Forum Sains Indonesia



*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

Sandy_dkk

Agustus 31, 2014, 01:36:12 PM
bukan rumit kang Farabi, tapi memang tidak bisa.

peterkusuma

Agustus 25, 2014, 10:03:23 PM
Teman2, ada yg tau kelarutan aluminium klorida dalam benzena ga?
Thx
 

Farabi

Agustus 25, 2014, 01:42:52 AM
Jadi penasaran, bisa ga tuh dipecahkan? Perkalian ya bukan pertambahan. Rumit banget kayaknya.
 

Sandy_dkk

Agustus 24, 2014, 11:58:59 PM
oh, ada yg nanya to d bawah? saya gak liat.
ada 3 variabel dan hanya ada 1 persamaan, maka mustahil mengetahui nilai setiap variabel. kecuali yang ditanyakan adalah hasil operasi dari variabel-variabel tsb, formula operasi tertentu masih mungkin ketemu hasilnya tanpa harus mengetahui nilai setiap v
 

Monox D. I-Fly

Agustus 24, 2014, 09:39:37 PM
bukannya 2p.3q.5r itu maksudnya 2p x 3q x 5r ya? Jadinya 1125000 = 30pqr
 

Sandy_dkk

Agustus 24, 2014, 04:04:27 PM
emang Farabi berpikir tentang apa?
 

Farabi

Agustus 21, 2014, 09:27:23 AM
2p+3q+5r totalnya ada 10 bagian. 2/10 *1125000 untuk p 3/10*1125000 untuk q dan 5/10 *1125000 untuk r. Gitu bukan? Yang kepikiran begitu.

keziakeren17

Agustus 18, 2014, 07:14:43 PM
gk ada yg mau jwb pertanyaan ku di topik
 

reborn

Agustus 18, 2014, 06:47:27 PM
@keziakeren17 bisa post di http://www.forumsains.com/fisika/ atau http://www.forumsains.com/fisika-smu/ ,. Selamat bergabung!

keziakeren17

Agustus 18, 2014, 06:39:36 PM
ada yg bisa bantu jwb soal fisika??

Show 50 latest
Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menilai fenomena Unidentified Flying Object (UFO) bukan sebagai bagian dari pembahasan secara scientific (ilmiah,red). Pasalnya, keberadaan UFO ini tidak pernah bisa dibuktikan secara ilmiah.

"Dalam nomenklatur kajian antariksa, UFO tidak pernah masuk sebagai kajian ilmiah," ujar Peneliti LAPAN, Thomas Djamaludin, Selasa (8/4).

Thomas mengakui bahwa ada sebagian masyarakat yang mengaku pernah menyaksikan atau melihat objek luar angkasa yang berbentuk seperti topi dan bercahaya, ataupun bentuk lainnya, dan menyebutnya sebagai UFO. Bahkan, dari informasi yang diperoleh Republika, pada Juni mendatang, pemburu UFO dari seluruh Indonesia akan berkumpul di Bandung untuk menantikan datangnya penampakan UFO. Mengenai hal ini, Thomas menegaskan, berbagai kesaksian dari orang yang pernah melihat benda luar angkasa yang disebut UFO ini tidak pernah bisa dibuktikan secara ilmiah. "Kesaksian-kesaksian itu sifatnya lebih personal saja," cetus dia.

Beberapa waktu yang lalu, kata Thomas, National Aeronautics and Space Administration (NASA) pernah melakukan kajian terhadap foto sebuah object yang bercahaya dan bentuknya mirip Apollo. Gambar objek tersebut difoto oleh salah seorang astronot saat penerbangan Apollo.

Dari hasil kajian NASA, kata Thomas, objek dalam foto itu ternyata salah satu bagian dari Apollo itu sendiri. Dengan demikian, kata dia, NASA pun tidak pernah memiliki bukti secara ilmiah adanya UFO.

Thomas menambahkan, dirinya pernah melihat di internet ada gambar makhluk luar angkasa yang tengah dibedah oleh sekelompok ilmuwan. Anehnya, kata dia, kalau hal itu memang itu benar terjadi, kenapa sampai sekarang, tidak pernah ada paper ilmiah yang menjelaskan soal itu.

"Bagi kalangan ilmuwan, hal ini merupakan sebuah prestasi yang dapat mengantarkannya memperoleh nobel. Jadi, tidak mungkin disembunyi-sembunyikan," cetus dia.

Meski begitu, Thomas menjelaskan, dalam nomenklatur astronomi, memang terdapat kajian khusus mengenai kemungkinan adanya kehidupan lain di luar Bumi. Nama kajian itu adalah Bio Astronomi.

Tapi, kata dia, dalam Bio Astronomi ini, kajiannya difokuskan pada kemungkinan-kemungkinan kehidupan lain di luar angkasa berdasarkan indikator-indikator tertentu yang memang bisa dibuktikan menjadi penunjang kehidupan.

Menurut Thomas, masih adanya sebagian masyarakat yang mempercayai UFO merupakan hak masyarakat. Meski demikian, Thomas menghimbau, jika ada masyarakat yang menyaksikan fenomena antariksa seperti benda bergerak disertai cahaya, sebaiknya segera melaporkan ke LAPAN.

"Nanti, kami akan melakukan kajian secara ilmiahnya sehingga bisa menjelaskan kepada masyarakat," jelas dia.
Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia