Forum Sains Indonesia




*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

@liya_oneng

Hari Ini jam 07:16:47 AM
Nilai dari 54 akar 40 : 9 akar 24

agus.sucipto99

Hari Ini jam 07:08:19 AM
saya sedang mencari peralatan yg menggunakan teori parendev magnet permanen, ane mau beli.. ada info hub 082126406601

Ode Haerudin

Kemarin jam 11:41:35 PM
assalam alaikum :)

robbani

November 17, 2014, 09:15:59 PM
ada yang tau coding penjumlahan bilangan oktal di java
 

milmi

November 17, 2014, 07:13:48 PM
Salam kenal juga

hani

November 16, 2014, 04:58:00 PM
salam kenal :)

oviuchiha

November 16, 2014, 01:46:23 PM
salam kenal ya kawan2,.,.,.
 :D ;) :) ;D
 

MuhammadRyan

November 16, 2014, 08:07:46 AM
walaikumsalam

evviapriliya

November 12, 2014, 08:16:55 PM
assalamualaikum
 :)

andiana

November 11, 2014, 04:27:01 AM
halo semua lam kenal yah, member baru neh ikutan gabung yah agen ibcbet  :)

Show 50 latest

Penulis Topik: Teori Big Bang itu MANDUL. apa mungkin sebelum big bang tak ada ruang dan waktu?  (Dibaca 54564 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline The Houw Liong

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1286
  • IQ: 16
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • Sains, Filsafat dan Teknologi
Hmm ya,  terima kasih atas penjelasan dan linknya.  Namun kayaknya saya belum sreg bila waktu dipandang sebagai dimensi,  apalagi lalu digabungkan menjadi dimensi 4 D kesinambungan ruang-waktu.

Mungkin saja cara berpikir saya keliru.  Saya memandang waktu itu sebagai catatan urutan kejadian,  atau ada lintasan waktu yang selalu bergerak ke depan.  Bila kita melihat ke waktu yang telah berlalu,  kemudian melihat waktu sekarang,  maka kita bisa menemukan suatu lintasan waktu mundur.  Intinya,  parameter dari waktu adalah maju dan mundur,  atau ke depan dan kebelakang,  dan parameter itu dimiliki oleh dimensi 1 D / suatu garis.  Sehingga,  menurut persepsi saya,  bila dipaksakan juga waktu itu sebagai suatu dimensi ( 1 D ) dan kemudian digabungkan dengan dimensi 3 D,  maka dimensi Ruang-Waktu tetap 3 D.

Itu cuma persepsi saya ............ :)


Untuk memperoleh persepsi yang benar anda harus mendalami teori relativitas. Dalam teori tsb transformasi koordinat ruang dan waktu tidak dapat dipisahkan . Contohnya transformasi Lorentz, sedangkan dalam fisika klasik berlaku transformasi Galilei. Dalam transformasi Galilei, ruang bertransformasi dengan koordinat ruang saja, terpisah dengan waktu, seperti dalam persepsi anda.

http://www.ainisastra.com/2011/01/gambaran-umum-teori-relativitas.html
« Edit Terakhir: September 08, 2011, 04:31:04 PM oleh The Houw Liong »
HouwLiong

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2809
  • IQ: 10
    • Lihat Profil
Terima kasih linknya, pak THL.  Saya pelajari,  dan makin menambah semangat saya untuk menghidupkan lagi teori yang dibilang sekarat,  berkaitan dengan ether.   Gak tahu kenapa,  saya suka dengan yang klasik-klasik. :)

Offline The Houw Liong

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1286
  • IQ: 16
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • Sains, Filsafat dan Teknologi
Terima kasih linknya, pak THL.  Saya pelajari,  dan makin menambah semangat saya untuk menghidupkan lagi teori yang dibilang sekarat,  berkaitan dengan ether.   Gak tahu kenapa,  saya suka dengan yang klasik-klasik. :)

Memang fisika klasik sesuai dengan "common sense", sedangkan fisika modern di luar "common sense", namun peengamatan menyatakan fisika modern benar secara ilmiah (memenuhi logico-empiricism).

Offline Farabi

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2899
  • IQ: 170
  • Gender: Pria
  • Self-Proclaim Judge. All hail safirot.
    • Lihat Profil
Oh saya ngerti tentang sebab kenapa dimensi ke 4 dimasukan. Biarpun menurut saya sebetulnya waktu hanyalah semu saja, hanya perasaan kita saja, pada kenyataannya waktu tidaklah ada, hanya alat ukur bagi kita saja.
Informasi yang aku anggap menarik
http://farabinewsnow.blogspot.com/

Saya Indonesia ASLI.

Offline Jim Heart

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 108
  • IQ: 3
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Hmm ya,  terima kasih atas penjelasan dan linknya.  Namun kayaknya saya belum sreg bila waktu dipandang sebagai dimensi,  apalagi lalu digabungkan menjadi dimensi 4 D kesinambungan ruang-waktu.

Mungkin saja cara berpikir saya keliru.  Saya memandang waktu itu sebagai catatan urutan kejadian,  atau ada lintasan waktu yang selalu bergerak ke depan.  Bila kita melihat ke waktu yang telah berlalu,  kemudian melihat waktu sekarang,  maka kita bisa menemukan suatu lintasan waktu mundur.  Intinya,  parameter dari waktu adalah maju dan mundur,  atau ke depan dan kebelakang,  dan parameter itu dimiliki oleh dimensi 1 D / suatu garis.  Sehingga,  menurut persepsi saya,  bila dipaksakan juga waktu itu sebagai suatu dimensi ( 1 D ) dan kemudian digabungkan dengan dimensi 3 D,  maka dimensi Ruang-Waktu tetap 3 D.

Itu cuma persepsi saya ............ :)
Oh saya ngerti tentang sebab kenapa dimensi ke 4 dimasukan. Biarpun menurut saya sebetulnya waktu hanyalah semu saja, hanya perasaan kita saja, pada kenyataannya waktu tidaklah ada, hanya alat ukur bagi kita saja.

para ilmuwan pun juga mempertimbangkan hal itu kok, hampir semua orang juga secara awam akan menganggap waktu seperti itu lebih masuk akal dibanding waktu yang 'menyatu' dengan ruang ...
hanya saja sesuai kata pak THL tadi, eksperimen bicara lain ...

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2809
  • IQ: 10
    • Lihat Profil
para ilmuwan pun juga mempertimbangkan hal itu kok, hampir semua orang juga secara awam akan menganggap waktu seperti itu lebih masuk akal dibanding waktu yang 'menyatu' dengan ruang ...
hanya saja sesuai kata pak THL tadi, eksperimen bicara lain ...

memangnya sudah ada eksperimennya  ?  kalo gak salah pencipta waktu menyatu dengan ruang itu gak pake eksperimen,  atau mungkin eksperimen secara imajiner saja,  beliau kan dikenal teoritis murni .............

Offline Jim Heart

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 108
  • IQ: 3
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
memangnya sudah ada eksperimennya  ?  kalo gak salah pencipta waktu menyatu dengan ruang itu gak pake eksperimen,  atau mungkin eksperimen secara imajiner saja,  beliau kan dikenal teoritis murni .............

ya, awalnya memang sekedar teori dan persamaan matematika ...
tapi saat di eksperimenkan pun itu memang benar, bahwa ruang dan waktu itu tak dapat dipisahkan ... misal eksperimen mengukur pembengkokan maupun perubahan ruang dan waktu karena gravitasi, saat yang satu berubah yang satunya lagi juga ikut berubah, atau dengan kata lain "fungsi" matematikanya sama ...

Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2238
  • IQ: 317
  • Gender: Pria
  • ForSa
    • Lihat Profil
Sudah 16 halaman tapi kok makin melenceng dari pertanyaan awal? Topik ini ditutup tapi silahkan buka yang baru biar lebih fokus diskusinya. Yang minat ikutan nimbrung juga lebih enak, gak perlu baca tulisan2 yang OOT.

 

Topik Terkait

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
30 Jawaban
10763 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 01, 2009, 04:15:06 PM
oleh Mat Dillom
4 Jawaban
4418 Dilihat
Tulisan terakhir April 13, 2009, 04:03:20 PM
oleh superstring39
8 Jawaban
2869 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 06, 2009, 05:42:11 PM
oleh ksatriabajuhitam
1 Jawaban
1747 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 28, 2010, 04:58:23 PM
oleh Huriah M Putra
14 Jawaban
4914 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 24, 2010, 08:52:58 AM
oleh The Houw Liong

Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia