Forum Sains Indonesia



*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

akbarsena26

September 26, 2016, 03:23:51 PM
ada yang bisa kasih lay out robot line follower analog gak? yang langsung bisa di print
 

ytridyrevsielixetuls

September 26, 2016, 01:04:43 PM
koneksi gwa bermasalah disaat gwa mau submit post ke 666... hihihi kebetulan kah?
 

ytridyrevsielixetuls

September 26, 2016, 12:22:58 PM
1 dulu ya? :) trit copas juga.

soalnya sy juga sibuk.
 

nʇǝʌ∀

September 22, 2016, 04:25:04 PM
@ytridyrevsielixetuls

bantuin bikin thread. lagi sibuk jadi cuma sempat bikin copas dulu.
 

nʇǝʌ∀

September 22, 2016, 08:24:18 AM
Thanks, om reborn :)
kirain ga bakal direnewal forumnya.
dah disebarin beritanya  >:(
 

ytridyrevsielixetuls

September 21, 2016, 07:49:30 PM
oh BTW thanks ya om reborn :)
Wish You Luck!
 

ytridyrevsielixetuls

September 21, 2016, 07:42:55 PM
Hahaha ternyata udah di renewal sama om reborn pas jam 11 tadi! ;D

diem-diem direnewal forumnya.

*BERSULANG!*
 

nʇǝʌ∀

September 21, 2016, 09:30:32 AM
ForSa masih ada tapi expiration date tetap tanggal 21? Kita tunggu saja sampai pukul 18:23:19
sebab menurut data registrasi berakhir pada pukul 18:23
 

nʇǝʌ∀

September 21, 2016, 09:30:09 AM
setiap member yang pake siggy juga ngalamin. saya juga.
 

Monox D. I-Fly

September 20, 2016, 09:39:22 PM
Kok di beberapa post siggy saya nggak muncul ya? Padahal masih thread yang sama...

Show 50 latest
tembakauBidang pertanian saat ini menghasilkan perkembangan bioteknologi molekular yang pesat, yang dapat menawarkan cara yang lebih murah daripada pembuatan vaksin dan obat tradisional melalui pabrik. Para ilmuwan telah menemukan tembakau yang menyehatkan setelah memodifikasi faktor genetiknya. Tembakau ini dapat digunakan untuk mengobati diabetes tipe 1.

Peneliti Eropa mengatakan telah menghasilkan tembakau yang mengandung senyawa anti-inflamasi (anti-peradangan) yang disebut interleukin-10 (IL-10) yang dapat membantu pasien diabetes tipe 1 yang masih menggantungkan insulin. Sejumlah perusahaan kimia pertanian, termasuk Bayer dan Syngenta, telah mencari cara untuk membuat kompleks protein dalam tanaman obat-obatan, meskipun membutuhkan proses yang lambat.

Pada saat ini, kebanyakan obat-obatan dan vaksin diproduksi melalui kultur sel dan kultur jaringan. Namun, Mario Pezzotti dari Universitas Verona, yang memimpin studi tentang tembakau yang diterbitkan dalam jurnal BMC Biotechnology, percaya bahwa tembakau tumbuh lebih efisien semenjak tanaman dunia memiliki biaya rendah untuk menghasilkan protein obat.

Berbagai jenis tanaman telah dipelajari oleh sejumlah ilmuwan di seluruh dunia, tetapi tembakau merupakan tanaman yang paling digemari dalam hal riset. "Tembakau adalah tanaman yang fantastis karena mudah mentransformasi genetik dan dengan mudah dapat mempelajari seluruh tanaman dari satu sel," ungkap Pezzotti. Kelompoknya bekerja dan menaruh minat terhadap tembakau raksasa, yaitu Philip Morris, yang mendukung konferensi tanaman berbasis obat di Verona pada bulan Juni.

Pezzotti dan koleganya - yang menerima dana untuk penelitiannya dari Uni Eropa - sekarang berencana untuk megujicobakan tanaman tersebut ke tikus yang memiliki penyakit autoimmune untuk mengetahui responnya.

Selanjutnya, mereka ingin menguji apakah pengulangan dosis kecil dapat membantu mencegah penyakit kencing manis pada orang, ketika diberikan bersamaan dengan senyawa lain yaitu glutamic acid decarboxylase (GAD65), yang juga telah diproduksi di tanaman tembakau.

Diamyd, perusahaan bioteknologi di Swedia sudah menguji secara konvensional vaksin GAD65 terhadap penderita diabetes dalam masa uji coba klinis. Bidang pertanian molekuler belum menghasilkan produk komersial pertama, walaupun Israel Protalix BioTherapeutics telah melakukan uji klinis lanjutan pada enzim untuk pengobatan penyakit Gaucher yang dihasilkan melalui kultur sel wortel. Protalix rencana untuk mengirimkan obatnya untuk persetujuan dari Amerika Serikat dan Israel.
Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia