Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.
0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.
Satu lagi, bukannya saya menyangkal sejarah pendaratan di bulan, tetapi saya terus bepikir, kalau pada tahun 1969 kita sudah mencapai kesuksesan sebesar itu dengan mendaratkan awak di bulan, selanjutnya muncul berita2 miring yang mengatakan bahwa kisah tersebut palsu, mengapa tidak dibuktikan langsung dengan perjalanan yang sama ke bulan? Toh kita sudah dapat 'menaklukkan Mars' yang posisinya lebih jau dan medannya lebih sulit katanya. Action is the best evidence.
dan bukti kuat kalo manusia pnah mendarat di bulan adalah..............
menurutku sie tidak mungkin mendarat...Regards..
Menaklukkan Mars?In what way? Dalam hal bagaimana?Mendaratkan wahana tak berawak di Mars, iya. Tapi mendaratkan manusia di Mars? Belum tercapai.Sekarang-sekarang ini, mengirimkan manusia ke Bulan dan mengembalikannya ke Bumi tidak semudah mengirimkan wahana tak berawak ke Planet Saturnus (dan satelit2nya). Ongkosnya lebih mahal.Kalau kita buat proposal ke NASA untuk mendukung pengiriman roket berawak ke Bulan, tentu akan ditanya: Buat apa? Apa aspek2 ilmiah yang bisa diperoleh? Pada tahun 1960an ini penting karena pamor Amerika dipertaruhkan. Sekarang? Pendaratan manusia ke Bulan menjadi tidak relevan. Kalau cuma buat penelitian atau mengambil sampel, jauh lebih cost-effective untuk mengirimkan wahana tak berawak.Kalau jawabannya adalah untuk membuktikan apakah pendaratan tahun 1969 itu palsu atau enggak, nanti ditanya lagi: Buat apa? Kan bukti2 yang dibawa para astronot (foto2, video, sampel batu, dst.) dari Apollo 11 sampai 17 (kecuali 13 yg enggak berhasil mencapai Bulan) sudah menunjukkan bahwa mereka memang betul2 ke sana?
Kalau USSR (Yuri Gagarin) PERNAH ke Bulan, USA (Neil Armstrong) bahkan MENDARAT di sono. Gitu kan?
coba perhatiin bget bendera amerika yang ngibar di luar angkasa tuh,,,,ga mgkin kan,,,
Ada yang bisa masukkin bukti gak ke sini bantahan terhadap hoax pendaratan manusia pertama di bulan tersebut. jika ada maka baru dilanjutkan diskusinya. soalnya kalo yang satu bilang bener yang lain bilang salah tanpa menunjukkan bukti maka akan menjadi pepesan kosong.
Penjelasannya sangat sederhana, film dengan kualitas terbaik pun tidak dapatmemperlihatkan secara bersamaan dua objek , yg satu sangat terang (pakaian astronot warna putih yang terkena sinarmatahari) dan obyek lain yang redup (bintang). Story Mugrave, seorang astronot yg telah terbang keluar angkasasebanyak enam kali, mengatakan bahwa ketika ia berada diluar pesawat , dibawah sinar matahari yang terang, ia tidakdapat melihat bintang-binatang. Namun ketika pesawat berada di dalam bayangan bumi dan matanya dapat beradaptasidengan lingkungan yg lebih gelap, pada saat itulah dia dapat melihat bintang.Penjelasan lainnya, pada langit Bumi,partikel-partikel atmosfer Bumi akan menghamburkan cahaya matahari pada panjang gelombang biru, sehingga langitsiang hari pun tampak biru. Berbeda dengan Bulan, yang hampir dapat dikatakan tidak memiliki atmosfer sehingga langitsenantiasa gelap, baik siang maupun malam. Jadi, jika kita berada di Bulan, tentunya bintang akan selalu terlihat. Tetapikenapa tidak terekam dalam gambar yang diambil Apollo? Dalam foto itu, sebenarnya bintang tersebut ada, namunterlalu redup untuk ditangkap kamera. Kamera dan film yang digunakan oleh para astronot disetel untuk mengambilgambar-gambar kegiatan di Bulan. Exposure timenya diatur sedemikian rupa agar dapat merekam kondisi permukaanBulan yang terang, bukan untuk mengambil gambar objek-objek lemah pada langit latar belakang.
Bayangan itu tidak paralel karena hanya diterangi satu sumber cahaya yg jauh seperti matahari.Namun, hal itu benar jika kamu berada dipermukaan yang rata dan tidak berefek 3 dimensi. Jika kita mecobamemperlihatkan realitas 3 dimensi pada permukaan yg tidak rata di dalam foto dua dimensi yg memiliki kontras,bayangan jatuh ke arah yg sedikit berbeda.
1. Tidak ada angin di dalamstudio film kecuali jika kipas angin dihidupkan.2. Jika ada cukup banyak angin di studio film,sehingga bendera berkibar , angin itu juga pasti menggerakkan debudebudi kaki mereka.3. Untuk bisa berkibar, bendera tidak selalu membutuhkan angin. Setidaknya di ruang angkasa hal inilah yang terjadi.Pada kondisi di Bulan, bendera dipancangkan bukan hanya pada tiang vertikal, tapi terdapat juga tiang horizontal yangditambahkan di bagian atas bendera, sehingga bendera tersebut tampak tergantung dan merentang. Selain itupermukaan Bulan yang keras mempersulit pemancangan tiang bendera, sehingga para astronot harus memutar tiangtersebut maju mundur agar bisa ditanamkan di tanah bulan. Akibat gerakan ini, bendera tersebut berkibar, atau yangsebenarnya lebih tepat jika disebut bergetar. Di Bumi kibaran bendera terjadi beberapa detik dan diperlambat oleh udara, tapi kondisi vakum di Bulan menyebabkan gerakan bendera tersebut tidak akan berhenti karena tidak ada gaya dari luar yang menghentikannya.Sesungguhnya, bendera yg berkibar itu justru membuktikan bahwa para astronotmemang berada di Bulan. Bendera itu bergoyang karena baru saja dipasang. Dan terus bergoyang selama beberapawaktu dengan cara yang tidak biasa karena gravitasi Bulan 1/6 gravitasi Bumi, dan karena tidak ada udara di bulan untuk segera menghentikan gerakan bendera.
Untuk melakukan sebuah pendaratan tentu tidak dilakukan dengan kecepatan tinggi tapidengan kecepatan yang diperlambat. Tidak ada satu orangpun yang memarkirkan mobilnya dengan kecepatan 100 km/jam. Hal yang sama berlaku juga pada Apollo 11. Semburan roket memiliki dorongan 5000 kg, tetapi roket tersebut diperlambat sampai sekitar 1500 kg saat mendekati permukaan. Dengan diameter pipa pengeluaran roket sebesar 54 inci (dari Ensiklopedia Astronautica), dan ukuran roket sekitar 2300 inci persegi, semburan roket hanya menimbulkan tekanan sekitar 0.75 kg /inci persegi. Tekanan sebesar ini tidak akan sampai menimbulkan jejak lubang yang besar.Hasil foto-foto yang diambil di Bulan juga memperlihatkan adanya bayangan yang kurang gelap. Obyek yang seharusnya gelap karena berada dalam daerah bayangan, tetapi dalam foto dapat jelas terlihat, termasuk tulisan di sisi pesawat. Jiika Matahari merupakan satu-satunya sumber cahaya, dan tidak ada udara yang dapat menghamburkan cahaya, seharusnya bayangan yang terjadi sangat gelap. Sebuah persepsi yang salah. Memang ini bukan di Bumi dan cahaya Matahari tidak dapat dihamburkan dalam kondisi hampa udara. Tapi di Bulan masih ada sumber cahaya lain yang berasal dari Bulan sendiri. Debu di Bulan memiliki sifat yang khas: yaitu memantulkan kembali cahaya ke arah sumber cahaya berasal.
Transmisi audionya sebenarnya ada jedanya. Antara suara dari bulandan konfirmasi dari bumi tidak ada jeda. Itu jelas karena transkrip tersebut dicatat dari bumi. Contohnya pada potongan transkrip berikut :1.102:41:12 Duke: Eagle, you've got 30 seconds to P642.102:41:19 Aldrin: Roger. (Pause)3.102:41:27 Duke: Eagle, Houston. Coming up 8:30; you're looking great. (Pause)4.102:41:35 Armstrong: (Garbled) 64.5.102:41:37 Duke: We copy. (Long Pause)Coba liat antara line 1 dan 2, ada 7 detik berlalu setelah mission control (Duke) memberikan informasi sampai terdengar konfirmasi dari Aldrin, waktu yang lebih dari cukup untuk gelombang elektromagnetik merambat ke bulan dan kembali lagi ke bumi. (jarak bumi ke bulan sekitar 360 ribu km, kecepatan cahaya sekitar 300 ribu km/s bolak balik cukup sekitar 2,4 detik saja)Tapi coba perhatikan hanya ada 2 detik berlalu setelah informasi dari Armstrong dan konfirmasi dari mission control waktu yang juga lebih dari cukup untuk gelombang suara merambat dari speaker mission control ke telinga Duke lalu merambat dari mulut Duke ke mic dihadapannya.
Radiasi adalah hal yang tidak terlalu diperhatikan NASA sebelum penerbangan pertama, namun merekamemenginvestasikan jumlah yang cukup besar untuk penelitian ini dan menentukan bahwa resikonya minimal. Apollo memerlukan satu jam untuk melewati sabuk radiasi untuk berangkat dan kembali lagi. Total radiasi yang diterima astronot sekitar satu rem. Orang akan mengalami kesakitan pada radiasi 100-200 rem, dan kematian pada radiasi 300+ rem. Jelas dosisnya memiliki rentang yang sangat jauh untuk dianggap beresiko.
Film yang biasa akan segera meleleh jika di ekspos pada suhu 250°F, bagaimanapun film yang digunakan bukan film biasa, dan tidak pernah diekspos pada temperatur sekian. Astronot Apollo menggunakan film tranparansi khusus yang didisain spesifik, di bawah kontrak NASA, untuk lingkungan yang tidak ramah misal di Bulan. Menurut Kodak, film akan mulai melemah pada 200°F, dan tidak akan meleleh sampai pada suhu 500°F. Kamera juga diproteksi didalam casing spesial yang didisain agar tetap dingin. Situasi di Bulan yg hampa udara sangat berbeda dengan misal di dalam oven. Tanpa konveksi dan konduksi, metode yang mungkin untuk transfer panas hanyalah radiasi. Panas radiaktif bisa dialihkan secara efektif dengan membungkus material menggunakan permukaan reflektif, biasanya material putih. Casing dari kamera sama juga seperti seragam astronot,putih.