Berita: Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?


Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Sejak masa kekuasaan Orde Baru, kenaikan gaji pegawai negeri maupun perusahaan lain, sering justru menimbulkan masalah rentetannya. Seperti saat ini, jauh-jauh hari menteri pendidikan sudah mengumumkan bahwa tahun 2009 gaji terendah untuk guru Rp 2 juta. Akibat pengumuman tak resmi tersebut maka harga-harga merangkak naik, akhirnya inflasi tetap meninggi dan hasilnya sama saja. Penaikan gaji, ataupun semacamnya, merupakan suatu solusi sesaat yang tidak memecahkan persolan mendasar.

Salah satu cara menjaga kestabilan ekonomi, yaitu memantapkan nilai mata uang. Problem mendasar di negeri kita, jurang miskin-kaya sangat luar biasa. Jangan heran bahwa gaji seorang direktur bank (semisal bank Mandiri) dapat mencapai Rp 240 juta per bulan, gaji direktur BUMN sekitar Rp 50 -60 juta per bulan. Gaji anggota DPR .. jangan tanya.
Sementara di bawah, upah minimum hanya berkisar Rp 600 - 800 ribu per bulan. Di negara ini, pekerjaan tukang sampah se-olah-olah tidak penting, pekerjaan tukang kebersihan tidak penting sehingga dibayar murah. Kemiskinan banyak menimbulkan kejahatan, termasuk korupsi manipulasi kelas teri yang sudah merambah kemana-mana.

Kita lihat contoh di berbagai negara maju dan  makmur, gaji maksimum dan minimum kisarannya hanya sekitar 5 kali lipat, bahkan banyak yang kurang dari itu. Artinya betul-betul ada pemerataan pendapatan. Jika pendapatan terlalu tinggi, maka kena pajak yang tinggi (pajak progresif). Jaminan kesehatan, pendidikan dan transportasi publik kepada warga negara juga sangat baik. Jangan heran, jika gaji sopir bus kota sama dengan gaji profesor.

Untuk menguatkan nilai mata uang, maka negara harus memiliki tabungan (devisa) yang besar dan hutang yang kecil, sementara hutang negara kita saja 140 M USD.
Di Jepang, bunga bank hanya sekitar 0,16% per tahun, berarti tidak ada orang menjadi kaya karena menyimpan deposito. Menjadi kaya karena bekerja dan menabung. Nilai mata uang yang stabil, menyebabkan harga-harga selalu tetap atau nyaris tetap dari tahun ke tahun.

Mampukah para birokrat kita mengambil langkah-langkah politik ekonomi secara radikal revolusioner, untuk kemakmuran rakyat? ...... tunggu aja siapa yang berani.

Artikel SosPol Lainnya

Tanggapan *

1) Re: Kenaikan Gaji bukan Solusi
oleh kadek pada September 20, 2008, 02:29:36 PM
tahun 2009 akan dilaksanakan pemilihan presiden. terkait dengan hal tersebut, akan ada banyak kepentingan yang ikut dibawa oleh para pemeran (aktor) dalam PEMILU itu. lihat saja dengan banyaknya partai. bisa dibayangkan seberapa banyak kepentingan yang akan diperjuangkan yang katanya untuk kepentingan masyarakat.. para aktor tersebut akan masuk pada suatu sistem yang disebut pemerintahan. ada eksekutif, leglisatif, dan yudikatif. ketiga kata tersebut terlihat sangat sederhana. tapi dibalik itu tersimpan benang kusut. kita sudah menyadari dari 3 kata itu tersimpan birokrasi yang ........ (anda semua tahu)..
saya sedikit memberikan ilustrasi di atas untuk sekedar memberi pandangan bahwa betapa rumitnya situasi negara kita. sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sistem untuk mengelola sumber daya itu. kita memiliki SDA yang melimpah, orang pintar juga banyak, dan saya rasa ilmu manajemen negara kita juga tidak kalah dengan negara tetangga. lalu apa ada yang salah sehingga terjadi kesenjangan hidup di negara tercinta ini?!
masalah gaji adalah salah satu contohnya.. mungkin kalau hanya dilihat dari satu sudut pandang, saya akan bertanya kepada pemerintah mengapa gaji guru sangat kecil?! ayolah....lihatlah peranan para guru dibandingkan dengan para aktor - aktor yang terlibat dalam birokrasi. memang mereka memiliki tanggung jawab yang berbeda... tapi kesenjangan terlalu lebar.. maaf.. saya rasa kesenjangannya terlalu SANGAT LEBAR...
jalan keluarnya? apakah masyarakat seperti kita dapat merubah hal tersebut?!

2) Re: Kenaikan Gaji bukan Solusi
oleh Sutan Sinaro Yunior pada September 22, 2008, 02:52:09 AM
Mengumumkan kenaikan gaji guru tentu harus dilakukan pemerintah agar memperoleh image positif dari masyarakat, bahwa pemerintah telah berusaha memperbaiki nasib para "pahlawan tanpa tanda jasa" itu.
Kalau kita bahas kondisi pemerintah, bisa saja diajukan pertanyaan :"Siapa calon Presiden yang mampu menekan hutang luar negeri kita yang 140 M USD itu .?"
Ajukan pertanyaan itu kepada calon-calon yang baru mau muncul sekarang, Wiranto, Probowo, Sutiyoso, Amien Rais, atau yang lainnya.

3) Re: Kenaikan Gaji bukan Solusi
oleh katierido pada Oktober 30, 2008, 07:12:58 PM
Kenaikan gaji guru?!! Guru sekarang itu gajinya sudah cukup tinggi. kerjanya juga cuma beberapa jam.
Seluruh tenaga honorer katanya th 2009 akan diangkaT jadi PNS. itu sih caranya pemerintah sekarang (SBY) untuk memenangkan pemilu nanti. Rakyat Indonesia berpikir cerdaslah, jangan mau dibodohi.
Mengenai hutang? Gampang aja. Jual salah satu pulau yang sedikit gunanya dari pada manfaatnya. Gak usah takut nanti dijadikan pangkalan asing karena sekarang ini yang penting adalah ekonomi.

4) Re: Kenaikan Gaji bukan Solusi
oleh ALTA pada Januari 30, 2009, 01:43:31 AM
Inflasi itu isme-nya kapital,, sedangkan syariah tidak kenal inflasi,, apa hubungannya? Maaf saya newbie tapi otak idiot udh lama,,

5) Re: Kenaikan Gaji bukan Solusi
oleh png93 pada April 24, 2009, 05:23:09 PM
Lagian di Indonesia itu aneh sih ya atau dimana saja kali ya ..... kenapa kenaikan gaji naik harus diikuti dengan kenaikan sembako dan kenaikan yang lainnya ini mah mendingan gak usah naik ...... kapan bisa ada uang lebih untuk ditabung untuk beli yang lainnya ....... gak Bakal Bisa Sukses dan maju serta sejahtera kalau kaya begini caranya ..... loe orang yang pada orang pintar di mana pun berada pikiran dong caranya kalau naik gaji pemerintah dan swata pegawainya gimana suapaya yang lainnya gak ikut naik ..... gimana sih begitu saja gak bisa tau cara nya ini pr untuk kalian semua

6) Re: Kenaikan Gaji bukan Solusi
oleh indriani pada April 24, 2009, 09:44:41 PM
benar sekali kenaikan gaji bukan solusi tapi itu perlu kita timbangkan kembali. kenaikan gaji bukan solusi itu sah-sah saja dikatakan bila suatu  pekerjaan itu memang dilaksanakan atau ditugaskan dengan sewajar-wajarnya tetapi sangat tidak efektif bila suatu pekerjaan tersebut diberikan melebihi batas. salah satu contoh.. ditempat saya ada sebuah anak perusahaan yang cukup besar, rata-rata gaji karyawan tersebut hanya sebesar Rp 800.000 sedangkan pekerjaan yang diberikan sangat melebihi batas dan sangat tidak logika sehingga diperusahaan tersebut meninbulkan suatu konflik sehingga satu dengan yang lain kurang berinteragsi. Dari contoh permasalahan tersebut APAKAH TEPAT DIKATAKAN BILA KENAIKAN GAJI ITU BUKAN SOLUSI?? dari sisi lain terutama pada saat sekarang ini indonesia sering terjadi krisis dan semua harga kebutuhan meronjak naik sedangkan gaji yang diterima kurang mencukupi jadi wajar aja bila ada terjadi korupsi walaupun telah diketahui bahwa korupsi itu suatu yang sangat hina. bukan berarti saya menyetujui adanya korupsi. jadi tolong diperhatikan dengan seksama.

7) Re: Kenaikan Gaji bukan Solusi
oleh zammax pada Juli 17, 2009, 03:36:18 PM
betul saya klop dengan tulisan di atas.. lantas siapa yang akan memperhatikan nasib rakyat non pegawai negeri??? 

8) Re: Kenaikan Gaji bukan Solusi
oleh andan pada Desember 24, 2009, 10:02:55 PM
menurut saya bukan hanya masalah kenaikan gaji, tetapi kenaikan gaji PNS secara keseluruhan juga merupakan suatu kebijakan yang tidak tepat waktu untuk saat ini. Disaat semua warga negara menghadapi kesulitan ekonomi, dengan menaikkan gaji guru (PNS) berarti pemerintah hanya memikirkan mereka saja tanpa memikirkan seluruh rakyat Indonesia (PNS dan Non PNS). Ditambah lagi dengan jargon "menaikkan gaji PNS akan dapat menekan tindakan korupsi", jargon seperti ini hanya lah dalih dari orang-orang munafik yang dahulu untuk masuk jadi PNS saja mereka mau menyogok tapi begitu diterima mereka teriak gaji jadi PNS kecil. Terus gaji yang kecil dijadikan alasan untuk Korupsi. Oleh sebab itu wajar saja kalau negara kita sulit untuk bisa maju seperti negara lain karena diurus oleh orang-orang yang bermental munafik.

9) Re: Kenaikan Gaji bukan Solusi
oleh melky27 pada Agustus 05, 2010, 05:37:48 PM
Pada tahun 2003 an gaji pegawai negeri sipil untuk golongan II/a kisaran Rp. 600Ribuan, maka ketika pemerintahan Megawati dinaikan sebesar rata-rata 20% dan sekarang telah mencapai 1.5 jutaan.  berbicara PNS/Guru memang setiap tahun gajinya naik kisaran 5-10%/pertahun. Hal itu sangat-sangat wajar apalagi PNS Guru yang Notabene adalah pencetak orang-orang yang bergaji tebal saat ini termasuk saya yang gajinya pas-pasan. Namun yang disayangkan banyak masyarakat kita justru mempermasalahkan kenaikan gaji guru tersebut, kita tidak berpikir kita sekarang dapat kerjaan dapat gaji terus bisa membeli kebutuhan sekunder yang mewah sementara guru kita itu hanya bisa naik oplet, naik sepeda motor kreditan seperti mayoritas kehidupan masyarakat Indonesia. Toh kalaupun akan berpengaruh terhadap kenaikan bahan pokok itu sifat hanyalah sesaat, seminggu dua minggu akan terjadi penyesuaian harga juga pendapatan masyarakat, yang tadinya penjual bakwan jual dagangannya Rp. 250 naik jadi Rp 300, dan seterusnya sehingga kita sendiripun tidak menyadari proses penyesuaian itu.
Kalo berbicara tidak tepat waktunya, sampai saat ini pun dengan kondisi sekarang sebenarnya tidak tepat jadi kapan tepatnya? kenaikan gaji bukan solusi jelas, tapi setidaknya mengurangi beban mereka. gaji sebesar apapun manusia tidak akan merasa puas, 100 juta didalam hati masih berpikir "coba gaji ane 200 juta yah?"
Pemerintah ibarat sebuah perusahaan dan PNS adalah karyawannya, adalah kewajiban perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawannya.  kalau dibilang pemerintah kurang peduli terhadap masyarakat non PNS tidak juga, mayoritas anggaran pemerintah sebenarnya dialokasikan untuk pembangunan peningkatan kesejahteraan rakyat, tapi anggaran yang jumlahnya tidak terkira itu kemana larinya? tidak ada sanksi tegas terhadap oknum penyelewengan anggaran tersebut, paling top 4 tahun ada fasilitas pula :).
Bagi saya soal gaji tidak masalah, yang bermasalah tidak (belum) adanya kontrol dan produk paling jitu dari pemerintah untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat baik PNS maupun Non PNS.
Dan masyarakat tidak harus selalu menunggu kebijakan pemerintah harus selalu berfikir kreatif untuk menemukan solusi agar dapur terus mengepul dan tidak membuang sampah sembarangan tentunya ;) dengan sendirinya maka terwujudlah rakyat yang mandiri empat sehat lima sempurna.......

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan tanggapan.