Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Pebruari 10, 2012, 05:11:09 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

dzikripratama

Hari Ini jam 01:34:08 PM
 :) ;) :D ;D
 

dzikripratama

Hari Ini jam 01:33:39 PM
duh,cape habis ekskul di sklh
 

semut-ireng

Hari Ini jam 07:37:05 AM
 :)
 

exile_rstd

Kemarin jam 06:04:39 PM
sampai di Tangerang jam 05.30 pagi. seneng udh plg tapi jadi kangen sm Yogya ;D
 

MonDay

Kemarin jam 01:56:29 PM
boleh promosi ga dsn ya?
 

lam_lavoisier09

Kemarin jam 12:03:50 PM
salam kenal semua,,, ikut nimbrung yoo.. :)
 ;)
 

semut-ireng

Kemarin jam 08:30:33 AM
 :)
 

Farabi

Pebruari 08, 2012, 08:04:23 PM
Semut: Kirain dah mahasiswa. Bagus kan, jadi terpacu buat belajar. ;D Heu...
 

semut-ireng

Pebruari 07, 2012, 06:24:47 PM
lagian guru gw kenceng banget,  yang ga ngerjakan PR ditulis di papan pengumuman ..... ;D
 

dzikripratama

Pebruari 07, 2012, 04:18:13 PM
aduh pusing banyak PR :)

Show 50 latest

Penulis Topik: Apa bener Apollo mendarat di bulan?  (Dibaca 79860 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

astronomsableng

  • Pengunjung
Re: Apa bener Apollo mendarat di bulan?
« Jawab #60 pada: Oktober 22, 2008, 10:30:19 PM »
Satu lagi, bukannya saya menyangkal sejarah pendaratan di bulan, tetapi saya terus bepikir, kalau pada tahun 1969 kita sudah mencapai kesuksesan sebesar itu dengan mendaratkan awak di bulan, selanjutnya muncul berita2 miring yang mengatakan bahwa kisah tersebut palsu, mengapa tidak dibuktikan langsung dengan perjalanan yang sama ke bulan? Toh kita sudah dapat 'menaklukkan Mars' yang posisinya lebih jau dan medannya lebih sulit katanya. Action is the best evidence.

Menaklukkan Mars?

In what way? Dalam hal bagaimana?

Mendaratkan wahana tak berawak di Mars, iya. Tapi mendaratkan manusia di Mars? Belum tercapai.
Sekarang-sekarang ini, mengirimkan manusia ke Bulan dan mengembalikannya ke Bumi tidak semudah mengirimkan wahana tak berawak ke Planet Saturnus (dan satelit2nya). Ongkosnya lebih mahal.

Kalau kita buat proposal ke NASA untuk mendukung pengiriman roket berawak ke Bulan, tentu akan ditanya: Buat apa? Apa aspek2 ilmiah yang bisa diperoleh? Pada tahun 1960an ini penting karena pamor Amerika dipertaruhkan. Sekarang? Pendaratan manusia ke Bulan menjadi tidak relevan. Kalau cuma buat penelitian atau mengambil sampel, jauh lebih cost-effective untuk mengirimkan wahana tak berawak.

Kalau jawabannya adalah untuk membuktikan apakah pendaratan tahun 1969 itu palsu atau enggak, nanti ditanya lagi: Buat apa? Kan bukti2 yang dibawa para astronot (foto2, video, sampel batu, dst.) dari Apollo 11 sampai 17 (kecuali 13 yg enggak berhasil mencapai Bulan) sudah menunjukkan bahwa mereka memang betul2 ke sana?


astronomsableng

  • Pengunjung
Re: Apa bener Apollo mendarat di bulan?
« Jawab #61 pada: Oktober 23, 2008, 07:54:15 AM »
dan bukti kuat kalo manusia pnah mendarat di bulan adalah.............. ???


<a href="http://www.youtube.com/v/oHg5SJYRHA0&rel=0" target="_blank">http://www.youtube.com/v/oHg5SJYRHA0&rel=0</a> menunjukkan kalau manusia memang mendarat di Bulan.
« Edit Terakhir: Oktober 23, 2008, 07:58:16 AM oleh astronomsableng »

astronomsableng

  • Pengunjung
Re: Apa bener Apollo mendarat di bulan?
« Jawab #62 pada: Oktober 23, 2008, 07:56:43 AM »
menurutku sie tidak mungkin mendarat...

Regards..


Wak masak sih gk mungkin mendarat... menurut <a href="http://www.youtube.com/v/Yu_moia-oVI&rel=0" target="_blank">http://www.youtube.com/v/Yu_moia-oVI&rel=0</a> sih mungkin2 saja...

Offline Michelle

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 80
  • IQ: 8
    • Lihat Profil
Re: Apa bener Apollo mendarat di bulan?
« Jawab #63 pada: Oktober 23, 2008, 05:43:08 PM »
Menaklukkan Mars?

In what way? Dalam hal bagaimana?

Mendaratkan wahana tak berawak di Mars, iya. Tapi mendaratkan manusia di Mars? Belum tercapai.
Sekarang-sekarang ini, mengirimkan manusia ke Bulan dan mengembalikannya ke Bumi tidak semudah mengirimkan wahana tak berawak ke Planet Saturnus (dan satelit2nya). Ongkosnya lebih mahal.

Kalau kita buat proposal ke NASA untuk mendukung pengiriman roket berawak ke Bulan, tentu akan ditanya: Buat apa? Apa aspek2 ilmiah yang bisa diperoleh? Pada tahun 1960an ini penting karena pamor Amerika dipertaruhkan. Sekarang? Pendaratan manusia ke Bulan menjadi tidak relevan. Kalau cuma buat penelitian atau mengambil sampel, jauh lebih cost-effective untuk mengirimkan wahana tak berawak.

Kalau jawabannya adalah untuk membuktikan apakah pendaratan tahun 1969 itu palsu atau enggak, nanti ditanya lagi: Buat apa? Kan bukti2 yang dibawa para astronot (foto2, video, sampel batu, dst.) dari Apollo 11 sampai 17 (kecuali 13 yg enggak berhasil mencapai Bulan) sudah menunjukkan bahwa mereka memang betul2 ke sana?


Makanya itu saya pakai tanda kutip. Karena bukan arti yang sebenarnya.

Sejarah tahun 1969 itu kental politik, dan karena itulah muncul isu pendaratan di Bulan yang dipalsukan demi sebuah kemenangan atas lawan: Kalau USSR (Yuri Gagarin)  PERNAH ke Bulan, USA (Neil Armstrong) bahkan MENDARAT di sono. Gitu kan? Mengenai benar enggaknya saya ga tau. Kalau memang mau bukti bisa mendarat di sono ya harus dilakukan ekspedisi serupa, tapi karena USSR sudah tidak ada ya buat apa yak, mending "menaklukkan" yang lain. Nah tand akutip lagi ;)
omne vivum ex vivo, so viva!

Offline Pi-One

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6556
  • IQ: 23
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Lihat Profil
    • Indonesian Flash Game
Re: Apa bener Apollo mendarat di bulan?
« Jawab #64 pada: Oktober 24, 2008, 09:18:57 AM »
Kalau USSR (Yuri Gagarin)  PERNAH ke Bulan, USA (Neil Armstrong) bahkan MENDARAT di sono. Gitu kan?
Yang jelas Yuri Gagarin gak pernah ke bulan. Dia cuma manusia pertama yang keluar angkasa...

Mungkin tokoh ciptaan Jules Verne lah manusia pertama yang pernah ke bulan :D
Membantah Harun Yahya

Tidak menanggapi Matt asbun, semut asbun dan familyngeles

Offline Mars

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 250
  • IQ: 45
  • Mars........
    • Lihat Profil
Percaya ga
« Jawab #65 pada: Januari 21, 2009, 05:48:47 AM »
mikum......................
q mo nanya, kalian percaya ga dengan kebenaranyya Neil Amstrong   sebagai orang pertama yang menginjakan kakinya ke bulan ???? emang buktinya t gimana ?????
terus mengenai penemuan benua amerika oleh colombus, apakah kalian percaya ?????  :(

Offline Pi-One

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6556
  • IQ: 23
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Lihat Profil
    • Indonesian Flash Game
Re: Percaya ga
« Jawab #66 pada: Januari 21, 2009, 02:29:38 PM »
1. Neil amstrong memang benar mendarat di bulan. Segala bantahan soal pendaratan sudah dibantah, kabar kalo pendaratan itu hoax sudah dibantah (busted). Sejauh ini tidak ada bukti baru bahwa pendaratan itu tidak benar-benar terjadi, yang ada cuma emngulang hoax yang sudah dibantah.

2. Pada dasarnya Colombus bukan manusia pertama yang menemukan Amerika, pelaut Viking dan mungkin China sudah mengetahui keberadaannya. Tapi Colombus sendiri pada dasarnya tidak emndarat di benua tadi, ia mendarat di kepualauan di sekitar Amerika. Dan mungkin karena itu pula, nama benua baru tadi bukan Colombus, tapi Amerika yang diambil dari nama Amerigo Vespucci

Offline saintzack

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 69
  • IQ: 3
  • Gender: Pria
  • blue_blood_of_saint_zack
    • Lihat Profil
Re: Percaya ga
« Jawab #67 pada: Januari 21, 2009, 03:58:06 PM »
weeeeeeeeeee,,,,enaq aj lo blg tu asli,,,,


mana bktinya,,,,


coba perhatiin bget bendera amerika yang ngibar di luar angkasa tuh,,,,ga mgkin kan,,,

thats just a real hoax,,,and all of us has been lied from them........................  :P :P :P :P :P :P
once upon a time in .......

Offline superstring39

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1139
  • IQ: 73
  • Gender: Pria
  • Dexter's Coming
    • Lihat Profil
Re: Percaya ga
« Jawab #68 pada: Januari 22, 2009, 06:53:27 AM »
Ada yang bisa masukkin bukti gak ke sini bantahan terhadap hoax pendaratan manusia pertama di bulan tersebut. jika ada maka baru dilanjutkan diskusinya. soalnya kalo yang satu bilang bener yang lain bilang salah tanpa menunjukkan bukti maka akan menjadi pepesan kosong.
"in science there's only physics, the rest just stamp collections"

Offline Pi-One

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6556
  • IQ: 23
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Lihat Profil
    • Indonesian Flash Game
Re: Percaya ga
« Jawab #69 pada: Januari 22, 2009, 03:27:03 PM »
coba perhatiin bget bendera amerika yang ngibar di luar angkasa tuh,,,,ga mgkin kan,,,
Benderanya dikasih penahan di sisi atas, dan ditancapin dengan cara diputar-putar. Dengan tidak adanya hambaran udara dan minimnya gravitasi, wajar klao bendera berkibar-kibar sekian lama sebelum turun.

Malah aneh kalo syuting di studio benderanya berkibar terus begitu, emang sengaja dikasih kipas angin?
« Edit Terakhir: Januari 22, 2009, 03:29:45 PM oleh Pi-One »

Offline Pi-One

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6556
  • IQ: 23
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Lihat Profil
    • Indonesian Flash Game
Re: Percaya ga
« Jawab #70 pada: Januari 22, 2009, 03:37:52 PM »
Ada yang bisa masukkin bukti gak ke sini bantahan terhadap hoax pendaratan manusia pertama di bulan tersebut. jika ada maka baru dilanjutkan diskusinya. soalnya kalo yang satu bilang bener yang lain bilang salah tanpa menunjukkan bukti maka akan menjadi pepesan kosong.
Soal bantahan pendaratan di bulan sudah ditanggapi dalam mythbuster, dan di situ dinyatakan bahwa bantahan-bantahan yang ada tidak terbukti. Dengan kata lain, pendaratan di bulan itu asli.


Pertanyaan tentang mengapa gak ada bintang di latar belakang:
Kutip
Penjelasannya sangat sederhana, film dengan kualitas terbaik pun tidak dapat
memperlihatkan secara bersamaan dua objek , yg satu sangat terang (pakaian astronot warna putih yang terkena sinar
matahari) dan obyek lain yang redup (bintang). Story Mugrave, seorang astronot yg telah terbang keluar angkasa
sebanyak enam kali, mengatakan bahwa ketika ia berada diluar pesawat , dibawah sinar matahari yang terang, ia tidak
dapat melihat bintang-binatang. Namun ketika pesawat berada di dalam bayangan bumi dan matanya dapat beradaptasi
dengan lingkungan yg lebih gelap, pada saat itulah dia dapat melihat bintang.

Penjelasan lainnya, pada langit Bumi,
partikel-partikel atmosfer Bumi akan menghamburkan cahaya matahari pada panjang gelombang biru, sehingga langit
siang hari pun tampak biru. Berbeda dengan Bulan, yang hampir dapat dikatakan tidak memiliki atmosfer sehingga langit
senantiasa gelap, baik siang maupun malam. Jadi, jika kita berada di Bulan, tentunya bintang akan selalu terlihat. Tetapi
kenapa tidak terekam dalam gambar yang diambil Apollo? Dalam foto itu, sebenarnya bintang tersebut ada, namun
terlalu redup untuk ditangkap kamera. Kamera dan film yang digunakan oleh para astronot disetel untuk mengambil
gambar-gambar kegiatan di Bulan. Exposure timenya diatur sedemikian rupa agar dapat merekam kondisi permukaan
Bulan yang terang, bukan untuk mengambil gambar objek-objek lemah pada langit latar belakang.

Pertanyaan mengapa bayangan gak paralel:
Kutip
Bayangan itu tidak paralel karena hanya diterangi satu sumber cahaya yg jauh seperti matahari.
Namun, hal itu benar jika kamu berada dipermukaan yang rata dan tidak berefek 3 dimensi. Jika kita mecoba
memperlihatkan realitas 3 dimensi pada permukaan yg tidak rata di dalam foto dua dimensi yg memiliki kontras,
bayangan jatuh ke arah yg sedikit berbeda.

Mengapa bendera berkibar:
Kutip
1. Tidak ada angin di dalamstudio film kecuali jika kipas angin dihidupkan.
2. Jika ada cukup banyak angin di studio film,sehingga bendera berkibar , angin itu juga pasti menggerakkan debudebu
di kaki mereka.
3. Untuk bisa berkibar, bendera tidak selalu membutuhkan angin. Setidaknya di ruang angkasa hal inilah yang terjadi.
Pada kondisi di Bulan, bendera dipancangkan bukan hanya pada tiang vertikal, tapi terdapat juga tiang horizontal yang
ditambahkan di bagian atas bendera, sehingga bendera tersebut tampak tergantung dan merentang. Selain itu
permukaan Bulan yang keras mempersulit pemancangan tiang bendera, sehingga para astronot harus memutar tiang
tersebut maju mundur agar bisa ditanamkan di tanah bulan. Akibat gerakan ini, bendera tersebut berkibar, atau yang
sebenarnya lebih tepat jika disebut bergetar. Di Bumi kibaran bendera terjadi beberapa detik dan diperlambat oleh udara, tapi kondisi vakum di Bulan menyebabkan gerakan bendera tersebut tidak akan berhenti karena tidak ada gaya dari luar yang menghentikannya.

Sesungguhnya, bendera yg berkibar itu justru membuktikan bahwa para astronot
memang berada di Bulan. Bendera itu bergoyang karena baru saja dipasang. Dan terus bergoyang selama beberapa
waktu dengan cara yang tidak biasa karena gravitasi Bulan 1/6 gravitasi Bumi, dan karena tidak ada udara di bulan untuk segera menghentikan gerakan bendera.

Pertanyaan soal kawah:
Kutip
Untuk melakukan sebuah pendaratan tentu tidak dilakukan dengan kecepatan tinggi tapi
dengan kecepatan yang diperlambat. Tidak ada satu orangpun yang memarkirkan mobilnya dengan kecepatan 100 km/jam. Hal yang sama berlaku juga pada Apollo 11. Semburan roket memiliki dorongan 5000 kg, tetapi roket tersebut diperlambat sampai sekitar 1500 kg saat mendekati permukaan. Dengan diameter pipa pengeluaran roket sebesar 54 inci (dari Ensiklopedia Astronautica), dan ukuran roket sekitar 2300 inci persegi, semburan roket hanya menimbulkan tekanan sekitar 0.75 kg /inci persegi. Tekanan sebesar ini tidak akan sampai menimbulkan jejak lubang yang besar.

Hasil foto-foto yang diambil di Bulan juga memperlihatkan adanya bayangan yang kurang gelap. Obyek yang seharusnya gelap karena berada dalam daerah bayangan, tetapi dalam foto dapat jelas terlihat, termasuk tulisan di sisi pesawat. Jiika Matahari merupakan satu-satunya sumber cahaya, dan tidak ada udara yang dapat menghamburkan cahaya, seharusnya bayangan yang terjadi sangat gelap. Sebuah persepsi yang salah. Memang ini bukan di Bumi dan cahaya Matahari tidak dapat dihamburkan dalam kondisi hampa udara. Tapi di Bulan masih ada sumber cahaya lain yang berasal dari Bulan sendiri. Debu di Bulan memiliki sifat yang khas: yaitu memantulkan kembali cahaya ke arah sumber cahaya berasal.

Pertanyaan soal jeda transmisi:
Kutip
Transmisi audionya sebenarnya ada jedanya. Antara suara dari bulan
dan konfirmasi dari bumi tidak ada jeda. Itu jelas karena transkrip tersebut dicatat dari bumi. Contohnya pada potongan transkrip berikut :

1.102:41:12 Duke: Eagle, you've got 30 seconds to P64
2.102:41:19 Aldrin: Roger. (Pause)
3.102:41:27 Duke: Eagle, Houston. Coming up 8:30; you're looking great. (Pause)
4.102:41:35 Armstrong: (Garbled) 64.
5.102:41:37 Duke: We copy. (Long Pause)

Coba liat antara line 1 dan 2, ada 7 detik berlalu setelah mission control (Duke) memberikan informasi sampai terdengar konfirmasi dari Aldrin, waktu yang lebih dari cukup untuk gelombang elektromagnetik merambat ke bulan dan kembali lagi ke bumi. (jarak bumi ke bulan sekitar 360 ribu km, kecepatan cahaya sekitar 300 ribu km/s bolak balik cukup sekitar 2,4 detik saja)

Tapi coba perhatikan hanya ada 2 detik berlalu setelah informasi dari Armstrong dan konfirmasi dari mission control waktu yang juga lebih dari cukup untuk gelombang suara merambat dari speaker mission control ke telinga Duke lalu merambat dari mulut Duke ke mic dihadapannya.

Pertanyaan soal radiasi pada sabuk Van Allen
Kutip
Radiasi adalah hal yang tidak terlalu diperhatikan NASA sebelum penerbangan pertama, namun mereka
memenginvestasikan jumlah yang cukup besar untuk penelitian ini dan menentukan bahwa resikonya minimal. Apollo memerlukan satu jam untuk melewati sabuk radiasi untuk berangkat dan kembali lagi. Total radiasi yang diterima astronot sekitar satu rem. Orang akan mengalami kesakitan pada radiasi 100-200 rem, dan kematian pada radiasi 300+ rem. Jelas dosisnya memiliki rentang yang sangat jauh untuk dianggap beresiko.

Pertanyaan soal film yang tidak meleleh:
Kutip
Film yang biasa akan segera meleleh jika di ekspos pada suhu 250°F, bagaimanapun film yang digunakan bukan film biasa, dan tidak pernah diekspos pada temperatur sekian. Astronot Apollo menggunakan film tranparansi khusus yang didisain spesifik, di bawah kontrak NASA, untuk lingkungan yang tidak ramah misal di Bulan. Menurut Kodak, film akan mulai melemah pada 200°F, dan tidak akan meleleh sampai pada suhu 500°F. Kamera juga diproteksi didalam casing spesial yang didisain agar tetap dingin. Situasi di Bulan yg hampa udara sangat berbeda dengan misal di dalam oven. Tanpa konveksi dan konduksi, metode yang mungkin untuk transfer panas hanyalah radiasi. Panas radiaktif bisa dialihkan secara efektif dengan membungkus material menggunakan permukaan reflektif, biasanya material putih. Casing dari kamera sama juga seperti seragam astronot,putih.

Sepertinya alasan utama gak percaya pendaratan di bulan adalah karena sentimen anti amrik.

Offline saintzack

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 69
  • IQ: 3
  • Gender: Pria
  • blue_blood_of_saint_zack
    • Lihat Profil
Re: Percaya ga
« Jawab #71 pada: Januari 22, 2009, 07:13:57 PM »
wew,,,jadi kalian pada ga percaya yah,,,okey deh,,,sene gw kasi buktimengenai ke bohongan amerika yg udah ngebohongin kita semua,,,,,,,,,,,,
ne gw kutip dari site:http://www.forumsains.com/astronomi-dan-kosmologi/percaya-ga/?action=post;num_replies=6


coba aj liad,,,biar ga susah liad na ntar,,,neh...>>>

APAKAH KITA PERNAH MENDARAT DI BULAN ?




“A Small Step for a man, And a Big Jump for Human Being”. Begitulah kira-kira kata yang diucapkan oleh astronot Amerika Serikat, Neil Armstrong, ketika ia keluar dari kapsulnya, Apollo 11, dan menjejakkan kakinya di permukaan Bulan, sebagai langkah pertama manusia di benda langit selain planet Bumi.

Peristiwa yang berlangsung pada pertengahan tahun 1969, dan terjadi begitu dramatis sekaligus spektakuler itu disiarkan langsung oleh televisi dan radio kemudian dipancarluaskan ke seluruh pelosok dunia. Berita dan foto-foto mengenai keberhasilan gemilang Amerika Serikat itu segera menghiasi halaman ribuan media cetak yang terbit di seluruh dunia.

Kejadian tersebut mengilhami program dan misi-misi luar angkasa selanjutnya. Bahkan sebuah perusahaan penerbangan komersil di Amerika Serikat sempat menawarkan sebuah paket wisata ke satu-satunya satelit Bumi itu.

Hollywood pun tak mau ketinggalan. Film-film seperti “Apollo Thirteen”, “From Earth to the Moon”, dan berbagai judul film lainnya diproduksi oleh Hollywood. Mulai dari film dokumenter, hingga film dengan visual efek tercanggih.

Tapi, apakah kejadian yang menggegerkan seluruh dunia itu benar-benar terjadi, ataukah tak lain hanya sebuah film termahal yang pernah dibuat? Apakah Neil Armstrong benar-benar menjejakkan kakinya di permukaan Bulan, ataukah tak lain hanya melangkah di sebuah studio film ?

Itulah sebagian dari pertanyaan-pertanyaan yang coba dijawab oleh para ilmuwan. Melalui analisis akurat yang dilakukan terhadap ratusan lembar foto dan rekaman video yang “katanya” diambil di Bulan, para analis mendapatkan banyak hal yang dapat membuktikan bahwa manusia tidak pernah berada di Bulan.

Bukti-bukti yang dapat menegaskan kebohongan Amerika Serikat melalui badan luar angkasanya itu, antara lain sebagai berikut:



1. Sebuah Lunar Lander (Pesawat yang didesain khusus untuk mendaratkan dan meluncurkan kembali astronot di Bulan) mempunyai tekanan yang besar terhadap permukaan dibawahnya. Jadi, seharusnya tekanan tersebut mengakibatkan tanah dibawah Lander berterbangan. Tapi dalam rekaman video, ketika Lunar Lander terbang meninggalkan Bulan, tidak ada sama sekali tekanan yang mengakibatkan tanah menjadi bergerak. Lagipula pesawat itu nampaknya bukan meluncur, tetapi ditarik oleh kabel dari atas. Dalam ujicoba dan latihan di Bumi, Neil Armstrong dan para astronot lainnya nampak begitu kesulitan dalam mengendalikan Lunar Lander. Bahkan ia harus menyelamatkan diri karena tak mampu lagi mengendalikannya. Tapi mengapa di Bulan yang gravitasinya lebih rendah daripada di Bumi, ia sepertinya sangat mudah dan leluasa dalam mengendalikan Lunar Lander ?

2. Bulan tidak memiliki atmosfer, dan tentu saja, tidak memiliki awan. Seharusnya, angkasa luar dengan milyaran bintangnya bisa terlihat dengan jelas. Tapi yang terlihat dalam foto dan rekaman video hanyalah warna hitam yang pekat, dan planet Bumi yang terlihat seperti gambar yang menempel saja.

3. Gravitasi di Bulan adalah ­­­1/6 dari gravitasi di Bumi. Maka, untuk berjalan saja seorang astronot harus melakukan usaha yang lebih besar dan memerlukan waktu yang tidak sedikit untuk melakukannya. Dalam rekaman video, hal itu memang terlihat dengan jelas. Tapi setelah rekaman dipercepat dua kali, para astronot itu terlihat sedang berlari dengan leluasa dalam keadaan gravitasi di Bumi.

4. Di Bulan, Sumber cahaya hanya ada satu, yaitu Matahari. Tapi ketika keluar dari pesawat, atau sedang berada dalam bayangan pesawat, badan astronot bisa dilihat sepenuhnya dengan jelas dan terang. Padahal di Bulan tidak ada pantulan cahaya dari manapun. Dalam foto, bayangan benda-benda seperti bebatuan, pesawat dan badan astronot terlihat tidak beraturan, atau tidak berasal dari satu arah. Seperti ada lebih dari satu sumber cahaya yang menerangi benda-benda tersebut. Seharusnya benda-benda itu hanya memiliki satu bayangan yang mengarah kepada satu arah saja, karena di Bulan hanya ada satu sumber cahaya, yaitu Matahari.

5. Tidak ada udara di Bulan, jadi tidak mungkin ada angin yang bertiup disana. Tapi bendera Amerika Serikat yang ditancapkan disana terlihat seperti berkibar tertiup angin.

6. Lunar lander mempunyai suara yang sangat berisik. Tapi mengapa suara astronot terdengar begitu jelas pada saat akan mendarat, tanpa ada sedikitpun gangguan suara berisik dari Lunar Lander.



Masih banyak bukti-bukti lain yang menunjukkan bahwa manusia tidak pernah berada di Bulan. Tapi rasanya, bukti-bukti diatas saja sudah cukup untuk membuktikannya.

Bukti-bukti diatas diperoleh dari foto dan rekaman video. Tapi, (lagi-lagi) foto dan rekaman video itu hanyalah sebuah kebohongan belaka. Pasalnya, pada kondisi Bulan yang Ekstrem, tidak mudah untuk membuat begitu banyak foto sejernih kristal dan rekaman video yang begitu bagus.

Dokumentasi yang dipublikasikan dalam misi-misi pendaratan di Bulan selalu mempunyai latar belakang yang persis sama dengan foto atau rekaman video yang dibuat pada misi-misi sebelumnya, seolah-olah setiap misi selalu mendarat di tempat yang sama. Jadi, dimanakah sebenarnya foto dan rekaman video itu dibuat ?

Di sebuah gurun di Amerika Serikat, terdapat seuah tempat dengan pengamanan paling maksimum di seluruh dunia. Tempat tersebut dikenal dengan nama “Area 51”. Warga sipil yang mencoba untuk masuk ke tempat tersebut, bisa langsung ditembak ditempat untuk membungkam mulutnya.

Mengapa pengamanan di fasilitas militer itu sedemikian ketatnya? ada beberapa rumor yang berkembang mengenai Area 51. salah satunya, diyakini bahwa sebuah piring terbang (UFO=Unidentified Flying Object/Benda Terbang tak Dikenal) pernah mendapatkan kecelakaan lalu kemudian jatuh menghantam Bumi. Makhluk Asing (Alien) yang ada didalamnya kemudian dibawa ke Area 51 dan dijadikan bahan percobaan dan penelitian. Tapi kita tidak sedang membahasnya sekarang.

Rumor yang lain menyebutkan bahwa ditempat inilah foto dan rekaman video pendaratan manusia di Bulan itu dibuat.

Citra dari satelit mata-mata Rusia menunjukan bahwa Area 51 memiliki bangunan-bangunan yang lazim ditemukan di perusahaan-perusahaan film di Hollywood, yaitu studio film.

Di bagian belakang Area 51, terdapat suatu kawasan yang masih kosong, tetapi di dalam kawasan tersebut terdapat banyak lubang yang menyerupai kawah-kawah di permukaan Bulan. Citra dari satelit mata-mata Rusia kembali menunjukan bahwa kawah-kawah tersebut serupa dengan gambar kawah yang diambil di permukaan Bulan.

Rusia, sebagai pionir kedua penerbangan ke Luar Angkasa mungkin memiliki teknologi yang lebih canggih dibandingkan dengan Amerika Serikat. Tapi, mengapa mereka tidak mencoba mendaratkan manusia di Bulan ? Rusia nampaknya menyadari bahwa pendaratan di Bulan beresiko sangat tinggi dan tidak mungkin dilakukan pada masa sekarang ini.

Resiko untuk sampai ke Bulan memang sangat besar. Di tengah-tengah perjalanan menuju ke Bulan, pesawat akan dihadang oleh sabuk “Van Hallen”, yaitu semacam radiasi badai matahari yang sering melintas disana, yang juga mengakibatkan penampakan “Aurora” di belahan selatan dan utara Bumi. Walaupun selamat, astronot akan menderita cacat akibat dari radiasi itu.

Kondisi di permukaan Bulan sangat ekstrem sekali. Di tempat yang terbuka dan disinari langsung oleh matahari, suhu bisa mencapai 243o C, dan ditempat yang sinar mataharinya terhalangi, seperti bayangan pesawat, suhu bisa mencapai -243o C. Sehingga kecil kemungkinannya manusia bisa menjelajah di permukaan Bulan. Dan nampaknya, Rusia sudah menyadari tentang kebohongan Amerika Serikat itu sejak dulu.

Lantas, apakah tujuan Amerika Serikat berbuat seperti itu ? Tahun ’60-an merupakan masa-masa perang dingin antara Uni Sovyet (Rusia) dan Amerika Serikat. Kedua negara sama-sama berusaha untuk menjadi yang terkuat di segala bidang, supaya bisa menjadi negara adikuasa atau negara superpower. Melalui pendaratan di Bulan, mungkin Amerika Serikat berpikir bisa menjadi negara yang terdepan, walaupun dengan cara berbohong.

Satu per satu orang yang terlibat dalam misi pendaratan manusia di Bulan, termasuk para astronot sendiri, dikabarkan mendapat ancaman pembunuhan, dan bahkan beberapa diantaranya ada yang meninggal dunia secara misterius. Seperti kejadian yang menimpa kru Apollo yang pertama, mereka dinyatakan meninggal dunia karena kecelakaan, yaitu terbakarnya kapsul mereka ketika sedang latihan.

Bila memang Amerika Serikat pernah mendaratkan manusia di Bulan, maka sisa-sisa dari misi itu, seperti Lunar Lander, Moon Rover, bendera Amerika Serikat, dan benda-benda lainnya pasti masih tertinggal disana. Hal itu harus diselidiki. Tapi sayangnya, tidak ada teleskop di Bumi yang disa meneropong secara akurat kawasan pendaratan di Bulan. Maka, Badan Antariksa Jepang berencana mengirimkan pesawatnya untuk mengorbit didekat Bulan dan melihat apakah bekas-bekas misi masih tertinggal disana.

Jadi, apakah manusia memang pernah mendarat di Bulan ? kita tunggu saja perkembangan terbaru mengenai penyelidikannya. Lalu, bagaimana dengan proyek-proyek luar angkasa Amerika Serikat lainnya seperti pengiriman pesawat tak berawak “Spirit” dan “Opportunity” ke planet Mars ? Apakah itu benar ? ya... percaya nggak percaya tergantung bagaimana anda menyikapinya. :)

gw tambahin,,,,,ntar kan jepang mo ngirim expedisi ke bulan,,,,,,n jepang bakal menyelidiki sisa pendaratan apollo ntu........


<<lets take the true way>>

Offline Mars

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 250
  • IQ: 45
  • Mars........
    • Lihat Profil
Re: Percaya ga
« Jawab #72 pada: Januari 23, 2009, 05:57:18 AM »
Pertanyaan soal film yang tidak meleleh

emang jenis kamera yang boleh dipakai untuk memotret ke luar angkasa itu apa j ????
dan emang ga terjadi kebakaran pada film tersebut ??????

Offline Pi-One

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6556
  • IQ: 23
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Lihat Profil
    • Indonesian Flash Game
Re: Percaya ga
« Jawab #73 pada: Januari 23, 2009, 03:16:14 PM »
Singkat kata, bantahan terhadap pendaratan di bulan lebih banyak didasari sentimen anti amrik daripada fakta ilmiah...

Offline saintzack

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 69
  • IQ: 3
  • Gender: Pria
  • blue_blood_of_saint_zack
    • Lihat Profil
Re: Percaya ga
« Jawab #74 pada: Januari 23, 2009, 07:11:51 PM »
wew,,,
@pi-one

yta makana,,,,argument yg matahin amrik tu emangjelas ada kan,,,,,,n qt ga mgkin lagi nyngkal na,,,,

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia