Berita: Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?


Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Saat ini kesulitan pilihan hidup menjadi pendidik lebih berat dari masa sebelumnya. Di luar tantangan masalah ekonomi dan gaya hidup materialistis, hanya seorang guru yang mempertahankan idealisme memfasilitasi anak didiknya menumbuhkembangkan jati diri yang berkarakter yang bisa mempertahankan kehormatan sebagai pendidik. Artinya idealnya seorang guru harus memberikan dirinya secara total bagi dunia pendidikan, sebuah keadaan yang berat di tengah semua persoalan hidup yang harus dihadapi seorang guru. Maka perlu ada strategi untuk menyiasati beban-beban struktural-administratif kependidikan agar tidak menjerat guru ke dalam perangkap yang melelahkan sehingga mereka melepaskan idealisme dan semangat yang dibutuhkan. Strategi ini antara lain adalah menciptakan kondisi yang memacu untuk terus-menerus belajar.

Guru yang berkualitas selalu mengembangkan profesionalismenya secara penuh. Dia tak akan merengek-rengek meminta diangkat sebagai pegawai negeri atau guru tetap sebab pekerjaannya telah membuktikan, kinerjanya layak dihargai. Mungkin ini salah satu alternatif yang bisa dilakukan guru untuk mengembangkan dan mempertahankan idealismenya pada masa sulit. Namun, idealisme ini akan kian tumbuh jika ada kebijakan politik pendidikan yang mengayomi, melindungi, dan menghargai profesi guru. Pemerintah sudah seharusnya menggagas peraturan perundang-undangan yang melindungi profesi guru, tidak peduli apakah itu guru negeri atau swasta, dengan memberi jaminan minimal yang diperlukan agar kesejahteraan dan martabat guru terjaga.

Visi guru sebagai pelaku perubahan dan pendidik karakter.  Menjadi pelaku perubahan, perubahan itu harus tampil pertama-tama dalam diri guru.  Hal inilah yang menjadi pemikiran dan strategi utama bagi para guru agar mampu menjadi pelaku perubahan dan pendidik karakter yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita dewasa ini.

Di zaman persaingan ketat seperti sekarang, kinerja menjadi satu-satunya cara untuk mengukur mutu seorang guru. Karena itu, status pegawai negeri, swasta, tetap, atau honorer tidak terlalu relevan dikaitkan gagasan tentang profesionalisme kinerja seorang guru. Di banyak tempat lembaga swasta yang besar dan maju, status pegawai tetap malah membuat lembaga pendidikan swasta tidak mampu mengembangkan gurunya secara profesional sebab mereka telah merasa mapan. Demikian juga yang menjadi pegawai negeri, banyak yang telah merasa nyaman sehingga lalai mengembangkan dirinya.  Oleh karena itu guru harus kembali pada jati dirinya yaitu memiliki sifat-sifat tertentu, yaitu ramah, terbuka, akrab, mau mengerti, dan mau belajar terus-menerus agar semakin menunjukkan jati diri keguruannya.

Situasi ini tidak dapat diatasi dengan mengangkat seluruh guru honorer menjadi pegawai negeri, seperti tuntutan beberapa kelompok guru honorer maupun mengangkat guru tidak tetap menjadi guru tetap yayasan.

Masalah ini hanya bisa diatasi jika pemerintah dan masyarakat memberi prioritas untuk menjaga, melindungi, dan menghormati profesi guru. Secara khusus, pemerintah harus memberi jaminan finansial secara minimal kepada tiap guru agar mereka dapat hidup layak dan bermartabat sebagai guru. Jaminan seperti ini hanya bisa muncul jika ada perlindungan hukum berupa peraturan perundang-undangan yang benar-benar memihak dan berpihak kepada guru.

Sejauh ini, pemerintah hanya mampu menuntut guru untuk ikut sertifikasi, tetapi ia gagal memberi penghargaan dan perlindungan atas profesi guru (ada ketidakseimbangan kuota guru negeri dan swasta, sedangkan swasta dibatasi kesejahterannya dengan aturan alokasi jam mengajar dan status kepegawaian). Pemerintah memiliki tugas mulia dalam menyejahterakan nasib guru. Negara mampu melakukan itu jika ada keinginan politik yang kuat. Ongkos sosial dan politik pada masa depan akan lebih ringan jika pemerintah mampu memberi perlindungan dan kemartabatan profesi guru, terutama memberi jaminan ekonomi minimal agar para guru dapat hidup bermartabat, sehingga mereka dapat memberi pelayanan bermutu bagi masyarakat dan negara.

Sekarang kembali kepada guru itu sendiri bagaimana cara menyikapi diri sebagai pendidik yang profesional, untuk itu guru wajib terus mengembangkan diri di era globalisasi ini, kalau tidak terus mengembangkan diri, guru bisa tertinggal dari siswanya, meskipun belum terima sertifikat profesional apalagi sudah terima sertifikat profesional dan TPP sudah diterima.  Tidak ada alasan untuk tidak sempat tapi harus melakukan sesuatu yang sudah menjadi tuntutan bahwa pengetahuan guru harus selalu terasah dan up to date.

Mudah-mudahan pemerintah terus meningkatkan perhatian dan pemikirannya kepada profesi guru dari tahun ke tahun agar guru-guru di negri tercinta ini kembali pada jati dirinya, tidak saja kemudahan dalam mengikuti sertifikasi namun mungkin ada hal-hal lain misalnya menambah kuota bagi guru-guru swasta atau yang lainnya yang dapat membuat guru-guru kembali bersemangat dalam bekerja dan berkreatifitas untuk menambah pengetahuan dalam pembelajarannya.

Artikel Umum Lainnya

Tanggapan *

1) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh soviet regarda pada Juni 22, 2009, 10:12:39 AM
yah,,pemerintah indonesia memang pembual!!
percayalah yg menjadi perhatian pemerintah hanya kesejahteraan jendral, pejabat dan pengusaha..
LETS FIHGT AGAINTS CAPITALIST BASTARD!!! 

2) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh bupunsu pada Juni 22, 2009, 10:56:12 AM
Nasib guru di Indonesia, mirip nyayian Umar Bakri. Di bandingkan dengan Malaysia, atau Singapura, sangat jauh tertinggal, baik kesejahteraannya, maupun semangat kerjanya. Apalagi guru swasta, dan daerah terpencil.  Menurut pak Yusuf Kalla, nantinya penghasilan guru bakal mencapai Rp 5 juta/bulan, betul tidak, saya kurang tahu.
Di Taiwan, guru sekolah menengah malah ada yang doktor dan profesor. Di kita, dosen yang sudah mencapai pangkat profesor (bukan gelar lho ... tapi sering latah dikatakan .. halo pak prof!), malah banyak yang menjadi birokrasi (pejabat ini dan itu) lalu banyak meninggalkan kehidupan laboratorium.
Keadaan masih ter-balik2. Bahkan anggaran saja, banyak macet di biro keuangan tingkat universitas, dan turunnya ke tingkat fakultas dan jurusan, banyak seret-nya.
yaah musti sabar dech.

3) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh gurumuda pada Juni 23, 2009, 12:39:46 AM
Seandainya seorang mantan guru menjadi presiden, mungkin ia akan lebih memperhatikan nasib guru...

4) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh Karno Giyantono pada Juni 27, 2009, 07:47:33 PM
Guru yang berkualitas selalu mengembangkan profesionalismenya secara penuh. Dia tak akan merengek-rengek meminta diangkat sebagai pegawai negeri atau guru tetap sebab pekerjaannya telah membuktikan, kinerjanya layak dihargai. Mungkin ini salah satu alternatif yang bisa dilakukan guru untuk mengembangkan dan mempertahankan idealismenya pada masa sulit.

saya tidak mengharapkan di balas, saya hanya mengharapkan semoga muridku menjadi lebih baik, beriman dan bertakwa. tapi terimakasih banyak kawan-kawan telah memperhatikan kami, walaupun bukan guru.

nb:
doa in yah supaya bisa jadi presiden.....

5) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh fazr pada Juli 01, 2009, 08:18:52 AM
zaman sekarang dah ga ada apa guru yg mirip OEMAR BAKRIE.........???

6) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh nussifera pada Juli 02, 2009, 10:57:35 AM
emang sulit.. pemerintah selalu menggembor2kan anggaran tambahan 20% padahal jjika ditilik kembali 20 % itu dari sd hingga PT belum lagi smk slb dll...
memang kalo guru PNS cukup dengan kesejahteraan tapi yg honor.. betul2 berjuang...
ada kesejahteraan dijanjikan tapi harus sertifikasi gimana ni.. mau memberi saja mempersulit..
ya semoga dengan ketabahan akan menjadi profesional n inga inga dibalas dengan pahala karena mengajar amin

7) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh moh. warso pada Juli 14, 2009, 07:09:16 AM
Guru itu agen perubahan, bukan agen pengeluh dan meratapi nasib. Untuk itu jadilah seorang guru yang memiliki wawasan enterpreneur. Mudah-mudahan dapat merubah nasib guru saat ini menjadi guru yang produktif daam segala hal, terutama dalam peningkatan kualitas belajar mengajar

8) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh heru.htl pada Juli 19, 2009, 08:48:53 PM
Guru bagaikan ibu, sedangkan sorga itu ditelapak kaki ibu...
Menyakiti hati guru, merendahkan martabat guru, dan membiarkan nasib para guru terlantar, berarti mengundang karma dan laknat...
Sungguh, sehebat apapun kita, setinggi apapun pangkat manusia, ia tidak akan pernah mencapai itu semua tanpa bimbingan para guru...

Tetapi ingat, Anda para guru saat ini, tetaplah jaga tujuan pendidikian yang sebenarnya; jika Anda berharap menjadi guru hanya demi gaji dan tunjangan, maka sebaiknya kembali ketujuan awal -- yakni tujuan "sebagai missionaris ilmu pengetahuan"!!! Jika Anda merasa tidak cukup dengan gaji Anda sekarang ini, maka segeralah tinjau kembali apa tujuan prior Anda sebagai guru pada awalnya --> cari gaji atau mengajarkan ilmu?

9) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh iqbalyusuf pada Juli 22, 2009, 11:49:32 PM
Guru adalah sumber ilmu,...terutama sekali adalah sumber tauladan untuk suatu idealisme. Tetapi itu semua telah hancur diterpa oleh sistem pendidikan yang berjalan tidak sesuai dengan aturan yang telah dibuat.Sistem yang seharusnya memakan biaya yang tinggi hanya di akomodasi dengan biaya yang seadanya sehingga yang timbul adalah bentuk kecurangan yang sudah merupakan rahasia umum. Guru yang idealis di sorot, ditekan, dan sebagainya....sedang !!! Guru yang sudah kehilangan idealismenya malah di pertahankan, disanjung, dan sebagainya. Hal ini terbukti dengan guru memberi sejenis contekan dengan kata halus membantu siswa pada saat UN,.....sehingga nurani kadang menghentak !!!!...apakah ini yang diinginkan sistem pendidikan sekarang..?


10) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh eucalypto pada Juli 23, 2009, 09:03:12 AM
Untuk Pak heru.htl:

Jika Anda merasa tidak cukup dengan gaji Anda sekarang ini, maka segeralah tinjau kembali apa tujuan prior Anda sebagai guru pada awalnya --> cari gaji atau mengajarkan ilmu?


Ada saran dari saya, sebaiknya jangan dipertentangkan antara mendapat gaji dan mengajarkan ilmu. Kenapa? Ya, menurut saya pribadi, ini adalah "pembodohan" tentang posisi guru. Bicara realistis saja pak. Kondisi murid sekarang sudah sangat kenyang dengan informasi dan teknologi. Lalu jika kita bicara guru jangan minta gaji tinggi, lalu saya mau menganalogikan kasus seperti ini:

Suatu pagi, di rumah guru yang sangat sederhana. Si guru harus menimba air di sumur jam 4 pagi. Untuk dirinya dan anak2nya. Lalu dia mengurus anak2nya dan rumahnya. Lalu setelah selesai, dengan hanya bermodalkan sarapan sepotong ubi rebus dan teh tawar, sang guru pergi ke sekolah dengan berjalan kaki.

Suatu pagi juga, di rumah sang murid. Dengan hanya menekan tombol, maka air panas mengalir melalui shower di kamar mandi yang mewah. Sarapan dengan gizi yang lebih dari cukup, sambil menonton TV dan browsing internet melalui laptop dan PDAnya. Lalu pergi ke sekolah dengan mobil super mewah.

Dan bertemulah mereka di ruang kelas.... Sang guru yang masih lapar dan pusing memikirkan mau makan apa seluruh keluarganya esok hari, si murid bertanya tentang kejadian dan perkembangan teknologi terbaru di belahan dunia yang lain.

Bisa anda bayangkan apa yang akan sang guru jawab? Bahkan TV tidak ada di rumahnya. Apalagi INTERNET!! Boro-boro langganan koran, internet... Maka bisa ditebak si guru akan terdiam bengong..........

Silahkan renungkan Pak. Jadi jangan dipertentangkan masalah gaji dan menyebarkan ilmu.


ps. Saya adalah seorang pengajar sebuah sekolah di Jakata.

11) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh halohalo pada Juli 24, 2009, 10:24:43 PM
^ kl jakarta ya logika kudu jalan to pak2..
revisi ya pak..bukan menyebarkan ilmu, tapi PANGGILAN pak

12) Re: guru oh guru
oleh fresh pada Juli 25, 2009, 12:19:38 PM
jadi guru adalah sebuah kepuasan dalam hati manusia bila manusia tersebut memang ikhlas dan rela dalam mengajar murid2nya tdk akan ada kesulitan dalam hidup baik materi & lainnya, bila tidak!!!!!!!!! pasti guru tsb tdk ikhlas dlm mengajar dan hanya mencari materi..masih banyak yg lebih susah pa!!! turun ke lapangan dnk...

13) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh punx pada Juli 25, 2009, 12:52:50 PM
benar bgt pa yg dikatakan pak eucalypto,,,, guru juga harus mengikuti perkembangan zaman...
ga boleh kalah ma murit,,, bukan ga boleh sih,,,murid memang dididik biar lebih pinter dari gurunya sih,,,
cuman paling ga dia harus bisa mengimbangi informasi2 yg uda diterima murid dari luar. dan itu membuthkan dukungan dari pemerintah.
Mengapa Pemerintah??? karena ia yg paling berkomitmen dalam mewujudkan pendidikan yg baik kek yg dituangkan dlm aturan2nya itu

14) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh punx pada Juli 25, 2009, 12:55:52 PM
@pak halohalo,,,, maksudnya penggilan jiwa gmn ???
saya dah sering kali denger kalimat ini,,, cuman masih lum ngerti.

15) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh nomos pada Juli 26, 2009, 08:48:03 PM
thx 4 our guru...

16) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh oetomo broto pramono pada Agustus 14, 2009, 09:07:25 AM
Jati Diri Guru Saat Ini ..
Selama dibenaknya tertanam kekuatan iklas lahir dan batin serta dapat menjiwai 8 perilaku (asta brata) setiap saat dan setiap harinya pasti akan ENJOY aja !

17) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh heru.htl pada Agustus 15, 2009, 02:05:51 AM
Dik eucalypto:

Perfect sekali pendapat Anda, saya salut...

Soal Internet:
Mengikuti perkembangan jaman boleh saja, tetapi itu bukan ke arah glamour.
Contohnya soal internet, kalau nggak punya LAN di rumah, ya pergi kewarnet khan bisa, sejam kan cukup di warnet kalau cuman browsing (nggak usah sambil streaming video segala).
Kalau sewa LAN kan mahal, mana lambat lagi.
Saya tambahin Dik, mungkin pemerintah dalam hal ini (sesuai gambaran pikiran Anda) memang perlu memberi tunjangan tambahan, ya anggaplah itu tunjanag fasilitas, tetapi jangan kemudian di-pindah-bebankan (over-burdened) kepada siswa, khan nggak semua siswa itu putra/putri orang kaya.

Mas & punx:
Benar kata pendapat Anda, memang pemerintah itulah yang harus bertanggung jawab terhadap gaji guru.

Tetapi ingat sekali lagi, kalau prioritas utama guru koq jadinya cuman nyari gaji tinggi dan ternyata kalau gajinya rendah sang guru malas mengajar sehingga siswa juga yang tanggung resikonya, wah mending nggak usah jadi guru, khan banyak profesi lain yang hasilnya lebih besar.

Perlu dicatat, profesi guru itu adalah pseudo profesi komersial, maka jika tujuannya adalah komersialisme, sebaiknya carilah profesi lain.

18) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh eucalypto pada Agustus 18, 2009, 03:02:49 PM
Pak heru.htl

Ada hal yang kita sependapat, tetapi banyak hal juga yang kita sungguh berbeda.

1. Mengikuti perkembangan jaman boleh saja, tetapi itu bukan ke arah glamour.

19) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh hyle pada Agustus 18, 2009, 11:49:59 PM
sekarang guru menjadi profesi terbuka, tapi profesi yang lain butuh spesialisasi. Emang semudah itukah jadi guru ? 

20) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh sawoenk pada Agustus 23, 2009, 05:14:21 AM
Kira - kira bener ga yah logika saya? kalo kebutuhan guru dipenuhin, kemudian diberi hadiah untuk guru yang berprestasi, bisa ga kira kira meningkatkan mutu pendidikan di negara kita yah ?

21) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh ulung pada Agustus 24, 2009, 06:00:02 AM
PR yang sangat penting untuk para Pemerintah egois saat ini...
kesejateraan guru perlu diperhatikan...

22) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh paunk pada Agustus 25, 2009, 10:59:28 PM
guru2 jaman sekarang kaya ga ada artinya di depan masyarakat....padahal, kalo ga ada guru ga bakal ada orang2 sukses...dia bagaikan pahlawan tanpa tanda jasa........tapi dibalik itu semua, jasanya sangat besar.....

23) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh Ikh pada Agustus 29, 2009, 01:08:57 PM
mari kita bangkitkan semangat lagu "terimakasihku"

24) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh aini pada September 01, 2009, 10:05:27 AM
terkadang kita melihat sesuatu dari sisi saja,
y smua masyarakat Indonesia mempunyai kewajiban bersama untuk memajukan bangsanya,..
dgn menegmbalikan posisi guru sebagaimana semsetinya..
dalam pepatah jawa guru ialah orang yang digugu dan ditiru..

25) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh Haryanto pada September 08, 2009, 12:05:49 PM
Saya sangat setuju jika gaji guru harus layak, semoga apa yang direncanakan pemerintah saat ini tercapai, dan itu cukup.. Namun demikian dibarengi dengan peningkatan kualitas gurunya.. Saya seorang guru saat ini.. namun demikian, saya tidak berencana untuk terus menjadi guru Sklh Menengah.. saya tidak suka statusnya, meskipun saya cinta pekerjaannya, mengajar.. Bagaimanapun, kalau bangsa ini ingin maju, gurunya harus cerdas dan bersemangat.. bagaimana untuk menarik hati para kawula cerdas muda untuk menjadi guru? bayaran yang menarik.. omong kosong dengan hati nurani, berapa orang sih yang hatinya mau demikian, lantas kapan bangsa ini sepantar dengan korsel atw jepang.. tidak banyak guru saat ini yang dibayar layak, dan cukup layak untuk menjadi guru (ini realita yg saya dapati di lapangan, harus menambah wawasan).. :)

a teacher and real physicist
Anto
http://www.slac.stanford.edu/spires/find/hepnames/www?rawcmd=find+name+siahaan

26) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh AmramRede pada September 13, 2009, 07:06:03 AM
Jadikan profesi guru sebagai alternatif pilihan yang utama. Dengandemikian siswa-siswa SMA/SMK, yang brilian diharapkan memilih LPTK
sebagai lanjutan pendidikan mereka.

27) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh toni gunawan pada September 19, 2009, 01:02:48 PM
Guru sekolah adalah profesi. Karena itu coba sejajarkan gaji guru dengan profesi-profesi lainnya. Kecuali kalau kita
menganggap guru adalah tenaga sosial, ya itu ......lah gajinya gaji tenaga sosial..., terus mau kemana mutu pendidikan kita?

28) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh capella pada Oktober 06, 2009, 03:38:24 PM
yup setuju...

29) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh muslim-borneo pada Oktober 08, 2009, 02:48:07 PM
Guru, siapa pun tau fungsi guru sebagai apa, tapi kebanyakan guru sudah tidak memfungsikan dirinya sebagai guru yang mengayomi dan mendidik, guru saat ini sudah sibuk dengan mengajarnya tampa memperhatikan lagi yang diajarnya, guru hanya mengejar target, tampa memperhatikan jiwa sang anak didik, walaupun sudah ada program sertifikasi tapi masih banyak guru yang tidak bertanggung jawab, pulang sesuai dengan jam mengajar padahal gajinya sudah ditambah, mau jadi apa anak didik bangsa ini jika guru tidak peduli dengan tanggung  jawab. wahai para guru berbaktilah dengan penuh ketulusan, Insya Allah, Allah akan memberikan balasan pahala yang berlipat, itu yang lebih penting dari sekedar menghitung materi yang akan didapat.

30) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh paladin-x pada Oktober 11, 2009, 10:08:52 PM
Ketika seorang pribadi mau menjadi guru berarti siap menjunjung tinggi tugas-tugas sebagai seorang guru. Tugas Guru tidak hanya mengajar di kelas, tapi ada tugas lain untuk perkembangan proses pembelajaran sampai dengan proses evaluasi terhadap perkembangan anak didik. Seperti apakah guru saat ini???? hik..hik...hik...(air mata menetes) Masih adakah guru yang sepenuh hati mencurahkan untuk kepentingan pendidikan???? Bagaimana dengan tunjangan profesi yang sudah diberikan???

31) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh davyid pada Oktober 12, 2009, 12:58:46 AM
Jadi guru tuch ga mudah..susah banget..selain ilmu yang jadi bidang studi harus di kuasai,guru juga harus tau aspek kejiwaan dari siswa..
wajar kalo guru di seleksi dan di beri penghargaan tinggi..karena nasib bangsa ada di tangan para guru...semangat para bapak dan ibu guru..

32) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh Yanto ginte pada Oktober 12, 2009, 10:54:14 AM
Guru, harus bisa di gugu(di patuhi) dan ditiru( diikuti). Memang ada kompetensi minimal yang harus dimiliki selain harus faham sikon siswa juga materi dan media apa yang diperlukan, di sini guru sebagai fasilitator dan handayani, memberi motivasi sangat penting. Disamping harus kaya metode dan kaya referansi, juga kaya "hati". Dan yang paling penting adalah merasa cukup apa anugerah yang sudah ada(syukuri yang ada). Pemerintah pasti udah berfikir, kalau belum sekarang mungkin nanti. Dengan kesabaran dan husnudlon inilah semua akan baik2 saja. Kalau gak di dunia ya .. nanti kaya di akherat. Inilah pendirian guru.

33) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh bunda pada Oktober 30, 2009, 04:02:30 PM
Bersyukur anakku saat ini dididik oleh guru yang memang ikhlas mengajar kepada murid-muridnya. Memberikan lebih dari yang diterimanya setiap bulan dari orang tua murid, sehingga ada tali silaturahmi yang cukup kuat antara murid dan guru serta guru dan orang tua. Terima kasih kepada para guru. Tetapi guru tersebutpun memang membutuhkan materi untuk tetap melanjutkan hidupnya. hidup ini adalah pilihan. Disaat berikrar menjadi guru, konsekuensi baik dan buruk pasti akan diterima dan hal ini diketahui sejak awal.
banyak profesi non sosial pun memperoleh penghasilan yang masih di bawah standar hidup menengah ke bawah. Sifat manusia secara alamiah selalu menginginkan sesuatu yang lebih baik dan menguntungkan adalah hal yang wajar.
Tetapi sifat nurani kebaikan semoga bisa selalu berdampingan dan tertanam dalam hati sehingga ada kenyamanan lebih yang terasa oleh diri sendiri dan lingkungan disekitarnya.

34) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh wicak pada November 07, 2009, 07:51:41 AM
sungguh teralalu melihat keadaan guru skrg...jasa sma pengorbananny tdak sesuai dgn apa yg mereka dapatkan.

35) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh nunia pada November 09, 2009, 05:21:41 PM
hmm.. mang mudah menyatakn pendapat. tpi,, d realisasikn dong..

berikan suatu kbanggan kpd guru kita sbg ucapan trima ksh.

berikan semua ilmu kita kpd mrk org bnk..

36) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh angelaras pada November 16, 2009, 08:42:43 AM
guru adalah pahlawan tanda jasa.........guru adalah profesi...dia juga manusia yg membutuhkan materi u kebutuhan hidupnya.....namun disatu sisi....apakah dengan penambahan kesejahteraan guru dapat meningkatkan KUALITAS pengajaran....bagi murid murid nya...?

37) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh taeper pada November 18, 2009, 08:21:50 AM
Guru sejati, mampu melakukan segala sesuatu secara supranatural dan tidak membutuhkan keterbiasaan seperti disebut di atas. Jika seseorang yang sudah menemukan guru sejatinya itu seorang paranormal, maka ia tidak harus jadi pedagang dulu untuk meramalkan masa depan sebuah usaha perdagangan.

Dalam konsep ini, pandangan umum yang menerangkan bahwa setiap orang selalu bercermin kepada dirinya sendiri dalam menilai sesuatu, sama sekali sudah tidak berlaku.

Seorang paranormal sejati, tidak perlu jadi pemerkosa terlebih dahulu, untuk dapat menilai seseorang itu pelaku pemerkosa atau bukan. Juga tidak perlu jadi pendusta dulu, jika harus menilai seseorang tersebut adalah penipu atau pembunuh berdarah dingin.

Disamping menyampaikan isyarat tentang keselamatan diri sendiri, guru sejati juga membimbing seseorang masuk dunia gaib roh. Ketika seseorang menemukan guru sejatinya, ia sudah tidak membutuhkan tuntunan kebatinan atau supranatural.

Karena itu dalam filosofi Jawa sudah ditegaskan, ilmu tertinggi dalam ilmu gaib adalah sekti tanpo aji digdoyo tanpo guru, sudah sakti tanpa ‘pegangan’ – maksudnya tanpa jimat, aji-aji, ilmu kebatinan – dan sudah hebat tanpa berguru. Filosofi ini, mencontohkan seseorang yang sudah menemukan ingsun sejati, sedulur sejati dan guru sejati.

Biasanya, orang yang sudah menguasai filsafat tersebut adalah mereka yang sudah memiliki kebijaksanaan mendalam. Penguasaan unsur gaib tubuh tersebut tidak bisa dikaitkan dengan karakter bawaan. Bukan berarti seseorang yang memiliki kebijaksanaan mendalam harus lemah lembut atau sok baik. Kebijaksanaan yang luas akan tercermin pada cara berpikir dan daya analisisnya.

Meski merupakan bentuk pengendalian hidup manusia, namun guru sejati tidak ada kaitannya dengan komunitas malaikat. Guru sejati merupakan penggumpan gaib dari seseorang yang melalukan olah batin. Seseorang yang sudah berhasil menemukan ingsun sejati dan sedulur sejati, secara otomatis akan memiliki daya mistis guru sejati. Ia akan dituntun menuju hakikat supranatural yang digelutinya.

10 sebab mengapa siswa jenus terhadap guru :
Suara anda terlalu datar.
Raut wajah anda tanpa ekspresi
sibuk berada dibelakang meja saat pembelajaran berlangsung.
Baru memulai pembelajaran langsung melakukan ceramah, dan tidak ada pemanasan seperti permainan atau hal yang membuat siswa terbuka pikirannya dan menjadi semangat.
Guru miskin gerak, lakukan gerakan bersama agar siswa anda menjadi fokus.
Maunya anak langsung bisa menguasai pembelajaran, tanpa mengedepankan unsur kolaborasi antar dalam pembelajaran.
Tidak punya prosedur rutin di kelas, peraturan serta konsekuensi.
Membiarkan virus ‘kemalasan’ menyebar. Saat anda mendiamkan siswa yang berbuat melanggar peraturan maka yang lain jadi malas melakukan hal yang baik saat anda berada di kelas.
Jarang senyum
Terlalu banyak humor dan tidak serius.

Menjadi profesional, berarti menjadi ahli dalam bidangnya. Dan seorang ahli, tentunya berkualitas dalam melaksanakan pekerjaannya. Akan tetapi tidak semua Ahli dapat menjadi berkualitas. Karena menjadi berkualitas bukan hanya persoalan ahli, tetapi juga menyangkut persoalan integritas dan personaliti. Dalam perspektif pengembangan sumber daya manusia, menjadi profesional adalah satu kesatuan antara konsep personaliti dan integritas yang dipadupadankan dengan skil atau keahliannya.

Menjadi profesional adalah tuntutan setiap profesi, seperti dokter, insinyur, pilot, ataupun profesi yang telah familiar ditengah masyarakat. Akan tetapi guru...? Sudahkan menjadi profesi dengan kriteria diatas. Guru jelas sebuah profesi. Akan tetapi sudahkah ada sebuah profesi yang profesional...? Minimal menjadi guru harus memiliki keahlian tertentu dan distandarkan secara kode keprofesian. Apabila keahlian tersebut tidak dimiliki, maka tidak dapat disebut guru. Artinya tidak sembarangan orang bisa menjadi guru.

Namun pada kenyataanya, banyak ditemui menjadi guru seperti pilihan profesi terakhir. Kurang bonafide, kalau sudah mentok tidak ada pekerjaan lain atau sebuah status sosial yang lekat dengan kemarginalan, gaji kecil, tidak sejahtera malah dibawah garis kemisikinan. Bahkan guru ada yang dipilih asal comot yang penting ada yang mengajar. Padahal guru adalah operator sebuah kurikulum pendidikan.Ujung tombak pejuang pengentas kebodohan. Bahkan guru adalah mata rantai dan pilar peradaban dan benang merah bagi proses perubahan dan kemajuan suatu masyarakat atau bangsa.

Mengingat guru adalah profesi yang sangat idealis, pertanyaannya adakah guru profesional itu...? Dan bagaimana melahirkan sosok guru yang profesional tersebut...?

Guru Profesional
Kalau mengacu pada konsep di atas, menjadi profesional adalah meramu kualitas dengan intergiritas, menjadi guru pforesional adalah keniscayaan. Namun demikian, profesi guru juga sangat lekat dengan peran yang psikologis, humannis bahkan identik dengan citra kemanusiaan. Karena ibarat sebuah laboratorium, seorang guru seperti ilmuwan yang sedang bereksperimen terhadap nasib anak manusia dan juga suatu bangsa.Ada beberapa kriteria untuk menjadi guru profesional.

Memiliki skill/keahlian dalam mendidik atau mengajar

Menjadi guru mungkin semua orang bisa. Tetapi menjadi guru yang memiliki keahlian dalam mendidikan atau mengajar perlu pendidikan, pelatihan dan jam terbang yang memadai. Dalam kontek diatas, untuk menjadi guru seperti yang dimaksud standar minimal yang harus dimiliki adalah:

Memiliki kemampuan intelektual yang memadai
Kemampuan memahami visi dan misi pendidikan
Keahlian mentrasfer ilmu pengetahuan atau  metodelogi pembelajaran
Memahami konsep perkembangan anak/psikologi perkembangan

Kemampuan mengorganisir dan problem solving
Kreatif dan memiliki seni dalam mendidik

Personaliti Guru

Profesi guru sangat identik dengan peran mendidik seperti membimbing, membina, mengasuh ataupun mengajar. Ibarat sebuah contoh lukisan yang akan ditiru oleh anak didiknya. Baik buruk hasil lukisan tersebut tergantung dari contonya. Guru (digugu dan ditiru)  otomatis menjadi teladan. Melihat peran tersebut, sudah menjadi kemutlakan bahwa guru harus memiliki integritas dan personaliti yang baik dan benar. Hal ini sangat mendasar, karena tugas guru bukan hanya mengajar (transfer knowledge)  tetapi juga menanamkan nilai - nilai dasar dari bangun karakter atau akhlak anak.

Memposisikan profesi guru sebagai  The High Class Profesi

Di negeri ini sudah menjadi realitas umum  guru bukan menjadi profesi yang berkelas baik secara sosial maupun ekonomi. Hal yang biasa, apabila menjadi Teller di sebuah Bank, lebih terlihat high class dibandingkan guru. jika ingin menposisikan profesi guru setara dengan profesi lainnya,  mulai di blow up bahwa profesi guru strata atau derajat yang tinggi dan dihormati dalam masyarakat. Karena mengingat begitu fundamental peran guru bagi proses perubahan dan perbaikan di masyarakat.

Mungkin kita perlu berguru dari sebuah negara yang pernah porak poranda akibat perang. Namun kini telah menjelma menjadi negara maju yang memiliki tingkat kemajuan ekonomi dan teknologi yang sangat tinggi. Jepang merupakan contoh bijak untuk kita tiru. Setelah Jepang kalah dalam perang dunia kedua,  dengan dibom atom dua kota besarnya, Hirohima dan Nagasaki, Jepang menghadapi masa krisis dan kritis kehidupan berbangsa dan bernegara yang sangat parah. Namun ditengah kehancuran akibat perang, ditengah ribuan orang tewas dan porandanya infrastruktur negaranya, Jepang berpikir cerdas untuk memulai dan keluar dari kehancuran perang. Jepang hanya butuh satu keyakinan, untuk bangkit. Berapa guru yang masih hidup...?

Hasilnya setelah berpuluh tahun berikut, semua orang terkesima dengan kemajuan yang dicapai Jepang. Dan tidak bisa dipungkiri, semua perubahan dan kemajuan yang dicapai, ada dibalik sosok Guru yang begitu dihormati dinegeri tersebut.

Kini, lihatlah Indonesia, negara yang sangat kurang respek dengan posisi guru. Negara yang kurang peduli dengan nasib guru. Kini lihatlah hasilnya. Apabila mengacu pada Human Index Development (HDI), Indonesia menjadi negara dengan kualias SDM yang memprihatinkan. Berdasarkan HDI tahun 2007,  Indonesia berada diperingkat 107 dunia dari 177 negara. Bila dibandingkan dengan negara sekitar, tingkat HDI Indonesia jauh tertinggal.Contoh Malaysia berada diperingkat 63,  Thailand 78, dan Singapura 25. Indonesia hanya lebih baik dari Papua Nugini dan Timor Leste yang berada diposisi 145 dan 150.

HDI merupakan potret tahunan untuk melihat perkembangan manusia di suatu negara. HDI adalah kumpulan penilaian dari 3 kategori, yakni kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Menjadi jelaslah bahwa, sudah saatnya Indonesia menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama dalam program pembangunan. Apabilah hal ini tidak dibenahi, bukan hal mustahil daya saing dan kualitas manusia Indonesia akan lebih rendah dari negara yang baru saja merdeka seperti Vietnam atau Timor Leste.

Program Profesionalisme Guru

Pola rekruitmen yang berstandar dan selektif
Pelatihan yang terpadu, berjenjang dan berkesinambungan (long life eduction)
Penyetaraan pendidikan dan membuat standarisasi mimimum pendidikan
Pengembangan diri dan motivasi riset
Pengayaan kreatifitas untuk menjadi guru karya (Guru yang bisa menjadi guru)
Peran Manajeman Sekolah

Fasilitator program Pelatihan dan Pengembangan profesi
Menciptakan jenjang karir yang fair dan terbuka
Membangun manajemen dan sistem ketenagaan yang baku
Membangun sistem kesejahteraan guru berbasis prestasi

sumber dari berbagai referensi

38) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh budiSAN68 pada November 22, 2009, 01:54:58 AM
MANTAB...begitulah guru..

39) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh AmramRede pada November 23, 2009, 07:26:56 PM
Kemajuan suatu bangsa sangat berkaitan dengan pendidikan, faktor penting -bahkan penentu hitam putihnya pendidikan– adalah guru.
Benar! Guru bukanlah satu-satunya instrumen pendidikan. Masih ada buku, kurikulum, peletak kurikulum, pembuat kebijakan pendidikan, dan
seterusnya. Namun, di antara sederet instrumen itu, guru adalah ujung tombak. Ibarat satu kesebelasan sepak bola, striker memegang
peran sentral untuk mencapai tujuan, yaitu mencetak gol. Jika striker mandul, hal itu akan memengaruhi performa dan hasil akhir
pertandingan. Bila guru “mandul”, hasil pendidikan akan rendah. Maka, tak salah jika muncul ungkapan “Guru kencing berdiri, murid kencing
berlari.” Tak ayal, perhatian guru dalam dunia pendidikan adalah prioritas. Pahlawan tanpa tanda jasa itu memikul tugas dan tanggung
jawab yang tidak ringan.

40) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh wanuel pada Desember 02, 2009, 01:19:06 AM
Seandainya mantan guru menjadi presiden, dan diharapkan memikirkan nasib guru, saya sangat pesimis dengan hal itu. Karena pada dasar & prinsipnya setelah menjadi presiden/pejabat manapun dia akan menjadi politisi yg notabene menghalalkan segala cara demi kepentingan pribadi dan kelompoknya (bukan guru lagi) yaitu partai dan massa pendukungnya. masih ga percaya? bukti sudah didepan mata. hehe... di negara indonesia tercinta ini saya sudah tidak percaya lagi dengan presiden/DPR/MPR dari manapun latarbelakangnya

41) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh wanuel pada Desember 02, 2009, 01:29:56 AM
pendidikan di negara kita ini masih sangat jauh sekali dari harapan. bagi saya menilai kualitas & profesionalisme guru bukan sekedar dari latar pendidikan dan kesejahteraannya melainkan dari niat yang tulus untuk mendidik dan mencerdaskan bangsa dan hanya sebagian kecil guru yang mempunyai niat itu. "KATANYA GURU PAHLAWAN TANPA TANDA JASA" menurut saya gelar itu hanya "OMONG KOSONG" SAAT INI ORANG2 HANYA MEMBURU PNSnya SAJA. buktinya belum diangkat jadi PNS saja meninggalkan anak didiknya terlantar demi melakukan demo di jalanan untuk menuntut pengangkatan menjadi PNS/kenaikan GAJI 

42) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh wanuel pada Desember 02, 2009, 01:46:50 AM
MAAF mungkin komentar saya terlalu berlebihan. kalau ngomong2 soal kesejahteraan itu tergantung individu masing2, walaupun guru digaji 5 jt /bulannya belum tentu bisa meningkatkan kualitas guru. seharusnya yang perlu ditingkatkan/diperbaiki terlebih dahulu adalah MORAL. hal ini tidak hanya berlaku bagi guru saja melainkan bagi sebagian besar rakyat indonesia saat ini yang menurut saya mengalami KRISIS MORAL. Bukan maksud saya keluar dari topik, tapi semua ini pangkal permasalahannya adalah MORAL yang korup (CORUPT/RUSAK). Saya telah beberapa kali melihat langsung yang notabene seorang guru melakukan KORUPSI! kesejahteraankah penyebabnya? BUKAN!!!!! (hasil survey 500 guru PNS).

43) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh wanuel pada Desember 02, 2009, 01:57:33 AM
menurut hasil survey saya, rata-ra PNS (guru,etc) tanggungan angsuran kepada Bank (BPD) / koperasi setempat telah mendekati bahkan melebihi dari total gaji yang diterima /bulannya. ironisnya tanggungan angsuran ini hanya untuk pembayaran perabot rumah tangga, elektronik, mobil, dsb yang fungsinya hanya untuk sekedar gengsi/glamour semata. 

44) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh wanuel pada Desember 02, 2009, 02:19:02 AM
Kalau ingin membanding bandingkan soal kesejahteraan, berapa gaji buruh pabrik yang statusnya lebih ga jelas lagi? Kalaupun dilihat dari sisi beratnya pekerjaan, menurut saya semua pekerjaan ga ada yang ringan. semuanya ada konsekuensi dan resiko masing2. Tiap pembukaan lowongan pendaftaran CPNS jumlah pendaftar sangat banyak sekali hingga melebihi quota lowongan, tetapi setelah beberapa dari pendaftar diterima mjd PNS dan sudah mulai bekerja pasti mengeluh soal kesejahteran, dll. alangkah "BODOHNYA MEREKA". sebelum mendaftar apa ga tau berapa gajinya, pekerjaanya, ditempatkan dimana, etc. JADI HERAN DENGAN SEMUA KENYATAAN SEKARANG INI. PEMERINTAHNYA GA JELAS RAKYATNYA GA JELAS JUGA........ udah tau kalau partai A/B/C adalah partai korup, ttp disaat pemilu masih di contreng jg, hanya dngn imbalan sembako/kaos/etc. hehe.... hahaha.....hehehe...
 

45) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh wanuel pada Desember 02, 2009, 02:29:55 AM
daripada kita pusing pusing mikir pemerintah/guru/yang lainnya alangkah baiknya jika kita memikirkan diri kita masing2 terlebih dahulu.
Kualitas diri?
Moral?
Pola pikir?
etc

MULAILAH dari diri sendiri sebelum mengajarkan/menuntut orang lain
BERDOA & BERUSAHA
ALLAH SWT yang menentukan

46) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh will_be pada Januari 03, 2010, 09:30:29 PM
emang sih sebagian guru kayak gitu, tapi menurt pengalaman saya guru yang kayak gitu, guru yang baru menjamahi dunia teaching, coz 4 them everything is money. kenapa ga` bagi mereka di zaman globalisasi kayak gini. dan yang utama bagi mereka guru adalah sautu pekerjaan, bukanlh hakikat guru sebenarnya. so if you are a teacher please brow change our world not just you. okeh

47) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh Syafrudin, S.Pd pada Januari 08, 2010, 08:10:34 PM
Saya sangat sependapat dengan penulis mengenai jati guru... Cuma banyak dari kalanagan guru yang telah menjadi seorang guru negeri (pns) menyia-nyiakan kesempatan ini, terlebih parah lagi sebagain dari guru yang sudah di beri tanda profesional melalui sertifikasi guru tidak merubah pradigma dan cara mereka bertindak dan bekerja sesuai dengan apa yang dikehendaki. mereka semakin malas dan terina bobok dengan tunjangan lebih yang diberikan pemerintah, malas mengembangkan diri, dan sulit un tuk diberi pengertian.

48) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh ilham baharuddin pada Januari 14, 2010, 01:51:54 PM
guru....
aku percaya itu tak kan pernah susah... jika memang seorang guru

49) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh rahmat rizki batubara pada Januari 16, 2010, 01:29:00 AM
pengorbanan tampa pamrih adalah modal utama bagi setiap algojo-algojo pendidikan yang kuat bukan karena,,lekukan otot...tapi,karena...kekuatan ilmu

50) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh mesari pada Januari 20, 2010, 09:17:06 AM
berusaha terus menerus menyelaraskn antara lahir dan batin integritas pribadi adalah syarat utama menjadi guru klo gak akn menyesatkan diri sendiri dan para murid.....jika "Guru" tlah jadi pilihan maka selanjutnya adalah yang seharusnya menikmati pilihan itu dengan hal terbaik... ^^

51) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh dadangluki pada Januari 24, 2010, 01:11:26 AM
pahlawan tanpa tanda jasa

52) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh Kiki Alhadiida pada Pebruari 10, 2010, 11:24:31 PM
Apresiasi terhadap guru tidak hanya harus datang dari pemerintah saja, tetapi juga dari seluruh lapisan masyarakat. Guru juga manusia yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu peran masyarakat juga sangat diperlukan untuk mengapresiasinya. Kalau kita melihat dalam tayangan sinetron saja betapa profesi guru dijadikan bahan olok-olok dan permainan anak didiknya. Sementara dalam keluarga juga tidak memberikan dukungan peranan, tugas dan tanggung jawab secara adil, sehingga tidak heran kalau dalam proses pendidikan selalu ditekankan pada guru. Bukankah masalah pendidikan yang paling utama dan pertama adalah dalam keluarga, baru kemudian sekolah dan masyarakat. Ketika terjadi merosotnya prestasi anak didik, maka langsung yang menjadi kambing hitamnya adalah para guru di sekolah.
Oleh karena itu ketika kita berbincang masalah guru, maka tidak lepas dari persoalan besar dalam proses pendidikan anak didik. Artinya, seberapapun hebat dan supernya seorang guru, tak akan mampu memikul tanggung jawab pendidikan seorang diri, apalagi kita tahu bahwa inti dari pendidikan adalah keteladanan. Idealisme yang disandang seorang guru juga harus seimbang dengan realitas yang harus dihadapi. Guru juga manusia yang tidak akan kenyang dengan hanya makan idealisme, mereka juga butuh berbagai kebutuhan seperti manusia lain dengan masing-masing propesinya.
Menentut seorang guru yang ideal dengan tidak memperbaiki paradigma dalam mengapresiasinya serta memperbaiki seluruh sistem yang terkait dengan sistem pendidikan yang berlaku, maka ibarat hanya menegakan benang basah saja.
Maka mari sama2 kita berusaha sesuai peran kita masing-masing dalam proses pendidikan anak bangsa ini.

53) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh do2y pada Pebruari 11, 2010, 01:34:38 AM
ANDAIKAN(SAYA GURU)MENJADI PRESIDEN
Sejak kecil saya bercita cita menjadi guru dan atau presiden,dan kebetulan (alm) ibu saya adalah seorang guru yang mati muda karena punya penyakit lemah jantung setelah desa / tempat beliau mengajar diterjang banjir.Beliau tidak banyak memberi banyak warisan karena terlalu banyak potongan ini itu.Belum lagi untuk biaya sekolah ini itu MALAH YANG NGOJEK ATAU TUKANG KREDIT JUGA BANYAK..BELUM TEMPAT MENGAJAR YANG JAUH.Jadi kebanyakan ikhlasnya,nggak seperti guru jaman sekarang yang gajinya gede-gede dan kesejahteraannya relatif lebih besar.Dulu jadi (Profesi) guru adalah sesuatu kebanggaan dan dihormati.Benar-Benar DIGUGU DAN DITIRU!.KALO SEKARANG GURU -GURU IKUT-IKUTAN DEMO, Apa dia benar-benar paham apa yang diperjuangkan atau cuma ikut-ikutan saja.Ironisnya jadi presiden juga sekarang banyak didemo, menjadi bahan pertimbangan jua untuk menjadi presiden ,soalnya takut keseringan di demo sih.Tapi seandainya saya(guru)menjadi presiden:
1. saya akan bikin peraturan,benar-benar peraturan yang mesti dilaksanakan oleh tiap jajaran aparat pemerintah untuk melaksanakan SEKOLAH GRATIS!!BIAR PINTER-PINTER SEMUA ANAK BANGSA INDONESIA.
2. selain dinaikkan gede-gede gaji guru(supaya orang-orang pinter kita ga lari ke luar-negeri,usia produktif guru juga saya tambah.
3.sistim sertifikasi tetap dipakai tapi dipakai juga tes iq,eq dan esq dan pendidikan MORAL diutamakan/ditambahkan.
4.membikin proyek penelitian nasional tentang bagaimana supaya anak -anak bangsa indonesia menjadi pinter-pinter dan cerdas
4.menarik investor asing dibidang pendidikan/penelitian.

54) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh SCANIA boy pada Pebruari 15, 2010, 12:16:40 PM

pemerintah lupa siapa yg mendidik mereka dulunya...

55) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh mariaita pada April 15, 2010, 10:14:04 AM
saya hampir saja 'ngambek' jadi guru ... OMG !

56) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh nurman pada Mei 05, 2010, 11:25:25 AM
kinerja dan profesionalisme guru kembali dipertanyakan dengan banyaknya siswa yang tidak lulus terutama di tingkat menengah umum, pernahkah ada penelitian  yang berusaha mengngungkap misteri ini? setiap kegagalan dalam pendidikan seolah guru selalu menjadi sebab, pada hal guru bukanlah satu-satuya pelaku pendidikan. guruku sayang guruku malang.

57) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh marmotji pada Mei 21, 2010, 08:50:22 PM
salam kenal, saya baru bergabung. Saya telah 10 tahun meninggalkan dunia pendidikan karena tak ingin disertifikasi dan menghargai senior2
yg lebih lama mengabdi.
bagi saya, kunci pendidikan adalah creativity and curiousity. Jadi sebenarnya proses mengajar itu bisa sangat hemat tenaga jika kreatif
menguasai materi dan siswa, selalu 'mencari tahu' cara terbaik agar siswa terpancing berpartisipasi menggali informasi yang sebenarnya
itulah materi belajar mereka.
menjadi guru itu sangat nikmat, tapi kadang memang sulit dicintai karena urusan lumrah semata sering didramatisir. Misal, kecemburuan
prestasi antar guru, kesulitan memahami cara memperbaharui teknik pengajaran dan komunikasi dua arah dg siswa.

Seseorang hanya bisa diapresiasi oleh masyarakat jika ia tampil sebagai anggota masyarakat juga, bukan sebagai pribadi institusi
sekolah...[ini hanya kesimpulan pengalaman pribadi saya, mohon maaf jika dinilai tidak tepat]

58) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh RichMan pada Agustus 09, 2010, 01:40:02 PM
dan jangan sampai generasi berikutnya mengenal nama guru dengan artian lain......

59) Re: Jati Diri Guru Saat Ini
oleh okza pada Desember 27, 2011, 01:16:05 AM
SAAT INI EMANG GURU SEDANG NAIK DAUN AKAN TETAPI DALAM 2 -10 TAHUN MENDATAG GURU AKAN MENJADI TONTONAN BUKAN TUNTUNAN APABILA KEILMUAN SEORANG GURU HANYA TERTUTUP OLEH EKONOMI SAJA

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan tanggapan.