Forum Sains Indonesia



*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Juni 19, 2013, 06:44:39 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

yahya

Juni 11, 2013, 04:11:16 PM
 :)
 

hifa0210

Juni 11, 2013, 01:46:19 AM
 :)
 

FajarSukma7

Juni 05, 2013, 08:18:21 PM
aslmualaikm
 

Robian1924

Mei 30, 2013, 10:14:09 PM
Assalamalaikum, salam sains gan.
 

iindrawrdn

Mei 27, 2013, 04:03:51 PM
newbie gan :)
 

Fariz Abdullah

Mei 27, 2013, 01:45:25 PM
@Aceng-Shop : Anda telah mengotori Forum ini..Motivasi Anda apa?
 

Aceng-Shop

Mei 27, 2013, 06:22:09 AM
salam kenal admin
 

skuler

Mei 27, 2013, 03:25:05 AM
dear admin, tolong user ini di banned:  http://www.forumsains.com/profile/Aceng-Shop/ dan topik buatannya ditaruh di tempat sampah. terima kasih
 

skuler

Mei 26, 2013, 01:51:24 AM
dear admin, tolong user ini di banned: http://www.forumsains.com/profile/tokoherbal/ dan topik buatannya ditaruh di tempat sampah. terima kasih

Show 50 latest

Robert Perry

Teknologi penangkap karbondioksida saat ini menjadi penting mengingat pemanasan global yang terjadi membutuhkan teknologi yang mampu mengurangi emisi gas tersebut ke dalam atmosfer. Hanya saja teknologi yang ada saat ini masih mahal dan tidak efisien.

Dalam Pertemuan Nasional ke-239 American Chemical Society (ACS), Robert Perry dan rekan kerjanya memaparkan bahwa pembangkit listrik batubara merupakan sumber emisi CO2 terbesar. Dari 8.000 pembangkit listrik batubara yang ada di Amerika Serikat, sebanyak 2,8 milyar ton CO2 dilepas ke atmosfer setiap tahunnya. Belum lagi dari 50.000 pembangkit listrik serupa dari seluruh dunia.

Berangkat dari hal tersebut, Robert Perry, seorang ahli kimia bekerja sama dengan GE Global Research di Niskayun, New York, mengembangkan sebuah material yang dalam pengujian skala laboratorium mampu menyerap lebih dari 90% CO2 yang ditambahkan ke dalam sistem.

Aminosilikon, material yang bisa ditemukan dalam produk shampo perawatan rambut, pelembut pakaian atau pun plastik fleksibel yang tahan terhadap suhu tinggi tersebut dikembangkan lebih jauh. Material yang berbentuk larutan tersebut, rencananya akan diuji untuk menyerap CO2 dan kemudian memindahkannya ke sebuah sistem yang berfungsi memisahkan CO2 dari aminosilikon. Larutan aminosilikon selanjutnya akan didaur ulang untuk bereaksi kembali dengan gas dari cerobong asap.

Diskusikan lebih lanjut di forum

Komentar *

1) Re: Bahan Sampo Perawatan Rambut Bisa Menjadi Kunci Untuk Menurunkan Emisi CO2
Ditulis oleh vm39 pada Desember 20, 2011, 11:38:22 AM
gud nyus nih gan!
2) Re: Bahan Sampo Perawatan Rambut Bisa Menjadi Kunci Untuk Menurunkan Emisi CO2
Ditulis oleh as54s1n pada Juli 09, 2012, 11:20:01 AM
mudah"an bahan itu jangan cuma bisa menurunkan tapi juga menyerap kadar CO2 di udara .

salam hangat dari assasin
3) Re: Bahan Sampo Perawatan Rambut Bisa Menjadi Kunci Untuk Menurunkan Emisi CO2
Ditulis oleh rifarif89 pada Agustus 07, 2012, 01:18:13 AM
bru dalm skala lab yah??

kpn mulai direalisasikan??
Diskusi dan komentar dipindah ke forum.
Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia