Forum Sains Indonesia



*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

ariess

Hari Ini jam 03:16:41 PM
halo ada yang onlen ?
 

Sandy_dkk

Hari Ini jam 10:55:16 AM
nulisnya kepotong y? mending tulis di forum aja.
intinya kalo soal kayak gitu buat aja persamaan aljabarnya.

irapurnamasari

Hari Ini jam 08:48:31 AM
Tolong di bantu y teman.
Sebuah bilangan terdiri atas dua angka angka puluhan 2 lebih besar dari pada tiga kali angka satuan
Jika kedua angka ditukar letaknya
Diperoleh  bilangan baru yang 13 lebih kecil dari pada bilangan mula  :
 

Sandy_dkk

Kemarin jam 03:21:04 PM
tulis saja langsung soalnya.
koordinat apa yang diketahui? kalau koordinat busur, minimal harus diketahui 3 koordinat.

Nursaadah

September 16, 2014, 05:41:54 PM
halooo
temannn...z punya pertanyaan nih ...bgmn mencari panjang busur sebuah lingkaran jika yang di ketahui titik koordinat ???

iyon7

September 16, 2014, 09:56:49 AM
gimana sih cara bertanya ato buat diskusi
 

LabSatu

September 05, 2014, 04:47:59 PM
Halooo,, salam kenal semua dari labsatu

UlfaSeptilia

September 05, 2014, 03:26:53 PM
Selamat sore teman2 yang disini, saya mau tanya soal cisco. kalau ACL pakainya Static Routing bisa gak yah? atau harus EIGRP ama OSPF yah? Makasih sebelumnya
 

Sandy_dkk

Agustus 31, 2014, 01:36:12 PM
bukan rumit kang Farabi, tapi memang tidak bisa.

peterkusuma

Agustus 25, 2014, 10:03:23 PM
Teman2, ada yg tau kelarutan aluminium klorida dalam benzena ga?
Thx

Show 50 latest

Tanpa disadari, manusia sebenarnya bisa melihat medan magnet bumi karena adanya suatu senyawa dalam mata. Ada kemungkinan, nenek moyang manusia dulu punya kemampuan tersebut. Sebuah studi menunjukkan bahwa ada kemungkinan protein bernama cryptochrome terdapat pada retina. Protein tersebut banyak didapati pada hewan dan tumbuhan sehingga beberapa spesies bisa menggunakan medan magnet bumi untuk melakukan navigasi.

Cryptochrome
Cryptochrome

Elektron dalam molekul cryptochrome saling terkait. Medan magnet bumi menyebabkan elektron bergoyang. Reaksi kimiawi untuk merespons goyangnya elektron tersebut membuat burung dapat melihat medan maget dalam warna-warni. Para peneliti sebelumnya mengira cryptochrome tidak memiliki banyak keuntungan bagi manusia sehingga tidak dapat mengenali medan magnet seperti burung. Karenanya, manusia butuh patokan atau perangkat GPS untuk mengetahui arah.

Sangkaan ini yang sepertinya harus diubah setelah para ahli saraf dari University of Massachusetts melakukan penelitian. Mereka mengambil cryptochrome dari manusia dan memberikannya pada lalat buah yang kehilangan kemampuan melihat medan magnet. Hasilnya, seperti dilaporkan Wired Science, lalat buah kembali memiliki kemampuan melihat medan magnet. Sayangnya pada manusia, cara kerja cryptochrome tidak seperti pada lalat. "Kami tidak tahu apakah kerja molekul itu sama pada retina manusia. Tapi kemungkinan itu ada," kata Steven Reppert, ahli saraf dari University of Massachusetts.

Saat ini ilmuwan mengetahui bahwa cryptochrome pada manusia berfungsi sebagai jam molekul, bukan sebagai kompas. Tapi para peneliti menduga bahwa nenek moyang manusia terbantu dengan adanya protein tersebut untuk menentukan arah. Jika suatu saat para peneliti berhasil mengembalikan kemampuan tersebut... selamat tinggal perangkat GPS.

Diskusikan lebih lanjut di forum

Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia