Forum Sains Indonesia



*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

dhea252

Agustus 19, 2016, 11:20:05 AM
Very good idea you've shared here, from here I can be a very valuable new experience. all things that are here will I make the source of reference, thank you friends.
http://obatambeien.tasikstore.com/
http://obatambeien.healthylifeindonesia.com/
http://obatambeien.bestagaric.web.id/
http://obat

dhea252

Agustus 19, 2016, 11:19:44 AM
Thanks for sharing, success always
http://obatambeien.tasikstore.com/

kez0223

Agustus 18, 2016, 09:14:36 AM
Thanks for sharing, success always

http://obatkolesterol.healthylifeindonesia.com/

kez0223

Agustus 18, 2016, 09:14:11 AM

kez0223

Agustus 18, 2016, 09:13:27 AM
The information is so exciting, very enjoyable to be listened

http://obatkolesterol.best-agaric.net/
http://obatkolesterol.best-agaric.com/

kez0223

Agustus 18, 2016, 09:12:56 AM
It is interesting to read, I hope the future is much better


http://obatkolesterol.agaricpro.info/
http://obatkolesterol.agaricpro.net/

kez0223

Agustus 18, 2016, 09:12:19 AM
Wow, I like the way you design this web... It's so beautiful.

http://obatkolesterol.agaricpro.biz/
http://obatkolesterol.agaricpro.org/

kez0223

Agustus 18, 2016, 09:11:35 AM

auzyouchen

Agustus 03, 2016, 09:53:07 AM
selamat pagi
Kutip

agaricback

Juli 29, 2016, 08:43:47 AM
ada hukum archimedes yang dimana masanya berkurang karena adanya udara..
http://goo.gl/aXAJAC | http://goo.gl/4nts9p | http://goo.gl/SqrQc0 | http://goo.gl/H4YOdC |

Show 50 latest
tembakauBidang pertanian saat ini menghasilkan perkembangan bioteknologi molekular yang pesat, yang dapat menawarkan cara yang lebih murah daripada pembuatan vaksin dan obat tradisional melalui pabrik. Para ilmuwan telah menemukan tembakau yang menyehatkan setelah memodifikasi faktor genetiknya. Tembakau ini dapat digunakan untuk mengobati diabetes tipe 1.

Peneliti Eropa mengatakan telah menghasilkan tembakau yang mengandung senyawa anti-inflamasi (anti-peradangan) yang disebut interleukin-10 (IL-10) yang dapat membantu pasien diabetes tipe 1 yang masih menggantungkan insulin. Sejumlah perusahaan kimia pertanian, termasuk Bayer dan Syngenta, telah mencari cara untuk membuat kompleks protein dalam tanaman obat-obatan, meskipun membutuhkan proses yang lambat.

Pada saat ini, kebanyakan obat-obatan dan vaksin diproduksi melalui kultur sel dan kultur jaringan. Namun, Mario Pezzotti dari Universitas Verona, yang memimpin studi tentang tembakau yang diterbitkan dalam jurnal BMC Biotechnology, percaya bahwa tembakau tumbuh lebih efisien semenjak tanaman dunia memiliki biaya rendah untuk menghasilkan protein obat.

Berbagai jenis tanaman telah dipelajari oleh sejumlah ilmuwan di seluruh dunia, tetapi tembakau merupakan tanaman yang paling digemari dalam hal riset. "Tembakau adalah tanaman yang fantastis karena mudah mentransformasi genetik dan dengan mudah dapat mempelajari seluruh tanaman dari satu sel," ungkap Pezzotti. Kelompoknya bekerja dan menaruh minat terhadap tembakau raksasa, yaitu Philip Morris, yang mendukung konferensi tanaman berbasis obat di Verona pada bulan Juni.

Pezzotti dan koleganya - yang menerima dana untuk penelitiannya dari Uni Eropa - sekarang berencana untuk megujicobakan tanaman tersebut ke tikus yang memiliki penyakit autoimmune untuk mengetahui responnya.

Selanjutnya, mereka ingin menguji apakah pengulangan dosis kecil dapat membantu mencegah penyakit kencing manis pada orang, ketika diberikan bersamaan dengan senyawa lain yaitu glutamic acid decarboxylase (GAD65), yang juga telah diproduksi di tanaman tembakau.

Diamyd, perusahaan bioteknologi di Swedia sudah menguji secara konvensional vaksin GAD65 terhadap penderita diabetes dalam masa uji coba klinis. Bidang pertanian molekuler belum menghasilkan produk komersial pertama, walaupun Israel Protalix BioTherapeutics telah melakukan uji klinis lanjutan pada enzim untuk pengobatan penyakit Gaucher yang dihasilkan melalui kultur sel wortel. Protalix rencana untuk mengirimkan obatnya untuk persetujuan dari Amerika Serikat dan Israel.
Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia