ForSa punya logo baru!! Ada komen?
0 Anggota dan 5 Pengunjung sedang melihat topik ini.
Persoalan sebenarna yg menolak bukan karena anti amrik. Tapi ilmu pengetahuan tidak boleh disusupi politik. Nah pendaratan di bulan itu sarat dengan muatan politik ketika Rusia (dulu Uni Soviet) berhasil menempatkan satelitnya di orbit. Amerika panik.Kalau kita sadari sekarang, saat itu tahun 1967 dengan teknologi di era itu, kayaknya emang mustahil manusia bisa mendarat di bulan. Apalagi bisa kembali ke bumi. Energi roket yang ada (dengan teknologi tahun itu) hanya cukup untuk mendorong roket sampe sedikit di luar atmosfir. Aneh kalau sampe cukup untuk ke bulan dan balik lagi ke bumi.Gampang kok menghitungnya. 1. Berapa galon bahan bakar yg dibawa saat mengangkasa?2. Kecepatan bakarnya perdetik dengan beban pesawat;3. Jarak bumi bulan (perlu berapa banyak bahan bakar?);4. Berapa energi yang dibutuhkan untuk keluar angkasa dari bumi, dari luar angkasa ke bulan, dari bulan keluar angkasa lagi lalu ke bumi;5. Hitungan lain juga perlu, seperti kebutuhan oksigen untuk para astronot;Semua itu mustahil jika di tahun 1967 bisa mencapai bulan dan balik lagi.
Kutip dari: Mat Dillom pada Januari 05, 2010, 04:13:35 AMPersoalan sebenarna yg menolak bukan karena anti amrik. Tapi ilmu pengetahuan tidak boleh disusupi politik. Nah pendaratan di bulan itu sarat dengan muatan politik ketika Rusia (dulu Uni Soviet) berhasil menempatkan satelitnya di orbit. Amerika panik.Kalau kita sadari sekarang, saat itu tahun 1967 dengan teknologi di era itu, kayaknya emang mustahil manusia bisa mendarat di bulan. Apalagi bisa kembali ke bumi. Energi roket yang ada (dengan teknologi tahun itu) hanya cukup untuk mendorong roket sampe sedikit di luar atmosfir. Aneh kalau sampe cukup untuk ke bulan dan balik lagi ke bumi.Gampang kok menghitungnya. 1. Berapa galon bahan bakar yg dibawa saat mengangkasa?2. Kecepatan bakarnya perdetik dengan beban pesawat;3. Jarak bumi bulan (perlu berapa banyak bahan bakar?);4. Berapa energi yang dibutuhkan untuk keluar angkasa dari bumi, dari luar angkasa ke bulan, dari bulan keluar angkasa lagi lalu ke bumi;5. Hitungan lain juga perlu, seperti kebutuhan oksigen untuk para astronot;Semua itu mustahil jika di tahun 1967 bisa mencapai bulan dan balik lagi.Mustahil? Sebelum proyek Apollo XI, sudah ada berapa banyak rpoyek apollo pendahulu? Roket yang meluncurkan wahana angkasa ke planet lain, seperti pioneer dan voyager, itu cuma berapa tahun dari teknologi roket untuk apollo? Lagipula jika sudah meninggalkan medan gravitasi bumi, maka roket gak perlu lagi dihidupkan, kecuali untuk perubahan arah.
Di bulan ada gravitasi mas pi, walau hanya 1/6 dari bumi. Jadi tetep aja diperlukan bahan bakar yang banyak untuk bisa bebas dari gravitasi bulan lalu menuju sampai ke luar angkasa bumi. Belum lagi untuk mendorong masuk atmosfir, diperlukan juga energi. Ini yang menurut perkiraan saya tidak masuk akal jika kita melihat Volume tabung bahan bakarnya Apolo 11. Setelah itu memang kapsul akan ditarik oleh gravitasi bumi untuk mencapai permukaan bumi (dulu nyebur ke laut dengan parasut).
@atassatu2nya hal baik hasil perang adalahteknologi berkembang pesat di masa itu
Dan andai saja sumber daya untuk perang waktu itu dialihkan ke hal yang lebih konstruktif...