|
Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Artikel SainsPranala Luar
|
15 Peb 2010 - Perkembangan Teori Atom
Ditulis oleh faridchem
Pebruari 15, 2010, 10:14:00 AM
52484 Dibaca
Rating:
Dari zaman yunani kuno hingga sekarang, model dan teori atom terus berkembang. Melalui model dan teori atom, kita dapat mengetahui struktur suatu atom. Perkembangan tersebut tidak dapat dilepaskan dari upaya para ilmuwan diantaranya Democritus, John Dalton, J.J. Thomson, Rutherford, Chadwick, Milikan, Niels Bohr, Schrodinger, de Broglie dan Heisenberg.
1. Teori Atom Democritus (460 SM–370 SM)
Democritus mengembangkan teori tentang penyusun suatu materi. Menurut Democritus jika suatu materi dibelah terus-menerus suatu ketika akan diperoleh suatu partikel fundamental yang disebut sebagai atom (Yunani: atomos = tidak terbagi). Pendapat ini ditolak oleh Aristoteles (384–322 SM), yang berpendapat bahwa materi bersifat kontinu (materi dapat dibelah terus-menerus sampai tidak berhingga). Aristoteles lebih menyetujui teori Empedokles, yaitu materi tersusun atas api, air tanah dan udara. Sekitar tahun 1592 - 1655 Gasendi mengemukakan bahwa atom merupakan bagian terkecil suatu zat. |
Peringatan : Meski pun para anggota Forum Sains (ForSa) dianjurkan untuk menggunakan kaidah ilmiah dan mencantumkan referensi saat berdiskusi, adalah tanggung jawab setiap orang untuk meneliti lebih lanjut kebenaran dan keabsahan setiap tulisan. Semua tulisan dapat dipandang sebagai opini masing-masing anggota. Forum Sains tidak bertanggung jawab atas masalah yang mungkin terjadi terkait hal tersebut, termasuk masalah hak cipta, kebenaran dan keakuratan dari informasi yang ada.



