Forum Sains Indonesia



*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Pebruari 23, 2012, 04:31:27 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

Arya Pratama

Hari Ini jam 12:50:32 AM
Ikut gabung ya....hehehe :)
 

exile_rstd

Kemarin jam 06:52:45 AM
tampilan forsa di hpku ribet banget..
 

muhammad.Khaidir.komala

Pebruari 20, 2012, 08:06:11 AM
SERU BERDEBAT KAYAKNYA NIH.,.,,.,.,. ;D
Kutip
 

semut-ireng

Pebruari 20, 2012, 06:29:41 AM
 :)

ytridyrevsielixetuls

Pebruari 18, 2012, 07:24:27 PM
Science will surpass magick and take the domination but it is nothing different than a wheel of life phenomenon. No empire is immortal.
 

rusydisikumbang

Pebruari 18, 2012, 01:24:41 AM
selamat malam ...masih bingung mau mulai posting dari mana.... :)
 

Iwan matematikawan

Pebruari 17, 2012, 10:14:40 PM
aku baru disini
 

Yuliana Sabarina

Pebruari 17, 2012, 09:43:36 PM
hai...salam kenal Forsa mania :)
 

gadisdesa

Pebruari 17, 2012, 09:58:55 AM
ada yang bisa bantu saya,, saya butuh materi trntang petir dan BTS (base tranceiver statiob)  :)
 

semut-ireng

Pebruari 17, 2012, 07:20:18 AM
ayu-ayu kok bohong,  eman banget deh,  kalo jelek lalu bohong,  biarin aja :)

Show 50 latest

Fungsi gelombang pertama kali diciptakan oleh fisikawan Austria Erwin Schrodinger, untuk menangani salah satu fenomena dunia kuantum dualisme gelombang partikel. Namun, fungsi gelombang itu sendiri tidak memberikan gambaran fisik apa pun sampai Max Born mengusulkan untuk mengkuadratkan nilai mutlaknya. Selanjutnya, amplitudo fungsi gelombang yang telah dikuadratkan itu ditafsirkan sebagai kemungkinan menemukan partikel berada pada tempat dan saat tertentu. Bersamaan dengan itu, Born juga memperkenalkan metode pengukuran di bawah aturan-aturan yang ditetapkannya.

Dalam perkembangan selanjutnya para ahli menggunakan metode pengukuran tak langsung yang dikenal dengan tomografi kuantum. Dengan estimasi bahwa fungsi gelombang konsisten terhadap berbagai kumpulan hasil pengukuran, mereka melakukan banyak pengukuran, mencatat hasilnya dalam tabel yang nantinya digunakan untuk memprediksikan nilai-nilai pada kolom yang kosong. Jeff Lunden, seorang peneliti dalam bidang terkait mengibaratkan metode ini seperti meneliti sebuah gelombang air dengan cara menyinarinya dengan cahaya yang digerak-gerakkan lalu mengukur bayangannya di dasar kolam. Namun metode pengukuran tak langsung ini hanya melipat-gandakan masalah dalam menentukan fungsi gelombang. Lagipula fungsi gelombang terlalu rapuh, seperti gelembung sabun yang mudah pecah ketika disentuh untuk diteliti. Fisikawan Sanford, Onur Hosten bahkan menyatakan bahwa mengukur fungsi gelombang itu saja nyaris tidak mungkin dilakukan.

Mengukur Fungsi Gelombang

Tetapi kini tim fisika Kanada yang dikepalai oleh Jeff Lundeen berhasil menemukan cara baru untuk mengukur fungsi gelombang, bahkan secara langsung. Mereka menggabungkan sistem pengukuran kuat yang memberikan kepastian yang mantap tetapi menghancurkan fungsi gelombang, dan pengukuran lemah yang memberikan informasi yang kurang pasti namun hanya merusak sebagian kecil darinya.

Lundeen dkk. mendemonstrasikan hasil kerja mereka dengan bantuan banyak foton-tuggal sebagai partikel uji. Foton-foton itu ditransmisikan melalui serat optik dengan tujuan agar mereka mempunyai fungsi gelombang yang sama. Setelah ditembakkan, lalu foton itu dipolarisasikan sehingga mereka mendapat dua variabel dari satu keadaan foton untuk diukur. Pertama mereka mengukur lokasinya secara kasar, hal ini mengakibatkan fungsi gelombang itu tetap stabil. Kemudian sisa foton digunakan untuk mengukur momentumnya secara akurat dan akhirnya memetakan fungsi gelombangnya. Intinya, pengukuran pertama dikerjakan dengan cara halus sehingga tidak membatalkan hasil dari pengukuran kedua. Sayangnya, metode ini hanya berlaku jika telah diketahui secara pasti bahwa foton-foton uji itu memiliki keadaan kuantum yang sama.

Dengan demikian, tim tersebut tidak hendak menggugurkan mekanika kuantum. Nyatanya, prinsip ketidakpastian Heinsenberg masih berlaku. Mereka tidak memperkenalkan metode yang lebih baik untuk menjelaskan fenomena kuantum, mereka hanya memperkenalkan “metode lain” semata. Selain itu, untuk sementara partikel tunggal yang diuji baru foton. Meskipun begitu ini bukan berarti sebuah kegagalan, justru temuan tim Lundeen ini merupakan kemajuan. Ia memprediksikan, dalam waktu dekat metodenya juga dapat disesuaikan untuk mengukur fungsi gelombang partikel-partikel lain seperti ion, molekul dan elektron.

Sumber :
http://www.nature.com/nature/journal/v474/n7350/full/nature10120.html
http://www.sciencenews.org/view/generic/id/330958/title/Wave_function_directly_measured_

Diskusikan lebih lanjut di forum

Komentar *

1) Re: Fungsi Gelombang Dapat Diukur Secara Langsung
Ditulis oleh mdpulsa pada Desember 07, 2011, 10:23:22 AM
Cara ngukurnya gimana ?
Diskusi dan komentar dipindah ke forum.
Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia