Forum Sains Indonesia



*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

Monox D. I-Fly

Mei 02, 2016, 10:28:53 AM
ada apa cocack?

Andara Fitriyanti

April 30, 2016, 06:43:21 PM
Diskusi apa nich yg lg rame? ;)
 

cocack

April 27, 2016, 07:12:57 PM
ada yang on di forum matematika

Ebii

April 25, 2016, 10:26:04 AM
guysss gimana sih caranya posting
 

nʇǝʌ∀

April 17, 2016, 10:48:08 AM
@ytridyrevsielixetul

mang kenapa lagi sih? harga minyak anjlok plus kredit macet sektor properti?

*dobel ruginya*

sinjo

April 12, 2016, 09:15:18 PM
 

ytridyrevsielixetuls

April 02, 2016, 05:01:07 PM
benarkah tahun ini dunia akan mengalami resesi ekonomi besar-besaran?

tdccrew666

Maret 31, 2016, 09:35:21 PM
misi boosss
mau minta tolong untuk data mining ada metode "1R Holte" itu metode nya bagaimana ya?? kalau ada sekalian contoh kasus,,, referensi jurnal juga gak papa,,,,,, :) :)

deviana_putri99

Maret 30, 2016, 08:56:25 PM
 :)
 

nʇǝʌ∀

Maret 30, 2016, 04:35:18 PM
@jhonabundance
@rodadua


dimohon tidak beriklan di shoutbox. terma kasih.

@endahsulis20

maksudnya tidak bisa posting gimana? apakah tidak ada captcha?

Show 50 latest

Tanpa disadari, manusia sebenarnya bisa melihat medan magnet bumi karena adanya suatu senyawa dalam mata. Ada kemungkinan, nenek moyang manusia dulu punya kemampuan tersebut. Sebuah studi menunjukkan bahwa ada kemungkinan protein bernama cryptochrome terdapat pada retina. Protein tersebut banyak didapati pada hewan dan tumbuhan sehingga beberapa spesies bisa menggunakan medan magnet bumi untuk melakukan navigasi.

Cryptochrome
Cryptochrome

Elektron dalam molekul cryptochrome saling terkait. Medan magnet bumi menyebabkan elektron bergoyang. Reaksi kimiawi untuk merespons goyangnya elektron tersebut membuat burung dapat melihat medan maget dalam warna-warni. Para peneliti sebelumnya mengira cryptochrome tidak memiliki banyak keuntungan bagi manusia sehingga tidak dapat mengenali medan magnet seperti burung. Karenanya, manusia butuh patokan atau perangkat GPS untuk mengetahui arah.

Sangkaan ini yang sepertinya harus diubah setelah para ahli saraf dari University of Massachusetts melakukan penelitian. Mereka mengambil cryptochrome dari manusia dan memberikannya pada lalat buah yang kehilangan kemampuan melihat medan magnet. Hasilnya, seperti dilaporkan Wired Science, lalat buah kembali memiliki kemampuan melihat medan magnet. Sayangnya pada manusia, cara kerja cryptochrome tidak seperti pada lalat. "Kami tidak tahu apakah kerja molekul itu sama pada retina manusia. Tapi kemungkinan itu ada," kata Steven Reppert, ahli saraf dari University of Massachusetts.

Saat ini ilmuwan mengetahui bahwa cryptochrome pada manusia berfungsi sebagai jam molekul, bukan sebagai kompas. Tapi para peneliti menduga bahwa nenek moyang manusia terbantu dengan adanya protein tersebut untuk menentukan arah. Jika suatu saat para peneliti berhasil mengembalikan kemampuan tersebut... selamat tinggal perangkat GPS.

Diskusikan lebih lanjut di forum

Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia