ForSa punya logo baru!! Ada komen?
0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.
Hmm ya, terima kasih atas penjelasan dan linknya. Namun kayaknya saya belum sreg bila waktu dipandang sebagai dimensi, apalagi lalu digabungkan menjadi dimensi 4 D kesinambungan ruang-waktu.Mungkin saja cara berpikir saya keliru. Saya memandang waktu itu sebagai catatan urutan kejadian, atau ada lintasan waktu yang selalu bergerak ke depan. Bila kita melihat ke waktu yang telah berlalu, kemudian melihat waktu sekarang, maka kita bisa menemukan suatu lintasan waktu mundur. Intinya, parameter dari waktu adalah maju dan mundur, atau ke depan dan kebelakang, dan parameter itu dimiliki oleh dimensi 1 D / suatu garis. Sehingga, menurut persepsi saya, bila dipaksakan juga waktu itu sebagai suatu dimensi ( 1 D ) dan kemudian digabungkan dengan dimensi 3 D, maka dimensi Ruang-Waktu tetap 3 D.Itu cuma persepsi saya ............
Terima kasih linknya, pak THL. Saya pelajari, dan makin menambah semangat saya untuk menghidupkan lagi teori yang dibilang sekarat, berkaitan dengan ether. Gak tahu kenapa, saya suka dengan yang klasik-klasik.
Oh saya ngerti tentang sebab kenapa dimensi ke 4 dimasukan. Biarpun menurut saya sebetulnya waktu hanyalah semu saja, hanya perasaan kita saja, pada kenyataannya waktu tidaklah ada, hanya alat ukur bagi kita saja.
para ilmuwan pun juga mempertimbangkan hal itu kok, hampir semua orang juga secara awam akan menganggap waktu seperti itu lebih masuk akal dibanding waktu yang 'menyatu' dengan ruang ...hanya saja sesuai kata pak THL tadi, eksperimen bicara lain ...
memangnya sudah ada eksperimennya ? kalo gak salah pencipta waktu menyatu dengan ruang itu gak pake eksperimen, atau mungkin eksperimen secara imajiner saja, beliau kan dikenal teoritis murni .............
Dimulai oleh Terbaik « 1 2 3 » Astronomi dan Kosmologi
Dimulai oleh superstring39 Astronomi dan Kosmologi
Dimulai oleh Karno Giyantono Fisika
Dimulai oleh Murtadlo Astronomi dan Kosmologi
Dimulai oleh hawari Fisika