Forum Sains Indonesia



*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

jinggapersada

Desember 11, 2014, 09:08:06 AM
GOOD DAYS sahabat saya yg berbaik hati nya salam dari saya

raqiem7

Desember 09, 2014, 09:49:41 PM
Apakah di sini ada pembahasan sains dan hubungannya dengan agama?
 

Farabi

Desember 03, 2014, 06:50:05 PM
Seorang diktator akan menuntut rakyatnya untuk mengabdi kepada negara. Padahal seharusnya negara itu menjadi pelayan masyarakat.

tolle

Desember 03, 2014, 10:23:20 AM
gan dlu aku pernah coba buat kontrol robot pake stik ps2 tpi ngak jdi,,,,
bisa minta solusinya ....?

taqwimisme

Desember 02, 2014, 12:47:34 PM
nurhalimah
hmm.. bagus blognya..

taqwimisme

Desember 02, 2014, 12:45:40 PM
hallo.. mau nannya ada yg punya tutorial labview? lagi sangat butuh untuk kuliah..  :D

NurHalimah24

Desember 02, 2014, 11:13:09 AM
Halo salam kenal semuanya. bisa kunjungi blog saya ya http://nurhalimah-24.blogspot.com/ terima kasih :)

agus.sucipto99

Desember 01, 2014, 03:32:01 PM
haloo bang syair dari medan... minta alamat email atau no tlp yg bisa dihubungi dong ????

Learner

Desember 01, 2014, 01:03:16 AM
Ini anggota forumnya masih aktif kah?

quietwave

November 30, 2014, 08:24:45 PM
halo?

Show 50 latest

Robert Perry

Teknologi penangkap karbondioksida saat ini menjadi penting mengingat pemanasan global yang terjadi membutuhkan teknologi yang mampu mengurangi emisi gas tersebut ke dalam atmosfer. Hanya saja teknologi yang ada saat ini masih mahal dan tidak efisien.

Dalam Pertemuan Nasional ke-239 American Chemical Society (ACS), Robert Perry dan rekan kerjanya memaparkan bahwa pembangkit listrik batubara merupakan sumber emisi CO2 terbesar. Dari 8.000 pembangkit listrik batubara yang ada di Amerika Serikat, sebanyak 2,8 milyar ton CO2 dilepas ke atmosfer setiap tahunnya. Belum lagi dari 50.000 pembangkit listrik serupa dari seluruh dunia.

Berangkat dari hal tersebut, Robert Perry, seorang ahli kimia bekerja sama dengan GE Global Research di Niskayun, New York, mengembangkan sebuah material yang dalam pengujian skala laboratorium mampu menyerap lebih dari 90% CO2 yang ditambahkan ke dalam sistem.

Aminosilikon, material yang bisa ditemukan dalam produk shampo perawatan rambut, pelembut pakaian atau pun plastik fleksibel yang tahan terhadap suhu tinggi tersebut dikembangkan lebih jauh. Material yang berbentuk larutan tersebut, rencananya akan diuji untuk menyerap CO2 dan kemudian memindahkannya ke sebuah sistem yang berfungsi memisahkan CO2 dari aminosilikon. Larutan aminosilikon selanjutnya akan didaur ulang untuk bereaksi kembali dengan gas dari cerobong asap.

Diskusikan lebih lanjut di forum

Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia