Forum Sains Indonesia



*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

akbarsena26

September 26, 2016, 03:23:51 PM
ada yang bisa kasih lay out robot line follower analog gak? yang langsung bisa di print
 

ytridyrevsielixetuls

September 26, 2016, 01:04:43 PM
koneksi gwa bermasalah disaat gwa mau submit post ke 666... hihihi kebetulan kah?
 

ytridyrevsielixetuls

September 26, 2016, 12:22:58 PM
1 dulu ya? :) trit copas juga.

soalnya sy juga sibuk.
 

nʇǝʌ∀

September 22, 2016, 04:25:04 PM
@ytridyrevsielixetuls

bantuin bikin thread. lagi sibuk jadi cuma sempat bikin copas dulu.
 

nʇǝʌ∀

September 22, 2016, 08:24:18 AM
Thanks, om reborn :)
kirain ga bakal direnewal forumnya.
dah disebarin beritanya  >:(
 

ytridyrevsielixetuls

September 21, 2016, 07:49:30 PM
oh BTW thanks ya om reborn :)
Wish You Luck!
 

ytridyrevsielixetuls

September 21, 2016, 07:42:55 PM
Hahaha ternyata udah di renewal sama om reborn pas jam 11 tadi! ;D

diem-diem direnewal forumnya.

*BERSULANG!*
 

nʇǝʌ∀

September 21, 2016, 09:30:32 AM
ForSa masih ada tapi expiration date tetap tanggal 21? Kita tunggu saja sampai pukul 18:23:19
sebab menurut data registrasi berakhir pada pukul 18:23
 

nʇǝʌ∀

September 21, 2016, 09:30:09 AM
setiap member yang pake siggy juga ngalamin. saya juga.
 

Monox D. I-Fly

September 20, 2016, 09:39:22 PM
Kok di beberapa post siggy saya nggak muncul ya? Padahal masih thread yang sama...

Show 50 latest

Tanpa disadari, manusia sebenarnya bisa melihat medan magnet bumi karena adanya suatu senyawa dalam mata. Ada kemungkinan, nenek moyang manusia dulu punya kemampuan tersebut. Sebuah studi menunjukkan bahwa ada kemungkinan protein bernama cryptochrome terdapat pada retina. Protein tersebut banyak didapati pada hewan dan tumbuhan sehingga beberapa spesies bisa menggunakan medan magnet bumi untuk melakukan navigasi.

Cryptochrome
Cryptochrome

Elektron dalam molekul cryptochrome saling terkait. Medan magnet bumi menyebabkan elektron bergoyang. Reaksi kimiawi untuk merespons goyangnya elektron tersebut membuat burung dapat melihat medan maget dalam warna-warni. Para peneliti sebelumnya mengira cryptochrome tidak memiliki banyak keuntungan bagi manusia sehingga tidak dapat mengenali medan magnet seperti burung. Karenanya, manusia butuh patokan atau perangkat GPS untuk mengetahui arah.

Sangkaan ini yang sepertinya harus diubah setelah para ahli saraf dari University of Massachusetts melakukan penelitian. Mereka mengambil cryptochrome dari manusia dan memberikannya pada lalat buah yang kehilangan kemampuan melihat medan magnet. Hasilnya, seperti dilaporkan Wired Science, lalat buah kembali memiliki kemampuan melihat medan magnet. Sayangnya pada manusia, cara kerja cryptochrome tidak seperti pada lalat. "Kami tidak tahu apakah kerja molekul itu sama pada retina manusia. Tapi kemungkinan itu ada," kata Steven Reppert, ahli saraf dari University of Massachusetts.

Saat ini ilmuwan mengetahui bahwa cryptochrome pada manusia berfungsi sebagai jam molekul, bukan sebagai kompas. Tapi para peneliti menduga bahwa nenek moyang manusia terbantu dengan adanya protein tersebut untuk menentukan arah. Jika suatu saat para peneliti berhasil mengembalikan kemampuan tersebut... selamat tinggal perangkat GPS.

Diskusikan lebih lanjut di forum

Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia