Forum Sains Indonesia

Portal Sains Indonesia

Berita: Forsa berencana untuk mengadakan Gathering Forsa. Bagi yang berminat, silakan urun rembuk dan daftarkan diri anda.
* *
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Maret 19, 2010, 02:51:30


Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi


Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Maret 19, 2010, 02:51:30

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Last 10 Shouts:
Hari ini at 02:16:36
entah mengapa aku merasa ingin berterimakasih pada seseorang disini....
Hari ini at 01:03:57
Akhirnya tewas pada pukul 4.30
Hari ini at 10:50:30
hee~
huriah,, masi jam 3.52... blom 4..
Hari ini at 09:49:46
hai monseur superstring39...lama ngga nongol!
Hari ini at 03:52:56
Jam 4 pagi...
Masih hidup.. Hooaaammm..!!
Kemarin at 11:15:21
hahaha~

euy,, irisan kerucut.. plajaran MTK SMP kan itu..?
Kemarin at 11:10:09
ada yang paham g tentang irisan kerucut??? Bingung gw
Kemarin at 11:08:09
T.,T
Kejam...
Kemarin at 10:53:26
ga tanya... lidah melet nyengir
Kemarin at 10:40:56
Mau ujian juga..
Tugas juga numpuk..
OL gak boleh lepas..
T.,T
Halaman: [1]   Turun
Kirim topik ini | Cetak
Pembuat Topik: BUNUH DIRI dan EUTHANASIA (all religion)  (Baca 1584 kali)
0 Anggota dan 1 Pengunjung melihat topik ini.
monokorobo
Dosen
****

IQ: 84
Offline Offline

Tulisan: 384


Chayoooooo


Lihat Profil Email
« pada: Juli 22, 2009, 10:08:29 »

Hidup n mati adalah di tngn Tuhan yg Ia ciptkan tuk mnguji iman, amalan,n ketaatan manusia t'hdap Tuhan, Penciptanya. trz apakah di p'bolehkan bunuh diri mnurut agama?n pa yg t'jadi dgn ruh yg bnuh diri,  krna qt tw bnuh diri tu blm wktunya meninggl. n bgmn dgn Euthanasia mnurut smw agma?p di p'bolehkan?

Karna ni tuk smw agma, sy hrp tuk sharing ja, jgn sling memojokkan senyum

Masuk

Waktu diibaratkan pedang yang akan bunuh diri kita, waktu tak akan bisa berputar kembali, janganlah sia-siakan waktumu, taukah kamu setiap detik dan menit mengandung manfaat bagi orang yang menggunakan waktu di jalan yang benar
 
Karno Giyantono
Profesor
*****

IQ: 13
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 684


orang terganteng di duniaaaaaaaaa.....

karnogiyantono2007@yahoo.com
Lihat Profil WWW Email
« Jawab #1 pada: Juli 22, 2009, 03:40:29 »

bunuh diri adalah termasuk dosa besar n dilarang
Masuk

"Orang Pintar adalah Orang yang Berusaha Membangun Rumah atau Kehidupan yang Bagus di dunia dan Istana Di Surga"

caranya Belajar dan Bekerja serta Beramal dan Beribadah.
Jangan menjadi orang bodoh, yaitu hanya memilih salah satunya saja. Padahal sudah jelas kita hidup di dunia ini dan pasti akan mati (dalam kehidupan yang kekal).

Jgn menjadi orang yang sangat bodoh, yaitu di dunia melarat dan di akherat disiksa. contohnya adalah penjahat, atau pencuri
cronny
Dosen
****

IQ: 7
Offline Offline

Tulisan: 462



Lihat Profil Email
« Jawab #2 pada: Juli 22, 2009, 05:19:06 »

Mao bunuh diri mah boleh2 aja... selama ngak ngajak2 yg lain nya buat nemenin dia. Nyawa yah punya sendiri, yah urus lah baik2 sendiri nya.
Masuk
sisca, chemistry
Profesor
*****

IQ: 132
Offline Offline

Gender: Wanita
Tulisan: 4946


3 langkah besar menuju Japan.... >.,<

sisca.honeymuw@yahoo.com
Lihat Profil Email
« Jawab #3 pada: Juli 22, 2009, 07:19:34 »

euthanasia apa gag sama ama bnuh diri???

klo mnrut kekristenan bunuh diri itu gag bole..
soalnya, Tuhan uda menciptakan kita sedemikian rupa, koq malah disia2kan..
lagian masalah bukanlah yg menentukan kita harus mati ato gak...
masak gara2 1 masalah, kita harus kehilangan nyawa kita yg jg cuma 1 kali?huh

di sudut dunia ini masi ada hal2 baru yg belum kita ketahui...
carilah, selagi masi ada kesempatan... jgn sia2kan hidup kita ini...
tpi buatlah pengaruh, supya kita bisa diingat,,, dan tak akan lekang oleh berjalannya waktu...
nyengir
Masuk

