Forum Sains Indonesia

Portal Sains Indonesia

Berita: Forsa berencana untuk mengadakan Gathering Forsa. Bagi yang berminat, silakan urun rembuk dan daftarkan diri anda.
* *
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Maret 19, 2010, 10:29:50


Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi


Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Maret 19, 2010, 10:29:50

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Last 10 Shouts:
Hari ini at 09:49:46
hai monseur superstring39...lama ngga nongol!
Hari ini at 03:52:56
Jam 4 pagi...
Masih hidup.. Hooaaammm..!!
Kemarin at 11:15:21
hahaha~

euy,, irisan kerucut.. plajaran MTK SMP kan itu..?
Kemarin at 11:10:09
ada yang paham g tentang irisan kerucut??? Bingung gw
Kemarin at 11:08:09
T.,T
Kejam...
Kemarin at 10:53:26
ga tanya... lidah melet nyengir
Kemarin at 10:40:56
Mau ujian juga..
Tugas juga numpuk..
OL gak boleh lepas..
T.,T
Kemarin at 10:32:05
wa jg lagi ujian kok...
Kemarin at 09:23:13
hah cape  '
mhon doanya sbntar lagi ujian
Kemarin at 08:28:14
haha~
zzzz~
Halaman: 1 ... 8 9 [10] 11   Turun
Kirim topik ini | Cetak
Pembuat Topik: Bahas Sejarah Natal (Christmas)  (Baca 29317 kali)
0 Anggota dan 1 Pengunjung melihat topik ini.
sith lord
Dosen
****

IQ: 17
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 201



Lihat Profil
« Jawab #135 pada: Juni 27, 2009, 01:57:35 »

Yahh...itulah keuntungan kalo munculnya belakangan...
bisa mengoreksi yg sebelumnya, n mengklaim lebih benar... muka iblis



kristen juga melakukannya terhadap yahudi kan? am i correct?
Masuk
h4ry
Profesor
*****

IQ: 20
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 661


Sweet

h4ry_shierly@hotmail.com
Lihat Profil
« Jawab #136 pada: Juni 27, 2009, 02:34:33 »

HarUsnya yang dirayakan lebih meriah itu Hari PASKAH bukan NatAL , , ,



klo menurut saia , , ,soalnya dlo yang dirayain besar2an itu Paskah knp ?



karena Paskah itu hari dimna umat kristen betul2 di selamatkan atau di bebaskan dari dosa oleh kematian DIA , , ,


pi karena terpengaruh budaya EROPA jadi Natal yang dirayain lebih megah , , ,




betul kan kaya gitu ?  kedip kedip kedip kedip

orang kristen keren. dia yg dosa tapi minta ditebus orang lain.
sungguh ajaran yg hebat.

btw, dosa apa sih yg ditebus? original sin atau semua dosa dari lahir sampe mati?thx


masa ga ngerti juga sih . ..........

Bukan kita yang minta tapi Dia sendiri yang mau ,ada di Yohanes makanya baca kitabnya dlo jngn asal ceplas ceplos ja   marah marah marah marah

Dosa yang di tebus disebut dosa keturunan yaitu dosa yang dilakukan oleh adam dan hawa pada saat pertama kali diciptakan dan dosa dari  perbuatan perbuatan manusia ,dosa tersebut akan ditebus dengan syarat : Mau percaya dan mengakui kalau Tuhan Yesus itu Juruslamat ,da di alkitab tertulis bahwa jika kita percaya  pada-Nya maka pada saat itu jga dosa2 mu akan ditanggung oleh-Nya dan mulailah hidup baru ,berusaha menghasilkan buah2 roh . . . .zzzzzz , ,

sekali lagi pliz baca dlo kitabnya baru nyerocos . . . .grrrrrrrrrrrrr . . . .  marah marah marah
Masuk

sith lord
Dosen
****

IQ: 17
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 201



Lihat Profil
« Jawab #137 pada: Juli 10, 2009, 01:01:37 »

gw udah baca kitabnya. tapi sayangnya "bukan cuma itu yg gw baca" ketawa.

tapi udahlah. masalah keyakinan kayak gini mau didebatin sampe kiamat jg gak bakal selesai. thx for your reply  nyengir
Masuk
h4ry
Profesor
*****

IQ: 20
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 661


Sweet

h4ry_shierly@hotmail.com
Lihat Profil
« Jawab #138 pada: Juli 10, 2009, 06:28:56 »

gw udah baca kitabnya. tapi sayangnya "bukan cuma itu yg gw baca" ketawa.

tapi udahlah. masalah keyakinan kayak gini mau didebatin sampe kiamat jg gak bakal selesai. thx for your reply  nyengir

kitab yang mana ?salah kitab tuh klo mau baca dari kejadian sampe wahyu , , ,bakal lebih jelas . . .
Masuk

biobio
Profesor
*****

IQ: 217
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2800


G. R. W. Tjiasmanto


Lihat Profil WWW Email
« Jawab #139 pada: Juli 10, 2009, 07:03:07 »

gw udah baca kitabnya. tapi sayangnya "bukan cuma itu yg gw baca" ketawa.

tapi udahlah. masalah keyakinan kayak gini mau didebatin sampe kiamat jg gak bakal selesai. thx for your reply  nyengir

kitab yang mana ?salah kitab tuh klo mau baca dari kejadian sampe wahyu , , ,bakal lebih jelas . . .
bukan begitu...aku rasa yang sith lord maksud adalah ia sudah membandingkannya dengan kitab ajaran lain...
Masuk

Scientia Sapientes Elegit
(Knowledge Choose The Wise One)
SwissGuard
Siswa Baru
*

IQ: 0
Offline Offline

Tulisan: 2



Lihat Profil Email
« Jawab #140 pada: November 30, 2009, 05:04:08 »

Tambahan saja, melengkapi yang ditulis oleh Admin...

Mengenai Sejarah Adven dan Natal...

ASAL MULA LITURGI ADVEN
oleh: Jeanne Kun

Perayaan untuk memperingati hari kelahiran para penguasa merupakan hal yang umum dilakukan pada zaman Kristus. Hari ulang tahun ini masih dirayakan secara luas, bahkan juga setelah orang yang dihormati itu meninggal. Maka sepantasnyalah bila umat Kristiani purba ingin menghormati tanggal kelahiran Penyelamat mereka, Tuhan Allah penguasa semesta alam.

Pada mulanya kelahiran Kristus dirayakan bersamaan dengan Epiphany, pesta penampakan Kristus, yang jatuh pada tanggal 6 Januari. Tetapi setelah masa terakhir dari masa penganiayaan orang Kristiani oleh penguasa Romawi, sekitar tahun 330 Masehi, Gereja Roma menetapkan 25 Desember sebagai tanggal untk memperingati kelahiran Kristus. Untuk beberapa lama beberapa Gereja Timur tetap merayakan pesta kelahiran ini pada tanggal-tanggal yang berbeda, tetapi pada akhir abad ke 4, tanggal yang ditetapkan oleh Roma diterima di seluruh dunia.

Ada berbagai penjelasan tentang pemilihan tanggal 25 Desember ini, tetapi tidak ditemukan dokumen gerejani resmi yang berasal dari masa itu yang memberikan alasan yang tepat. Yohanes Krisostomus dan beberapa bapa Gereja purba keliru mempercayai 25 Desember benar-benar merupakan tanggal lahir Kristus, dengan memastikan dari catatan-catatan tentang sensus yang dilakukan Cyrinius. Meskipun demikian, Gereja Roma tidak pernah secara resmi menyatakan bahwa catatan-catatan sensus tersebut masih terdapat pada adad 4, yaitu pada masa dimana tanggal kelahiran Yesus ditetapkan, bahkan gereja Roma tidak pernah memberikan kesan bahwa tanggal kelahiran Kristus itu dicatat. Kenyataannya tradisi yang berbeda-beda berlaku di bagian-bagian yang berlainan di dunia kristen, karena tanggal yang sebenarnya dari kelahiran Sang Juru Selamat tidaklah diketahui.

Sebuah penjelasan yang lebih baik didasarkan pada fakta bahwa bangsa Romawi kafir merayakan hari pesta dewa matahari (Sol invictus: Matahari yang tak terkalahkan) pada tanggal 25 Desember. Kemungkinan besar Gereja Romawi memilih tanggal tersebut terutama dengan tujuan supaya rakyat berbalik dari penyembahan kepada matahari menuju pada penyembahan kepada Kristus Tuhan, "Surya Kebenaran" (Mal 3:20) dan "Terang Dunia" (Yoh 9:5).

Dalam abad ke 5, Natal telah ditetapkan sebagai permulaan tahun Gereja. Sedikit demi sedikit, berbagai persiapan bagi perayaan pesta ini mulai dikembangkan. Catatan-catatan pertama tentang hal ini ditemukan di Gereja Perancis yang mencatat bahwa pada tahun 490, Uskup Perpetuus dari Tours mengeluarkan peraturan supaya umat berpuasa selama tiga hari dalam seminggu dimulai pada tanggal 11 November, yang merupakan hari raya St. Martinus dari Tours, sampai hari Natal. Inilah yang dikenal sebagai 40 hari Puasa St. Martinus.

Kebiasaan untuk mengadakan puasa dan pertobatan sebelum Natal menyebar ke seluruh Perancis, Spanyol dan Jerman, tetapi tanggal dimulainya berbeda-beda dari daerah ke daerah, ada yang mulai tanggal 24 September dan ada yang baru mulai pada tanggal 1 Desember. Teks misa masa prapaska dipakai selama masa pra-Natal di Gereja Perancis.

Baru abad ke 6 perayaan Adven muncul di Gereja Roma. Di sana masa ini terdiri dari 4 atau 5 hari Minggu. Pada tahun 604, Paus Gregorius Agung secara khusus memberikan khotbah Adven. Berbeda dengan Gereja Perancis, Roma tidak mengadakan puasa. Masa Adven di Roma lebih merupakan perayaan, masa yang pernuh kegembiraan mempersiapkan pesta Natal, yang bersifat penitential.

Pada adab ke 8, Gereja Perancis menerima liturgi Roma, maka terjadilah pertentangan antara sifat Adven Roma yang meriah dengan cara Perancis yang melaksanakan pertobatan dan puasa yang cukup lama. Selama beberapa abad terdapat kebimbangan. Dengan tibanya abad ke 10, permulaan tahun Gereja dimulai pada minggu pertama dalam masa Adven dan pada abad ke 13 suatu bentuk yang tetap bagi masa Adven telah dibuat dan merupakan gabungan antara kedua tradisi itu: Roma menerima puasa dan pertobatan yang berasal dari tradisi Perancis; dan kebiasaan Roma yang mempunyai masa 4 minggu dan teks-teks liturgi Roma berlaku selama masa 7 sampai 9 minggu seperti yang dilakukan di Perancis. Liturgi Adven ini secara praktis berlaku selama 600 tahun, sampai diadakan perubahan masa puasa pada th 1960 dan suatu revisi dibuat bagi teks misa yang dipakai untuk ligurgi Adven setelah Vatikan II.

Sepintas lalu, mada masa Adven kelihatannya meragukan, dengan peralihan antara kegembiraan merayakan kelahiran Sang Penyelamat yang sudah lama dinantikan, dengan ketenangan karena memikirkan penghakiman terakhir yang masih harus dihadapi. Tetapi pemahaman kita atas beberapa arti Adven dapat membantu kita untuk melepaskan dan menjelaskan rasa tegang yang kita rasakan. "Adven cenderung untuk menjadi sesuatu antara pertobatan yang dilakukan pada masa prapaskah dan kegembiraan masa Natal. Pada masa permulaan terjadinya Adven, St. Hilarius terkenal karena menyebutnya sebagai "masa puasa Natal"... Melalui peringatan dari kedatangan Kristus yang pertama, perhatian kita dibimbing kepada pemikiran akan kedatanganNya yang kedua. Aspek ganda dari masa Adven ini mempengaruhi pemilihan bacaan-bacaan Kitab Suci

Bacaan Injil pada empat hari minggu Adven merefleksikan semangat dan bentuk masa ini. Minggu pertama terpusat pada penghakiman akhir zaman (tahun A - Mat 24:37-44; tahun B - Mark 13:33-37; tahun C - Luk 21:25-28, 34-36). Bacaan Injil pada Minggu ke II dan III menyajikan pesan pertobatan Yohanes Pembaptis, suatu seruan untuk mempersiapkan diri bagi penghakiman (tahun A - Mat 3:1-12; 11:2-11; tahun B - Mark 1:1-8; Yoh 1:6-8, 19-28; tahun C - Luk 3:1-6; 3:10-18). Pada Mingu ke IV perhatian kita ditujukan pada kelahiran Kristus dengan merenungkan peristiwa-peristiwa yang membimbing kita kearah itu dan juga pada tokoh-tokoh yang tersangkut di dalamnya (tahun A - Mat 1:18-25; tahun b - Luk 1:26-38; tahun C - Luk 1:39-44).

Bacaan Perjanjian Lama terutama diambil dari nubuat mesianik Yesaya, yang mengingatkan kita kepada sejarah penyelamatan yang panjang, yang berakar pada janji-janji yang diberikan Allah kepada umat Israel. Bacaan Perjanjian Baru, yang diambil dari surat-surat, sejalan dengan tema mingguan dari bacaan Injil dan Perjanjian Lama.

Sabda Allah dengan jelas berbicara kepada kita selama masa Adven. Dengarkanlah baik-baik supaya anda siap menyambut Sabda yang menjadi manusia pada hari pesta penjelmaanNya. Dan dengarkan sabda itu yang diucapkan tepat pada waktunya, supaya anda siap mendengarnya lagi pada akhir zaman: "Mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan." (Mat 25:34).

( Bersambung )
Masuk
SwissGuard
Siswa Baru
*

IQ: 0
Offline Offline

Tulisan: 2



Lihat Profil Email
« Jawab #141 pada: November 30, 2009, 05:06:17 »

Sejarah Natal
Oleh: Redemptus Hariana

Natal diartikan telah lahir atau telah dilahirkan, kata Natal ini berasal dari kata Latin Natus.
Pada konteks Kristiani, Natal berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan kelahiran Kristus. Dalam arti yang lebih sempit, Natal adalah perayaan kelahiran Yesus di Bethlehem duaribu tahun yang lalu.
Hampir di semua negara, hari Natal (25 Desember) menjadi hari libur nasional. Menurut penanggalan Gereja Katolik Roma sendiri, Natal adalah satu dari enam hari Pesta utama di samping : Sikumsisi (tahun baru), Kenaikan Tuhan, Pesta Maria diangkat ke Surga (15 Agustus), Hari Raya Semua Orang Kudus (1 November) dan Perayaan Santa Maria dikandung tanpa noda (8 Desember)

Mengapa Natal sedemikian penting?
Menurut buku tahunan Encyclopedia Britannica, pada tahun 1994 terdapat 1,8 milyar umat Kristen dari sekitar 5,5 milyar populasi dunia. Hal ini membuat Kristen menjadi agama terbesar dalam hal jumlah penganut. Karena umat Kristiani mengikuti Yesus, perayaan kelahiran Yesus menjadi sangat penting bagi mereka dan bagi sebagian besar wilayah di dunia.
Menurut informasi, di Amerika, minggu sebelum Natal adalah minggu tersibuk dalam dunia perbelanjaan sepanjang tahun Toko-toko besar meraup 70% keuntungan tahunannya hanya selama sebulan yaitu satu bulan menjelang Natal. Natal menjadi penting bukan hanya karena alasan-alasan keagamaan melainkan juga karena alasan ekonomi dan budaya.

Apakah tanggal 25 Desember adalah hari kelahiran Yesus? (Awal Mula Perayaan Natal)
Dulunya, 25 Desember merupakan peringatan tradisional masyarakat Romawi untuk mempertingati Saturnus (Dewa Panen) dan Mithras (Dewa petir) sekaligus titik balik matahari di musin dingin. Di saat kekaisaran Roma dikuasai orang-orang Kristen, Gereja mengambil alih tanggal tersebut dari pesta kafir bangsa Romawi ini yang terkenal dengan ungkapan "Dies Natalis (Solis) invicti." : Hari Raya Kelahiran Dewa Matahari yang terkalahkan. Pemujaan terhadap dewa Matahari yang amat kuat di masa itu dan dirayakan secara khusus pada saat titik balik peredaran matahari.
Adapun tujuannya, untuk menjauhkan umat beriman dari gagasan yang kafir itu dan Gereja menggantikannya dengan misteri kelahiran Kristus Yesus sebagai Sang Matahari sejati yang menrangi setiap insan. Ini adalah proses inkulturasi.
Mula-mula, hari itu dirayakan dengan misa sederhana. Akan tetapi, seiring dengan berkembangnya agama Kristen, Natal menjadi semakin penting dan mengalahkan perayaan-perayaan tradisional yang telah ada sebelumnya, sekaligus mempertegas dan memperteguh iman akan misteri Allah yang menjelma menjadi manusia.

Di beberapa negara di wilayah Eropa Utara, sekitar pertengahan bulan Desember, biasanya diadakan pesta panen. Pada saat itu, rakyat yang baru saja mengakhiri masa panennya menghiasi rumah mereka dengan hijau-hijauan, memasak makanan yang istimewa, berkumpul untuk bernyanyi bersama dan saling membagi hadiah. Lama-kelamaan, tradisi rakyat ini menjadi bagian dari perayaan Natal.

Tradisi berbagi hadiah.
Tradisi ini mungkin diilhami dari kisah Kitab Suci tentang orang-orang Majus dari Timur. Para Majus memberikan hadiah kepada bayi Yesus berupa emas, kemenyan dan mur. Selain merupakan adopsi dari tradisi, kebiasaan ini juga didukung oleh adanya kisah Sinterklas yang terkenal suka membagi hadiah kepada anak-anak.

Pohon Natal.
Tradisi memasang pohon Natal kemungkinan besar berasal dari Jerman dan diawali pada tahun 1.000(?). Tradisi ini kemudian menyebar ke Inggris dan Amerika. Pada zaman Victoria, orang mulai menghiasi pohon Natal dengan permen dan kue-kue serta pita-pita. Martin Luther, pada abad ke 16 dianggap sebagai orang pertama yang memasang lilin pada pohon Natal.
Tahun 1880, hiasan Natal pabrikan mulai diproduksi dan dipasarkan. Dan, lampu natal elektronis muncul di tahun 1882.
Sampai sekarang bentuk dan jenis hiasan pohon natal semakin bagus dan beragam.

Mengapa Natal Dirayakan Pada Tanggal 25 Desember ?
diambil dari Warta Matius

Secara alkitabiah Yesus dijuluki sebagai "Surya Kebenaran", "Terang
kebenaran yang menyinari dunia". Julukan ini sejalan dengan Dewa
Matahari dari Emesa yang disembah sejak masa kekaisaran Aurelius (274) di Roma yang dirayakan setiap 25 Desember. Pestanya disebut dengan NATALE SOLIS INVICTI (Lahirnya Sang Surya yang tidak terkalahkan). Hal dimana dimulainya musim dingin.

Pada waktu kekaisaran Roma menjadi Kristen, pesta ini
ditransformasikan (di-kristenkan) dengan memberi makna baru atas Solis Invicti itu yaitu untuk menyebut Yesus sendiri. Julukan Yesus secara alkitabiah ditambahkan dengan kultur Romawi yang memberi tempat yang istimewa kepada dewa matahari pada waktu itu, dihepotesakan sebagai asal-usul dari Perayaan Natal sebagaimana kita pahami sekarang.

Secara simbolik Kristus sebagai Sang Surya Agung berakar dalam
kesadaran kristiani yang kemudian memberi perhatian istimewa pada peristiwa EQUINOX dan SOLTICE. Yang pada gilirannya secara kosmis tanggal 25 Desember menjadi istimewa; menjadi pesta kelahiran Surya yang tak terkalahkan. Sudah barang tentu secara historis tanggal tersebut tidak bisa diterima begitu saja sebagai hari kelahiran Yesus Kristus.

St. Agustinus memandang Natal hanyalah suatu peringatan atau ulang
tahun dari kelahiran Kristus dengan tetap memandang Paskah sebagai
sungguh-sungguh 'sacramentum'.

Leo Agung menyebut Natal sebagai "mirabilis sacramenti", Natal
dipahami oleh Leo sebagai titik awal dari keselamatan semesta. Nalal lebih bermakna daripada Paskah. Oleh karenanya pada masa Paus Leo Agung (440-461) dirayakan pesta Natal di Basilika St. Pietro dan pada malam harinya di Basilika St. Maria Maggiore, sore harinya Paus merayakannya di Basilika St.Anastasia dekat Palaytino. Rupanya sejak waktu itu mulai dirayakan Misa Natal secara liturgis resmi.

Secara teologis, tema sentral natal ditekankan pada peristiwa inkarnasi,
Allah menjadi manusia. Peristiwa itu bukan hanya berarti Allah beserta
kita tetapi pertama-tama adalah bahwa Allah menjadi manusia agar supaya manusia menjadi Allah. Kedosaan dan kejatuhan manusis dipulihkan kembali. Inkarnasi menjadi 'starting point' dalam divnisasi manusis yang berpuncak pada peristiwa paskah.

Paham Chronology Pasti (ada lain ie; paham Chronology Relative)
memperkirakan kelahiran Yesus antara dua data; Kematian Herodes (4 SM) dan cacah jiwa pada jaman Kirenius (antara 7 dan 8 SM).

Catatan:
EQUINOX; berasal dari bahasa Latin aequa (sama) dan nox (malam). Suatu
perubahan tata surya di mana matahari melewati batas khatulistiwa. Pada
waktu itu durasi waktu malam dan siang baik di bagian dunia sebelah
utara
dan selatan sama lamanya. Equinox terjadi dua kali dalam satu tahun.
Pertama
tanggal 21 Maret ketika matahari memasuki zodiak Aries, ini disebut
dengan
istilah "spring equinox" (equinox musim semi). Yang kedua terjadi pada
tanggal 23 September, yang disebut '"autumnal equinox" (equinox musim
gugur). Pada saat matahari bersinar selama 12 jam dan bulanpun bersinar
selama sepanjang malam.

SOLTICE; dari bahasa Latin, Sol yang berarti matahari dan stare yg
berarti
berdiri.
Menggambarkan matahari mencapai titik yang paling jauh dari garis
khatulistiwa. Hal itu terjadi pada 22 Juni dan 22 Desember. Pada 22
Juni
mulai musim panas pada bagian belahan dunia bagian utara dan mulai
tanggal
22 September musim dingin.

(sumber; Makalah ILSKI; Tahun Liturgi I & Insiklp. PB)

Sumber lain bisa lihat disini http://www.yesaya.indocell.net/id264.htm

Lengkapnya bisa lihat disini http://www.newadvent.org/cathen/03724b.htm


Semoga bermanfaat.. malaikat

Salam - SwissGuard http://id.answers.yahoo.com/my/profile;_ylt=AvT0D8.cohRYd5ymx_YxnkXFbRV.;_ylv=3?show=ind0hUbfaa
Masuk
ghostdoors
Dosen
****

IQ: 18
Offline Offline

Tulisan: 239



Lihat Profil
« Jawab #142 pada: Desember 24, 2009, 08:16:52 »

Topiknya bahas sejarah natal kan..??
cuma mau nambahin refrensi aja:

  SEJARAH NATAL
     Kata Natal berasal dari bahasa Latin yang berarti lahir. Secara istilah Natal berarti upacara yang dilakukan oleh orang Kristen untuk memperingatri hari kelahiran Isa Al Masih- yang mereka sebut Tuhan Yesus.
     Peringatan Natal baru tercetus antara tahun 325-354 oleh Paus Liberius, yang ditetapkan tanggal 25 Desember, sekaligus menjadi momentum penyembahan Dewa Matahari, yang kadang juga diperingati pada tanggal 6 Januari, 18 Oktober, 28 April atau 18 Mei. Oleh Kaisar Konstantin, tanggal 25 Desember tersebut akhirnya disahkan sebagai kelahiran Yesus (Natal).
Kelahiran Yesus Menurut Bibel
     Untuk menyibak tabir Natal pada tanggal 25 Desember yang diyakini sebagai Hari Kelahiran Yesus, marilah kita simak apa yang diberitakan oleh Bibel tentang kelahiran Yesus sebagaimana dalam Lukas 2:1-8 dan Matius 2:1,10,11 (Markus dan Yohanes tidak menuliskan kisah kelahiran Yesus).
Lukas 2:1-8:
”Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.

Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.
Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galelilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud- supaya didaftarkan bersama dengan Maria, tunangannya yang sedang mengandung.
Ketika mereka disitu tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lapin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka dirumah penginapan.
Didaerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjanga kawanan ternak mereka pada waktu malam.”
Jadi, menuru Bibel, Yesus lahir pada masa kekuasaan Kaisar Agustus yang saat itu yang sedang melaksanakan sensus penduduk (7M=579 Romawi).  Yusuf, tunangan Maryam ibu Yesus berasaldari Betlehem, maka mereka bertiga ke sana, dan lahirlah Yesus di Betlehem, anak sulung Maria. Maria membungkusnya dengan kain lampan dan membaringkannya dalam palungan (tempat makan sapi, domba yang terbuat dari kayu). Peristiwa itu terjadi pada malam hari dimana gembala sedang menjaga kawanan ternak mereka di padang rumput.

Menurut  Matius 2:1, 10, 11
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman Herodus, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem. Ketika  mereka melihat bintang itu, sangat bersuka citalah mereka. Maka masukalah mereka kedalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibunya.
               Jadi menurut Matius, Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodus yang disebut Herodus Agung yang memerintah tahun 37 SM- 4 M (749 Romawi), ditandai dengan bintang-bintang yang terlihat oleh orang-orang Majusi dari Timur.
Cukup jelas pertentangan kedua Injil tersebut (Lukas 2:1-8 dan Matius 2:1, 10, 11) dalam menjelaskan kelahiran Yesus. Namun begitu keduanya menolak kelahiran Yesus tanggal 25 Desember. Penggambaran kelahiran yang ditandai dengn bintang-bintang di langit dan gembala yang sedang menjaga kawanan domba yang dilepas bebas di padang rumput beratapkan langit dengan bintang-bintangnya yang gemerlapan, menunjukkan kondisi musim panas sehingga gembala berdiam di padang rumput dengan domba-domba mereka pada malam hari untuk menghindari sengatan matahari. Sebab jelas 25 Desember adalah musim dingin. Sedang suhu udara di kawasan Palestina pada bulan Desember itu sangat rendah sehingga salju merupakan hal yang tidak mustahil.
Bagi yang memiliki wawasan luas, hati terbuka dan lapang dalam mencari kebenaran, kitab suci Al-Quran telah memberikan jawaban tentang kelahiran Yesus (Isa alaihssalam).
”Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (Maryam) bersandar pada pangkal pohon kurma, ia berkata: ”Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah. ”Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai dibawahmu (untuk minum). Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu kearahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu”
(Surat Maryam\19: 23-25)

Jadi menurut Al Quran Yesus dilahirkan pada musim panas disaat pohon-pohon kurma berbuah dengan lebatnya. Untuk itu perlu kita cermati pendapat sarjana Kristen Dr. Arthus S. Peak, dalam Commentary on the Bible – seperti dikutip buku Bible dalam Timbangan oleh Soleh A. Nahdi (hal 23): Yesus lahir dalam bulan Elul (bulan Yahudi), bersamaan dengan bulan Agustus-September.
Sementara itu Uskup Barns dalam Rise of Christianity – seperti juga dikutip oleh Soleh A. Nahdi berpendapat sebagai berikut:
”Kepercayaan, bahwa 25 Desember adalah hari lahir Yesus yang pasti tidak ada buktinya. Kalau kita percaya cerita Lukas tentang hari lahir itu dimana gembala-gembala waktu malam menjaga di padang di dekat Betlehem, maka hari lahir Yesus tentu tidak di musim dingin di saat suhu di negeri pegunungan Yudea amat rendah sekali sehingga salju merupakan hal yang tidak mustahil. Setelah terjadi banyak perbantahan tampaknya hari lahir tersebut diterima penetapannya kira-kira tahun 300 Masehi”
Pada Tahun Berapa Yesus Lahir?
Umat Kristen beranggapan bahwa Yesus dilahirkan pada tahun 1, karena penanggalan Masehi yang dirancang oleh Dionysius justru dibuat dan disesuaikan dengan tahun kelahiran Yesus. Namun Injil Lukas 2:1 (telah dikutip sebelumnya) menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan Kaisar Agustus jadi antara tahun 27 Sebelum Maseh-14 Sesudah Masehi. Sedangkan Matius: 2:1 (Juga telah dikutip) menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodes Agung: tahun 37 Sebelum Masehi-4 Sesudah Masehi.
Ternyata antara pemahaman yang beredar di kalangan umat Kristen tentang kelahiran Yesus dengan berita yang disampaikan oleh Injil, Lukas maupun Matius, tidaklah menunjukkan suatu kepastian, sehingga ilmuwan-ilmuwan mereka ada yang menyatakan Yesus lahir tahun 8 Sebelum Masehi, tahun 6 Sebelum Masehi, tahun 4 sesudah Masehi. Antara lain  di kutip dari buku tulisan Rev. Dr. Charles Francis Petter, MA. . B.D., S.T.M. yang berjudul, The Lost Years of Jesus Revealed hal 119 sebagai berikut:
Pada abad ke-19 setelah terbukti dan akhirnya diakui bahwa Herodes telah mati 4 tahun sebelum masehi dan setelah ditetapkan, bahwa menurut cerita Matius (2:16) raja Herodes memerintahkan pembunuhan kanak-kanak umur/dibawah umur dua tahun untuk membinasakan Yesus harus digeser kebelakang, paling sedikit 4 tahun sebelum masehi. Masa kini para sarjana lebih condong menggeserkan tanggal lahirnya Yesus itu 5 sampai 6 tahun kebelakang tahun Masehi. Kesulitan menentukan tanggal kelahiran Yesus, kehidupannya, dan kematiannya terpaksa ditimbulkan kembali karena adanya keterangan-keterangan yang banyak terdapat dalam gulungan-gulungan Essene (yang terdapat di gua Qamran) malah soal-soal yang berhubungan dengan ketuhanan juga harus dibangkitkan kembali.
Jadi sampai hari ini pun tidak ada kejelasan tahun berapa Yesus dilahirkan.

bersambung
Masuk

"TIDAK ADA SEJARAH YANG TIDAK MENETESKAN DARAH DAN SETIAP PERJUANGAN MEMBUTUHKAN PENGORBANAN"
ghostdoors
Dosen
****

IQ: 18
Offline Offline

Tulisan: 239



Lihat Profil
« Jawab #143 pada: Desember 24, 2009, 08:17:56 »

Asal Usul Perayaan Natal 25 Desember
     Perintah untuk menyelenggarakan peringatan Natal tidak ada dalam Bibel dan Yesus tidak pernah memberikan contoh ataupun memerintahkan pada muridnya untuk menyelenggarakan peringatan kelahirannya.
Perayaan Natal baru masuk dalam ajaran Kristen katolik pada abad ke-4 M. Dan peringatan inipun berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala. Dimana kita ketahui bahwa abad ke-1 sampai abad ke-4 M dunia masih dikuasai oleh imperium Romawi yang paganis politheisme.
Ketika Konstantin dan rakyat Romawi menjadi penganut agama Katolik, mereka tidak mampu meninggalkan adat/budaya pangannya, apalagi terhadap pesta rakyat untuk memperingati hari Sunday (sun=matahari: day=hari) yaitu kelahiran Dewa Matahari tanggal 25 Desember.
Maka supaya agama Katolik bisa diterima dalam kehidupan masyarakat Romawi diadakanlah sinkretisme (perpaduan agama-budaya/ penyembahan berhala), dengan cara menyatukan perayaan kelahiran Sun of God (Dewa Matahari) dengan kelahiran Son of God (Anak Tuhan=Yesus).
Maka pada konsili tahun 325, Konstantin memutuskan dan menetapkan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Juga diputuskan, Pertama, hari minggu (Sunday=hari matahari) dijadikan pengganti hari Sabat yang menurut hitungan jatuh pada Sabtu. Kedua, lambang dewa matahari yaitu sinar yang bersilang dijadikan lambang Kristen. Ketiga, membuat patung-patung Yesus untuk menggantikan patung Dewa Matahari.
Sesudah Kaisar Kontantin memeluk agama Katolik pada abad ke-4 masehi, maka rakyat pun beramai-ramai ikut memeluk agama Katolik. Inilah prestasi gemilang hasil proses sinkretisme Kristen oleh Kaisar Konstantin dengan agama panganisme politheisme nenek moyang.
Demikian asal-usul Christmas atau Natal yang dilestarikan oleh orang-orang Kristen di seluruh dunia sampai sekarang.
Demikian kepercayaan panganis politheisme mendapat ajaran tentang Dewa Matahari yang diperingati tanggal 25 Desember.
Mari kita telususri melalui Bibel maupun sejarah kepercayaan panganis yang dianut oleh bangsa Babilonia kuno didalam kekuasaan raja Nimrod (Namrud).

H.W. Amstrong dalam bukunya The Plain Truth About Christmas, Worlwide Chrch of God, California USA, 1994, menjelaskan:

Namrud cucu Ham, anak nabi Nuh adalah pendiri sistem kehidupan masyarakat Babilonia kuno. Nama Nimrod dalam bahasa Hebrew (Ibrani) berasal dari kata “Marad”  yang artinya: “Dia membangkang atau Murtad antara lain dengan keberaniaannya mengawinkan ibu kandungnya sendiri bernama “Semiramis”.
Namun usia Namrud tidak sepannjang ibu sekaligus istrinya. Maka setelah Namrud mati, Semiramis menyebarkan ajaran: bahwa roh Namrud tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati. Maka dibuatlah olehnya perumpamaan pohon “Evergreen” yang  tumbuh dari sebatang kayu mati.
Maka untuk memperingati kelahirannya dinyatakan bahwa Namrud selalu hadir di pohon Evergreen dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu. Sedangkan kelahiran Namrud dinyatakan tanggal 25 Desember. Inilah asal usul pohon Natal.
Lebih lanjut Semiramis dianggap sebagai “Ratu Langit” oleh rakyat Babilonia, kemudian Namrud dipuja sebagai “anak suci dari surga”.
Putaran jaman menyatakan bahwa penyembahan berhala versi Babilonia ini berubah menjadi “Mesiah palsu”, berupa dewa “Ba-al” anak dewa matahari dengan objek penyembahan ‘Ibu dan Anak (Semiramis dan Namrud) yang lahir kembali. Ajaran tersebut menjalar ke negara lain: Di mesir berupa “Isis dan Osiris”, di Asia bernama “Cybele dan Deoius”. Di Roma disebut Fortuna dan Yupiter. Bahkan di Yunani, “Kwan Im” di Cina, Jepang dan Tibet, India, Persia, Afrika, Eropa dan Meksiko juga ditemukan adat pemujaan terhadap dewa “Madonna” dan lain-lain.
Dewa-dewa berikut dimitoskan lahir pada tanggal 25 Desember, dilahirkan oleh gadis perawan (tanpa bapak), mengalami kematian (salib) dan dipercaya sebagai Juru Selamat (Penebus Dosa):
1.     Dewa Mithras (Mitra) di Iran, yang juga dinyatakan dilahirkan dalam sebuah gua dan mempunyai 12 orang murid. Dia juga disebut sebagai Sang Penyelamat, karena ia pun mengalami kematian dan dikuburkan, tapi bangkit kembali. Kepercayaan ini menjalar hingga Eropa. Konstantin termasuk salah seorang pengagum sekalugus penganut kepercayaan ini.
2.      Apollo, yang terkenal memiliki 12 jasa dan menguasai 12 bintang/planet.
3.      Hercules yang terkenal sebagai pahlawan perang tak tertandingi.
4.      Ba-al yang disembah orang-orang Israel adalah dewa pendududk asli tanah Kana’an yang terkenal juga sebagai dewa kesuburan.
5.      Dewa Ra, sembahan orang-orang Mesir Kuno; kepercayaan ini menyebar hingga ke Romawi dan diperingati secara besar-besaran dan dijadikan sebagai pesta rakyat.
Demikian juga Serapsis, Attis, Issis, Horus, Adonis, Bacchus, Krisna, Osiris, Syamas, Kybele dan lain-lain. Selain itu ada lagi tokoh/pahlawan pada suatu bangsa yang oleh mereka diyakini dilahirkan oleh perawan, antara lain Zorates (bangsa Persia) dan Fo Hi (bangsa Cina). Demikian pula pahlawan-pahlawan Helenisme: Agis, Celomenes, Eunus, Soluius, Aristonicus, Tibarius, Grocecus, Yupiter, Minersa, Easter.
     Jadi konsep bahwa Tuhan itu dilahirkan seorang perawan pada tanggal 25 Desember disalib/dibunuh kemudian dibangkitan, sudah ada sejak zaman purba.
     Konsep/dogma agama bahwa Yesus adalah anak Tuhan dan bahwa Tuhan mempunyai tiga pribadi dengan sangat mudahnya diterima oleh kalangan masyarakat Romawi karana merekalah telah memiliki konsep itu sebelumnya. Mereka tinggal mengubah nama-nama dewa menjadi Yesus. Maka dengan jujur Paulus mengakui bahwa dogma-dogma tersebut hanyalah KEBOHONGAN yang sengaja dibuatnya. Kata Paulus kepada Jemaat Roma:

Tetapi jika kebesaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaannya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai seorang berdosa?
(Roma 3:7)
Mengenai kemungkinan terjadinya pendustaan itu, Yesus telah mensinyalir lewat pesannya:

Jawab Yesus kepada mereka: Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaku dan berkata Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
(Matius 24:4-5).

Pandangan Bibel Tentang Upacara Natal.
Untuk mengetahui pandangan Bibel tentang perayaan Natal yang diwarisi oleh tradisi paganisme, baiklah kita telaah Yeremia 10:2-4:
”Beginilah firman Tuhan: ”Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang diseganii bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukanlah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan goyang”.
Demikianlah pandangan Bibel tentang upacara Natal yaitu melarang orang Kristen mengikuti kebiasaaan bangsa-bangsa penyembah berhala.
Selanjutnya mari kita simak penjelasan Yeremia 10:5

”Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun. Tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun dia tidak dapt.”
Sumber-sumber Kristen yang Menolak Natal

1.      Catolic Encyclopedia, ediai 1911 tentang Christmas:

 ” Natal bukanlah upacara gereja yang pertama... melainkan ia diyakini berasal dari Mesir, perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan  jatuh pada bulan Januari., kemudian dijadikan kelahiran Yesus.

Dalam buku yang sama, tentang ” Natal Day” dinyatakan sebagai berikut:

”Di dalam kitab suci tidak ada seorang pun yang mengadakan upacara atau penyelenggaraan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja  (seperti Firaun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini.”

2.      Encyclopedia Britanica, edisi 1946 menyatakan:

”Natal bukanlah upacara gereja abad pertama, Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakan dan Bibel juga tidak pernah menyelenggarakannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala.”

3.      Encyclopedia Americana, edisi tahun 1944 menyatakan:

”Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada  umumnya umat kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran tersebut.......”.

(Perjamuan Suci, yang termaktub dalam kitab Perjanjian Baru hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus)..... Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad ke-4 M. Pada abad ke-5 M. Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari ”Kelahiran Dewa Matahari”. Sebab tidak seorangpun mengetahui hari kelahiran Yesus.”
http://artikeljogja.tripod.com/natal/yesus4.htm
Masuk

"TIDAK ADA SEJARAH YANG TIDAK MENETESKAN DARAH DAN SETIAP PERJUANGAN MEMBUTUHKAN PENGORBANAN"
ibu2pkk
Mahasiswa
**

IQ: 0
Offline Offline

Tulisan: 22



Lihat Profil Email
« Jawab #144 pada: Januari 01, 2010, 05:53:51 »

re: NATAL, Patutkah untuk dirayakan?

Merayakan Natal adalah syah-syah saja asalkan kita tidak menganggap bahwa merayakan Natal untuk memperingati hari kelahiran Yesus, karena hal ini salah kaprah. Rayakanlah Natal hanya sekedar ungkapan sukacita saja. Adslah sangat mengingkari Yesus jika kita merayakan Natal sebagai tanggal kelahiran Yesus.

: Dalam hitungan hari, umat Pulus akan merayakan Natal, tapi sebelum kita turut serta dalam perayaan tersebut, perlu kita renungi "Apakah patu kita merayakan Natal? padahal Yesus samasekali tidak pernha menganjurkan perayaan tersebut". Pertanyaan ini sangat menarik, karena kalau kita mau belajar dengan benar, maka akan didapatkan fakta sbb :
:
:Hari Natal setiap tanggal 25 Desember diperingati di seluruh dunia. Jarang orang mempertanyakan, mengapa tanggal 25 Desember? ada segolongan orang yang melakukan ibadah pada hari minggu? juga jarang mempertanyakannya. Kedua hal diatas segera terjawab, setelah membuka-buka lembaran kerajaan Romawi. Sejak zaman sebelum Yesus, orang-orang Romawi menyembah Dewa Matahari (Mithra) merayakan Hari Kelahiran Tuhan mereka yaitu tanggal 25 Desember, sejalan pergerakan Matahari yang muncul dari garis balik selatan menuju Utara.
:
:Orang-orang Romawi menyembah Dewa mithra pada hari Minggu (dalam bahasa inggrisnya, Sun-day). Sun = Matahari. Day= hari penyembahan. Sunday= Hari penyembahan Dewa Matahari. Kemudian timbul pertanyaan, dari mana orang-orang Romawi memetik ajaran ini?
:
:A. N. Wilson dalam bukunya Paul the Mind of the Apostle menjelaskan:
:
:Para Ahli Purbakala memperlihatkan bahwa Tarsus merupakan pusat kegiatan para penyembah Dewa Mithra sampai dengan masa keruntuhan Kerajaan (Romawi), Kemungkinan besar laskar Pompey, dalam kegiatan mereka ke Timur, yang pertama memperkenalkan aliran (Penyembah Dewa Mithra) ini ke Masyarakat Romawi).
:
:Paulus sebagaimana anak-anak lainnya yang lahir dan dibesarkan di Tarsus tidak akan lepas dari Upacara Keagamaan. salah satu upacara Mithraisme yang dilakukan oleh orang -orang Tarsus adalah menghormati Dewa Pahlawan, Herakles. Penghormatan kepada Herakles, tidak jauh berbeda dengan penghormatan kepada Dewa-dewa lainnya yang mati dan kemudian bangkit kembali seperti Mithra, dewa adonis, di Syria, Dewa Thammuz di babylonia, Dewa Osiris di Mesir.
:
:Jadi kita seharusnya bertanya, apakah tanggal 25 Desember yang tinggal dalam hitungan hari, adalah demi kasih kita kepada Yesus atau kepada Dewa Mithra?
:

:
:GBU.
http://www.einjil.com/cgi-bin/forum_read.pl?forum_id=30709&level=2
Masuk
ibu2pkk
Mahasiswa
**

IQ: 0
Offline Offline

Tulisan: 22



Lihat Profil Email
« Jawab #145 pada: Januari 01, 2010, 06:10:04 »

Dua Belas Hari Natal (Twelve Days of Christmas) dan malam-malam yang terkait dengan ke-12 hari itu (Twelve-tide), adalah serangkaian hari raya yang dimulai pada malam Hari Natal (25 Desember) hingga pagi hari 6 Januari, yaitu hari Epifania. Malam-malam yang terkait dengan ke-12 hari ini dimulai sebelum hari yang dimaksud. Jadi, malam pertama Natal jatuh pada 25-26 Desember, dan Malam ke-12 jatuh pada 5-6 Januari.
http://id.wikipedia.org/wiki/Duabelas_Hari_Natal

Dalam Gereja Armenia, Natal pada tanggal 25 Desember tidak pernah diterima; kelahiran Kristus dirayakan pada tanggal 6 Januari.

Masuk
biobio
Profesor
*****

IQ: 217
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2800


G. R. W. Tjiasmanto


Lihat Profil WWW Email
« Jawab #146 pada: Januari 02, 2010, 01:47:21 »

Memang Yesus tidak dilahirkan pada 25 Desember, dan mayoritas gereja tidak mengatakan bahwa Yesus dilahirkan pada 25 Desember. Lalu kenapa? Bukankah yang mereka anggap penting adalah makna kelahiran Yesus itu sendiri?
Masuk

Scientia Sapientes Elegit
(Knowledge Choose The Wise One)
cakpredi
Mahasiswa
**

IQ: 0
Offline Offline

Tulisan: 35



Lihat Profil Email
« Jawab #147 pada: Januari 10, 2010, 05:58:24 »

klo ngerayain sesutu pake fakta yg jels dong biar gak bikin ricuh di forum ............seperti hri pahlawan 10 november kn dh jelas faktanya
Masuk
biobio
Profesor
*****

IQ: 217
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2800


G. R. W. Tjiasmanto


Lihat Profil WWW Email
« Jawab #148 pada: Januari 10, 2010, 11:42:35 »

klo ngerayain sesutu pake fakta yg jels dong biar gak bikin ricuh di forum ............seperti hri pahlawan 10 november kn dh jelas faktanya
Justru kalau anda mau mendebat, pakai alasan yang jelas dong. Sudah dibilang:
Memang Yesus tidak dilahirkan pada 25 Desember, dan mayoritas gereja tidak mengatakan bahwa Yesus dilahirkan pada 25 Desember. Lalu kenapa? Bukankah yang mereka anggap penting adalah makna kelahiran Yesus itu sendiri?
Masuk

Scientia Sapientes Elegit
(Knowledge Choose The Wise One)
Pi-One
Profesor
*****

IQ: 21
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2966


Next Hikaru Genji


Lihat Profil WWW
« Jawab #149 pada: Januari 10, 2010, 06:19:16 »

Sejarah jelas? Kenapa peringatan G30S/PKI itu dilakukan pada tanggal 30 september? Padahal operasi dilakukan tanggal 1 oktober subuh?
Masuk

Free Free Free - Blog of Freeware
http://gratis01.blogspot.com
Halaman: 1 ... 8 9 [10] 11   Naik
Kirim topik ini | Cetak
Lompat ke:  

Topik Lainnya :
Subyek Dimulai oleh Jawaban Dilihat Tulisan terahkir
Beasiswa StuNed - studi di Belanda reborn 1 4414 Tulisan terahkir Juni 02, 2009, 12:13:51
oleh Nabih
kurikulum dan UN Alan adhityo 6 1086 Tulisan terahkir November 29, 2009, 10:49:01
oleh r.a.n
Bacaan Iseng!! « 1 2 ... 18 19 » Brilliant 284 15406 Tulisan terahkir Pebruari 26, 2010, 06:52:39
oleh raisuien
Trenbolone indoroids 0 2295 Tulisan terahkir Januari 18, 2008, 12:03:05
oleh indoroids
Pengenalan VOIP mozzpunkz 0 3172 Tulisan terahkir Juli 26, 2008, 05:26:45
oleh mozzpunkz
Powered by SMF 1.1.9 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC
RSS | Sitemap | Science Blog | Feed Artikel


© 2006-2008 ForumSains.com
Dilber MC Theme by HarzeM