Forum Sains Indonesia

Portal Sains Indonesia

Berita: Forsa berencana untuk mengadakan Gathering Forsa. Bagi yang berminat, silakan urun rembuk dan daftarkan diri anda.
* *
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Maret 17, 2010, 04:44:47


Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi


Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Maret 17, 2010, 04:44:47

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Last 10 Shouts:
Kemarin at 11:47:49
hhooooaaahhhhmmmm,,,
Kemarin at 10:40:52
global warming...
Kemarin at 10:33:32
Hduh jd bngung, ap sbnrnya yg trjdi ma dnia ni.
Kemarin at 08:32:15
@xSaVioRx
ok sama2..
Kemarin at 03:01:50
oh i see..dr awal sy jawabnya yg jawab cepat..thanks y..
Kemarin at 11:55:33
@xSaVioRx
cara attach file di Forsa, kamu harus menjawab Topik dengan Klik "Jawab" yang berada diatas kotak "Jawab Cepat" (Cari pakai Find di Browser-mu), nanti setelah halaman baru terbuka, kamu bisa klik opsi tambahan, dan megattach File yang kamu maksud, Selamat Mencoba!
Kemarin at 07:16:47
attach file pas ngepost gimana c caranya?
Maret 15, 2010, 10:31:05
download Buku sekolah elektronik dimana ya..? Linknya banyak yang ngga lengkap dah...
Maret 15, 2010, 09:24:09
zzzz~
Maret 15, 2010, 08:06:52
Yang dibawah..
Apaan tuh..?
Halaman: [1] 2 3 ... 7   Turun
Kirim topik ini | Cetak
Pembuat Topik: Kenapa buddhist tidak percaya adanya tuhan?  (Baca 13576 kali)
0 Anggota dan 1 Pengunjung melihat topik ini.
reborn
Founder
Profesor
*****

IQ: 181
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2559


ForSa


Lihat Profil WWW
« pada: Pebruari 02, 2007, 11:00:21 »

Kenapa buddhist tidak percaya adanya tuhan?
Bagaimana pandangan buddhist tentang penciptaan dan takdir?
Atau lebih luas lagi bagaimana buddhist memandang dunia ini?
« Edit Terakhir: Pebruari 02, 2007, 11:02:04 oleh Admin » Masuk

DeJoko
Dosen
****

IQ: 0
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 127


Begawan Abiyasa


Lihat Profil WWW Email
« Jawab #1 pada: Pebruari 05, 2007, 08:42:38 »

Kutip
Kenapa buddhist tidak percaya adanya tuhan?
Karena didalam ajarannya nggak ada kata-kata Tuhan, kalau di ajaran agamaku ada, makanya aku mengenal kata Tuhan walaupun tidak nyata wujud-nya. senyum

Kutip
Bagaimana pandangan buddhist tentang penciptaan dan takdir?
Ini saya nggak tahu, suerrrr... huh

Kutip
Atau lebih luas lagi bagaimana buddhist memandang dunia ini?
Ini juga saya nggak bisa jawab, suerrrr...  huh

 cium
DeJoko
Masuk

What you see is what I get
[/b]
notwelldefined
Asisten Dosen
***

IQ: 7
Offline Offline

Tulisan: 84



Lihat Profil WWW
« Jawab #2 pada: Pebruari 09, 2007, 11:08:08 »

Kenapa buddhist tidak percaya adanya tuhan?
Bagaimana pandangan buddhist tentang penciptaan dan takdir?
Atau lebih luas lagi bagaimana buddhist memandang dunia ini?

ada cerita,
budha pernah ditanya oleh muridnya,
apakah budha percaya kehidupan setelah kematian, reinkarnasi, pada surga dan neraka?

budha menjawab dengan bercerita,
engkau seperti orang yang terkena anak panah, yang menolak untuk dicabut anak panahnya dan diobati sebelum bisa menjawab:
dari manakah datangnya anak panah ini? terbuat dari kayu apakah anak panah ini? terbuat dari racun apakah racun yang ada pada anak panah? ditembakan dari arah manakah anak panah ini sehingga bisa menancap di punggungku?


yang kutulis di atas bukan kutipan yang sebenarnya, cuma seingetku aja (jadi maaf kalo kurang pas, terutama bagi para penganut budhist). dan sejauh pengetahuanku, budha lebih menekankan bagaimana menjalani kehidupan ini, mengisinya dengan karma yang baik, tidak penting tuhan seperti apa, apa yang akan terjadi pada kita setelah kematian, apa hakikat jiwa dan sebagainya yang sering menjadi dasar metafisika pada agama-agama yang lain.
makanya mungkin karena itulah budhisme agak dekat dengan atheisme...  cium
tapi cerita di atas malah mengingatkanku sama sartre yang bilang bahwa
hidup adalah kutukan.
Masuk

itik datang dan pergi
tanpa meninggalkan jejak
ia tidak butuh petunjuk arah

(Tetsuko Kuroyanagi, Toto Chan: gadis cilik di jendela)
skuler
Staff
Profesor
*****

IQ: 84
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 982


Read! write! Revolt!


Lihat Profil WWW
« Jawab #3 pada: Maret 23, 2007, 01:46:30 »

Kenapa buddhist tidak percaya adanya tuhan?
menurutku :
sang buddha ingin agar kita tidak perlu membicarakan tentang tuhan begitu bertele2 karna ilmu kita masih sangat sedikit...jadinya hanya pertengkaran mulut belaka.......
Bagaimana pandangan buddhist tentang penciptaan dan takdir?
yg ini aku juga belum tau.....
Atau lebih luas lagi bagaimana buddhist memandang dunia ini?
menurutku:
dunia ini adalah tempat pembelajaran....agar kita bisa mengenal yg baik dan yang buruk...
selama kita masih terlahir di dunia, berarti kita masih disuruh untuk terus belajar.....
tapi cerita di atas malah mengingatkanku sama sartre yang bilang bahwa : hidup adalah kutukan.
ada benernya juga si.....
menurutku :
kita2 yg hidup ini pasti punya masalah....
hanya yg gak hidup yang ga punya masalah sama sekali.......
« Edit Terakhir: Maret 23, 2007, 01:53:50 oleh widy.rotib » Masuk

"Who controls the present now controls the past. Who controls the past now controls the future.”-- RATM, 1999.

http://www.forumsains.com/teknik-elektro/studi-kasus-pressure-control/
reborn
Founder
Profesor
*****

IQ: 181
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2559


ForSa


Lihat Profil WWW
« Jawab #4 pada: Maret 23, 2007, 01:52:19 »

tapi cerita di atas malah mengingatkanku sama sartre yang bilang bahwa :hidup adalah kutukan.
ada benernya juga si.....
menurutku :
kita2 yg hidup ini pasti punya masalah....
hanya yg gak hidup yang ga punya masalah sama sekali.......

wah wah wah... kok jadi pada menyesali hidup. Kalo gak ada susahnya ya gak asyik dong hidup  lidah melet justru karena bnyk "kutukan" itu kita merasa hidup


*sok tau  nyengir
Masuk

dianpramesti
Mahasiswa
**

IQ: 0
Offline Offline

Gender: Wanita
Tulisan: 19


Getting Closer

dian.pramesti
Lihat Profil Email
« Jawab #5 pada: September 01, 2007, 04:40:36 »

hmm,, jadi begitu yah,,

hidup adalah kutukan
kalau di versi islam, kristen, yahudi, manusia hidup di dunia karena dihukum dari surga. ketawa
meskipun gtu, ga baik buat kesehatan kalo bilang kayak gitu..

toh hidup kalau ga ada masalah, ga akan ada seninya..

coba aja mainin sims di the sims, kalau sims nya udah ga punya kebutuhan (=pangkal dari masalah ketawa) apa-apa. gamenya bakalan ngebosenin banget..

ketawa ga nyambung ya? maap.. ketawa m(_ _)m
Masuk

~ Dian Pramesti ~
peregrin
Global Moderator
Profesor
*****

IQ: 63
Offline Offline

Gender: Wanita
Tulisan: 601


'truth' is a lonely thing (J.Gaarder)


Lihat Profil Email
« Jawab #6 pada: September 02, 2007, 07:01:10 »

tapi cerita di atas malah mengingatkanku sama sartre yang bilang bahwa
hidup adalah kutukan.

lho, sartre ternyata sepaham ama soe hok gie to kekekkeke  nyengir ...


meskipun gtu, ga baik buat kesehatan kalo bilang kayak gitu..

hehehhehe  nyengir .... gw setuju ama nih komentar  nyengir

kalo menurut milan kundera, justru hidup yang ringan itu yang tak tertahankan (makanya dibilang: The Unbearable Lightness of Being) ... hidup yang berat, yang penuh beban, itu yang membuatnya terasa bermakna

* ini sok tahu  nyengir ... interpretasi pribadi dari novelnya kekkee  nyengir



Kutip
coba aja mainin sims di the sims, kalau sims nya udah ga punya kebutuhan (=pangkal dari masalah ketawa) apa-apa. gamenya bakalan ngebosenin banget..

ketawa ga nyambung ya? maap.. ketawa m(_ _)m

waaa.... penggemar the sims juga  ketawa ... dulu pernah kecanduan main itu gw haha  nyengir

maap ikutan OOT  nyengir

« Edit Terakhir: September 02, 2007, 07:02:51 oleh peregrin » Masuk

In the future the world shall not be classified into developed, developing and underdeveloped countries.
But we shall put them into smart, smarter and smartest countries. - (Sir John Rose)


The price good men pay for indifference to public affairs is to be ruled by evil men - (Plato)
reborn
Founder
Profesor
*****

IQ: 181
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2559


ForSa


Lihat Profil WWW
« Jawab #7 pada: September 02, 2007, 08:17:56 »

The Sims emang sama candunya sama tamagochi ya...

lho, ini forum gamerz bukan ya huh

nyengir
Masuk

scientific
Siswa Baru
*

IQ: 0
Offline Offline

Tulisan: 9


Lihat Profil Email
« Jawab #8 pada: September 17, 2007, 07:43:39 »

Kenapa buddhist tidak percaya adanya tuhan?
Bagaimana pandangan buddhist tentang penciptaan dan takdir?
Atau lebih luas lagi bagaimana buddhist memandang dunia ini?


jawaban:
Kenapa Buddhist tidak percaya adanya Tuhan?
jikalau pertanyaan seperti ini, mungkin dapat juga dibalik kenapa Islam, kristen, katolik tidak percaya adanya Buddha?
Jadi saya rasa tidak tepat pertanyaan diatas. seharusnya bagaimana definisi Tuhan dalam Buddhist.
Jikalau dilihat dari agama samawi (Kristen, Islam, katolik, Yahudi,....) sosok Tuhan sebagai individu, berpribadi, berkondisi, sosok jenis creature seperti ini di Buddhism dikenal sebagai Brahma tepatnya Brahma Baka.
Silakan lihat di kitab Jaya manggala sutta atau Brahmanimantanika Sutta: http://www.palikanon.com/english/pali_names/b/brahmanimantanika_s.htm

Tetapi guru Buddha mengatakan (DALAM UDANA 8 AYAT 3) ADA SESUATU (BUKAN MAKHLUK) YANG TIDAK DILAHIRKAN, TIDAK TERCIPTA, TIDAK MENJELMA, TIDAK BERPRIBADI, TIDAK BERKONDISI, TIDAK BERSYARAT, TIDAK DAPAT DIPERSONIFIKASIKAN, MUTLAK.
Inilah tujuan akhir dari para siswa Buddha dalam Buddhist (inilah yang sering dikenal sebagai definisi TUHAN dalam sufi Islam). senyum

Bagaimana pandangan Buddhist tentang penciptaan dan takdir?
Jawaban: jikalau segala sesuatu ada yang diciptakan dan tentunya ada pencipta, maka timbul pertanyaan baru, siapakah pencipta yang mengaku sang pencipta? dan akan timbul lagi pertanyaan baru siapakah sang pencipta diantara sang pencipta? demikian seterusnya.
Kuranglah tepat jikalau pandangan Buddhist mengatakan bahwa segala sesuatu diciptakan, Buddhist memandang segala sesuatu adalah proses alam secara alami (nature), dimana segala sesuatu adalah perpaduan unsure (gabungan unsure2) yang membentuk sesuatu.  Dalam konsep Buddhist dikenal 5 Hukum Alam (Nature) yang berjalan sendirinya secara alami (tidak ada makhluk yang mengatur) disebut 5 Niyama.  5 Niyama ini dipecah kedalam 24 kelompok hukum, diantaranya: hukum karma (hukum perbuatan), hukum anicca (hukum perubahan), hukum bijaniyama (humum tentang proses tumbuh dan berkembang dari tumbuhan), .............................(banyak sekali), silakan cari sendiri di tempat yang benar dalam mencari referensi.


Masuk
scientific
Siswa Baru
*

IQ: 0
Offline Offline

Tulisan: 9


Lihat Profil Email
« Jawab #9 pada: September 19, 2007, 05:18:07 »


jawaban:
Kenapa Buddhist tidak percaya adanya Tuhan?
jikalau pertanyaan seperti ini, mungkin dapat juga dibalik kenapa Islam, kristen, katolik tidak percaya adanya Buddha?
Jadi saya rasa tidak tepat pertanyaan diatas. seharusnya bagaimana definisi Tuhan dalam Buddhist.
Jikalau dilihat dari agama samawi (Kristen, Islam, katolik, Yahudi,....) sosok Tuhan sebagai individu, berpribadi, berkondisi, sosok jenis creature seperti ini di Buddhism dikenal sebagai Brahma tepatnya Brahma Baka.
Silakan lihat di kitab Jaya manggala sutta atau Brahmanimantanika Sutta: palikanon.com/english/pali_names/b/brahmanimantanika_s.htm

Tetapi guru Buddha mengatakan (DALAM UDANA 8 AYAT 3) ADA SESUATU (BUKAN MAKHLUK) YANG TIDAK DILAHIRKAN, TIDAK TERCIPTA, TIDAK MENJELMA, TIDAK BERPRIBADI, TIDAK BERKONDISI, TIDAK BERSYARAT, TIDAK DAPAT DIPERSONIFIKASIKAN, MUTLAK.
Inilah tujuan akhir dari para siswa Buddha dalam Buddhist (inilah yang sering dikenal sebagai definisi TUHAN dalam sufi Islam). senyum

Bagaimana pandangan Buddhist tentang penciptaan dan takdir?
Jawaban: jikalau segala sesuatu ada yang diciptakan dan tentunya ada pencipta, maka timbul pertanyaan baru, siapakah pencipta yang mengaku sang pencipta? dan akan timbul lagi pertanyaan baru siapakah sang pencipta diantara sang pencipta? demikian seterusnya.
Kuranglah tepat jikalau pandangan Buddhist mengatakan bahwa segala sesuatu diciptakan, Buddhist memandang segala sesuatu adalah proses alam secara alami (nature), dimana segala sesuatu adalah perpaduan unsure (gabungan unsure2) yang membentuk sesuatu.  Dalam konsep Buddhist dikenal 5 Hukum Alam (Nature) yang berjalan sendirinya secara alami (tidak ada makhluk yang mengatur) disebut 5 Niyama.  5 Niyama ini dipecah kedalam 24 kelompok hukum, diantaranya: hukum karma (hukum perbuatan), hukum anicca (hukum perubahan), hukum bijaniyama (humum tentang proses tumbuh dan berkembang dari tumbuhan), .............................(banyak sekali), silakan cari sendiri di tempat yang benar dalam mencari referensi.




Ingin tambahkan silakan klik referensi berikut: samaggi-phala.org/naskahdamma_lst.php?kat_id=231&endlev=T&hmid=208

Bagaimana dengan definisi Takdir?
Jawaban: Umumnya takdir didefenisikan orang umum sebagai sesuatu kejadian yang telah ditentukan oleh sesosok makhluk yang dianggap sang pencipta.
Mengacu pada definisi diatas, maka banyak timbul pertanyaan, bila segala sesuatu didunia ini telah ditentukan (takdir), maka untuk apa seseorang berusaha kerja keras? untuk apa seseorang berbuat baik? bukankah semua sudah ditentukan.
Juga tidak luput bahwa kejahatan di bumi kita ini, timbul yang dikarenakan sudah ditakdirkan???

Buddhism tidak memiliki pandangan yang demikian, dalam Buddhism mengatakan bahwa segala sesuatu yang terjadi merupakan akibat dari sebab sebelumnya, dan dimana akibat tersebut merupakan sebab baru untuk akibat berikutnya demikian seterusnya, inilah yang dikenal sebagai Karma/Kamma.
Contoh: bila seseorang berbuat baik dengan menolong orang lain (dianggap sebab) maka akibat langsung yang terjadi adalah perasaan bahagia bagi orang yang ditolong (inilah akibat atau karma) tetapi tidak berhenti disini, akibat yang ditimbulkan akan menjadi sebab baru yang bukan hanya satu atau dua atau tiga, tetapi banyak.  Mungkin saja orang yang ditolong itu mempunyai teman atau sanak keluarga yang mempunyai hubungan business dengan kita, atau nama anda jadi terkenal, atau....... (merupakan akibat), namun akibat tersebut akan menjadi sebab baru lagi, demikianlah seterusnya.  Inilah yang dikatakan Karma (hukum perbuatan).

Termasuk juga bencana yang terjadi di tanah air kita yang tercinta ini, ini merupakan akibat yang disebabkan oleh manusia-manusia yang tidak ramah terhadap lingkungan, tidak bersahabat dengan lingkungan, tidak menyayangi lagi lingkungan termasuk alam ini dan sebab bencana akan menimbulkan akibat yang banyak, dan masing-masing akibat akan menjadi sebab baru lagi, demikian seterusnya.

Semoga bermanfaat.
Masuk
peregrin
Global Moderator
Profesor
*****

IQ: 63
Offline Offline

Gender: Wanita
Tulisan: 601


'truth' is a lonely thing (J.Gaarder)


Lihat Profil Email
« Jawab #10 pada: September 20, 2007, 12:44:36 »

@scientific

thanks utk post2 dan penjelasannya ttg buddhism ya. ternyata ada banyak hal yg saya salah mengerti selama ini. saya baca2 lagi dulu yah  kedip
Masuk

In the future the world shall not be classified into developed, developing and underdeveloped countries.
But we shall put them into smart, smarter and smartest countries. - (Sir John Rose)


The price good men pay for indifference to public affairs is to be ruled by evil men - (Plato)
scientific
Siswa Baru
*

IQ: 0
Offline Offline

Tulisan: 9


Lihat Profil Email
« Jawab #11 pada: September 20, 2007, 09:42:30 »

@scientific

thanks utk post2 dan penjelasannya ttg buddhism ya. ternyata ada banyak hal yg saya salah mengerti selama ini. saya baca2 lagi dulu yah  kedip

Sama-sama saudara peregrin, saya juga baru belajar Buddhism dan sempat tercengang ternyata lebih dari 2500 tahun yang lalu, ilmu pengetahuan dan bahkan technology telah lebih maju dari sekarang, dan saya juga baru tahu ternyata Buddhism selaras dengan ilmu pengetahuan modern dan bahkan ilmu pengetahuan dan technology sekarang ini masih jauh tertinggal untuk membuktikan kebenaran dari ajaran guru Buddha, mungkin bila kecepatan cahaya telah ditemukan, ajaran Buddha semakin terbukti kebenarannya, kita tunggu saja. senyum
Masuk
Suchamda
Asisten Dosen
***

IQ: 1
Offline Offline

Tulisan: 60


Lihat Profil
« Jawab #12 pada: September 20, 2007, 10:27:54 »

@Kenapa buddhist tidak percaya adanya tuhan?

Buddhism tidak mengajarkan adanya Tuhan personal atau adanya mahluk adikuasa yang superpower. Tapi Buddhism mengajarkan prinsip2 beserta metode untuk mencapainya untuk menuju kepada penghayatan Ketuhanan (Highest Spiritual Principle).

Buddhism mengajarkan bahwa segala permasalahan di dunia ini disebabkan oleh ignorance (kebodohan/kebingungan) yang tertanam sangat dalam dalam psyche manusia sehingga memunculkan distorsi terhadap kenyataan yang ada. Oleh karena itu, Buddha mengajarkan agar kita mengatasi kemelekatan kita baik terhadap materi maupun terhadap konsep2. Belief (kepercayaan) adalah termasuk konsep atau bentukan pikiran yang harus dilepaskan juga karena menghalangi seseorang untuk melihat sesuatu seperti apa adanya.

Dengan kata lain, dapat dikatakan juga bahwa Sang Buddha paham bahwa pemahaman intelek tidak mungkin dapat mampu menjelaskannya dan akhirnya hanya sekedar memunculkan berbagai macam ajaran , kepercayaan, dan filosofi yang pada akhirnya memunculkan pertengkaran dan kefanatikan. Oleh karena itu Sang Buddha menjawab pertanyaan tentang Tuhan hanya dengan tersenyum penuh arti.

@Bagaimana pandangan buddhist tentang penciptaan dan takdir?

Walaupun perkembangan teknologi dan science pada 2500 th yang lalu masih sangat tertinggal daripada kondisi kita saat ini, tetapi secara prinsip Buddha mengatakan bahwa terciptanya alam semesta ini mengikuti hukum alam yg bersifat evolusioner. Oleh karena itu, prinsip2 science modern sama sekali tidak bertentangan dengan konsep inti dari Buddhism. Bahkan saat ini, para neuroscientist sedang banyak menyelidiki tentang Mind dan dalam hal ini berkolaborasi dengan Buddhist (termasuk Dalai Lama) untuk menggali rahasia tentang Mind ini.

Dalam Buddhism tidak dikenal istilah takdir karena takdir mengisyaratkan suatu paham yang deterministik. Buddhism mengatakan bahwa segala sesuatu yang terjadi itu mengikuti hukum sebab-akibat yang saling bergantungan. Hukum sebab-akibat yang saling bergantungan (search: Dependent Origination) ini bagaikan rantai reaksi kimia yang menghasilkan suatu proses kompleks transformasi dari suatu fenomena ke fenomena lain.


@Atau lebih luas lagi bagaimana buddhist memandang dunia ini?

Buddhist memandang dunia ini sebagai :
1. Adanya Dukkha (penderitaan dan ketidakpuasan yg eksistensial)
2. Sekaligus sebagi tempat yang ideal untuk keluar dari lingkaran Dukkha tersebut dengan mempraktekkan metode transformasi batin.
3. Dengan demikian , kebahagiaan yang sejati bisa kita jalani di dalam dunia ini untuk berkarya demi kesejahteraan semua mahluk (tidak hanya manusia, tetapi juga alam sekitar).
Masuk
Suchamda
Asisten Dosen
***

IQ: 1
Offline Offline

Tulisan: 60


Lihat Profil
« Jawab #13 pada: September 20, 2007, 10:38:47 »

Kutip dari: notwelldefined
makanya mungkin karena itulah budhisme agak dekat dengan atheisme...

Buddhism berbeda dengan atheism.
Kalau mau digolongkan dalam -isme2, maka lebih dekat kalau dikatakan bahwa buddhism adalah non-theistik.

Ajaran Buddhism adalah Middle Way (Jalan Tengah). Artinya menolak pada 2 sisi ekstrim pandangan2 :
- Nihilisme. Pandangan2 yg mengatakan bahwa setelah kematian ini semuanya musnah, atau yang mengatakan bahwa hidup ini hanya bersifat materialistik. Contoh yg termasuk dalam nihilisme ini adalah : atheisme.
- Pandangan tentang kekekalan. Ajaran dengan pandangan kekekalan ini mengatakan bahwa setelah kematian ini ada jiwa/ ruh yang abadi, atau alam semesta ini abadi, atau atau adanya suatu entitas yang abadi, dll. Banyak agama2 yang tergolong dalam paham ini.

Buddhism mengatakan bahwa segala sesuatu dalam alam samsara (alam semesta tampak + alam semesta tak tampak) ini adalah bersifat tidak kekal (impermanen), selalu mengalami perubahan2. Selama kita hidup dalam samsara itu maka segala sesuatu berkondisi, bersifat dualistik, tidak ada satu fenomena pun yang memiliki unsur inti yang inherently exist, namun terbentuk dari dependent origination atau hubungan2 kebermenjadian.
Baru manakala kita keluar dari sistem inilah, maka ada sesuatu yang tak terkatakan dan tak berkondisi. Akan tetapi out of the sistem itu tidak dapat dikatakan sebagai "Ada" maupun "Tiada" karena ia sudah diluar dualisme.
Masuk
scientific
Siswa Baru
*

IQ: 0
Offline Offline

Tulisan: 9


Lihat Profil Email
« Jawab #14 pada: September 21, 2007, 10:06:26 »

Terima kasih bp. Suchamda atas penjelasannya.  Penjelasan yang singkat, padat dan langsung pointnya. Sama seperti ketika saya pertama membaca sebuah buku Pandangan Dasar agama Buddha, buku inilah yang membuka pandangan baru bagi saya bahwa statement "Agama tidak sejalan dengan ilmu pengetahuan dan technology adalah salah total".
Penjelasan bp. Suchamda ini secara singkat tetapi mengambil inti dari buku yang pernah saya baca, terima kasih. ketawa
Masuk
Halaman: [1] 2 3 ... 7   Naik
Kirim topik ini | Cetak
Lompat ke:  

Topik Lainnya :
Subyek Dimulai oleh Jawaban Dilihat Tulisan terahkir
[TELCO] Bahas Telekomunikasi disini cyberonin 12 5512 Tulisan terahkir Oktober 03, 2009, 01:23:20
oleh ksatriacemento
MALL peregrin 3 4202 Tulisan terahkir Oktober 22, 2007, 12:27:49
oleh insan sains
Electrical Engineering Events 2009 skuler 1 1285 Tulisan terahkir Mei 30, 2009, 11:38:56
oleh skuler
Men don't feel Women's Pain « 1 2 3 4 » peregrin 54 5810 Tulisan terahkir September 23, 2009, 11:31:05
oleh Ginji
(steroid) hormon dalam makanan kita peregrin 9 8252 Tulisan terahkir Oktober 20, 2009, 11:01:51
oleh syx
Powered by SMF 1.1.9 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC
RSS | Sitemap | Science Blog | Feed Artikel


© 2006-2008 ForumSains.com
Dilber MC Theme by HarzeM