Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Maret 29, 2024, 06:52:00 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,653
  • Total Topik: 10,405
  • Online today: 134
  • Online ever: 1,582
  • (Desember 22, 2022, 06:39:12 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 65
Total: 65

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Teori Dr. Verlinde : Gravitasi Itu Tidak Ada.

Dimulai oleh kuncungs, Januari 19, 2012, 09:33:30 AM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

kuncungs

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

KutipCerita tentang gravitasi, dimana kala itu Sir Isaac Newton sedang berjalan-jalan dan iseng duduk di bawah sebuah pohon apel, dan tiba-tiba sebuah apel jatuh ke kepalanya, lalu dari situlah Newton terinspirasi, dan mengenalkan teori gravitasinya.

Tetapi, waktu pun telah berlalu sekian lama, dan para ahli fisika mengetahui, bahwa teori gravitasi milik Newton tersebut merupakan hukum fisika yang sangat aneh.

Dibandingkan dengan gaya interaksi dasar lainnya, gravitasi sangat sulit dicerna. Alasan untuk keganjilan ini, mungkin dapat dijelaskan : "gravitasi bukan gaya interaksi fundamental, tetapi merupakan turunan dari gaya fundamental lainnya."

Professor Erik Verlinde (48 tahun), ahli teori dan professor fisika di Institute Teori Fisika, Universitas Amsterdam, mengajukan teori baru dari gravitasi, seperti dilaporkan oleh New York Times, pada tanggal 12 Juli 2010.


Dia berargumentasi dalam makalahnya yang terbaru, berjudul "Asal usul Gravitasi dan Hukum Newton", bahwa gravitasi adalah konsekuensi dari hukum termodinamik.

Memutar balikkan logika ilmu pengetahuan yang berumur 300 tahun, dengan mengajukan argument, bahwa gravitasi adalah sebuah ilusi yang menyebabkan kekacauan terus menerus dalam dunia fisika, atau setidaknya diantara mereka yang mengaku mengerti hal tersebut.

"Bagi saya, gravitasi itu tidak ada," kata Dr. Verlinde. Bukan berarti seseorang tidak dapat jatuh ke tanah, tetapi Dr. Verlinde, bersama-sama denga ahli fisika lainnya berpikir, bahwa ilmu pengetahuan melihat gravitasi dengan cara yang salah dan ada sesuatu yang lebih mendasar yang menyebabkan gravitasi itu "timbul".

Seperti layaknya bagaimana bursa saham dapat timbul akibat gejala kolektif dari para individu penanam modal, atau bagaimana elastisitas timbul dari sifat mekanik atom-atom.

Inti dari teori, mungkin berhubungan dengan kurangnya keteraturan dalam system fisik. Argument yang dikemukakan adalah apa yang anda dapat katakan sebagai "hari rambut terburuk" teori gravitasi.

Situasinya seperti ini : rambut anda keriting akibat panas dan kelembaban, karena ada banyak hal yag menyebabkan rambut anda untuk keriting daripada lurus, dan alam semesta menyukai beberapa opsi.

Maka diperlukan kekuatan untuk membuat rambut menjadi lurus dan mengurangi opsi alami. Lupakan jarak melengkung dan daya tarik menarik yang dijabarkan dalam persamaan Isaac Newton. Dr. Verlinde merumuskan dalil, bahwa gaya yang kita namakan gravitasi adalah kecendrungan produk alami dari ketidak beraturan yang maksimal.

Teori Professor Verlinde adalah bahwa gravitasi itu pada dasarnya adalah kekuatan entropik. Objek yang bergerak sekitar objek yang lebih kecil, akan merubah ketidak beraturan yang mengelilingi objek-objek tersebut, dan gravitasi akan gagal.

Berdasarkan ide dari teori Holografik, dia dapat menjabarkan hukum Newton yang kedua mengenai mekanik. Sebagai tambahan, teorinya mengenai fisika dari massa inersia juga merupakan pengertian baru. Makalahnya yang berjudul "Asal usul Gravitasi dan Hukum Newton" dapat ditemukan secara online disini.

Karena kontroversi akan hal tersebut, banyak ahli fisika berpikir, bahwa teori Dr. Verlinde kurang penjelasan. Lalu, apa sebenarnya itu gravitasi?

Guru Li Hongzi, pendiri Falun Gong, menyatakan dalam "Penguraian Fa" di Konfrensi Kanada tahun 2001

"Mengapa bisa terjadi fenomena gravitasi seperti yang dikatakan manusia? Karena semua kehidupan dan segala substansi, termasuk udara, air, dan segala yang ada di atas bumi dan Triloka, yaitu semua benda yang eksis dalam lingkup Triloka adalah terkomposisi oleh partikel-partikel dari semua tingkatan berbeda dalam lingkup Triloka, dan partikel-partikel berbeda dari tingkatan berbeda adalah saling berkaitan."

"Keterkaitan semacam ini didalam lingkup triloka dapat memanjang dan bergerak di bawah daya tarik. Dengan kata lain, jika anda menariknya, dia bisa memanjang seperti karet gelang, dan ketika dilepas akan kembali lagi. Yaitu ada sebuah bentuk keberadaan yang dasar dan stabil antar partikel-partikel. Inilah yang menyebabkan asalkan anda memindahkan benda apa saja dalam lingkungan bumi ini, dia akan kembali ke tanah."

Penelitian mengenai alam semesta dalam ilmu pengetahuan modern secara mendasar adalah berdasarkan teori gravitasi. Jika gravitasi itu tidak ada, maka pengertian kita mengenai galaksi dan struktur alam semesta juga salah.

Ini mungkin alasan mengapa para peneliti ruang angkasa kadangkala kesulitan untuk menjelaskan pergerakan gravitasi dari badan langit yang jauh dan harus menggunakan konsep "materi gelap" untuk membantu menyelaraskan persamaan.

Teori baru dari gravitasi dapat memberi titik terang akan beberapa permasalahan kosmik yang menjengkelkan yang ditemukan oleh para ilmuwan fisika, seperti energi gelap, sejenis anti gravitasi yang kelihatannya meningkatkan pemuaian alam semesta, atau materi gelap yang diperkirakan menyokong galaksi secara keseluruhan. Ini mungkin dapat menstimulasi para ilmuwan, untuk mencari pemahaman baru tentang alam semesta.

"Sejak lama kami telah tahu, bahwa gravitasi itu tidak ada, Kini saatnya untuk menyuarakannya" kata Dr. Verlinde.

Gw tertarik denger pendapat kalian :D

mhyworld

Kutip dari: kuncungs pada Januari 19, 2012, 09:33:30 AM
[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

Gw tertarik denger pendapat kalian :D
Apakah ada keuntungan dari teori baru tersebut? Apakah sudah bisa menjelaskan mengenai materi gelap dan energi gelap?
Teori Newton memiliki keuntungan dari sisi kesederhanaannya. Akurasinya juga sudah cukup bagus. Dari yang pernah saya baca, NASA mengirim manusia ke bulan berdasarkan Principia karya Newton. Padahal waktu itu sudah ada teori relativitas umum Einstein yang dianggap lebih akurat, namun perhitungannya jauh lebih rumit.
once we have eternity, everything else can wait

semut-ireng

Teorinya DR. Verlinde kayaknya sudah masuk bahasan metafisika nich .................. ^-^

skuler

#3
efeknya baru dibutuhkan untuk kajian kosmologi. paling di dunia sehari2, efeknya ganti nama doang.

Kebayang tahun 2100, kalo disekolah, guru ngajar: "anak2, jadi percepatan entropik permukaan bumi = 9.8 m/s2".
"Who controls the present now controls the past. Who controls the past now controls the future."-- RATM, 1999.

The Houw Liong

#4
Bukan gravitasi tidak ada, melainkan gaya gravitasi (gravitational force)  adalah gaya entropik (entropic force)

Makalah yang mendukung Teori Verlinde :

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
HouwLiong

sayutman

menurut saya tapi belum pasti kunci utamanya ada dalam udara yaitu oksigen.bagaimana menurut teman2 ? ( jika kita kacaukan oksigen atau meniadakannya makan kita tidak akan terpengaruh )
"hidup harus terus berlanjut, jangan berhenti hanya karena gagal atau berbuat salah."

sayutman

Kutip dari: sayutman pada Januari 23, 2012, 03:28:38 PM
menurut saya tapi belum pasti kunci utamanya ada dalam udara yaitu oksigen.bagaimana menurut teman2 ? ( jika kita kacaukan oksigen atau meniadakannya makan kita tidak akan terpengaruh )
maksud saya ( jika kita kacaukan udara atau meniadakannya makan kita tidak akan terpengaruh dengan gaya gravitasi )
karena udara lebih dominan di planet ini dibanding kan hampanya/ketiadaannya, jadi semua zat menjadi dekat dengan makanan nya ( ketergantungan )
udara ada di mana2 di air, di darat, bahkan di udara. Kita bisa melayang2 di angkasa karena hampa nya udara lebih dominan dibandingkan keberadaan udara.begitu ini bahasan yang menarik

good job to kuncungs  ;) luar biasa
"hidup harus terus berlanjut, jangan berhenti hanya karena gagal atau berbuat salah."

skuler

#7
heh? Kompleksitas kah?
"Who controls the present now controls the past. Who controls the past now controls the future."-- RATM, 1999.

mhyworld

Kutip dari: sayutman pada Januari 23, 2012, 03:37:37 PM
maksud saya ( jika kita kacaukan udara atau meniadakannya makan kita tidak akan terpengaruh dengan gaya gravitasi )
karena udara lebih dominan di planet ini dibanding kan hampanya/ketiadaannya, jadi semua zat menjadi dekat dengan makanan nya ( ketergantungan )
udara ada di mana2 di air, di darat, bahkan di udara. Kita bisa melayang2 di angkasa karena hampa nya udara lebih dominan dibandingkan keberadaan udara.begitu ini bahasan yang menarik

good job to kuncungs  ;) luar biasa
meskipun di ruang hampa, garvitasi tetap bekerja, contohnya di permukaan bulan. Dalam tabung hampa yang dipakai untuk eksperimen gravitasi, sehelai bulu jatuh dengan laju yang sama dengan koin logam atau batu.
apa hubungannya dengan makanan? ???
dalam air hasil destilasi, practically tidak mengandung udara.
kita melayang-layang di angkasa bukan karena di sana hampa udara, melainkan karena medan gravitasi yang sangat lemah (microgravity). Di dalam ISS, para astronot bisa melayang-layang meskipun di situ ruangannya dipenuhi udara.
once we have eternity, everything else can wait

sayutman

Kutip dari: mhyworld pada Januari 24, 2012, 12:07:09 AM
meskipun di ruang hampa, garvitasi tetap bekerja, contohnya di permukaan bulan. Dalam tabung hampa yang dipakai untuk eksperimen gravitasi, sehelai bulu jatuh dengan laju yang sama dengan koin logam atau batu.
apa hubungannya dengan makanan? ???
dalam air hasil destilasi, practically tidak mengandung udara.
kita melayang-layang di angkasa bukan karena di sana hampa udara, melainkan karena medan gravitasi yang sangat lemah (microgravity). Di dalam ISS, para astronot bisa melayang-layang meskipun di situ ruangannya dipenuhi udara.

coba jelaskan soal ini  apakah ruang angkasa itu benar2 hampa udara?
"hidup harus terus berlanjut, jangan berhenti hanya karena gagal atau berbuat salah."

Balya

kalau seandainya semua emang kaya karet.
berarti si planet2 yang katanya menyebar, bakal nyatu lagi dong dong dong?

gue masih pro gravitasi..
aku akan mengenalkan pendahulu ku lagi pada dunia dan akan mengikuti mereka.

semut-ireng


sayutman

Kutip dari: Balya pada Januari 24, 2012, 07:47:25 PM
kalau seandainya semua emang kaya karet.
berarti si planet2 yang katanya menyebar, bakal nyatu lagi dong dong dong?

gue masih pro gravitasi..

aha saya setuju dengan ini  :)
"hidup harus terus berlanjut, jangan berhenti hanya karena gagal atau berbuat salah."

sayutman

"hidup harus terus berlanjut, jangan berhenti hanya karena gagal atau berbuat salah."

mhyworld

Kutip dari: sayutman pada Januari 24, 2012, 11:48:14 AM
coba jelaskan soal ini  apakah ruang angkasa itu benar2 hampa udara?

Sebenarnya anda tinggal cari saja referensinya di internet, lewat google atau wiki. Biasanya yang versi English lebih lengkap bahasannya daripada yang berbahasa Indonesia.
KutipOuter space is the void that exists between celestial bodies, including the Earth.[1] It is not completely empty, but consists of a hard vacuum containing a low density of particles: predominantly a plasma of hydrogen and helium, as well as electromagnetic radiation, magnetic fields, and neutrinos. Theory suggests that it also contains dark matter and dark energy. In the space between galaxies, matter density can be as low as a few atoms of hydrogen per cubic meter.
[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
Udara yang biasa dikenal orang yang terdapat di permukaan bumi sebagian besar terdiri atas Nitrogen dan Oksigen. Kalau pengertian ini yang digunakan, tentu saja angkasa luar benar-benar hampa udara. Namun kalau memperhitungkan semua jenis partikel, tentunya tidak hampa, meskipun density partikel tersebut sangat rendah.
KutipAir is the name given to atmosphere used in breathing and photosynthesis. Dry air contains roughly (by volume) 78.09% nitrogen, 20.95% oxygen, 0.93% argon, 0.039% carbon dioxide, and small amounts of other gases. Air also contains a variable amount of water vapor, on average around 1%. While air content and atmospheric pressure varies at different layers, air suitable for the survival of terrestrial plants and terrestrial animals is currently only known to be found in Earth's troposphere and artificial atmospheres.
[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
once we have eternity, everything else can wait