I Corinthians chapter 13 : 4-7love suffers long and is kind ; love doesn't parade itself, is not puffed up ; doesn't behave rudely, doesn't seek its own, is not provoked, thikz no evil, doesn't rejoice in iniquity, but rejoices in the truth ; bears all things, endures all things
Pi-One
Profesor
*****

IQ: 21
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2966


Next Hikaru Genji


Lihat Profil WWW
« Jawab #4 pada: Juli 23, 2009, 09:26:54 »

Bunuh diri itu termasuk pembunuhan berencana...
Masuk

Free Free Free - Blog of Freeware
http://gratis01.blogspot.com
Nabih
Profesor
*****

IQ: 130
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 1056


Bosen avatar kosong mulu


Lihat Profil Email
« Jawab #5 pada: Juli 25, 2009, 11:31:30 »

Bunuh diri itu termasuk pembunuhan berencana...
setuju, meskipun tersangka dan korbanya sama

Saya kutipkan kebih banyak info dari netsains.com (mungkin sudah pada tau)
Kutip
Membunuh bisa dilakukan secara legal. Itulah euthanasia, pembuhuhan legal yang sampai kini masih jadi kontroversi. Pembunuhan legal ini pun ada beragam jenisnya.

Secara umum, kematian adalah suatu topik yang sangat ditakuti oleh publik. Hal demikian tidak terjadi di dalam dunia kedokteran atau kesehatan. Dalam konteks kesehatan modern, kematian tidaklah selalu menjadi sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Kematian dapat dilegalisir menjadi sesuatu yang definit dan dapat dipastikan tanggal kejadiannya. Euthanasia memungkinkan hal tersebut terjadi.

Euthanasia adalah tindakan mengakhiri hidup seorang individu secara tidak menyakitkan, ketika tindakan tersebut dapat dikatakan sebagai bantuan untuk meringankan penderitaan dari individu yang akan mengakhiri hidupnya.

Ada empat metode euthanasia:

    *

      Euthanasia sukarela: ini dilakukan oleh individu yang secara sadar menginginkan kematian.

    *

      Euthanasia non sukarela: ini terjadi ketika individu tidak mampu untuk menyetujui karena faktor umur, ketidak mampuan fisik dan mental. Sebagai contoh dari kasus ini adalah menghentikan bantuan makanan dan minuman untuk pasien yang berada di dalam keadaan vegetatif (koma).

    *

      Euthanasia tidak sukarela: ini terjadi ketika pasien yang sedang sekarat dapat ditanyakan persetujuan, namun hal ini tidak dilakukan. Kasus serupa dapat terjadi ketika permintaan untuk melanjutkan perawatan ditolak.

    * Bantuan bunuh diri: ini sering diklasifikasikan sebagai salah satu bentuk euthanasia. Hal ini terjadi ketika seorang individu diberikan informasi dan wacana untuk membunuh dirinya sendiri. Pihak ketiga dapat dilibatkan, namun tidak harus hadir dalam aksi bunuh diri tersebut. Jika dokter terlibat dalam euthanasia tipe ini, biasanya disebut sebagai ‘bunuh diri atas pertolongan dokter’. Di Amerika Serikat, kasus ini pernah dilakukan oleh dr. Jack Kevorkian.

Euthanasia dapat menjadi aktif atau pasif:

    *

      Euthanasia aktif menjabarkan kasus ketika suatu tindakan dilakukan dengan tujuan untuk menimbulkan kematian. Contoh dari kasus ini adalah memberikan suntik mati. Hal ini ilegal di Britania Raya dan Indonesia.

    *

      Euthanasia pasif menjabarkan kasus ketika kematian diakibatkan oleh penghentian tindakan medis. Contoh dari kasus ini adalah penghentian pemberian nutrisi, air, dan ventilator.

Ada kasus ketika meningkatkan dosis pengurang rasa sakit, seperti pemberian Morfin, dapat memperpendek umur pasien. Namun pemberian morfin tidak dimaksukan untuk menimbulkan kematian, sehingga dipandang secara moral berbeda. Kasus ini juga dapat dilihat dari perspektif falsafah ‘efek ganda’. Prinsip ini berasal dari filsafat moral Immanuel Kant, yang juga dipopulerkan oleh Gereja Katholik. Falsafah ‘efek ganda’ menekankan bahwa suatu efek tindakan tidak akan bisa diterima secara moral ketika ia terjadi secara sengaja, namun tindakan itu akan diterima jika tidak disengaja.

Argumen Pro Euthanasia

Kelompok pro euthanasia, yang termasuk juga beberapa orang cacad, berkonsentrasi untuk mempopulerkan euthanasia dan bantuan bunuh diri. Mereka menekankan bahwa pengambilan keputusan untuk euthanasia adalah otonomi individu. Jika seseorang memiliki penyakit yang tidak dapat disembuhkan atau berada dalam kesakitan yang tak tertahankan, mereka harus diberikan kehormatan untuk memilih cara dan waktu kematian mereka dengan bantuan yang diperlukan. Mereka mengklaim bahwa perbaikan teknologi kedokteran merupakan cara untuk meningkatkan jumlah pasien yang sekarat tetap hidup. Dalam beberapa kasus, perpanjangan umur ini melawan kehendak mereka.

Mereka yang mengadvokasikan euthanasia non sukarela, seperti Peter Singer, berargumentasi bahwa peradaban manusia berada dalam periode ketika ide tradisional seperti kesucian hidup telah dijungkir balikkan oleh praktek kedokteran baru yang dapat menjaga pasien tetap hidup dengan bantuan instrumen. Dia berargumen bahwa dalam kasus kerusakan otak permanen, ada kehilangan sifat kemanusian pada pasien tersebut, seperti kesadaran, komunikasi, menikmati hidup, dan seterusnya. Mempertahankan hidup pasien dianggap tidak berguna, karena kehidupan seperti ini adalah kehidupan tanpa kualitas atau status moral.

Falsafah Utilitarian Singer menekankan bahwa tidak ada perbedaan moral antara membunuh dan mengizinkan kematian terjadi. Jika konsekuensinya adalah kematian, maka tidak menjadi masalah jika itu dibantu dokter, bahkan lebih disukai jika kematian terjadi dengan cepat dan bebas rasa sakit.

Oposisi terhadap Euthanasia

Banyak argumen anti euthanasia bermula dari proposisi, baik secara religius atau sekuler, bahwa setiap kehidupan manusia memiliki nilai intrinsik dan mengambil hidup seseorang dalam kondisi normal adalah suatu kesalahan. Advokator hak-hak orang cacad menekankan bahwa jika euthanasia dilegalisasi, maka hal ini akan memaksa beberapa orang cacad untuk menggunakannya karena ketiadaan dukungan sosial, kemiskinan, kurangnya perawatan kesehatan, diskriminasi sosial, dan depresi. Orang cacad sering lebih mudah dihasut dengan provokasi euthanasia, dan informed consent akan menjadi formalitas belaka dalam kasus ini. Beberapa orang akan merasa bahwa mereka adalah beban yang harus dihadapi dengan solusi yang jelas. Secara umum, argumen anti euthanasia adalah kita harus mendukung orang untuk hidup, bukan menciptakan struktur yang mengizinkan mereka untuk mati.

Disadur dari:

Wellcome Trust. 2004. Disability & Bioethics Resource Pack. Euthanasia. V1.0

Referensi tambahan:

    * Shannon, Thomas (Diterjemahkan K.Bertens). 1995. Pengantar Bioetika. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
    * Karo-Karo, Andre. 1987. Etika Suatu Pengantar. Penerbit Erlangga. Jakarta.
    * Situs web Riset Euthanasia. http://www.euthanasia.com/
    * Situs web Peter Singer. http://www.princeton.edu/~psinger/

Kalau saya fikir, penyakit itu kan menebus dosa, daripada di balas di akhirat
Masuk

Hore!!!
Sukses OSN-PTI
http://www.sci.ui.ac.id/osnpti/15.png

blog.math.uny.ac.id/nabih2008
Irdint
Mahasiswa
**

IQ: 1
Offline Offline

Tulisan: 12



Lihat Profil Email
« Jawab #6 pada: Oktober 18, 2009, 07:33:35 »

Setahu saya namanya bentuk pembunuhan dalam bentuk apapun sama sekali tidak di perkenankan atau benar..

Dalam islam karena saya seorang muslim, sama sekali tidak ada yang namanya mati secara tidak menyakitkan. Walau ketika seseorang meningggal raut wajah mereka menunjukkan raut yang tidak tersakiti sekalipun, kita tidak akan pernah tahu bagaimana kondisi roh yang sedang sakaratul maut. Dan sebenarnya sakaratul maut (proses pencabutan arwah dari tubuh seseorang) sakitnya sama sengan 100 ekor kambing yang sedang dikuliti hidup-hidup. Ada yang juga mengatakan (saya lupa hadisnya nanti tak cari lagi) sakitnya sakaratul maut itu seperti ranting penuh duri yang dimasukkan kedalam daging kita kemudian dicabut dengan sekeras-kerasnnya sehingga keluar apa yang tersangkut di duri-duri itu dan meninggalkan apa yang tak sempat tercabut (kira-kira seperti ini).

Mati dengan bunuh diri apa lagi.. "Allah tidak akan memberi suatu cobaan melebihi kemampuan hambanya" dan bunuh diri sama sekali bukan jalan melarikan diri dari masalah. Segala sesuatu akan kita perbuat di dunia ini akan kita pertanggung jawabkan setelah mati.

Lebih baik dalam hidup ini kita pikirkan "bagaimana caranya" daripada memikirkan "bagaimana akhirnya"

maaf kalau ada kata-kata yang tidak berkenan ^^
Masuk
queenofmarduk
Siswa Baru
*

IQ: 0
Offline Offline

Tulisan: 9



Lihat Profil
« Jawab #7 pada: Desember 16, 2009, 09:26:23 »

katanya Tuhan dlm agama tertentu sudah menakdirkan jalan hidup manusia. Jika manusia mati bunuh diri berarti memang itulah takdir yg ditentukan Tuhan. Berarti bukan salah manusia itu donk. Kan udah takdirnya.
Sama seperti iblis yg diusir kan Tuhan yg menciptakan iblis sudah menakdirkan bahwa dia akan diusir dan menjadi perusak umat manusia.
Semua ini panggung sandiwara. Sudah ada skenarionya..
Masuk
HyawehHoshikawa
Dosen
****

IQ: 21
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 483


ehm...gua itu cowo' yah...


Lihat Profil Email
« Jawab #8 pada: Desember 16, 2009, 06:00:30 »

dalam filosofi "agama" saya, mau dia bunuh diri apa ngga, waktu matinya tetep aja sama, cuman caranya aja yang beda.
umur itu udah ada ditangan tuhan.
Masuk

Rationality alone isn't enough, the world is Complex.
I am neither IntroVERT nor ExtroVERT, I'm PerVERT
Ngga ada yang salah dengan ngeloli kan?asal bukan medo...
Illust
Siswa Baru
*

IQ: 0
Offline Offline

Tulisan: 5



Lihat Profil Email
« Jawab #9 pada: Maret 03, 2010, 05:54:49 »

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keaadaan yang ada pada diri mereka sendiri."

manusia sekali-kali di suruh untuk berpikir... kemana manusia itu melangkahkan kaki mereka hanya mereka sendiri yang menentukan.. terlalu gampang untuk mengatakan takdir..

matilah dengan keadaan yang baik.. karena mati adalah suatu perkara yang sangat besar.. karena itulah Islam mengajarkan "berbanyaklah mengingat mati.. ingatlah di hari kita akan bertemu dengan pencipta kita". jadi jangan pernah menganggap remeh tentang mati..
Masuk
Garuda
Mahasiswa
**

IQ: 1
Offline Offline

Tulisan: 10



Lihat Profil
« Jawab #10 pada: Maret 13, 2010, 10:07:11 »

bunuh diri sih gampang ,tapi efek sosiologi dan psikoligisnya sama orang yang ditinggalkan harus di perhitungkan, jadi wajar kalo bunuh diri itu dosa ....
Masuk
kiliplik
Siswa Baru
*

IQ: 2
Offline Offline

Tulisan: 4



Lihat Profil
« Jawab #11 pada: Maret 14, 2010, 07:04:07 »

apapun alasannya..mencabut nyawa sendiri atau pun orang lain adalah salah..
Nyawa kita hanya milik Tuhan saja..siapakah kita yang dapat mengambilnya seenaknya saja dari Dia..  senyum

Masuk
Halaman: [1]   Naik
Kirim topik ini | Cetak
Lompat ke:  

Topik Lainnya :
Subyek Dimulai oleh Jawaban Dilihat Tulisan terahkir
The Last Question By Isaac Asimov reborn 7 10250 Tulisan terahkir Juni 27, 2009, 04:33:37
oleh MuhammadBz
Patent on genetic information peregrin 7 3341 Tulisan terahkir Januari 26, 2010, 11:27:00
oleh Hendy wijaya, MD
Menguak Misteri Tentang Kentut « 1 2 » sisca, chemistry 17 671 Tulisan terahkir Maret 01, 2010, 08:17:09
oleh nandaz
unusual celebrity deaths nandaz 3 91 Tulisan terahkir Maret 09, 2010, 01:47:40
oleh nandaz
Giant Worm biobio 7 1472 Tulisan terahkir Pebruari 03, 2010, 05:17:03
oleh burnerd crash
Powered by SMF 1.1.9 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC
RSS | Sitemap | Science Blog | Feed Artikel


© 2006-2008 ForumSains.com
Dilber MC Theme by HarzeM