Forum Sains Indonesia



*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

dhea252

Agustus 19, 2016, 11:20:05 AM
Very good idea you've shared here, from here I can be a very valuable new experience. all things that are here will I make the source of reference, thank you friends.
http://obatambeien.tasikstore.com/
http://obatambeien.healthylifeindonesia.com/
http://obatambeien.bestagaric.web.id/
http://obat

dhea252

Agustus 19, 2016, 11:19:44 AM
Thanks for sharing, success always
http://obatambeien.tasikstore.com/

kez0223

Agustus 18, 2016, 09:14:36 AM
Thanks for sharing, success always

http://obatkolesterol.healthylifeindonesia.com/

kez0223

Agustus 18, 2016, 09:14:11 AM

kez0223

Agustus 18, 2016, 09:13:27 AM
The information is so exciting, very enjoyable to be listened

http://obatkolesterol.best-agaric.net/
http://obatkolesterol.best-agaric.com/

kez0223

Agustus 18, 2016, 09:12:56 AM
It is interesting to read, I hope the future is much better


http://obatkolesterol.agaricpro.info/
http://obatkolesterol.agaricpro.net/

kez0223

Agustus 18, 2016, 09:12:19 AM
Wow, I like the way you design this web... It's so beautiful.

http://obatkolesterol.agaricpro.biz/
http://obatkolesterol.agaricpro.org/

kez0223

Agustus 18, 2016, 09:11:35 AM

auzyouchen

Agustus 03, 2016, 09:53:07 AM
selamat pagi
Kutip

agaricback

Juli 29, 2016, 08:43:47 AM
ada hukum archimedes yang dimana masanya berkurang karena adanya udara..
http://goo.gl/aXAJAC | http://goo.gl/4nts9p | http://goo.gl/SqrQc0 | http://goo.gl/H4YOdC |

Show 50 latest

Tanpa disadari, manusia sebenarnya bisa melihat medan magnet bumi karena adanya suatu senyawa dalam mata. Ada kemungkinan, nenek moyang manusia dulu punya kemampuan tersebut. Sebuah studi menunjukkan bahwa ada kemungkinan protein bernama cryptochrome terdapat pada retina. Protein tersebut banyak didapati pada hewan dan tumbuhan sehingga beberapa spesies bisa menggunakan medan magnet bumi untuk melakukan navigasi.

Cryptochrome
Cryptochrome

Elektron dalam molekul cryptochrome saling terkait. Medan magnet bumi menyebabkan elektron bergoyang. Reaksi kimiawi untuk merespons goyangnya elektron tersebut membuat burung dapat melihat medan maget dalam warna-warni. Para peneliti sebelumnya mengira cryptochrome tidak memiliki banyak keuntungan bagi manusia sehingga tidak dapat mengenali medan magnet seperti burung. Karenanya, manusia butuh patokan atau perangkat GPS untuk mengetahui arah.

Sangkaan ini yang sepertinya harus diubah setelah para ahli saraf dari University of Massachusetts melakukan penelitian. Mereka mengambil cryptochrome dari manusia dan memberikannya pada lalat buah yang kehilangan kemampuan melihat medan magnet. Hasilnya, seperti dilaporkan Wired Science, lalat buah kembali memiliki kemampuan melihat medan magnet. Sayangnya pada manusia, cara kerja cryptochrome tidak seperti pada lalat. "Kami tidak tahu apakah kerja molekul itu sama pada retina manusia. Tapi kemungkinan itu ada," kata Steven Reppert, ahli saraf dari University of Massachusetts.

Saat ini ilmuwan mengetahui bahwa cryptochrome pada manusia berfungsi sebagai jam molekul, bukan sebagai kompas. Tapi para peneliti menduga bahwa nenek moyang manusia terbantu dengan adanya protein tersebut untuk menentukan arah. Jika suatu saat para peneliti berhasil mengembalikan kemampuan tersebut... selamat tinggal perangkat GPS.

Diskusikan lebih lanjut di forum

Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia