Forum Sains Indonesia

Portal Sains Indonesia

Berita: Forsa berencana untuk mengadakan Gathering Forsa. Bagi yang berminat, silakan urun rembuk dan daftarkan diri anda.
* *
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Maret 20, 2010, 08:41:39


Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi


Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Maret 20, 2010, 08:41:39

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Last 10 Shouts:
Hari ini at 07:38:07
haloo... ketawa
Hari ini at 02:17:51
Sudah jam 2:20 dini hari, ada yang login... he he... selamat pagi...
Hari ini at 12:31:34
ga ngerti... lidah melet
Kemarin at 10:01:39
Owe meninjau lapangan..
Mempersiapkan lokasi untuk kedatangan anggota..
Kemarin at 09:50:45
haa~
yg harusnya ngusir itu owe ya...
situ sebgai ketua ga kasi contoh buat anggotanya loo.. T.,T  
Kemarin at 09:37:56
Oi oi... Belum jam vampir..
Hus hus.. Ntar baru balik lagi..
Kemarin at 09:35:06
haaa~
T.,T
jahatt~
yg orang tua di sini sapa sih.?
=.,=
Kemarin at 07:49:16
kalo misalnya dikatakan 'normal hemofilia',,itu artinya homozigot normal ato heterozigot carrier y..?
Kemarin at 05:08:47
Sisca: BBLLLEEEEETTAAAAKK..!!
Kurang ajar sama orang tua..
Kemarin at 04:20:31
tfuh
Halaman: 1 2 3 [4] 5 6 7   Turun
Kirim topik ini | Cetak
Pembuat Topik: Kontroversi Teori Evolusi  (Baca 42908 kali)
0 Anggota dan 1 Pengunjung melihat topik ini.
notwelldefined
Asisten Dosen
***

IQ: 7
Offline Offline

Tulisan: 84



Lihat Profil WWW
« Jawab #45 pada: Juli 17, 2008, 08:54:50 »

Jika yang paling mulia di antara spesies-spesies adalah kemampuan bertahan hidup di muka bumi (ciptaan selanjutnya dari evolusi), sepertinya nanti yang paling mulia adalah tikus got, para serangga dan hewan kecil-kecil (jasad renik lainnya) yang mampu bertahan hidup di wilayah yang sangat tercemar sekalipun (apalagi jika nanti perang nuklir betul-betul terjadi).

tapi dalam teori evolusi tidak ada istilah nista apalagi mulia.
Masuk

itik datang dan pergi
tanpa meninggalkan jejak
ia tidak butuh petunjuk arah

(Tetsuko Kuroyanagi, Toto Chan: gadis cilik di jendela)
rawWARus
Profesor
*****

IQ: 90
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 629



Lihat Profil
« Jawab #46 pada: Juli 17, 2008, 09:45:38 »

Atlas Penciptaan dan Pameran Fosil Menyebabkan Kepanikan di Prancis dan Turki

Pameran fosil yang berlanjut dengan kecepatan penuh di seluruh wilayah Turki tampak menyebabkan kegelisahan mendalam dan kepanikan di kalangan lingkaran media tertentu. Tidak mampu menyodorkan bukti apa pun yang membantahnya dan dilanda kepanikan karena dihadapkan perkembangan ini, kalangan tersebut mengambil langkah pelarangan dan penghalangan. Namun, menerbitkan laporan yang ditujukan dalam rangka penghentian pameran fosil dan pelarangan buku Atlas Penciptaan tidak dapat menghentikan runtuhnya Darwinisme.

Yang seharusnya dilakukan media Darwinis adalah menampilkan fosil-fosil bentuk peralihan yang menunjukkan bukti evolusi, daripada mencoba menutupi temuan-temuan ilmiah tersebut. Namun tak satu fosil bentuk peralihan pun telah ditemukan hingga kini, dan tidaklah mungkin fosil itu akan ditemukan di masa mendatang. Sungguh, semua tantangan kami kepada para evolusionis agar mereka memamerkan bentuk-bentuk peralihan mana pun yang mungkin mereka miliki tidak pernah dipenuhi, dan kaum Darwinis menjadi bungkam di hadapan temuan-temuan fosil yang membuktikan fakta Penciptaan.

Mereka yang berusaha menghentikan pameran fosil tidak sadar bahwa terdapat jutaan fosil di bawah bangunan-bangunan tempat fosil-fosil ini dipamerkan dan di bawah jalan-jalan yang mereka lalui untuk meliput masalah ini, dan bahwa masing-masing dari fosil ini mengarahkan kepada Penciptaan. Di daerah mana pun di Anatolia dilakukan penggalian, atau di kota mana pun di Marmara, atau di distrik mana pun di Istanbul, tidak peduli jalan mana yang digali, jutaan fosil yang keberadaannya membuat orang-orang ini sedemikian ketakuan akan ditemukan. Hanya beberapa contoh, seperti fosil ikan berumur 15 juta tahun ditemukan selama penggalian sebuah sumur di Feke, Adana; fosil gajah, kambing dan kuda nil berumur 10-8 juta tahun, ditemukan di Nevshir; fosil ikan gurami berumur 15 juta tahun ditemukan di penambangan batu di Silifke, Mersin; atau fosil gajah, rusa, badak, jerapah, kambing dan beruang ditemukan di Kokluce, Sivas merupakan bukti berlimpahnya jumlah fosil yang membuktikan Penciptaan yang ada di perut bumi.

Menyebarluaskan liputan berjudul “Tutup pameran-pameran ini!” atau “Larang buku ini!” dan menggunakannya untuk ditanamkan ke dalam pikiran masyarakat umum, padahal bumi yang mereka injak dipenuhi fosil yang membuktikan fakta Penciptaan, menunjukkan kesulitan mengenaskan yang kini dialami sendiri oleh kaum Darwinis.

Hanya fosil-fosil yang benar-benar telah membatu yang ditampilkan pada pameran ini, dan di bawahnya ditulis kata-kata “fosil ini tetap tidak berubah selama ratusan juta tahun.” Fosil-fosil tersebut sama persis dengan spesimen masa kini, dan masyarakat umum dapat memahami hal ini dengan mudah tanpa perlu penjelasan lebih dalam. Jutaan fosil, seperti laba-laba berumur 125 juta tahun, buaya berumur 100 juta tahun, udang berumur 95 juta tahun, semut berumur 45 juta tahun, pakis berumur 300 juta tahun, daun tumbuhan Willow berumur 50 juta tahun atau tengkorak hyena berumur 80 juta tahun memberitahu kita “kami tidak pernah berevolusi, kami diciptakan.” Fosil-fosil ini menunjukkan bahwa teori evolusi adalah sebuah mitos, tanpa perlu penjabaran tambahan apa pun. Siapa pun yang berpikir lurus dengan daya pemahaman dapat dengan mudah memahami ini. Sekali mereka melihat bukti-bukti yang terlampau jelas dan nyata ini, masyarakat tidak akan tersesatkan lagi oleh penipuan Darwinisme.

Bertahun-tahun, Darwinisme benar-benar telah memiliki pengaruh hipnotis pada masyarakat dan menanamkan ke dalam pikiran mereka sebuah kebohongan besar. Namun sekarang tiada guna lagi bagi media evolusionis melanjutkan kebohongan ini dengan cara yang begitu menyedihkan. Sebagaimana ratusan ribu orang yang telah melihat dan menerima fakta-fakta yang sebenarnya, mereka juga wajib mengakui bahwa mereka telah “dibohongi” dan sadar bahwa tidaklah pernah terlambat untuk memperbaiki kerusakan yang telah dilakukan.

Penelitian menunjukkan bahwa pengaruh Darwinisme di Turki terus berkurang setiap harinya. Pada awal 1980-an, jumlah orang yang tidak percaya pada evolusi sekitar 30 – 40%, namun sebuah jajak pendapat yang dilakukan pada 2006 menunjukkan bahwa 75% rakyat Turki tidak lagi percaya pada teori evolusi. Menurut jajak pendapat terakhir oleh Yayasan Pengkajian Ekonomi dan Sosial Turki (TESEV), 87,4% rakyat Turki percaya bahwa “Tuhan menciptakan manusia.”

Perkembangan serupa terjadi di Prancis, di mana orang-orang dikejutkan dengan fakta-fakta ilmiah yang mereka saksikan pada Atlas Penciptaan. Jika jajak pendapat dilakukan tahun depan, maka akan tampak perbedaan besar antara jumlah orang di Prancis yang mempercayai teori evolusi tahun lalu dan tahun depan. Jika ditanyai tahun depan, sejumlah besar masyarakat Prancis akan mengatakan bahwa mereka tidak percaya  pada Darwinisme. Dan tidak hanya di Prancis; orang-orang di Italia, Inggris, Jerman, Swis, Denmark dan Belgia, singkatnya, orang-orang di seluruh dunia, akan menyaksikan fakta-fakta tersebut dan dengan segera terbebaskan dari sihir Darwinisme. Matahari yang akan menerangi seluruh dunia telah lahir.

Formula Darwinisme yang Tidak Rasional, Tidak Logis dan Tidak Ilmiah

Pada kenyataannya, pernyataan mendasar Darwinisme sepenuhnya tidaklah ilmiah, dan ketiadaan nalarnya sedemikian jelas sehingga anak usia sekolah dasar pun dapat melihatnya. Menurut Darwinisme, dengan cara yang tidak dapat dijelaskan, sel pertama diduga terbentuk di lingkungan zaman purba bumi, dalam sebuah genangan air berlumpur. Dan dari sel tunggal itu, serangkaian kejadian kebetulan tanpa akhir benar-benar memunculkan hewan, tumbuhan, manusia dan peradaban. Dengan kata lain, seluruh umat manusia, dan juga seluruh kerajaan tumbuhan dan hewan, diyakini sebagai hasil karya lumpur berkadar tepat, waktu yang lama dan berlimpah kejadian kebetulan.

Menurut kaum Darwinis, yang menderita kekurangan nalar yang jelas, bahan-bahan tadi, yang masing-masingnya tidak berkesadaran,  memunculkan manusia yang memiliki akal dan kesadaran, yang berpikir, mencintai, merasa kasihan, memiliki penilaian bijaksana, menghasilkan lukisan dan patung, menggubah simponi, menulis buku cerita, membangun pencakar langit, membangun reaktor nuklir, menemukan penyebab penyakit dan meramu obat untuk mengobatinya, atau berpolitik. Mereka menyatakan bahwa ketika waktu yang cukup telah terlewati, singa, harimau, kelinci, rusa, gajah, kucing, anjing, ngengat, lalat, buaya dan burung semuanya berevolusi secara kebetulan dari air berlumpur. Semua jenis buah-buahan dan sayur-mayur, dengan rasa dan aromanya yang khas – jeruk, strawberi, pisang, apel, anggur, tomat, lada – bunga dengan bentuk yang tiada bandingannya dan tetumbuhan lain kesemuanya muncul dari lumpur yang sama.

Singkatnya, sejak zaman Darwin, tak terhitung tulisan, karya tulis ilmiah, film, laporan surat kabar, artikel majalah dan acara televisi telah mengulang-ulang cerita evolusionis bahwa semua bentuk kehidupan muncul secara kebetulan dari lumpur. Dengan kata lain, jika Anda bertanya pada seorang Darwinis “Bagaimana peradaban kita muncul?” atau, “Bagaimana begitu banyak bentuk kehidupan muncul menjadi ada?” atau, “Bagaimana manusia menjadi ada?” Inti jawaban yang akan Anda terima adalah ini: Kejadian-kejadian kebetulan memunculkan semua hal tersebut dari lumpur, seiring berjalannya waktu.

Tak diragukan, seseorang mestilah tidak berakal atau tidak memiliki sarana pemahaman apa pun untuk mempercayai dongeng semacam itu. Namun anehnya, teori yang sangat tidak masuk akal dan bertentangan dengan nalar itu memiliki pengikut selama bertahun-tahun dan masih terus disebarluaskan dengan bungkus ilmiah.

Darwin Sendiri Menyatakan bahwa Tidak Ada Fosil Bentuk Peralihan

1. Dalam bab “Kesulitan Pada Teori” dari bukunya, Darwin menulis:

“… Mengapa, jika spesies-spesies telah diturunkan dari spesies lain melalui perubahan halus bertahap, tidak kita saksikan di mana pun bentuk-bentuk peralihan yang tak terhitung? Mengapa seluruh makhluk hidup tidaklah membingungkan tapi malah berwujud spesies, seperti yang kita lihat, yang terpisahkan dengan baik? … Tetapi, karena menurut teori ini bentuk peralihan yang tak terhitung haruslah pernah ada, mengapa kita tidak menemukannya terpendam dalam jumlah tak terhitung dalam kerak bumi? …Lalu kenapa tidak setiap bentukan geologis dan setiap lapisan dipenuhi rantai-rantai peralihan semacam itu? Geologi sudah pasti tidak menyingkap rantai kehidupan apa pun yang berubah secara halus bertahap semacam itu; dan ini, mungkin, adalah keberatan paling jelas dan berat yang dapat dikemukakan untuk melawan teori saya.” (Charles Darwin, The Origin of Species, hal. 172)

2. Walaupun seorang evolusionis, profesor Steven M. Stanley dari Universitas John Hopkins, mengakui fakta tentang catatan fosil, dengan mengatakan:

“Catatan fosil yang diketahui tidaklah, dan tidak pernah, sesuai dengan teori perubahan bertahap… sebagaimana ditulis baru-baru ini oleh sejarawan biologi William Coleman, ‘Sebagian besar pakar fosil merasa bukti-bukti mereka semata-mata bertentangan dengan penekanan Darwin pada perubahan-perubahan teramat kecil, lambat dan terkumpul yang mengarah pada perubahan spesies.’ …kisah mereka telah disembunyikan.” (S. M. Stanley, The New Evolutionary Timetable: Fossils, Genes, and the Origin of Species, Basic Books Inc. Publishers, N.Y., 1981, hal. 71)

3. Pakar fosil Niles Edredge dan antropolog Ian Tattersall, dari Museum Sejarah Alam Amerika, menyatakan bahwa catatan fosil sudah cukup memberikan pemahaman tentang sejarah kehidupan dan bahwa hal itu sama sekali tidak mendukung teori evolusi:

“Bahwa masing-masing jenis fosil diakui tetaplah sama di sepanjang masa keberadaan mereka dalam catatan fosil telah diketahui para ahli fosil jauh sebelum Darwin menerbitkan bukunya. Darwin sendiri, …meramalkan bahwa ilmuwan-fosil generasi mendatang akan mengisi celah ini dengan pencarian yang tekun… Penelitian tentang fosil seratus dua puluh tahun kemudian, telah terlampau jelas bahwa catatan fosil tidak akan membenarkan ramalan Darwin tentang masalah ini. Permasalahan ini bukan pula karena catatan yang sangat tidak lengkap. Catatan fosil sekedar menunjukkan bahwa ramalan ini salah.” (N. Eldredge and I. Tattersall, The Myths of Human Evolution, Columbia University Press, 1982, hal. 45-46)

4. Profesor paleontologi dari Universitas Glasgow, T. Neville George mengakui hal ini bertahun-tahun silam:

“Tidak perlu lagi meminta maaf atas miskinnya catatan fosil. Dalam beberapa hal [catatan fosil] sudah berlimpah hingga hampir susah disusun, dan penemuan melampaui penyusunan… Walaupun begitu, catatan fosil sebagian besarnya masih tersusun atas celah-celah. “(T. N. George, “Fossils in Evolutionary Perspective,” Science Progress, Vol. 48, Januari 1960, hal. 1)

5. Kapan pun catatan fosil disebutkan, sebagian besar orang membuat kesan bahwa terdapat kaitan positif antara catatan fosil dan teori Darwin. Kesalahan ini dibahas dalam sebuah tulisan dalam jurnal Science:

“Sejumlah besar ilmuwan yang terlatih-baik di luar bidang biologi evolusi dan paleontologi sayangnya telah berpikiran bahwa catatan fosil lebih bersifat Darwinis dari pada yang sebenarnya… Di tahun-tahun setelah Darwin, para pembelanya berharap menemukan perkembangan yang dapat diperkirakan. Secara umum, ini masih belum ditemukan namun harapan tersebut telah tetap bertahan, dan sejumlah khayalan murni telah merasuki buku-buku pelajaran.” (Science, 17Juli 1981, hal. 289)

6. Sebagaimana diamati oleh Edmund J. Ambrose, profesor emeritus biologi sel pada Universitas London:

“Pada tahap sekrang dari penelitian geologis, kita harus mengakui bahwa tidak ada sesuatu pun dalam catatan geologis yang bertentangan dengan pandangan para penganut penciptaan konservatif, bahwa Tuhan telah menciptakan tiap-tiap spesies secara terpisah…” (Edmund J. Ambrose, The Nature and Origin of the Biological World, John Wiley & Sons, 1982, hal. 164)

Karya Besar Yang Telah Mengguncang Prancis

Jilid pertama dari tujuh jilid yang direncanakan dari buku Atlas Penciptaan, yang tersusun dari 5.600 halaman dan sekitar 11.000 gambar, telah mengejutkan Prancis.

Karya raksasa setebal 764 halaman ini, satu-satunya di dunia dengan ukuran 28 x 38 sentimeter dan dicetak dengan mutu pengerjaan prima, menampilkan ratusan fosil, masing-masing membantah teori evolusi dan berisi pengetahuan paling meyakinkan tentang keruntuhan Darwinisme. Dengan gambar hologram asli pada sampulnya, sekitar 1.500 gambar dan foto berwarna pada kertas mengkilat, buku tersebut luar biasa dalam penampakan fisiknya. Selain itu, karya penting ini dilengkapi dengan VCD dokumenter Fossils Have Discredited Evolution (Fosil MembantahEvolusi). . . Anda dapat membeli buku ini langsung dari Global Publishing, atau membacanya secara gratis melalui Internet.


Keruntuhan Teori Evolusi* . . . Kebohongan Sejarah: Zaman Batu . . . Darwinisme Terbantahkan* . . . Suatu Ketika Di Masa Lalu Terdapat Darwinisme . . . Keruntuhan Teori Evolusi Dalam 20 Pertanyaan* . . . Bencana Kemanusiaan Akibat Darwinisme* . . . Sel dalam 40 Topik . . . Mantra Hitam Darwinisme . . . Keruntuhan Teori Evolusi dalam 50 Topik . . . Desain Sempurna di Alam Semesta Bukanlah Karena Kebetulan . . . Senjata Sosial Darwinisme . . . Mengapa Darwinisme Bertentangan dengan Al Qur'an* . . . Kekeliruan Akademi Nasional Ilmu Pengetahuan Amerika . . . Keajaiban Ciptaan Allah* . . . Fasisme: Ideologi Berdarah Darwinisme . . . Menyibak Tabir Teori Evolusi* . . . Jawaban Pasti terhadap Propaganda Evolusionis . . . Agama Darwinisme . . . Bagaimana Fosil-Fosil Membantah Evolusi . . . Atlas Penciptaan (*Tersedia dalam bahasa Indonesia.)

Masuk

SeSuATu KarYa MaNusIa SerIng BeRaWaL dAri MimPI, MaKA eKSpresIkan MImpimU DenGAN Sains...
DaLAm HaL KeDUniAwiAn TAk AdA hAl yG tAk mUNgkin...
rawWARus
Profesor
*****

IQ: 90
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 629



Lihat Profil
« Jawab #47 pada: Juli 17, 2008, 09:49:49 »

Darwinisme Tengah Mengalami Kemunduran, dan Tidak Mampu Lagi Membohongi Dunia!


Darwinisme mengemukakan bahwa terdapat fosil-fosil bentuk peralihan, namun kenyataannya tidak ditemukan ... Darwinisme mengemukakan bukti ilmiah yang tidak absah ... Meskipun seluruh fosil yang telah ditemukan dengan jelas membuktikan penciptaan, Darwinisme bersikukuh menyatakan hal yang sama sekali bertolak belakang ... Teori ini berupaya meyakinkan orang untuk mempercayai bahwa para seniman, ilmuwan dan profesor dapat terbentuk sebagai hasil dari ketidaksengajaan, melalui pembentukan protein-protein, yang memiliki peluang pembentukan secara kebetulan sebesar 1 per 10950, dengan kata lan "sebuah kemustahilan". Darwinisme bahkan berusaha menjadikan orang percaya bahwa para profesor yang terbentuk dengan cara seperti ini mendirikan universitas-universitas untuk mengkaji bagaimana diri mereka sendiri muncul menjadi ada secara tidak disengaja atau kebetulan.

Darwinisme menganggap kromosom di dalam sel makhluk hidup yang mengandung kode informasi lebih banyak daripada sebuah perpustakaan raksasa sebagai buah karya peristiwa kebetulan semata ... Teori ini menyatakan bahwa kekuatan mahahebat dari peristiwa kebetulan menjadikan atom-atom yang tidak dapat melihat, mendengar dan berpikir berubah menjadi manusia yang dapat melihat, mendengar, merasakan, berpikir dan berkesadaran… Bagi Darwinisme, peristiwa kebetulan atau ketidaksengajaan adalah tuhan yang melakukan karya-karya luar biasa. Dalam uraian ini akan Anda pahami betapa mantra hitam Darwinisme ini telah terhapuskan.

1. Darwinisme tidak lagi mampu mengatakan bahwa protein dapat terbentuk melalui evolusi. Sebab peluang terbentuknya satu protein saja dengan urutan yang benar secara acak  adalah 1 per 10950, sebuah angka yang menunjukkan kemustahilan secara matematis.

2. Darwinisme tidak lagi merujuk kepada fosil-fosil sebagai bukti terjadinya evolusi. Hal ini dikarenakan seluruh penggalian yang dilakukan di seluruh dunia dari pertengahan abad ke-19 hingga hari ini, tak satu pun dari "bentuk-bentuk peralihan" yang menurut para evolusionis seharusnya ada dalam jumlah jutaan ternyata tidak pernah ditemukan. Telah disadari bahwa bentuk-bentuk "mata rantai" ini tidak lain hanyalah sebuah kisah khayalan.

3. Para evolusionis berputus asa di hadapan fosil-fosil yang berjumlah tak berhingga yang telah berhasil digali hingga saat ini. Hal ini disebabkan semua fosil-fosil ini memiliki seluruh ciri-ciri yang mendukung dan membuktikan penciptaan.

4. Para evolusionis tidak lagi mampu menyatakan bahwa Archaeopteryx adalah nenek moyang burung, sebab penelitian terkini terhadap fosil-fosil Archaeopteryx telah sama sekali menggugurkan pernyataan bahwa Archaeopteryx adalah makhluk "setengah-burung." Telah diketahui bahwa Archaeopteryx memiliki struktur anatomi dan otak yang sempurna yang diperlukan untuk terbang, dengan kata lain Archaeopteryx adalah seekor burung sejati, dan "dongeng khayal tentang evolusi burung" tidak lagi dapat dipertahankan keabsahannya.

5. Darwinisme tidak lagi dapat menggunakan urutan palsu yang dikenal sebagai "silsilah evolusi kuda." Telah diketahui bahwa urutan silsilah palsu ini tersusun dari sejumlah spesies terpisah yang hidup di zaman yang berbeda dan di wilayah yang berbeda.

6. Darwinisme tidak lagi dapat menggunakan fosil yang dikenal sebagai Coelocanth untuk mendukung dongeng khayal peralihan dari air ke darat, sebab sejak pernyataan tersebut dikemukakan diketahui bahwa makhluk ini, yang sebelumnya dikukuhkan sebagai bentuk peralihan yang punah, ternyata ikan yang menghuni dasar lautan yang kini masih hidup, dan lebih dari 200 ikan hidup dari jenis tersebut hingga kini telah berhasil ditangkap.

7. Darwinisme tidak mampu lagi menyatakan bahwa makhluk hidup seperti Ramapithecus dan serangkaian Australopithecus (A. Bosei, A. Robustus, A. Aferensis, Africanus dst.) adalah para nenek moyang manusia. Hal ini disebabkan penelitian terhadap fosil-fosil ini telah memperlihatkan bahwa semua makhluk ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan manusia dan merupakan spesies-spesies kera sejati yang punah.

8. Darwinisme tidak akan lagi mampu membohongi masyarakat dengan gambar-gambar rekonstruksi [reka ulang], sebab para ilmuwan telah dengan jelas mengungkapkan bahwa rekonstruksi ini, yang didasarkan pada sisa-sisa tubuh hewan yang pernah hidup di masa lalu, tidaklah bernilai ilmiah dan sama sekali tidak dapat dipercaya.

9. Darwinisme tidak mampu lagi mengemukakan "Manusia Piltdown" sebagai bukti bagi evolusi, sebab penelitian menunjukkan bahwa fosil seperti "Manusia Piltdown" tidak pernah ada dan selama 40 tahun masyarakat telah dibohongi dengan sepotong rahang orang hutan yang direkatkan pada sebongkah tengkorak manusia.

10. Darwinisme tidak dapat lagi menyatakan bahwa "Manusia Nebraska" dan keluarganya membenarkan evolusi, sebab telah dikukuhkan bahwa fosil-fosil gigi geraham yang dijadikan bukti bagi kisah "Manusia Nebraska" ternyata milik sejenis babi liar yang telah punah.

11. Darwinisme tidak lagi mampu menyatakan bahwa seleksi alam mendorong terjadinya evolusi, sebab telah dibuktikan secara ilmiah bahwa mekanisme yang dimaksud tidak dapat menyebabkan makhluk hidup berevolusi dan tidak dapat menyebabkan mereka memperoleh sifat-sifat baru.

Para pendukung Darwinisme telah melakukan banyak sekali penyebaran informasi keliru sebagaimana disebutkan di atas, dan waktu telah mengungkap bahwa semua hal tersebut tidaklah benar. Misalnya, telah diketahui bahwa mutasi yang dulunya dinyatakan memiliki daya evolusi ternyata malah sama sekali bersifat merusak, dan berdampak menimbulkan penyakit, cacat atau kematian, dan bukan perbaikan... Telah diketahui bahwa struktur pada embrio manusia yang dulunya dikatakan oleh para Darwinis sebagai insang ternyata adalah cikal bakal saluran telinga bagian tengah, kelenjar paratiroid and kelenjar timus. Telah terungkap pula bahwa perubahan-perubahan telah sengaja dilakukan pada gambar-gambar embrio untuk memberi dukungan pada evolusi. Telah diketahui bahwa informasi genetik bagi kekebalan terhadap berbagai antibiotik yang terdapat pada bakteri ternyata telah ada pada DNA mereka "sejak saat bakteri tersebut ada di dunia ini"...

Masuk

SeSuATu KarYa MaNusIa SerIng BeRaWaL dAri MimPI, MaKA eKSpresIkan MImpimU DenGAN Sains...
DaLAm HaL KeDUniAwiAn TAk AdA hAl yG tAk mUNgkin...
Pi-One
Profesor
*****

IQ: 21
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2971


Next Hikaru Genji


Lihat Profil WWW
« Jawab #48 pada: Juli 17, 2008, 11:24:00 »

Darwinisme Tengah Mengalami Kemunduran, dan Tidak Mampu Lagi Membohongi Dunia!
HYisme?  senyum
Masuk

Free Free Free - Blog of Freeware
http://gratis01.blogspot.com
milmi
Staff
Dosen
*****

IQ: 19
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 286


veritas, probitas, iustitia

miil23
Lihat Profil WWW
« Jawab #49 pada: Juli 17, 2008, 11:48:32 »

Mas admin, boleh gak ya thread ini di kunci? Soalnya klo membicarakan kontroversi evolusi dengan agama yg notabene hanya dihebus-hembuskan oleh salah satu agamis sekuler dr turki, tidak akan ada titik temu. Orang-orang turki memang sangat sekuler, baik saintis maupun agamisnya, sehingga semua dipertentangkan. Kenapa sih tidak mencari jalan padu antara agama dan sains? Jelas-jelas sains itu mencoba menguraikan ciptaan Tuhan. Dalam Islam, umatnya disuruh mencoba memahami ciptaan Tuhan, termasuk proses penciptaanNya. Jd, knp kta malah terseret dalam perdebatan orang-orang sekuler?huh?
Masuk

...setetes air di samudera luas...
reborn
Founder
Profesor
*****

IQ: 181
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2559


ForSa


Lihat Profil WWW
« Jawab #50 pada: Juli 17, 2008, 01:29:29 »

@milmi
Setelah mikir lagi, saya pikir kita biarin aja topik ini tetap terbuka. Karena toh, evolusi bisa dipandang dari berbagai sisi.

Mas admin, boleh gak ya thread ini di kunci? Soalnya klo membicarakan kontroversi evolusi dengan agama yg notabene hanya dihebus-hembuskan oleh salah satu agamis sekuler dr turki, tidak akan ada titik temu.


Ga juga sebenernya. Di Amerika juga masih banyak yang menentang, dari kalangan Creationists. Tapi mereka menentang sekulerisme dong harusnya, bukannya mereka yang sekuler?

Kenapa sih tidak mencari jalan padu antara agama dan sains? Jelas-jelas sains itu mencoba menguraikan ciptaan Tuhan. Dalam Islam, umatnya disuruh mencoba memahami ciptaan Tuhan, termasuk proses penciptaanNya. Jd, knp kta malah terseret dalam perdebatan orang-orang sekuler?huh?


Untuk itu saya pikir jalan tengahnya dengan membiarkan topik ini terbuka (dan harapannya berkembang bukannya debat kusir ga ada juntrungannya) dan juga membuka topik untuk diskusi dari sudut pandang sains : Asal Mula Kehidupan.

Ok, biar diskusi ini kembali mendapatkan jiwanya nyengir, kita mulai lagi dari medaka kun :

Kok kayaknya diskusinya rada acak2an nih ....

Intinya, penelitian evolusi itu bisa secara garis besar dibagi 3:
1. Penelitian tentang makro-evolusi
2. Penelitian tentang mikro-evolusi
3. Penelitian tentang asal-usul kehidupan

Kalo diaut-aut ya .... nanti jadi mabok sendiri yeuh ......

BTW, ada dua komentar ttg artikel yang dikasih sebagai "penyeimbang":
1. Udah gw tulis di friendster juga, kok ngga ditulis sih asalnya dari mana? (dari situs Harun Yahya!)
2. Alesan2 yang dipake dia itu kan cuman ngocehin "irreducible complexity" mulu. Sama kaya gerakan "Intelligent Designer"nya orang2 Fundamentalist Christians di US .... Bosen ah.
3. Kalo mau menentang evolusi ..... apakah ada yang tau kalo evolusi bukan hanya perubahan, bukan hanya survival of the fittest, dll, tapi bergantung pada 4 mekanisme: 1. natural selection, 2. mutation, 3. migration, 4. adaptation.
Terus udah gitu, pendekatan penelitiannya bisa 2 macem nih: dengan percobaan biologi molekuler, ato dengan percobaan populasi dan statistika genetik dan filogenetik.

Jadi, kalo kata salahsatu penggebrak bidang Ilmu Evolusi di Jepang: Evolusi tanpa genetika cuman omong kosong.

yg lagi rieut ngerjain PCR,
Medaka-kun


Nah, kalo masih juga pada ngeyel, nanti kita kunci aja deh.
« Edit Terakhir: Juli 17, 2008, 01:32:04 oleh reborn » Masuk

rawWARus
Profesor
*****

IQ: 90
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 629



Lihat Profil
« Jawab #51 pada: Juli 17, 2008, 01:58:42 »

aku Bingung nh...sbenarnya yg dianggap bener and jd patokan sains tu yg gmn dan yg mana huh huh huh malu
Masuk

SeSuATu KarYa MaNusIa SerIng BeRaWaL dAri MimPI, MaKA eKSpresIkan MImpimU DenGAN Sains...
DaLAm HaL KeDUniAwiAn TAk AdA hAl yG tAk mUNgkin...
reborn
Founder
Profesor
*****

IQ: 181
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2559


ForSa


Lihat Profil WWW
« Jawab #52 pada: Juli 17, 2008, 02:15:30 »

aku Bingung nh...sbenarnya yg dianggap bener and jd patokan sains tu yg gmn dan yg mana huh huh huh malu

kita mulai dari awal :

Bagaimana seseorang bisa mendukung atau menentang kalo dia ga tau apa yang didukung atau ditentang?
Karena itu, pertanyaannya adalah :

Apa itu evolusi?
« Edit Terakhir: Juli 17, 2008, 02:17:13 oleh reborn » Masuk

cadab
Mahasiswa
**

IQ: 2
Offline Offline

Tulisan: 11



Lihat Profil Email
« Jawab #53 pada: Juli 18, 2008, 07:58:15 »

evolusi pada makhluk hidup adalah perubahan-perubahan yang dialami makhluk hidup secara perlahan-lahan dalam kurun waktu yang lama dan diturunkan, sehingga lama kelamaan dapat terbentuk species baru: evolusi adalah perubahan frekuensi gen pada populasi dari masa ke masa; dan evolusi adalah perubahan karakter adaptif pada populasi dari masa ke masa. Evolusi telah mempersatukan semua cabang ilmu biologi.
Idea tentang terjadinya evolusi biologis sudah lama menjadi pemikiran manusia. Namun, di antara berbagai teori evolusi yang pernah diusulkan, nampaknya teori evolusi oleh Darwin yang paling dapat teori . Darwin (1858) mengajukan 2 teori pokok yaitu spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies yang hidup sebelumnya, dan evolusi terjadi melalui seleksi alam.

wah,,,wah,, kedip
Masuk
milmi
Staff
Dosen
*****

IQ: 19
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 286


veritas, probitas, iustitia

miil23
Lihat Profil WWW
« Jawab #54 pada: Juli 18, 2008, 03:17:54 »

Bagaimana seseorang bisa mendukung atau menentang kalo dia ga tau apa yang didukung atau ditentang?

Ini sama saja seseorang yang tidak tahu kalau dia tidak tahu. Lebih baik tahu kalau diat idak tahu kan?huh :sigh:
Masuk

...setetes air di samudera luas...
milmi
Staff
Dosen
*****

IQ: 19
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 286


veritas, probitas, iustitia

miil23
Lihat Profil WWW
« Jawab #55 pada: Juli 19, 2008, 10:29:18 »

Kalau kita inging membicarakan "evolusi", ada beberapa ilmu yg harus dipahami terlebih dahulu. Ilmu-ilmu tersebut adalah:
1. Genetika populasi (gene drift, gene flow, sexual isolation, dll)
2. Biogeografi (continental slides, geographic barrier, etc)
3. Anatomi komparatif
4. Ekofisiologi
Nah, kesemua ilmu tersebut akan membuat kita jauh lebih jelas tentang evolusi. Teori Darwin (kalau boleh dibilang seperti itu) hanya menjelaskan bahwa makhluk hidup akan mengalami survival of the fittest, dengan kata lain yg paling bisa beradaptasilah yg dapat melakukan reproduksi. Ada dua kata kunci dalam evolusi: adaptasi dan reproduksi. Tujuan akhir dari seluruh adaptasi adalah melakukan reproduksi sehingga gen-gen yg dimiliki akan terus diturunkan dari generasi ke generasi. Hal tersebut tidak sesederhana kedengarannya. Ada hewan yg mempertahankan satu karakter, walaupun sebenarnya karakter yg tidak menguntungkan baginya dalam bertahan hidup, namun menguntungkan baginya dalam berreproduksi. Contoh: burung merak jantan memiliki ekor yg sangat besar dan berat. Secara logika, ekor tersebut akan menyulitkan burung utk bergerak utk lari dari pemangsanya. Namun, ternyata, burung merak jantan dengan ekor yg besar dan indah lah yg dipilih oleh betinanya sebagai pasangan. Banyak contoh lain yg cukup menakjubkan kalau dicermati, bagaimana proses survival of the fittest itu mempengaruhi makhluk hidup. Saya sarankan membaca buku-buku tentang topik tersebut, antara lain Song of The Dodo karangan David Quammen, dan lain-lain.
Satu hal yg menggelitik pikiran saya: proses serumit itu, yg melibatkan begitu banyak aspek, tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Apabila makhluk hidup beradaptasi sesuai dengan seleksi alam, kita harus ingat bahwa yg mengatur alama adalah TUHAN. Jadi, dengan kata lain, proses survival of the fittest merupakan sebuah mekanisme yg dibuat oleh Tuhan, sama seperti mekanisme bumi dan planet-planet lainnya beredar. IMHO looh....
Masuk

...setetes air di samudera luas...
AmunRa
Mahasiswa
**

IQ: 3
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 21


Athair Ar Neamh

vicz_amunra@hotmail.com vicz_amunra@yahoo.com
Lihat Profil
« Jawab #56 pada: September 23, 2008, 09:28:07 »

wah gimana ya...
menurutku sih ga mungkin lhah manusia berasal dari kera, toh kalau berevolusi berarti kita terus mengalami perubahan dunk? padahal kita tidak beruba selama ribuan tahun,
nyatanya kera juga tidak berubah bentuk samapai sekarang,
trus kera dari mana datangnya?
Masuk
rawWARus
Profesor
*****

IQ: 90
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 629



Lihat Profil
« Jawab #57 pada: September 26, 2008, 05:41:57 »

yah di lanjut aja dh...saya jg bingung ini memang bener di topik agama bukan biologi  ya?
Masuk

SeSuATu KarYa MaNusIa SerIng BeRaWaL dAri MimPI, MaKA eKSpresIkan MImpimU DenGAN Sains...
DaLAm HaL KeDUniAwiAn TAk AdA hAl yG tAk mUNgkin...
skuler
Staff
Profesor
*****

IQ: 85
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 984


Read! write! Revolt!


Lihat Profil WWW
« Jawab #58 pada: Oktober 10, 2008, 05:07:48 »

yah di lanjut aja dh...saya jg bingung ini memang bener di topik agama bukan biologi  ya?
wekekeke...pindain ke biologi yoooo....
Masuk

"Who controls the present now controls the past. Who controls the past now controls the future.”-- RATM, 1999.

http://www.forumsains.com/teknik-elektro/studi-kasus-pressure-control/
milmi
Staff
Dosen
*****

IQ: 19
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 286


veritas, probitas, iustitia

miil23
Lihat Profil WWW
« Jawab #59 pada: Oktober 10, 2008, 04:02:42 »

wekekeke...pindain ke biologi yoooo....

Apabila pangkal kontroversi adalah agama, maka tidak dapat dipindah ke Biologi. Namun, kalau pangkal kontroversinya adalah bukti-bukti ilmiah yang valid, baru bisa dipindah.
Masuk

...setetes air di samudera luas...
Halaman: 1 2 3 [4] 5 6 7   Naik
Kirim topik ini | Cetak
Lompat ke:  

Topik Lainnya :
Subyek Dimulai oleh Jawaban Dilihat Tulisan terahkir
10 RESEP SUKSES BANGSA JEPANG pams 10 1197 Tulisan terahkir Hari ini at 02:43:28
oleh andreanvee
wajah dan kaitannya dengan sifat « 1 2 » Karno Giyantono 21 1734 Tulisan terahkir Desember 22, 2009, 11:03:58
oleh Hendy wijaya, MD
Manusia Mati Masuk Sorga, Binatang Kemana? « 1 2 ... 7 8 » biobio 117 6728 Tulisan terahkir Maret 09, 2010, 09:24:08
oleh Bernando
tanya reinkarnasi « 1 2 » peregrin 21 4192 Tulisan terahkir Maret 08, 2010, 03:30:04
oleh truf777
Alasan untuk tidak merokok « 1 2 ... 11 12 » uzik-sama 176 25012 Tulisan terahkir Maret 05, 2010, 10:39:55
oleh Huriah M Putra
Powered by SMF 1.1.9 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC
RSS | Sitemap | Science Blog | Feed Artikel


© 2006-2008 ForumSains.com
Dilber MC Theme by HarzeM