Forum Sains Indonesia

Portal Sains Indonesia

Berita: Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.
* *
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
September 03, 2010, 11:44:41


Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi


Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
September 03, 2010, 11:44:41

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Last 10 Shouts:
Kemarin at 09:06:37
Sinabung meletup..
Uda tau ya?
=))
Kemarin at 05:19:47
heyyy !!
September 01, 2010, 12:25:01
KIRIM APA YAWWWW?
September 01, 2010, 08:11:53
kirim artikel ? kan ada di kotak atas.. "Kirim Artikel" ... Tools ... klik submit article...
September 01, 2010, 02:48:02
ah koncetlahh...gimana kirim artikel??? buat apa situs ini klo gak bisa jadi media tanya jawab?huh gimana krim artikellll?huh?!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1
September 01, 2010, 02:45:47
kok gak bisa kirim artikel! gimana sih?huhhuh!!
Agustus 31, 2010, 09:09:51
dapat tugas bikin tentang NANOTEKNOLOGI dan saya ga tau apa ituuu??? sedih
Agustus 31, 2010, 08:55:47
Ayam dong ...
Agustus 31, 2010, 06:29:31
apakah kalian tau??
ayam dan telur siapa y duluan ??
Agustus 31, 2010, 12:23:31
gak mood
Halaman: 1 ... 6 7 [8] 9 10 ... 12   Turun
Kirim topik ini | Cetak
Pembuat Topik: Buddhisme  (Baca 13333 kali)
0 Anggota dan 2 Pengunjung melihat topik ini.
sith lord
Dosen
****

IQ: 17
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 195



Lihat Profil
« Jawab #105 pada: November 04, 2009, 09:19:38 »

penganut budha boleh pake kekerasan u/ bela diri ga sih?
Masuk
Pi-One
Profesor
*****

IQ: 31
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 4192


Next Hikaru Genji


Lihat Profil WWW
« Jawab #106 pada: November 05, 2009, 10:04:18 »

penganut budha boleh pake kekerasan u/ bela diri ga sih?
Penganut Buddhisme dijarkan untuk menerapkan cinta kasih setiap saat. Dan Buddhisme bukan mengenal larangan, tapi anjuran. melakukan atau tidak melakukan itu pilihan masing-masing. Kaum Buddhis cuma diajarkan mengenai perbuatan dan akibatnya, dan dianjurkan melakukan sesuatu karena akibatnya baik, menghindari sesuatu karena akibatnya tidak baik.

Jadi jika anda tanya apa boleh atau tidak, kurasa kurang tepat. Tapi bisa dibilang, kaum Buddhis tidak dianjurkan menggunakan kekerasan, dan tidak bisa mencari pembenaran dari ajaran Buddhisme jika memilih menggunakan kekerasan. Itu pilihan mereka saja.
Masuk

Membantah Harun Yahya

Tidak menanggapi Matt asbun dan semut asbun
luth
Profesor
*****

IQ: 15
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 729



Lihat Profil Email
« Jawab #107 pada: November 05, 2009, 11:47:42 »

kok piwan kyny krg menjawab pertanyaan sithlord ya?
oke deh gini aja gampangnya biar  jwbn anda  lebih jelas dan detil,
klo itu terjadi pada piwan gimana?(ganti penganut budhanya dengan piwan pada pertanyaan sithlord)?
Masuk

sebodoh-bodohnya sifat adalah sombong
Pi-One
Profesor
*****

IQ: 31
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 4192


Next Hikaru Genji


Lihat Profil WWW
« Jawab #108 pada: November 06, 2009, 07:59:39 »

kok piwan kyny krg menjawab pertanyaan sithlord ya?
oke deh gini aja gampangnya biar  jwbn anda  lebih jelas dan detil,
klo itu terjadi pada piwan gimana?(ganti penganut budhanya dengan piwan pada pertanyaan sithlord)?
Umat Buddha gak kenal larangan dan perintah. Buddha tidak menempatkan diri beliau di atas yang lain, jadi sebagai ganti perintah dan larangan, Beliau menggunakan bentuk anjuran. Termasuk anjuran untuk menghindari kekerasan.

kalau kita tetap ngotot melakukan kekerasan, toh yang menghukum bukan Buddha, bukan sosok lain. Tapi buah dari perbuatan kita sendiri yang akan kembali pada kita, makanya dianjurkan untuk tidak melakukannya.

Aku juga melatih diri untuk menghindari kekerasan, tapi jika aku sampai melakukannya, aku tak akan mencari pembenaran dari ajaran Buddhisme (karena gak ada bagian yang membenarkan hal macam itu)
Masuk

Membantah Harun Yahya

Tidak menanggapi Matt asbun dan semut asbun
Pi-One
Profesor
*****

IQ: 31
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 4192


Next Hikaru Genji


Lihat Profil WWW
« Jawab #109 pada: November 06, 2009, 10:00:45 »

Bisa dibilang, mustahil menemukan bagian dari ajaran yang membenarkan kekerasan. Sebaliknya, akan mudah untuk menemukan ajaran yang mengajarkan untuk menghindari menyakiti atau membunuh makhluk lain. Misal:
Kutip
All beings tremble before danger,
all fear death.
When a man considers this,
he does not kill or cause to kill.

All beings fear before danger,
life is dear to all.
When a man considers this,
he does not kill or cause to kill.
(Dhammapada, 129-130.)

Kutip
He who destroys life,
who utters lies,
who takes what is not given to him,
who goes to the wife of another,
who gets drunk with strong drinks --
he digs up the very roots of his life.
(Dhammapada, 246-247)

Kutip
A man is not a great man because he is a warrior and kills other men;
but because he hurts not any living being he in truth is called a great man.
(Dhammapada, 405. Emphasis added.)
Masuk

Membantah Harun Yahya

Tidak menanggapi Matt asbun dan semut asbun
luth
Profesor
*****

IQ: 15
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 729



Lihat Profil Email
« Jawab #110 pada: November 06, 2009, 10:54:58 »

kok piwan kyny krg menjawab pertanyaan sithlord ya?
oke deh gini aja gampangnya biar  jwbn anda  lebih jelas dan detil,
klo itu terjadi pada piwan gimana?(ganti penganut budhanya dengan piwan pada pertanyaan sithlord)?
Umat Buddha gak kenal larangan dan perintah. Buddha tidak menempatkan diri beliau di atas yang lain, jadi sebagai ganti perintah dan larangan, Beliau menggunakan bentuk anjuran. Termasuk anjuran untuk menghindari kekerasan.

kalau kita tetap ngotot melakukan kekerasan, toh yang menghukum bukan Buddha, bukan sosok lain. Tapi buah dari perbuatan kita sendiri yang akan kembali pada kita, makanya dianjurkan untuk tidak melakukannya.

Aku juga melatih diri untuk menghindari kekerasan, tapi jika aku sampai melakukannya, aku tak akan mencari pembenaran dari ajaran Buddhisme (karena gak ada bagian yang membenarkan hal macam itu)
piwan klo jawab kok sering muter2 dan tdk to the point ya.?
bisa dijawab lebih singkat ga.biar buat negasin aja
klo piwan sedan ingin dilukai/bahkan dibunh orang,  misalnya, bagaimana piwan membela diri ketika ucapan tak lagi berpengaruh kepadanya, dan lari pun tidak bs?apa yg piwan lakukan?membela diri? bagaimana?
mohon di jawab to the point dan tidak muter2 lagi ya.plis2 bgt.

lagi pula apa harus mencari pembenaran jika hanya untuk membela diri?
saya pun pribadi tidak akan mencari pembenaran dari mana2 atau dari agama,
buat apa melakukan sesuatu selalu harus berdasarkan sesuatu?
manusia adalah makhluk berakal.pakai saja common sense kita. kita bisa menilai sendiri.

karena kita  kan hanya membela diri. bukannya offensif.
Masuk

sebodoh-bodohnya sifat adalah sombong
Pi-One
Profesor
*****

IQ: 31
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 4192


Next Hikaru Genji


Lihat Profil WWW
« Jawab #111 pada: November 07, 2009, 10:01:55 »

piwan klo jawab kok sering muter2 dan tdk to the point ya.?
bisa dijawab lebih singkat ga.biar buat negasin aja
klo piwan sedan ingin dilukai/bahkan dibunh orang,  misalnya, bagaimana piwan membela diri ketika ucapan tak lagi berpengaruh kepadanya, dan lari pun tidak bs?apa yg piwan lakukan?membela diri? bagaimana?
mohon di jawab to the point dan tidak muter2 lagi ya.plis2 bgt.

lagi pula apa harus mencari pembenaran jika hanya untuk membela diri?
saya pun pribadi tidak akan mencari pembenaran dari mana2 atau dari agama,
buat apa melakukan sesuatu selalu harus berdasarkan sesuatu?
manusia adalah makhluk berakal.pakai saja common sense kita. kita bisa menilai sendiri.

karena kita  kan hanya membela diri. bukannya offensif.
Aku sudah bilang kan, Buddhisme gak mengenal larangan dan perintah. Karena Buddhisme itu adlah bentuk latihan diri.

Soal apa yang dilakukan? Terserah diri anda sendiri. Karena anda yang memutuskan, anda yang melakukan, anda yang menanggung akibat. Anda pilih melukai orang lain, artinya anda siap menerima akibat dari melukai orang lain. Anda pilih membiarkan diri dilukai, artinya anda siap menanggung luka dan sakit akibat dilukai orang lain.
Masuk

Membantah Harun Yahya

Tidak menanggapi Matt asbun dan semut asbun
luth
Profesor
*****

IQ: 15
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 729



Lihat Profil Email
« Jawab #112 pada: November 10, 2009, 09:49:58 »

piwan klo jawab kok sering muter2 dan tdk to the point ya.?
bisa dijawab lebih singkat ga.biar buat negasin aja
klo piwan sedan ingin dilukai/bahkan dibunh orang,  misalnya, bagaimana piwan membela diri ketika ucapan tak lagi berpengaruh kepadanya, dan lari pun tidak bs?apa yg piwan lakukan?membela diri? bagaimana?
mohon di jawab to the point dan tidak muter2 lagi ya.plis2 bgt.

lagi pula apa harus mencari pembenaran jika hanya untuk membela diri?
saya pun pribadi tidak akan mencari pembenaran dari mana2 atau dari agama,
buat apa melakukan sesuatu selalu harus berdasarkan sesuatu?
manusia adalah makhluk berakal.pakai saja common sense kita. kita bisa menilai sendiri.

karena kita  kan hanya membela diri. bukannya offensif.
Aku sudah bilang kan, Buddhisme gak mengenal larangan dan perintah. Karena Buddhisme itu adlah bentuk latihan diri.

Soal apa yang dilakukan? Terserah diri anda sendiri. Karena anda yang memutuskan, anda yang melakukan, anda yang menanggung akibat. Anda pilih melukai orang lain, artinya anda siap menerima akibat dari melukai orang lain. Anda pilih membiarkan diri dilukai, artinya anda siap menanggung luka dan sakit akibat dilukai orang lain.
ampun dah....
ckckckck, masi ga ngerti2 juga apa??
piwan, saya nanya itu kepada anda, kok malah "menjawab terserah diri" anda...cappe saya nanya,
oke terakhir ni,

saya tanya itu KEPADA ANDA, ANDA, YA ANDA, BUKAN SAYA, BUKAN ORANG LAIN.
PAHAM?
kalau masi muter2 dan tidak menjawab, ya sudahlah. -_-


Masuk

sebodoh-bodohnya sifat adalah sombong
Pi-One
Profesor
*****

IQ: 31
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 4192


Next Hikaru Genji


Lihat Profil WWW
« Jawab #113 pada: November 11, 2009, 09:44:18 »

ampun dah....
ckckckck, masi ga ngerti2 juga apa??
piwan, saya nanya itu kepada anda, kok malah "menjawab terserah diri" anda...cappe saya nanya,
oke terakhir ni,

saya tanya itu KEPADA ANDA, ANDA, YA ANDA, BUKAN SAYA, BUKAN ORANG LAIN.
PAHAM?
kalau masi muter2 dan tidak menjawab, ya sudahlah. -_-
Anda tanya apa ada larangan? jawabnya tidak.
Anda tanya apa boleh pakai kekerasan? jawabnya terserah anda.

Jika tidak ada larangan, terus siapa yang mengatur boleh tidaknya? Dan anda tanya apa yang akan kulakukan? Aku tidak bisa jawab. Meski sekarang aku memberi jawaban yang indah-indah, tapi itu karena itu belum terjadi. Saat terjadi, aku gak tahu apa yang akan aku lakukan, kondisi yang berbeda mungkin menghasilkan output yang berbeda.

Aku bukan mama lauren, aku gak bisa meramal apa yang akan terjadi untuk peristiwa yang belum terjadi.
Masuk

Membantah Harun Yahya

Tidak menanggapi Matt asbun dan semut asbun
luth
Profesor
*****

IQ: 15
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 729



Lihat Profil Email
« Jawab #114 pada: November 11, 2009, 09:46:32 »

lucu juga, kok cuma ditanya apa yang anda akan lakukan kok malah nyangka dibilang mama lauren. lebay ah
saya sering ditanya sama orang tua saya cita2 nanti jadi mau jadi apa, lalu saya jawab mau jadi pilot, lalu saya bisa disebut  peramal?mama lauren?ahahaha
logikanya lucu.


ah tapi ya sudahlah klo memang anda menolak untuk menjawab.

oke balik ke topik,
saya mau tanya , mungkin pertanyaan ini agak "luas", tapi jawab saja sebisa/sepengetahuan anda.

apakah dalam ajaran budha itu menurut anda ada yang tidak sesuai dengan fakta sains? kalau ada yang mana dan mengapa?
kalau tidak ada bagaimana cara anda mengetahuinya?
Masuk

sebodoh-bodohnya sifat adalah sombong
Pi-One
Profesor
*****

IQ: 31
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 4192


Next Hikaru Genji


Lihat Profil WWW
« Jawab #115 pada: November 12, 2009, 12:37:32 »

lucu juga, kok cuma ditanya apa yang anda akan lakukan kok malah nyangka dibilang mama lauren. lebay ah
saya sering ditanya sama orang tua saya cita2 nanti jadi mau jadi apa, lalu saya jawab mau jadi pilot, lalu saya bisa disebut  peramal?mama lauren?ahahaha
logikanya lucu.
Beda kasus oi. Anda menanyakan apa yang akan aku lakukan pada kondisi tertentu, bukan apa cita-citaku. Seperti yang kubilang, meski sekarang aku kasih tahu apa yang sekiranya aku lakukan, memang kalau benaran terjadi aku benar akan berbuat seperti yang kubilang?

oke balik ke topik,
saya mau tanya , mungkin pertanyaan ini agak "luas", tapi jawab saja sebisa/sepengetahuan anda.

apakah dalam ajaran budha itu menurut anda ada yang tidak sesuai dengan fakta sains? kalau ada yang mana dan mengapa?
kalau tidak ada bagaimana cara anda mengetahuinya?
Aku tidak menemukan sesuatu yang bertentangan dengan sains, karena pada dasarnya Buddhisme sendiri tidak menjelaskan tentang sains. Buddhisme adalah ajaran tentang penderitaan dan cara mengatasinya. Buddhisme tidak mengaku sudah mencakup dan menjelaskan segala pengetahuan yang ada. Jika ada bahasan yang tidak bisa dijelaskan dengan sains (saat ini), mungkin ada.
Masuk

Membantah Harun Yahya

Tidak menanggapi Matt asbun dan semut asbun
The Houw Liong
Profesor
*****

IQ: 8
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 1045



Lihat Profil WWW
« Jawab #116 pada: November 12, 2009, 08:50:58 »

Pemahaman Buddhisme seperti juga pemahaman agama tidak dapat dilakukan hanya dengan proses penalaran (ordinary states of conciousness/otak kiri), melainkan melalui proses perenungan/meditasi (altered states of conciousness/otak kanan).
« Edit Terakhir: November 12, 2009, 08:53:12 oleh The Houw Liong » Masuk

HouwLiong
Pi-One
Profesor
*****

IQ: 31
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 4192


Next Hikaru Genji


Lihat Profil WWW
« Jawab #117 pada: November 12, 2009, 10:23:14 »

Pemahaman Buddhisme seperti juga pemahaman agama tidak dapat dilakukan hanya dengan proses penalaran (ordinary states of conciousness/otak kiri), melainkan melalui proses perenungan/meditasi (altered states of conciousness/otak kanan).
Aku gak akan menyangkal atau membenarkan statement di atas. Tapi yang perlu diketahui adalah Buddhisme tidak menuntut kepercayaan, tidak mengenal dogma. Tidak ada kewajiban untuk percaya, keraguan adalah hal yang bisa diterima. Keyakinan itu lahir dari pemahaman.
Masuk

Membantah Harun Yahya

Tidak menanggapi Matt asbun dan semut asbun
anakkecil
Dosen
****

IQ: 3
Offline Offline

Tulisan: 108



Lihat Profil Email
« Jawab #118 pada: November 20, 2009, 01:51:53 »

"keraguan adalah hal yang bisa diterima"
hmmm hal ini sangat kontradiktif menurut saya.
anda berarti sekarang mungkin dapat berada dalam keadaan percaya Buddhis tetapi tidak percaya Buddhis  dalam waktu yang bersamaan.
hal ini sangat membinggungkan saya?
:-)
kemudian pemahaman yang seperti apa yang lahir dari keyakinan yang tidak yakin..
kemudian bukankan Buddhisme sendiri merupakan dogma..
Masuk
anakkecil
Dosen
****

IQ: 3
Offline Offline

Tulisan: 108



Lihat Profil Email
« Jawab #119 pada: November 20, 2009, 03:41:19 »

atau keyakinan apa yang lahir dari pemahaman yang tidak paham
:-)
Masuk
Halaman: 1 ... 6 7 [8] 9 10 ... 12   Naik
Kirim topik ini | Cetak
Lompat ke:  

Topik Lainnya :
Subyek Dimulai oleh Jawaban Dilihat Tulisan terahkir
kitab agama yang diperbaharui « 1 2 ... 16 17 » ojan 252 18791 Tulisan terahkir Mei 26, 2010, 09:29:11
oleh semut-ireng
(Tidak) Runtuhnya Teori Evolusi « 1 2 ... 51 52 » Pi-One 777 69852 Tulisan terahkir Agustus 07, 2010, 11:39:04
oleh Pi-One
Al Quran dan Ilmu Pengetahuan Modern « 1 2 ... 42 43 » Ahmad Musthafa 637 21314 Tulisan terahkir Agustus 13, 2010, 06:08:16
oleh semut-ireng
Dawkins Menolak Debat Melawan Para Pendukung Penciptaan, Karena Dia Tidak Memili « 1 2 ... 16 17 » asma 247 14587 Tulisan terahkir Pebruari 17, 2010, 08:35:58
oleh pr@m
Tiga Nabi Manusia « 1 2 ... 13 14 » reborn 204 10770 Tulisan terahkir Juni 08, 2010, 09:00:04
oleh Mat Dillom
Powered by SMF 1.1.11 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC
RSS | Sitemap | Science Blog | Feed Artikel


© 2006-2010 ForumSains.com
Dilber MC Theme by HarzeM