Forum Sains Indonesia

Portal Sains Indonesia

Berita: Forsa berencana untuk mengadakan Gathering Forsa. Bagi yang berminat, silakan urun rembuk dan daftarkan diri anda.
* *
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Maret 20, 2010, 01:15:20


Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi


Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Maret 20, 2010, 01:15:20

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Last 10 Shouts:
Hari ini at 12:12:25
alohaa~
Hari ini at 11:51:07
holaa...
Hari ini at 07:38:07
haloo... ketawa
Hari ini at 02:17:51
Sudah jam 2:20 dini hari, ada yang login... he he... selamat pagi...
Hari ini at 12:31:34
ga ngerti... lidah melet
Kemarin at 10:01:39
Owe meninjau lapangan..
Mempersiapkan lokasi untuk kedatangan anggota..
Kemarin at 09:50:45
haa~
yg harusnya ngusir itu owe ya...
situ sebgai ketua ga kasi contoh buat anggotanya loo.. T.,T  
Kemarin at 09:37:56
Oi oi... Belum jam vampir..
Hus hus.. Ntar baru balik lagi..
Kemarin at 09:35:06
haaa~
T.,T
jahatt~
yg orang tua di sini sapa sih.?
=.,=
Kemarin at 07:49:16
kalo misalnya dikatakan 'normal hemofilia',,itu artinya homozigot normal ato heterozigot carrier y..?
Halaman: 1 [2]   Turun
Kirim topik ini | Cetak
Pembuat Topik: dasar moralitas: apakah yang mendorong kita untuk berbuat baik?  (Baca 12436 kali)
0 Anggota dan 1 Pengunjung melihat topik ini.
reborn
Founder
Profesor
*****

IQ: 181
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2559


ForSa


Lihat Profil WWW
« Jawab #15 pada: Agustus 26, 2008, 02:34:27 »

eh iya, definisi moral dan norma itu apa sih tepatnya?
Kemaren gw abis denger talk show tentang eutanasia. Salah seorang pembicaranya bilang begini : di Indonesia eutanasia saat ini ditolak, tapi bisa aja suatu waktu nanti dijadikan hukum. Ini terjadi ketika eutanasia menjadi hal yang normatif, bila kejadiannya banyak dan dirasakan penting untuk beberapa kasus khusus.

Kalo norma dapat berubah dan berbeda antara satu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat yang lain, apakah moral juga demikian?
Masuk

lem
Dosen
****

IQ: 7
Offline Offline

Tulisan: 134



Lihat Profil Email
« Jawab #16 pada: September 04, 2008, 05:30:49 »

Tambahan untuk referensi....

Secara kebahasaan perkataan moral berasal dari ungkapan bahasa latin mores yang merupakan bentuk jamak dari perkataan mos yang berarti adapt kebiasaan. Dalam kamus Umum bahasa Indonesia dikatakan bahwa moral adalah penetuan baik buruk terhadap perbuatan dan kelakuan.
Istilah moral biasanya dipergunakan untuk menentukan batas-batas suatu perbuatan, kelakuan, sifat dan perangkai dinyatakan benar, salah, baik, buruk, layak atau tidak layak, patut maupun tidak patut.
Moral dalam istilah dipahami juga sebagai (1) prinsip hidup yang berkenaan dengan benar dan salah, baik dan buruk. (2) kemampuan untuk memahami perbedaan benar dan salah. (3) ajaran atau gambaran tentang tingkah laku yang baik.

Sedangkan norma atau kaidah adalah petunjuk tingkah laku (perilaku) yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan dalam hidup sehari-hari,berdasarkan suatu alasan (motivasi) tertentu dengan disertai sanksi.
Masuk

Dengan lem kita rekatkan persatuan dan kesatuan.....
bupunsu
Mahasiswa
**

IQ: 7
Offline Offline

Tulisan: 32



Lihat Profil
« Jawab #17 pada: September 05, 2008, 08:15:12 »

Ikutan sumbang saran yaa. Baik dan buruk ada batasannya, dan juga ada tolok ukur. Kadangkala batasannya cuma tipis sekali, tergantung cara memikirnya. Misal wanita yang menjadi PSK (melacur), mau disalahkan padahal dia korban laki2 yang tak bertanggung jawab (tidak memberi nafkah), tidak punya keahlian dan harus memberi makan anaknya, maka dia lalu berbuat tidak baik menurut orang lain yang memandang.
Jadi ada patokan, tolok ukur, definisi, mana yang baik dan mana yang buruk. Dulu gue pernah baca buku etika (filsafat tingkah laku) dari Pujawiyatna, membahas apa itu baik dan buruk. Adanya batasan lalu orang memilih mau melakukan yang ini atau yang itu.
Juga dari pengalaman orang-orang terdahulu yang ditulis dalam buku-buku primbon, menjadi ukuran untuk berbuat baik dan tidak baik. Misal jangan mencuri, jangan mabok, jangan main judi dsb (mo-limo). Selain itu juga ada harapan, kalau saya berbuat kebaikan, maka orang lain akan baik ke saya, atau kalau tidak ya ke anak turunan saya. Juga aturan di masyarakat (hukum adat ataupun hukum tertulis negara) merupakan kesepakatan hidup bermasyarakat.
Barangkali begitu lah.
« Edit Terakhir: September 05, 2008, 08:16:53 oleh bupunsu » Masuk
dhiya
Asisten Dosen
***

IQ: 7
Offline Offline

Tulisan: 67



Lihat Profil
« Jawab #18 pada: Januari 02, 2009, 07:27:18 »

low aq sii alsan b'buat bae..
rasa puas udh nglakuin hal t'baek itu loo
yg bkin kta slalu n slalu b'bwt bae...
smakin byk brbuat baek...
smakin bnyk pla org berbuat baek ma kta..

hehe... ngasl jawabnya..
Masuk
Lunaris
Dosen
****

IQ: 0
Offline Offline

Tulisan: 281



Lihat Profil
« Jawab #19 pada: Januari 02, 2009, 09:01:03 »


Kutip dari: notwelldefin
Apakah yang mendorong kita untuk berbuat baik?

Coba ditambahkan satu lagi. Altruism. Umumnya hanya berlaku buat spesies yang sama.
Kutip dari: notwelldefin
1. Tuhan, moralitas yang didasarkan pada keyakinan beragama. kelemahan: tidak semua orang beragama sama, menjadi relatif jika kemudian dihadapkan pada orang yang beragama sama. bahkan tidak semua orang percaya bahwa Tuhan ada. Kejelasan di dalam kitab suci masing-masing agama juga sering multiinterpretasi. sama-sama satu agama pun sering berbeda pendapat.

Agama menurutku adalah sumber moralitas yang terburuk. Sejak abad pertengahan, negara teokratis cenderung korup. Bahkan sekarangpun negara-negara teokrastis memiliki kecenderungan untuk berbuat korup lebih tinggi dan sangat rawan konflik sektarian. Belum lagi sangat rawan tindakan mysoginik dan rawan kekerasan terhadap anak. Beberapa negara teokratis sekarang masih melegalkan perbudakan. Teroris dan pelaku kejahatan jaman sekarang lebih cenderung taat agama dibandingkan tidak.
Masuk
Freora
Siswa Baru
*

IQ: 1
Offline Offline

Gender: Wanita
Tulisan: 8



Lihat Profil Email
« Jawab #20 pada: Januari 04, 2009, 12:05:58 »

Waktu itu aku baru pindah ke kota medan. Masih kelas 1 sma dan kos sendiri. karena ongkos naik beca mahal, maka aku minta saran dari bibi kos. aku disarankan naik angkot. jadi hari pertama naik angkot masih ok(selamat nyampe dirumah/sekolah). tapi hari kedua, aku melihat ada angkot yang nomornya sama, jadi aku naik aja, gak taunya tujuannya beda. akhirnya tersesat deh. mana bawa uangnya pas-pasan buat pulang. abis bayar angkot kantongku bolong deh. trus aku tanya sama tukang angkot berapa harga naik becak dari tempat itu ke rumah. si tukang bilang sangat mahal, karena jauh. trus ada kakak yang menyarankan untuk naik angkot lain. karena kantong ku jebol, jadi kubilang gak bisa. trus karena dia gak punya seribu rupiah(waktu itu harga angkot cuma 1000/estafet). aku di kasih rp 5000. dan pulang sambil naik angkot.

setelah kejadian tersebut aku merenung. kakak itu tidak kenal aku. aku tidak kenal dia. 5000 kan sudah cukup besar waktu itu. dan dia memberikannya sambil tersenyum pada orang asing yang mungkin dan bisa jadi hanya pura-pura kehabisan uang. sejak hari itu aku mulai berjanji pada diri sendiri untuk melakukan kebaikan dimanapun dan kapanpun. karena mungkin saja akan ada orang yang mengalami kejadian seperti yang ku alami.
Masuk
rawWARus
Profesor
*****

IQ: 90
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 629



Lihat Profil
« Jawab #21 pada: Januari 04, 2009, 03:46:30 »

klo secara org yg beriman ya agama, klo yg tdk ya pilihan yg kedua, klo ga ya pribadi dari individu itu sendiri yg perlu akan hak kebutuhan dan kewajiban...istilahnya dengan memberi kita akan diberi...(tapi klo ga diberi ya musti ikhlas)hehehe...
Masuk

SeSuATu KarYa MaNusIa SerIng BeRaWaL dAri MimPI, MaKA eKSpresIkan MImpimU DenGAN Sains...
DaLAm HaL KeDUniAwiAn TAk AdA hAl yG tAk mUNgkin...
clarasy
Dosen
****

IQ: 7
Offline Offline

Tulisan: 105



Lihat Profil
« Jawab #22 pada: April 01, 2009, 10:21:53 »

@korewa
untuk berbuat jahat perlu alasan ga?

tanggapan yah,,,

Semua manusia punya naluri dan bisa berbuat jahat dan juga punya naluri untuk berbuat baik...

Nah sekarang, manusia itu sendiri lebih cenderung ke arah yang mana?huh?

Kl jahat, akibatnya buruk pula
kl baik, akan berakibat baik pula...
Masuk
rawWARus
Profesor
*****

IQ: 90
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 629



Lihat Profil
« Jawab #23 pada: April 01, 2009, 04:33:17 »

Dan motivasi qt ya fitrah manusia itu sendiri sebagai mahluk sosial
Masuk

SeSuATu KarYa MaNusIa SerIng BeRaWaL dAri MimPI, MaKA eKSpresIkan MImpimU DenGAN Sains...
DaLAm HaL KeDUniAwiAn TAk AdA hAl yG tAk mUNgkin...
clarasy
Dosen
****

IQ: 7
Offline Offline

Tulisan: 105



Lihat Profil
« Jawab #24 pada: Mei 18, 2009, 09:36:55 »

Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois. Tetapi, bagaimanapun juga, terimalah mereka apa adanya.   
Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan itu. Tetapi, tetaplah berbuat baik selalu.   
Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga teman-teman yang iri hati atau cemburu. Tetapi teruskanlah kesuksesanmu itu.   
Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu. Tetapi, tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap saat.   
Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya, dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja. Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun.   
Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi, tetaplah berbahagia.   
Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang. Tetapi, teruslah berbuat baik.   
Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki dan itu mungkin tidak akan pernah cukup. Tetapi, tetap berikanlah yang terbaik.   
Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan. Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain. Jangan pedulikan apa yang orang lain pikir atas perbuatan baik yang kau lakukan. Tetapi percayalah bahwa mata Tuhan tertuju pada orang-orang jujur dan Dia sanggup melihat ketulusan hatimu .   
 malaikat “Mother Theresa dr Kalkuta-india”  malaikat

Masuk
The Houw Liong
Profesor
*****

IQ: 7
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 857



Lihat Profil WWW
« Jawab #25 pada: September 22, 2009, 06:16:56 »

Percaya kepada hukum rohani yang universal :

1.Hukum Kasih untuk memuliakan Tuhan dan mengasihi sesama manusia.

2.Hukum Sebab Akibat Rohani yang mengungkapkan keadilan Tuhan yang menyatakan bahwa segala perbuatan manusia ada akibatnya yang sesuai dengan perbuatan itu.
Masuk

HouwLiong
cignus
Dosen
****

IQ: 11
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 166


nobitaaaaaaaa


Lihat Profil Email
« Jawab #26 pada: Oktober 15, 2009, 09:39:16 »

benar kata Houwliong qta tidak bisa menyamakan pemeluk agama dngn agama itu sendiri banyak faktor yg menyebabkan kenapa seseorang berbuat jahat, qta tidak bisa menyalahkan agama akibat perbuatan penganutnya menurutku bila ada orang semacam itu, ku pikir itu orang picik. tapi bagaimanapun juga mengapa qta berbuat baik ada prosesnya sebenarnya berbuat baik itu merupakan insting manusia, untuk menjawabnya saya punya 3 alasan:

1. pelestarian gen. ada penelitian yg dilakukan pada keluarga besar yg terdiri dari ibu, bapak,kakek, 2anak, dan paman. masing2 mereka disuruh untuk menahan nafas sampai sekuatnya untuk anggota keluarga yg lain. diketahui dari penelitian tersebut bahwa seseorang cenderung menahan nafas lebih lama jika ia menahan nafas untuk saudaranya yg memiliki kemiripan genetik. artinya sang kakek lebih lama menahan nafas untuk ibu (anaknya) dibanding untuk cucunya karena ibu mewarisi 1/2 dari gennya sedangkan sang cucu hanya mewarisi 1/4nya dst.

2. Pembentukan kerja sama tim. mungkin nenek moyang qta terdahulu secara sadar maupun tidak sadar mengetahui bahwa bekerja sama dapat mempertahankan koloni. penelitian lainnya yg mendukung teori ini adl ketika 2 orang anak dibawah 10 tahun (diatas 6tahun), yg 1 diberi 7 buah permen, saratnya mereka harus bekerja sama, anak ini harus membagi permen2 tersebut pada teman yg satunya lagi bila ingin sama2 dapat permen, bila teman yg satunya lagi (yg tidak diberi permen) tidak setuju maka kedua belah pihak tidak mendapatkan permen. pada awalnya anak yg diberi permen memberi 1-2 permen saja pada temannya. temanya tersebut merasa pembagian ini tak adil sehingga untuk menghukum temannya ia menolak, ia berfikir ke2 belah pihak lebih baik tidak mendapat apa2 dibanding ia hanya mendapatkan 2permen. kemudia anak yg diberi permen mengulangi pembagian, ketika tamannya diberi 3 ato 4 permen kedua anak itu setuju. dari penelitian ini qta mengetahui manusia berusaha menghasilkan win-win solution, manusia yg berbuat jahat ato tak tau balas budi cenderung dimusuhi karena bagaimanapun juga manusia akan mengingat ketika ia berbuat baik kepada orang lain agar budinya dibalas dan mengingat ketika ia dijahati. kerja sam tim ini membantu qta untuk bertahan hidup.

3. lalu ada pertanyaan mungkin bagaimana qta dapat menolong pada orang lain yg bukan teman qta, ato bahkan mungkin qta tidak akan menemuinya lagi, untuk apa qta menolongnya, jelas dia tidak akan membalas budi qta. pada otak manusia terdapat daerah yg diberi nama neuro cermin, bagian ini membuat qta merasakan apa yg dirasakan orang lain jadi ketika qta melihat seseorang yg menderita seolah-olah qta melihat diri qta sendiri, dan kemudian qta merasa empatik dan menolongnya.

whatever qta bukan lah budak dari otak ato gen qta.  terlalu banyak faktor yg mempengaruhi, bisa jadi faktor lingkungan dapat mempangaruhi dan gak mungkin semuanya disebutkan disini. ketika fariabel terlalu banyak disanalah manusia diuji untuk memilih, qta dapat memilih untuk menolong ato tidak. inilah mungkin yg dinilai oleh tuhan menjadi pahala (mungkin lo ya, kan gua bukan tuhan)
Masuk
Dhantez
Dosen
****

IQ: 6
Offline Offline

Tulisan: 148



Lihat Profil Email
« Jawab #27 pada: Oktober 18, 2009, 04:00:28 »

Oiya, aq inget lg satu masalah yg dihadapi prinsip utilitiarianism..

Jika dlm sebuah komunitas pemimpinnya sangat jahat dan tidak ada jln lain selain membunuhnya utk bisa bebas darinya, maka secara utilitarianism membunuh pemimpin itu adl benar.

itu adl contoh ekstrimnya.. senyum

...sejak hari itu aku mulai berjanji pada diri sendiri untuk melakukan kebaikan dimanapun dan kapanpun. karena mungkin saja akan ada orang yang mengalami kejadian seperti yang ku alami.

Wew, menarik sekali.. Jadi inget film apa gitu, yg ceritanya ada anak2 yg melakukan kebaikan ke 3 org lain dan kemudian membuat orang lain itu melakukan hal yg sama.. Bisa jadi "Arasoi no owatta sekai" - a world where conflict's all ended  nyengir
Masuk

Oba-chan ga itte ita: Ore wa ten no michi wo iki, subete wo tsukasadoru otoko
Halaman: 1 [2]   Naik
Kirim topik ini | Cetak
Lompat ke:  

Topik Lainnya :
Subyek Dimulai oleh Jawaban Dilihat Tulisan terahkir
The Last Question By Isaac Asimov reborn 7 10255 Tulisan terahkir Juni 27, 2009, 04:33:37
oleh MuhammadBz
unusual celebrity deaths nandaz 3 96 Tulisan terahkir Maret 09, 2010, 01:47:40
oleh nandaz
POLYMATH biobio 1 1574 Tulisan terahkir Pebruari 24, 2009, 07:30:46
oleh Mtk Kerajaan Mataram
When kissing cousins are good for kids peregrin 3 3116 Tulisan terahkir Juni 27, 2009, 04:43:57
oleh MuhammadBz
Alien dan UFO « 1 2 ... 10 11 » reborn 161 22847 Tulisan terahkir Oktober 23, 2009, 02:16:59
oleh The Houw Liong
Powered by SMF 1.1.9 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC
RSS | Sitemap | Science Blog | Feed Artikel


© 2006-2008 ForumSains.com
Dilber MC Theme by HarzeM