengikuti orbit atau garis edarnya yang telah ditetapkan. Komet ini memiliki garis edar khusus dan bergerak mengikuti garis edar ini secara harmonis bersama-sama dengan benda-benda langit lainnya.

Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur'an sebagai berikut:

"Demi langit yang mempunyai jalan-jalan." (Al Qur'an, 51:7)

Terdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing seolah "berenang" sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya.
Semua benda langit termasuk planet, satelit yang mengiringi planet, bintang, dan bahkan galaksi, memiliki orbit atau garis edar mereka masing-masing. Semua orbit ini telah ditetapkan berdasarkan perhitungan yang sangat teliti dengan cermat. Yang membangun dan memelihara tatanan sempurna ini adalah Allah, Pencipta seluruh sekalian alam.

Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan, telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.

Dapat dipastikan bahwa pada saat Al Qur'an diturunkan, manusia tidak memiliki teleskop masa kini ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Karenanya, saat itu tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa ruang angkasa "dipenuhi lintasan dan garis edar" sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi, hal ini dinyatakan secara terbuka kepada kita dalam Al Qur'an yang diturunkan pada saat itu: karena Al Qur'an adalah firman Allah.
 



bumi sering disebut sebagai hamparan. hm... belum ada ide kalau bumi itu bulat ya? searching di http://www.hudzaifah.org/ tapi aku gak nemuin ada ayat quran yang menjelaskan bahwa bumi itu bulat.

"Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam..." (Al Qur'an, 39:5)

Dalam Al Qur'an, kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai "menutupkan" dalam ayat di atas adalah "takwir". Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.

Keterangan yang disebut dalam ayat tersebut tentang siang dan malam yang saling menutup satu sama lain berisi keterangan yang tepat mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk bulat. Ini berarti bahwa dalam Al Qur'an, yang telah diturunkan di abad ke-7, telah diisyaratkan tentang bentuk planet bumi yang bulat.

Namun perlu diingat bahwa ilmu astronomi kala itu memahami bumi secara berbeda. Di masa itu, bumi diyakini berbentuk bidang datar, dan semua perhitungan serta penjelasan ilmiah didasarkan pada keyakinan ini. Sebaliknya, ayat-ayat Al Qur'an berisi informasi yang hanya mampu kita pahami dalam satu abad terakhir. Oleh karena Al Qur'an adalah firman Allah, maka tidak mengherankan jika kata-kata yang tepat digunakan dalam ayat-ayatnya ketika menjelaskan jagat raya.

Jadi hamparan maksudnya mungkin bukan menuju kebentuk tapi daratan dan lautan yg terhampar luas...

kemudian ini:
Quote
Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui. (29:41)


padahal para ilmuwan sudah mengakui kekuatan jaring laba-laba. Benangnya lima kali lebih kuat dari serat baja dengan ketebalan yang sama. Padahal, baja termasuk material paling kuat yang tersedia bagi manusia. Selain itu, benang laba-laba memiliki gaya tegang 150.000 kg/m2. Jika ada seutas tali berdiameter 30 cm terbuat dari benang laba-laba, maka ia akan mampu menahan beban 150 mobil!

Kebenaran di dalam sains sendiri adalah kebenaran yang relatif. teori yang diciptakan itu terbuka untuk di kemudian hari ternyata disalahkan, ditemukan fakta-fakta baru yang ternyata justru menghancurkan teori yang lama dan menerbitkan teori yang baru. atau juga sebaliknya, fakta-fakta semakin memperkuat teori-teori yang lama.

Ya mmg, tapi dari ayat itu untuk sbg perumpamaan diterapkan pada kenyataan sehari2 mungkin akan lbh tepat untuk ukuran yg sebenarnya antara manusia dan jaring laba2 jika jaring laba2 itu dengan mudahnya manusia merusaknya...
 mata muter kedip cium
"… Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (QS. Al-A'raaf, 7: 179)

"Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)." (QS. Al-Furqaan, 25: 44)

udah deh ganti topik aja capek jg nh nyengir...mendingan klo msh penasaran kita buka & baca lagi aja harunyahya.com yg versi bhs indonesia biar lebih paham...key mata muter ::)thanks
« Edit Terakhir: Juli 16, 2008, 12:27:42 oleh RAWwarUS » Masuk

SeSuATu KarYa MaNusIa SerIng BeRaWaL dAri MimPI, MaKA eKSpresIkan MImpimU DenGAN Sains...
DaLAm HaL KeDUniAwiAn TAk AdA hAl yG tAk mUNgkin...
notwelldefined
Asisten Dosen
***

IQ: 7
Offline Offline

Tulisan: 84



Lihat Profil WWW
« Jawab #9 pada: Juli 16, 2008, 02:38:36 »


Ya mmg, tapi dari ayat itu untuk sbg perumpamaan diterapkan pada kenyataan sehari2 mungkin akan lbh tepat untuk ukuran yg sebenarnya antara manusia dan jaring laba2 jika jaring laba2 itu dengan mudahnya manusia merusaknya...


nah, mungkin dalam bahasa perumpamaan lah alquran berbicara tentang kisah. kalo untuk sains, hm... sepertinya ada Daragon yang gelap tuh... persepsi yang digunakan dalam alquran masih ada dalam "sains" jaman segitu: bumi datar, matahari, bulan beredar mengelilingi bumi dll.
emang gak jelas-jelas disebutkan begitu, bisa dipelintir bahwa matahari beredar mengelilingi orbit yang berbeda (bukan mengorbit ke bumi). Penjelasan yang ada di harun yahya, maaf aku merasa bertemu dengan red hering, jadi capek.

oke deh... kita ke topik lain aja yg lebih seru... ketawa
kalo yang begini lama-lama ngebosenin. di forum lain juga udah banyak dan jadi ejek-ejekan antar agama doang.
Masuk

itik datang dan pergi
tanpa meninggalkan jejak
ia tidak butuh petunjuk arah

(Tetsuko Kuroyanagi, Toto Chan: gadis cilik di jendela)
reborn
Founder
Profesor
*****

IQ: 181
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2559


ForSa


Lihat Profil WWW
« Jawab #10 pada: Juli 16, 2008, 02:51:29 »

udah deh ganti topik aja capek jg nh nyengir...

oke deh... kita ke topik lain aja yg lebih seru... ketawa
kalo yang begini lama-lama ngebosenin. di forum lain juga udah banyak dan jadi ejek-ejekan antar agama doang.

Nah, begini kan mantap. Bagus juga nih member di sini ga pake maki2an diskusinya, di forum lain sampe ajang flaming dan berantem yg beginian.

Mungkin sebaiknya fokus diskusinya adalah mencoba utk lebih memahami ajaran-ajaran agama masing2 bukan membandingkan apalagi menjelekkan ajaran lain. Gw selalu keinget omongan ini : jangan menganut filosofi kodok yang harus selalu mendorong ke belakang untuk bisa maju.

Lagian forum ini juga seharusnya menampung diskusi tentang filosofi bukan cuma agama. Thanks ya temen-temen "for being nice" nyengir
Masuk

Pi-One
Profesor
*****

IQ: 21
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2977


Next Hikaru Genji


Lihat Profil WWW
« Jawab #11 pada: Juli 17, 2008, 08:28:30 »

"Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (Al Qur'an, 36:38)

Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Qur'an ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini.
Di zaman dulu, manusia percaya kalau matahari beredar mengelilingi bumi. Dan jika kita menganggap benar matahari mengelilingi bumi, maka itu juga sesuai dengan ayat di atas.

Lalu bagaimana kita tahu kalau ayat di atas memang membahas mengenai matahari bergerak di alam semesta, atau matahari mengelilingi bumi?

IMO, kalimat itu terlalu luas dan bisa diartikan apa saja. Dan kalimat yang terlalu luas justru kadar relevannya cenderung rendah. Sama denan ramalan Nostradamus, bis adiartikan ke peristiwa apa saja...

Masuk

Free Free Free - Blog of Freeware
http://gratis01.blogspot.com
rawWARus
Profesor
*****

IQ: 90
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 629



Lihat Profil
« Jawab #12 pada: Juli 17, 2008, 09:58:03 »

"Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." (Al Qur'an, 36:38)

Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Qur'an ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini.

Maksud dari Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari adalah beredar atau mengorbit dalam suatu galaksi dimana galaksi tsbt jg memiliki garis edar/orbit thdp pusat dari seluruh galaksi dimana hal ini terkait dgn peristiwa big bang...
Masuk

SeSuATu KarYa MaNusIa SerIng BeRaWaL dAri MimPI, MaKA eKSpresIkan MImpimU DenGAN Sains...
DaLAm HaL KeDUniAwiAn TAk AdA hAl yG tAk mUNgkin...
Pi-One
Profesor
*****

IQ: 21
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2977


Next Hikaru Genji


Lihat Profil WWW
« Jawab #13 pada: Juli 17, 2008, 11:21:24 »

Bukankah kalimat itu terlalu luas dan gak secara spesifik menunjukkan hal itu?
Masuk

Free Free Free - Blog of Freeware
http://gratis01.blogspot.com
milmi
Staff
Dosen
*****

IQ: 19
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 286


veritas, probitas, iustitia

miil23
Lihat Profil WWW
« Jawab #14 pada: Juli 17, 2008, 11:57:46 »

Sudah, cukup! Thread ini saya kunci. Sorry mas admin, diskusinya tidak maju-maju, malah berdebat kusir. Ini forum umum, bukan forum untuk mendebatkan agama tertentu.
Masuk

...setetes air di samudera luas...
Halaman: [1]   Naik
Kirim topik ini | Cetak
Lompat ke:  

Topik Lainnya :
Subyek Dimulai oleh Jawaban Dilihat Tulisan terahkir
The Last Question By Isaac Asimov reborn 7 10260 Tulisan terahkir Juni 27, 2009, 04:33:37
oleh MuhammadBz
Patent on genetic information peregrin 7 3352 Tulisan terahkir Januari 26, 2010, 11:27:00
oleh Hendy wijaya, MD
Menguak Misteri Tentang Kentut « 1 2 » sisca, chemistry 17 679 Tulisan terahkir Maret 01, 2010, 08:17:09
oleh nandaz
unusual celebrity deaths nandaz 3 96 Tulisan terahkir Maret 09, 2010, 01:47:40
oleh nandaz
Aion and symbolism peregrin 2 2982 Tulisan terahkir Juli 08, 2008, 02:30:01
oleh peregrin
Powered by SMF 1.1.9 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC
RSS | Sitemap | Science Blog | Feed Artikel


© 2006-2008 ForumSains.com
Dilber MC Theme by HarzeM