|
Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Artikel SainsPranala Luar
|
21 Agu 2010 - Mencegah Demam Berdarah Dengan Merusak Lingkungan
Ditulis oleh abisalwa
Agustus 21, 2010, 09:13:00 PM
6108 Dibaca
Rating:
Pola instant 3M untuk mencegah berkembangnya nyamuk demam berdarah sepertinya efektif untuk jangka pendek. Mengubur kaleng bekas adalah persoalan besar di masa datang. Bayangkan bila ternyata racun dari kaleng yang berkarat pastinya akan berdampak negatif bagi tanah, dan pastinya akan sulit mengurainya secara alamiah.
Sebaiknya kaleng atau plastik jangan dikubur dalam tanah. Kaleng dan plastik bisa bernilai ekonomis, kenapa tak kita kumpulkan kemudian jual atau berikan pada para pemulung atau pengumpul barang bekas. Untuk kaleng, plastik atau karet tentunya daur ulang adalah solusi terbaik. Di Jepang, kami pernah menemukan pabrik pengolah limbah, sepasang sepatu kulit sebelum dilabur, dipisah dulu kulitnya, talinya (unsur benang), mur untuk lubang talinya, serta sol yang dari karet, sehingga hasil leburan dari bahan-bahan tadi kembali dapat diolah di pabrik-pabrik. Hal ini tentunya butuh perhatian dari pemerintah, pabrik pengolah limbah ada hampir di setiap kota di Jepang. Marilah kita senantiasa bijak mengelola tanah kita, tak akan tinggi sebatang pohon bila tidak ditunjang dengan unsur hara yang maksimal dari tanah, artinya percuma kita menanam pohon milyaran kalau tanahnya beracun dan tak mampu memberi pohon tersebut asupan gizi buat sang pohon. Komentar
Ditulis oleh mabuk janda
pada Agustus 27, 2010, 08:14:09 PM
persoalan besar karena kita belum menemukan cara mendaur ulang kaleng2 bekas tersebt dengan biaya murah dan mengena pada segmen rumah tangga Ditulis oleh Rohmanto
pada September 03, 2010, 03:03:33 PM
Lo mw jangka pnjang, mending g ush ada makanan kaleng, atau mkanan instan lainy, karena, dlam jangka panjang ,makanan it g baik jg wat kshatan. Ditulis oleh justbwae
pada September 13, 2010, 08:58:48 PM
sebenarnya, semua bermula dari cara pembuangan sampah yang benar. contohnya, sampah di Indonesia gak dipisah antara sampah organik dan non-organik. itu yang menyebabkan bertambah sulitnya proses daur ulang. klo setiap kita orang Indonesia udah bisa mengatur hal kecil mabam itu, mungkin bakalan mulai bisa teratasi masalah lingkungan yang ada. Ditulis oleh yONs
pada September 15, 2010, 10:15:04 PM
wah setuju banget.... coba aja ada anggota pemerintah yang baca ini posting
6) Re: Mencegah Demam Berdarah Dengan Merusak Lingkungan
Ditulis oleh idealismiskin
pada September 20, 2010, 09:03:26 PM
sebener nya gampang hanya saja orang terlalu sibuk jadi ga da cara praktis untuk 3 M kita kenpa ga kembangin alat elektrik yg bisa bikin nyamuk KO bgono Ditulis oleh Bono
pada September 27, 2010, 02:46:56 PM
terjadinya deman berdarah, banyak dari ulah manusia sendiri. tidak bisa membuat lingkungan yang bersih. Ditulis oleh master genta
pada Oktober 06, 2010, 10:47:58 AM
se7 tapi semua kita bisa olah. mari kita dukung program pemilahan sampah organik dan anorganik organik dapat kita gunakan sebagai pupuk untuk menambah unsur hara yang terdapat dalam tanah anorganik dapat kita olah kembali dan kita jual ayayayayayayayayay lumayan untuk menambah uang Ditulis oleh nate river
pada Oktober 09, 2010, 05:45:45 PM
Hmm….sebenernya kalo Indonesia mau menerapkan pemilahan sampah dan daur ulang seperti Jepang, bisa membuka lapangan pekerjaan lho….. sampah berkurang, lingkungan terjaga, dan angka pengangguran pun turun….. nice artikel! :-)
10) Re: Mencegah Demam Berdarah Dengan Merusak Lingkungan
Ditulis oleh crosslight
pada Oktober 10, 2010, 06:30:13 AM
sebenarnya sampah kaleng itu sangat berguna lhooooo.... kalo kita mau dan kreatif, kita bisa buat berbagai macam karya seperti di topik om (kalo ga salah) reborn = "Do It Yourself" Diantaranya: - Sel surya mini - Jet (belum saya poskan) - kipas angin - dan karya-karya lainnya dan jenis sampah lainnya pun kalo kita bisa berguna,, SO DO IT YOURSELF,,, Soalnya kyknya pemerintah beluim mau ngurusin sebegitu detailnya... Ditulis oleh Ra Fuad
pada Oktober 19, 2010, 06:32:52 AM
Pabrik pengolahan limbah..? Sebuah ide cemerlang untuk menyelamatkan bumi dan mengurangi pengangguran plus menambah penghasilan. So.. kita perlu sadarkan rekan-rekan dan lingkungan kita sehingga sehat negeriku, maju bangsaku.. Ditulis oleh introzip
pada Oktober 22, 2010, 06:46:28 AM
Mengubur B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) seperti kaleng yang berpotensi korosif adalah sangat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan (akumulasi di air tanah). Kumpulkan saja kaleng bekas, serahkan pada pemulung sebagai barisan terdepan pejuang lingkungan... he he he . Ditulis oleh azzkirananta
pada Oktober 26, 2010, 07:55:52 AM
ya, sangat setuju dengan daur ulang kaleng bekas agar bs bermanfaat lg, utk DBD yang paling penting adalah menjaga kebersihan lingkungan, dalam siklus nyamuk penentunya ada di penempatan telur, jadi jangan beri kesempatan nyamuk utk bertelur Ditulis oleh ka-chan
pada November 10, 2010, 09:44:31 PM
emang iya? nyuruh mendem sampah ke tanah? Ga inget.... hmmm Klo' ga salah kta-kta nya "menguburkan barang-barang bekas" ... ya bkan?! Ya elah! Mending jual ke loak an deh! Ditulis oleh petunjuktujuh
pada November 12, 2010, 11:18:38 AM
qt gunakan prinsip 3R ... sebelumnya perlu ditingkatkan gauh buang sampah pada tempatnnya.... Ditulis oleh Kimia Junior
pada Desember 02, 2010, 09:41:51 PM
Mengubur Kaleng Adalah Hal yang Berbahaya, jika kita pikirkan Anak2 pd masa perkembangan dan pnuh rasa ingin tw nya bermain di tempat seperti itu dan terkena Tetanus. Bukankah menimbulkan Masalah baru? dan lagi, jangankan Memisahkan sampah Organic dan Non Organic, memungut sampah pun saat ini Indonesia Malas...... perlu di lakukan tradisi Kepedulian terhadap Sampah Di sekitar Kita... Ditulis oleh hampir.tampan
pada Desember 16, 2010, 03:23:23 PM
Wahh,,,,iya ya..ternyata mengubur kaleng berakibat jelek di masa depan. Bener juga, lebih baik daur ulang sehingga jadi lebih bermanfaat. Kalo mengubur barang-barang bekas berarti lebih luas lagi dan kita gak tahu kandungan kimia apa yang ada di barang-barang itu. Bisa jadi malah lebih berbahaya untuk tanah. Jangan sampe nantinya air di dalam tanah ikut beracun. Hiiiiii Ditulis oleh nihar.awani
pada Desember 18, 2010, 05:21:50 PM
wah, penemuan penting ini, harus berpikir jauh ke depan, good good... Ditulis oleh SATRIO TW
pada Desember 18, 2010, 05:39:24 PM
sip Ditulis oleh sunray
pada Januari 03, 2011, 06:27:06 PM
siapa yang mau daur ulang?... Ditulis oleh andreanvee
pada Januari 11, 2011, 09:40:50 PM
wah, itu sih tergantung kesadaran diri masing2. Diskusi dan komentar dipindah ke forum.
|
Peringatan : Meski pun para anggota Forum Sains (ForSa) dianjurkan untuk menggunakan kaidah ilmiah dan mencantumkan referensi saat berdiskusi, adalah tanggung jawab setiap orang untuk meneliti lebih lanjut kebenaran dan keabsahan setiap tulisan. Semua tulisan dapat dipandang sebagai opini masing-masing anggota. Forum Sains tidak bertanggung jawab atas masalah yang mungkin terjadi terkait hal tersebut, termasuk masalah hak cipta, kebenaran dan keakuratan dari informasi yang ada.




Oh ia, masalah pembungkus makanan dari steroform/styrofoam makin marak. ini juga butuh perhatian dari pemerintah. Mungkin hal ini ga jadi masalah jika di Indonesia jg ada pabrik pengolah limbah.
Trims info-nya.