Forum Sains Indonesia



*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

Farabi

Mei 24, 2015, 11:30:58 AM
Ngobrolin masalah analisis kata yuk? Gimana cara kerja otak mengenali kata, dan bagaimana proses memahaminya

Ruslinadi

Mei 14, 2015, 11:25:59 PM
bengkel online sebagai Agen Bola murah cepat dan berkualitas

M Iqbal

Mei 10, 2015, 04:38:51 PM
gimana cara buat pertanyaannya?

SalsabilaAmalia

Mei 08, 2015, 09:31:25 PM
Hai, salam Kenal mohon bimbingan dalam forum ini Terima kasih

hanan123

Mei 06, 2015, 04:38:23 PM
salam kenal tuk semuanya

Excalnewgate

April 16, 2015, 02:50:32 PM
Hallo salam kenal semua dan mohon bimbinganya ya, kedepanya.

NatsukiReza

April 16, 2015, 01:53:57 PM
maksih infonya gan
 

jasen

April 16, 2015, 01:36:33 PM
@NatsukiReza
Lanjutkan topik lama yang berhubungan dengan pertanyaan yg ingin diajukan, atau buat topik baru, di sub Forum yang sesuai.

NatsukiReza

April 16, 2015, 01:19:56 PM
gimana cara buat pertanyaan di forum ?? :D

Hanifyuand

April 12, 2015, 09:33:01 PM
Topik kita kan sains. Ustad gw ngomong jangan ditabrakin, entar timbul ketidakyakinan. Percayalah temen gw pernah ngalamin. Dia sekarang kerja di CERN. Dia sempet mau ateis gara-gara belajar partikel gitu-gitu

Show 50 latest
Khelasi (Chelation), berasal dari bahasa Yunani chele yang berarti sepit, merujuk kepada tangan kepiting atau kalajengking. Khelasi merupakan suatu proses reversible pembentukan ikatan dari suatu ligan, yang disebut khelator atau agen khelasi, dengan suatu ion logam membentuk suatu komplek metal yang disebut khelat. Tipe ikatan yan terbentuk dapat berupa ikatan kovalen atau ikatan kovalen koordinasi.

Terapi khelasi merupakan suatu metoda yang digunakan dalam mengatasi keracunan logam berat seperti merkuri. Dalam metoda ini digunakan senyawa organik tertentu yang dapat mengikat merkuri dan mengeluarkannya dari dalam tubuh manusia. Senyawa tersebut  memiliki gugus atom dengan pasangan elektron bebas, elektron tersebut akan digunakan dalam pembentukan ikatan dengan merkuri. Beberapa senyawa organik yang bisa digunakan sebagai khelator adalah dimercaprol, 2,3-dimercaptosuccinic acid (DMSA).

2,3-dimercapto-succinic acid (DMSA) merupakan senyawa organik larut dalam air, yang mengandung dua gugus tiol (-SH). DMSA merupakan khelator yang efektif dan aman digunakan dalam penanganan keracunan logam berat seperti timbal, arsen dan merkuri. Senyawa ini telah digunakan dalam penanganan keracunan merkuri sejak tahun 1950-an di Jepang, Rusia dan Republik Rakyat China, dan sejak tahun 1970-an digunakan di Eropa dan Amerika Serikat.

Senyawa 2,3-dimercapto-succinic acid (DMSA)

Senyawa organik yang dikenal juga dengan nama dagang chemet ini merupakan khelator yang efektif dalam penanganan keracunan logam berat seperti timbal, arsen dan merkuri. Serangkaian penelitian menunjukkan bahwa DMSA mampu mengeluarkan 65 % merkuri dari dalam tubuh manusia dalam selang waktu tiga jam (Patrick : 2002)

DMSA relatif aman digunakan sebagai khelator. Pada manusia normal, manusia, yang tidak terkontaminasi merkuri, 90 % DMSA yang diabsorbsi tubuh, diekskresikan melalui urin dalam bentuk disulfida dengan gugus thiol sistein. Sedangkan sisanya berada dalam bentuk bebas atau tanpa ikatan dengan gugus lain.

Dalam upaya mempercepat proses pengeluaran merkuri dalam tubuh manusia, DMSA dapat digunakan bersamaan dengan khelator lain seperti ALA (Alpha Lipoic Acid). DMSA juga dapat digunakan  bersamaan  dengan anti oksidan, seperti vitamin E dan vitamin C, dalam upaya mengurangi gangguan kesehatan sebagai akibat pembentukan radikal bebas oleh merkuri (Patrick : 2003)

Referensi

Miller, Alan L. 1998, Dimercaptosuccinic Acid (DMSA), A Non-toxic, Water-Soluble Treatment for Heavy Metal Toxicity. Alternative Medicine Review vol 3 (3) 199-207.
Patrick, Lyn. 2002, Mercury Toxicity and Anti Oksidant: part I: Role Of Gluthatione And Alpha-Lipoic Acid in The Treatment of Mercury Toxicity. Alternative Medicine Review Vol 7 (6) 456-471.
Patrick, Lyn. 2003, Toxic metal and antioksidants: part II. The Role of Antioxidants in arsenic and cadmium Toxicity. Alternative Medicine Review Vol 8 (2) 106.
Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia