Forum Sains Indonesia



*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

ytridyrevsielixetuls

Kemarin jam 07:05:18 PM
gigi bolong gak bisa disembuhin, mas. bisanya ditambal.

aji saka

Pebruari 03, 2016, 02:29:01 PM
Assallamuaekum,sahabat forum yg terkasih,,ane mau punya maslah,dgn gigi,,ane,,karena gigi ane pada bolong cuma gagian belakang nya,,,ada yg tau kali obat nya,,,terims,,aji bogor
 

Balya

Januari 31, 2016, 10:31:28 AM
Assalamualaykum, Post terbaru setelah sekian lama tidak muncul
 

Farabi

Januari 12, 2016, 10:14:20 PM
Itu bukan bisnis, emang murni mau nebus dosa, bang.
 

ytridyrevsielixetuls

Januari 12, 2016, 09:05:41 PM
wah saya baru dengar model bisnis ky itu. gimana caranya biar dapet profit?
 

Farabi

Januari 12, 2016, 05:29:09 PM
Mahasiswa yang seneng baca, dan punya android, kalian hubungi aku aja kalau butuh internet, aku nyediain pulsa gratis buat pemakai axis unlimited tiap bulan 50 rb. Kalian hubungi aku aja, aku punya dana untuk satu tahun, nanti kalian share sendiri ke 8 orang, insyaAllah berpahala. Aku yakin betul. A
 

Farabi

Januari 12, 2016, 07:43:58 AM
Kalau anda melihat FarabiPersonalNetword atau FarabiPersonalHotspot konek saja, itu gratis. Pass:123456789

TokoAlatLaboratorium

Januari 11, 2016, 02:10:21 PM
Butuh alat-alat lab?  :D
https://alatlab.org

fiand20

Januari 07, 2016, 09:41:10 AM
Selamat Pagi semua.. :) ;) :D

Show 50 latest
tembakauBidang pertanian saat ini menghasilkan perkembangan bioteknologi molekular yang pesat, yang dapat menawarkan cara yang lebih murah daripada pembuatan vaksin dan obat tradisional melalui pabrik. Para ilmuwan telah menemukan tembakau yang menyehatkan setelah memodifikasi faktor genetiknya. Tembakau ini dapat digunakan untuk mengobati diabetes tipe 1.

Peneliti Eropa mengatakan telah menghasilkan tembakau yang mengandung senyawa anti-inflamasi (anti-peradangan) yang disebut interleukin-10 (IL-10) yang dapat membantu pasien diabetes tipe 1 yang masih menggantungkan insulin. Sejumlah perusahaan kimia pertanian, termasuk Bayer dan Syngenta, telah mencari cara untuk membuat kompleks protein dalam tanaman obat-obatan, meskipun membutuhkan proses yang lambat.

Pada saat ini, kebanyakan obat-obatan dan vaksin diproduksi melalui kultur sel dan kultur jaringan. Namun, Mario Pezzotti dari Universitas Verona, yang memimpin studi tentang tembakau yang diterbitkan dalam jurnal BMC Biotechnology, percaya bahwa tembakau tumbuh lebih efisien semenjak tanaman dunia memiliki biaya rendah untuk menghasilkan protein obat.

Berbagai jenis tanaman telah dipelajari oleh sejumlah ilmuwan di seluruh dunia, tetapi tembakau merupakan tanaman yang paling digemari dalam hal riset. "Tembakau adalah tanaman yang fantastis karena mudah mentransformasi genetik dan dengan mudah dapat mempelajari seluruh tanaman dari satu sel," ungkap Pezzotti. Kelompoknya bekerja dan menaruh minat terhadap tembakau raksasa, yaitu Philip Morris, yang mendukung konferensi tanaman berbasis obat di Verona pada bulan Juni.

Pezzotti dan koleganya - yang menerima dana untuk penelitiannya dari Uni Eropa - sekarang berencana untuk megujicobakan tanaman tersebut ke tikus yang memiliki penyakit autoimmune untuk mengetahui responnya.

Selanjutnya, mereka ingin menguji apakah pengulangan dosis kecil dapat membantu mencegah penyakit kencing manis pada orang, ketika diberikan bersamaan dengan senyawa lain yaitu glutamic acid decarboxylase (GAD65), yang juga telah diproduksi di tanaman tembakau.

Diamyd, perusahaan bioteknologi di Swedia sudah menguji secara konvensional vaksin GAD65 terhadap penderita diabetes dalam masa uji coba klinis. Bidang pertanian molekuler belum menghasilkan produk komersial pertama, walaupun Israel Protalix BioTherapeutics telah melakukan uji klinis lanjutan pada enzim untuk pengobatan penyakit Gaucher yang dihasilkan melalui kultur sel wortel. Protalix rencana untuk mengirimkan obatnya untuk persetujuan dari Amerika Serikat dan Israel.
Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia