Forum Sains Indonesia



*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

Anisa168

Hari Ini jam 12:33:34 AM
mohon bantuannya..
sebuah bola bermassa m dan berjari-jari R terletak pada lantai licin sebuah mobil memiliki percepatan horizontal a1 ke kanan. Berapakah percepatan bola a2? anggap bola menggelinding tanpa tergelincir.diketahi percepatan grafitasi adalah g.

agaricpro

Januari 23, 2015, 11:37:52 AM

lochvigo

Januari 21, 2015, 03:36:15 PM
kenapa terowongan bentuknya bulat? bantu jawab

denumam

Januari 20, 2015, 08:07:54 PM
Kok sepi yah disini??? Ga kaya forum geje sebelah. Mungkin orang indonesia suka yg geje2... :v

SAHABATPD

Januari 20, 2015, 02:57:45 PM
Salam kenal  ;)
 

Gen-I-uSy

Januari 19, 2015, 05:32:53 AM
sekarang latexnya udah ga bisa lagi ya

Taf_id

Januari 18, 2015, 06:00:30 PM
Sebuah mesin carnot dengan reservoir suhu tinggi 640K menyerap kalor sebesar 1250 kaloridengan efisiensi 20%. Berapakah kalor yang di serap  pada reservoir suhu tinggi bila efisiensi mesin naik menjadi 50%? Mohon di jawab dengan langkah2nya. Terima kasih
 

ch0c0

Januari 17, 2015, 07:21:24 PM
siapa aja yg online ni ;D

navymadagaskar

Januari 17, 2015, 02:15:50 PM
kalau mau ttg partikel tuhan,saya sedikit tahu tp ni mencakup ilmu tasawwuf modern

navymadagaskar

Januari 17, 2015, 02:14:45 PM
salam kenal semuanya
 :)

Show 50 latest

Penelitian di bidang obat-obatan kimia anorganik, akhir-akhir ini telah dikembangkan dengan memanfaatkan ligan-ligan pengkhelat yang terkoordinasi bersama ion-ion logam, kompleks yang terbentuk diarahkan sebagai kontrol dalam bioaktivitas. Agen pengkhelat dari ligan ini memberikan keuntungan dalam stabilitas kompleks yang terbentuk (Ryan E. Mewis. 2010). Asam dipikolinat dapat sebagai ligan anionik berupa dipic2-. Ligan dipikolinat termasuk jenis ligan tridentat dengan tiga atom donor pasangan elektron, yaitu N (nitrogen) dan 2 buah atom O (oksigen). Karena memiliki lebih dari satu atom donor, ligan dipikolinat termasuk ligan jenis pengkhelat (sepit) (Paul M. Pellegrino. 2001).

Dipikolinat ini banyak ditemukan dalam beberapa senyawa alami sebagai suatu produk degradasi oksidatif dari vitamin, koenzim, dan alkaloid, serta merupakan suatu komponen dari fulvic acid. Asam dipikolinat (piridin-2,6-dikarboksilat) juga menunjukkan beberapa fungsi biologis, di antaranya adalah kemampuan untuk aktivasi-inaktivasi dari beberapa mettaloenzim, penghambat transfer elektron, oksidasi LDL, selain itu juga toksisitas yang rendah (low toxicity) dari piridin-2,6-dikarboksilat banyak digunakan dalam model senyawa metallo-pharmaceutical (Zafar A. Siddiqi. 2009).

Akhirnya, asam dipikolinat menjadi salah satu ligan yang paling sesuai untuk senyawa pharmacological yang aktif, karena sifatnya yang rendah toksisitas dan amphophilic (AC. Gozales-Baro. 2005). Turunan asam karboksilat dan piridin telah banyak ditemukan kegunaannya dalam bidang kimia analitik dan sebagai penghambat korosi. Suatu asam dengan gugus karboksilat yang bertetangga dengan atom nitrogen berperan dalam suatu pembentukan reaksi kompleks dengan beragam ion logam (B. Setlow. 1993).

Asam dipikolinat juga merupakan penyusun utama dari bakteri spora. Dalam beberapa bakteri, asam dipikolinat menyumbang 17% dari berat spora. Asam dipikolinat (H2dipic), atau piridin-2,6-dikarboksilat dipercaya merupakan faktor utama yang berperan dalam melindungi spora dari panas dan radiasi UV (Alper Tolga, et al. 2009). Senyawa ini juga berperan untuk menjaga kestabilan dan pertumbuhan spora. Asam dipikolinat dalam sistem biologis, dipelajari pertama kali oleh Udo pada tahun 1936. Keberadaan asam piridin-2,6-dikarboksilat pada spora bakteri dipelajari oleh Powell pada tahun 1953. Molekul ini juga terdapat pada beberapa jamur.

Molekul ini tidak bereaksi dalam beberapa perubahan kimia, karena sifatnya yang inert dan tidak reaktif, tetapi mendapat perhatian yang lebih dalam bidang biologi, karena keberadaannya pada spora bakteri. Molekul asam piridin-2,6-dikarboksilat juga merupakan suatu agen pengkelat yang utama, sifat ini telah dipelajari dalam pergeseran kesetimbangan chiral-induced, yang dikenal juga sebagai efek Pfeiffer. Efek ini telah digunakan untuk membuktikan kemampuan optis dari kelat ion dipikolinat dengan beberapa logam lanthanida.

Diskusikan lebih lanjut di forum

Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia