Forum Sains Indonesia

Portal Sains Indonesia

Berita: Forsa berencana untuk mengadakan Gathering Forsa. Bagi yang berminat, silakan urun rembuk dan daftarkan diri anda.
* *
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Maret 12, 2010, 09:12:03


Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi


Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Maret 12, 2010, 09:12:03

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Last 10 Shouts:
Hari ini at 08:34:20
ga tauu~
Hari ini at 08:22:55
Sisa makanan di sela2 gigi..
Gimana bisa di gusi..?
Hari ini at 08:17:25
di gusi sisa makanan.?
loh loh...
sisa makanan sampe masuk ke gusi.? hebat hebat..
sisca kira sisa makanan itu di sela2 gigi.. makanya kita sikat gigi..
Hari ini at 07:58:50
Null Pointer Exception has Occured..!!
Hari ini at 07:22:58
bukannya lebih tepat menggosok gusi daripada menggosok gigi, karena sisa-sisa makanan lebih banyak tersisa di gusi drpada di gigi?
Hari ini at 03:00:04
Cari forum yang disukai, misalnya kesehatan.
Ya udah...
Silahkan balas topik yang sudah ada atau buat topik baru..
Hari ini at 02:53:22
hemmm ru gabung nie... mhon petunjuk,,,, :-)
Kemarin at 08:51:18
Kemarin at 07:54:56
hi all
Kemarin at 06:41:18
haha~
Halaman: 1 ... 14 15 [16] 17 18 ... 21   Turun
Kirim topik ini | Cetak
Pembuat Topik: Bukti Eksistensi TUHAN  (Baca 9771 kali)
0 Anggota dan 2 Pengunjung melihat topik ini.
Hendy wijaya, MD
Profesor
*****

IQ: 18
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 517



Lihat Profil Email
« Jawab #225 pada: Januari 08, 2010, 11:07:29 »

Setuju bung luth, saya juga tertarik melihat metode, subyek, dan hasil penelitiannya..
Masuk

Against stupidity God himself struggles in vain
The Houw Liong
Profesor
*****

IQ: 8
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 841



Lihat Profil WWW
« Jawab #226 pada: Januari 11, 2010, 08:12:02 »

Sebagai pendahuluan dalam bidang transpersonal psychology silahkan baca artikel ini serta referensinya.

http://www.johnvdavis.com/ep/thpeptp.htm
Masuk

HouwLiong
Pi-One
Profesor
*****

IQ: 21
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2904


Next Hikaru Genji


Lihat Profil WWW
« Jawab #227 pada: Januari 11, 2010, 09:18:05 »

Bukannya transpersonal psychology lebih menyorot aspek psikologi manusia sendiri, membuat mereka jadi lebih baik, ketimbang membuktikan eksistensi Tuhan?
Masuk

Free Free Free - Blog of Freeware
http://gratis01.blogspot.com
The Houw Liong
Profesor
*****

IQ: 8
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 841



Lihat Profil WWW
« Jawab #228 pada: Januari 12, 2010, 06:36:16 »

Bukannya transpersonal psychology lebih menyorot aspek psikologi manusia sendiri, membuat mereka jadi lebih baik, ketimbang membuktikan eksistensi Tuhan?
Boleh saja berpandangan seperti itu.
Namun, bagi orang yang mengalami pengalaman rohani. Pengalaman itu merupakan bukti kehadiran Tuhan.
Masuk

HouwLiong
Pi-One
Profesor
*****

IQ: 21
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2904


Next Hikaru Genji


Lihat Profil WWW
« Jawab #229 pada: Januari 12, 2010, 07:48:25 »

Boleh saja berpandangan seperti itu.
Namun, bagi orang yang mengalami pengalaman rohani. Pengalaman itu merupakan bukti kehadiran Tuhan.
Rasanya hal semacam itu gak bisa dianggap sebagai bukti dalam sains. kecuali anda ngotot memajukan 'paradigma baru' anda yang konyol itu senyum
Masuk

Free Free Free - Blog of Freeware
http://gratis01.blogspot.com
pr@m
Dosen
****

IQ: 3
Offline Offline

Tulisan: 159



Lihat Profil Email
« Jawab #230 pada: Januari 12, 2010, 07:30:43 »

Boleh saja berpandangan seperti itu.
Namun, bagi orang yang mengalami pengalaman rohani. Pengalaman itu merupakan bukti kehadiran Tuhan.
bagaimana dengan orang yg tidak mengalaminya??
Masuk
Mtk Kerajaan Mataram
Dosen
****

IQ: 43
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 471


tapak tanganku


Lihat Profil
« Jawab #231 pada: Januari 12, 2010, 10:02:20 »

Bukannya transpersonal psychology lebih menyorot aspek psikologi manusia sendiri, membuat mereka jadi lebih baik, ketimbang membuktikan eksistensi Tuhan?

Quoted from what The Houw Liong cited :
"Lajoie and Shapiro (1992) offer this definition:
Transpersonal psychology is concerned with the study of humanity's highest potential, and with the recognition, understanding, and realization of unitive, spiritual, and transcendent states of consciousness."

Rasanya hal semacam itu gak bisa dianggap sebagai bukti dalam sains. kecuali anda ngotot memajukan 'paradigma baru' anda yang konyol itu senyum

Penangkapan akan eksistensi Tuhan "mengena" pada individual-individual. Manakala seseorang mendapat pencerahan akan eksistensi Tuhan, maka dia tidak bisa membuktikan eksistensi-Nya itu pada person lain, hanya bisa menyampaikan.

Bagaimana seseorang mendapat pencerahan akan eksistensi Tuhan? Tentu saja tergantung pada orang itu sendiri, seperti :
- apakah akan mencari Tuhan atau akan menolak keberadaan-Nya.
- sikap pribadi berupa kejujuran, kerendah-hatian, mencintai sesama.

Untuk mendapat seperti itu tidak perlu ke universitas untuk mengkaji bukti scientific. Seseorang dari daerah pedalaman yang berusaha untuk mempelajari (jw:"ngonce-i") diri sendiri dan hubungannya dengan lingkungan (dapat dikatakan dia melakukan "Transpersonal psychology") dengan keluguannya dan keterbatasannya bisa mendapatkan pencerahan Eksistensi Tuhan.

Kalau suatu teorema membutuhkan bukti sehingga diterima semua orang, maka keberadaan Tuhan merupakan hasil pengakuan (yang jujur) dari pengalaman spiritual per person.

Saudara "pr@m" menulis :
bagaimana dengan orang yg tidak mengalaminya??

Saya tidak tahu ini mengena pada pr@m sendiri atau mengasumsikan seseorang.
Yang saya heran, bagaimana seseorang tidak mengalami pengalaman spiritual, sementara kita semua bersentuhan dengan manusia lain dan lingkungan. Pengalaman spiritual bukan berarti sesuatu yang kelihatan ajaib pada awalnya, tapi bisa berupa hal-hal yang semula sering diabaikan.
Pengalaman 'mencintai' dan 'dicintai' itupun merupakan pengalaman spiritual,
Pengalaman 'melihat kelahiran manusia baru' itupun merupakan pengalaman spiritual,
dll

Tidak semua itu pengalaman spiritual membawa seseorang pada pengakuan akan eksistensi Tuhan, tergantung pada 'keadaan hati' masing-masing.

Keadaan hati seseorang tergantung pada orang itu sendiri juga. Kalau sikapnya mencintai sesama, jujur, tidak angkuh, berbuat baik sesama maka akan membentuk keadaan hati yang terbuka terhadap pengalaman2 spiritual. Sebaliknya kalau sikapnya mengandung ketidakjujuran, keangkuhan, mengolok-olok, membenci sesama maka akan membentuk keadaan hati yang keras dan tertutup terhadap pengalaman2 spiritual.

Tidak mungkin seseorang menghadirkan bukti eksistensi Tuhan pada orang lain, karena sifatnya pribadi hubungan antara person itu terhadap Tuhan, tergantung sikap pribadi orang itu sendiri.

Penolakan terhadap eksistensi Tuhan oleh orang-orang boleh jadi menyakitkan hati orang-orang yang mengimani-Nya, tapi hubungan Tuhan dengan masing-masing individu sebenarnya tidak bisa dicampuri individu lain. Bagaimanapun seseorang tidak bisa melihat warna yang sebenarnya dari hati seseorang.
Masuk
Pi-One
Profesor
*****

IQ: 21
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2904


Next Hikaru Genji


Lihat Profil WWW
« Jawab #232 pada: Januari 13, 2010, 07:30:07 »

THL bilang transpersonal psikologi adalah suatu ilmu sains, dan sains tentu saja membutuhkan suatu bukti yang bisa diuji secfara ilmiah. Jika sekedar pengalaman spiritual pribadi seseorang dan tak bisa diuj, tentu saja itu sama sekali bukan sesuatu yang ilmiah, dan apakah ilmu yang menyelidiki hal tidak ilmiah itu sendiri dengan sendirinya bsia dikatakan ilmiah?

Aku tidak menyorot apakah pengalaman spiritual seseorang benar atau tidak, atau mengkomplain pengalaman spiritual mereka pasti salah. Aku menyorot 'paradigma baru' THL yang mengatakan ini ilmiah, itu ilmiah, padahal gak sesuai dengan metode sains (yang ia tuduh 'paradigma lama').
Masuk

Free Free Free - Blog of Freeware
http://gratis01.blogspot.com
The Houw Liong
Profesor
*****

IQ: 8
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 841



Lihat Profil WWW
« Jawab #233 pada: Januari 13, 2010, 08:34:21 »

THL bilang transpersonal psikologi adalah suatu ilmu sains, dan sains tentu saja membutuhkan suatu bukti yang bisa diuji secfara ilmiah. Jika sekedar pengalaman spiritual pribadi seseorang dan tak bisa diuj, tentu saja itu sama sekali bukan sesuatu yang ilmiah, dan apakah ilmu yang menyelidiki hal tidak ilmiah itu sendiri dengan sendirinya bsia dikatakan ilmiah?

Aku tidak menyorot apakah pengalaman spiritual seseorang benar atau tidak, atau mengkomplain pengalaman spiritual mereka pasti salah. Aku menyorot 'paradigma baru' THL yang mengatakan ini ilmiah, itu ilmiah, padahal gak sesuai dengan metode sains (yang ia tuduh 'paradigma lama').
Paradigma lama : sains hanya terbatas pada IPA
Paradigma baru : social science, Psychology, Transpersonal Psychology adalah science.
Masuk

HouwLiong
Pi-One
Profesor
*****

IQ: 21
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2904


Next Hikaru Genji


Lihat Profil WWW
« Jawab #234 pada: Januari 13, 2010, 11:46:29 »

Paradigma baru = pseudo sains. mata muter
Masuk

Free Free Free - Blog of Freeware
http://gratis01.blogspot.com
The Houw Liong
Profesor
*****

IQ: 8
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 841



Lihat Profil WWW
« Jawab #235 pada: Januari 14, 2010, 07:21:26 »

Paradigma baru = pseudo sains. mata muter
Uji saja dengan mengirimkan hasil penelitiannya sebagai makalahnya pada jurnal ilmiah , jika ternyata diterima berarti tuduhan anda salah besar !!!
Karya dalam bidang transpersonal psychology sudah sangat banyak yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah internasional !!!
Masuk

HouwLiong
Pi-One
Profesor
*****

IQ: 21
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2904


Next Hikaru Genji


Lihat Profil WWW
« Jawab #236 pada: Januari 14, 2010, 08:14:22 »

Dan berapa banyak yang tidak dikirimkan ke jurnal internasional yang sudah disusupi pandangan filosofis agama tertentu? Dan sejak kapan psikologi bisa menjelaskan segalanya, termasuk ke fisika, biologi dan cabang lain, melampaui bahkan cabang sains itu sendiri? mata muter

Sesuatu yang benar pun bisa jadi salah jika penerapannya ngawur. Termasuk ilmu psikologi, jika diterapkan secara ngawur tetap saja akan berujung ke pseudo sains. Dan anda bahkan tak bisa menangkap apa yang hendak disampaikan sejak awal...
« Edit Terakhir: Januari 14, 2010, 08:17:07 oleh Pi-One » Masuk

Free Free Free - Blog of Freeware
http://gratis01.blogspot.com
The Houw Liong
Profesor
*****

IQ: 8
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 841



Lihat Profil WWW
« Jawab #237 pada: Januari 14, 2010, 09:02:38 »

Dan berapa banyak yang tidak dikirimkan ke jurnal internasional yang sudah disusupi pandangan filosofis agama tertentu? Dan sejak kapan psikologi bisa menjelaskan segalanya, termasuk ke fisika, biologi dan cabang lain, melampaui bahkan cabang sains itu sendiri? mata muter

Sesuatu yang benar pun bisa jadi salah jika penerapannya ngawur. Termasuk ilmu psikologi, jika diterapkan secara ngawur tetap saja akan berujung ke pseudo sains. Dan anda bahkan tak bisa menangkap apa yang hendak disampaikan sejak awal...
Pie One salah lagi, tidak mau mengerti paradigma baru dan tidak bisa berpikiran terbuka terhadap sesuatu yang baru.
« Edit Terakhir: Januari 14, 2010, 09:12:41 oleh The Houw Liong » Masuk

HouwLiong
pr@m
Dosen
****

IQ: 3
Offline Offline

Tulisan: 159



Lihat Profil Email
« Jawab #238 pada: Januari 14, 2010, 10:55:07 »

well..anda gak bisa memaksakan suatu paradigma agar diterima, itu yang pasti.


Masuk
Pi-One
Profesor
*****

IQ: 21
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2904


Next Hikaru Genji


Lihat Profil WWW
« Jawab #239 pada: Januari 14, 2010, 11:49:45 »

Pie One salah lagi, tidak mau mengerti paradigma baru dan tidak bisa berpikiran terbuka terhadap sesuatu yang baru.
Anda tidak tahu beda antara tidak terbuka dan tidak menerima satu paradigma konyol ya? senyum
Masuk

Free Free Free - Blog of Freeware
http://gratis01.blogspot.com
Halaman: 1 ... 14 15 [16] 17 18 ... 21   Naik
Kirim topik ini | Cetak
Lompat ke:  

Topik Lainnya :
Subyek Dimulai oleh Jawaban Dilihat Tulisan terahkir
KERJA DOSEN DAN UMUR PENDEK « 1 2 ... 5 6 » peregrin 85 13684 Tulisan terahkir November 29, 2009, 11:19:08
oleh r.a.n
Bacaan Iseng!! « 1 2 ... 18 19 » Brilliant 284 14971 Tulisan terahkir Pebruari 26, 2010, 06:52:39
oleh raisuien
Mengapa Babi Haram? « 1 2 ... 10 11 » biobio 157 18210 Tulisan terahkir Mei 23, 2009, 07:57:04
oleh biobio
Worm-hole, Black-hole, White-hole « 1 2 ... 12 13 » pinokio 191 15766 Tulisan terahkir Januari 06, 2010, 03:38:31
oleh Haryanto
menggali potensi ekonomi kelatan luth 5 957 Tulisan terahkir Oktober 23, 2009, 07:19:00
oleh ghostdoors
Powered by SMF 1.1.9 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC
RSS | Sitemap | Science Blog | Feed Artikel


© 2006-2008 ForumSains.com
Dilber MC Theme by HarzeM