Forum Sains Indonesia



*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

Excalnewgate

April 16, 2015, 02:50:32 PM
Hallo salam kenal semua dan mohon bimbinganya ya, kedepanya.

NatsukiReza

April 16, 2015, 01:53:57 PM
maksih infonya gan
 

jasen

April 16, 2015, 01:36:33 PM
@NatsukiReza
Lanjutkan topik lama yang berhubungan dengan pertanyaan yg ingin diajukan, atau buat topik baru, di sub Forum yang sesuai.

NatsukiReza

April 16, 2015, 01:19:56 PM
gimana cara buat pertanyaan di forum ?? :D

Hanifyuand

April 12, 2015, 09:33:01 PM
Topik kita kan sains. Ustad gw ngomong jangan ditabrakin, entar timbul ketidakyakinan. Percayalah temen gw pernah ngalamin. Dia sekarang kerja di CERN. Dia sempet mau ateis gara-gara belajar partikel gitu-gitu

lutfiadi

April 11, 2015, 06:31:18 AM
agama hanif adalah agama sebelum nabi muhammad

laskar08

April 08, 2015, 01:01:18 PM
ayo ramaikan peluang usaha bisnis online di internet. sebuah Peluang Usaha yang bisa dikerjakan di rumah saja....  ;)

laskar08

April 08, 2015, 12:59:21 PM
ayo ramaikan peluang usaha bisnis online di internet. sebuah Peluang Usaha yang bisa dikerjakan di rumah saja....  ;)
 

Muztank

April 03, 2015, 01:25:02 AM
ramaikan forumsains :D
 

nʇǝʌ∀

Maret 31, 2015, 05:45:40 PM
@tresnadr

Jangan beriklan

Show 50 latest

Indonesia dan negara-negara Asia terkenal dengan makanan yang diproduksi melalui fermentasi substrat padat yang mengandung pati dalam jumlah banyak. Contohnya adalah tape singkong dan tape ketan dari Indonesia, chiu-niang dari Cina, arak dari tape ketan dari Vietnam, dan lain-lain. Proses fermentasi tersebut menggunakan dua kelompok mikroorganisme yang memiliki peran berbeda-beda, kelompok pertama akan memecah pati menjadi glukosa, sedangkan kelompok kedua akan mengubah glukosa menjadi etanol. Mikroorganisme yang sering ditemui dan merupakan anggota kelompok pertama adalah Amylomyces rouxii (Nout 2007).

A. rouxii adalah anggota tunggal dari genus Amylomyces. Genus serta spesies tersebut pertama kali dideskripsikan oleh Clamette pada tahun 1892. Kapang tersebut tumbuh dengan cepat dan banyak menghasilkan klamidospora; sporangia tidak atau tidak sempurna terbentuk, mirip dengan Rhizopus, dengan apofisis yang kecil; sporangiofor tegak dengan atau tanpa rizoid. Sinonim A. rouxii adalah Chlamydomucor oryzae, C. rouxii, C. rouxianus, C. javanicus, dan Rhizopus chlamydosporus (Ellis et al. 1976).


(Ellis et al. 1976)

Karakteristik A. rouxii yang menguntungkan dalam proses fermentasi substrat padat yang mengandung pati adalah kemampuan kapang tersebut dalam menghasilkan enzim amyloglucosidase, kemampuannya tumbuh pada substrat mentah (belum dimasak), serta ketidakmampuannya bersporulasi (Nout 2007). Amyloglucosidase (EC 3.2.1.3), atau juga sering disebut amylase, adalah enzim yang berfungsi memutus ikatan alpha-1,4 glikosida pada rantai polisakarida. Hasil akhir dari hidrolisis tersebut adalah dextrins, oligosakarida, maltosa and D-glukosa. Proses tersebut dikenal dengan sakarifikasi. Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Dung et al. (2006) menunjukkan bahwa A. rouxii mampu merubah 25% pati menjadi glukosa setelah inkubasi selama tiga hari, serta menghasilkan amyloglucosidase hingga 0,43 U/g.

Walaupun banyak penelitian tentang A. rouxii telah dilakukan, namun kapang tersebut masih menjadi misteri, antara lain adalah habitat alami A. rouxii serta evolusinya. Penggunaan ragi tape yang luas di masyarakat Indonesia membuka peluang banyaknya variasi A. rouxii yang dapat dijadikan sampel dalam memecahkan misteri tersebut.

Daftar Pustaka

  1. Dung, N.T.P., F.M. Rombouts & M.J.R. Nout. 2006. Functionality of selected strains of moulds and yeasts from Vietnamese rice wine starters. Food Microbiology 23: 331 –- 340.
  2. Ellis, J.J., L.J. Rhodes & C.W. Hasseltine. 1976. The Genus Amylomyces. Mycologia, 68(1): 131 — 143.
  3. Nout, R.M.J. 2007. The colonizing fungus as a food provider. Dalam. Dijksterhuis, J. & R.A. Samson. 2007. Food mycology: A multifaceted approach to fungi and food. CRC Press, Newark: 335 — 352.
Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia