Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Apakah anda lupa aktivasi email?
Mei 22, 2012, 12:22:14 AMMasuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Artikel SainsPranala Luar
|
05 Mei 2009 - Soal Iptek Indonesia, Selalu Tertinggal?
Ditulis oleh sautom
Mei 05, 2009, 11:52:00 PM
5101 Dibaca
Rating:
![]() ![]() ![]() ![]() (1 Orang)
You have rated this file.
Print
Indonesia Harus Secepatnya Produksi Kendaraan Bermotor Murah dan HijauPERNYATAAN Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Departemen Perindustrian RI Budi Dharmadi kepada pers baru-baru ini yang mengungkapkan telah melakukan pengkajian dan pengembangan konsep mobil murah (low cost vehicle) dan hijau (economic green vehicle), sangat menarik dan patut dicermati. Hal tersebut dinyatakan Budi Dharmadi sebagai tanggapan atas desakan berbagai kalangan komunitas pecinta otomotif di tanah air agar konsep mobil murah dan hijau sekaligus berteknologi tinggi secepatnya diterapkan pemerintah mengingat kondisi ekonomi Indonesia yang tidak menentu yang berimbas pada kelesuan daya beli masyarakat khususnya bisnis otomotif. Alasan lain, Indonesia merupakan salah satu penghasil polusi tertinggi di kawasan Asia bahkan di dunia, dimana penyumbang polusi tertinggi berasal dari gas buangan (emisi) berbagai jenis kendaraan bermotor. Solusi untuk mereduksi polusi salah satunya membuat kendaaraan ramah lingkungan. Ditilik dari aspek kebijakan teknologi, pernyataan Budi Dharmadi mengindikasikan pemerintah agak terlambat merespon atau sedikit kekurangjelian dalam upaya mentransformasi perkembangan teknologi otomotif di dunia saat ini yang berorientasi pada konsep kendaraan murah dan hijau berteknologi tinggi seperti mobil berbasis hybrid, listrik, ataupun biodiesel. Tak usah jauh-jauh, negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Australia sudah enam-tujuh tahun yang lalu melakukan kajian pengembangan sekaligus standarisasi industri otomotif berteknologi tinggi yang murah dan hijau. Belum Fokus
Fakta yang terjadi, seluruh investor dan produsen otomotif di tanah air masih belum terfokus memikirkan kemampuan untuk memproduksi mobil berkonsep hybrid atau motor listrik bahkan biodiesel. Sementara, negara-negara maju saat ini berambisi dan membuat target agar mobil-mobil berteknologi hybrid, biodiesel, dan listrik harus sudah memenuhi standarisasi dan diproduksi secara besar-besaran dua tiga tahun ke depan. |
Peringatan : Meski pun para anggota Forum Sains (ForSa) dianjurkan untuk menggunakan kaidah ilmiah dan mencantumkan referensi saat berdiskusi, adalah tanggung jawab setiap orang untuk meneliti lebih lanjut kebenaran dan keabsahan setiap tulisan. Semua tulisan dapat dipandang sebagai opini masing-masing anggota. Forum Sains tidak bertanggung jawab atas masalah yang mungkin terjadi terkait hal tersebut, termasuk masalah hak cipta, kebenaran dan keakuratan dari informasi yang ada.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan
Mei 22, 2012, 12:22:14 AM


kebiasaan di forsa kah..??