Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Mei 23, 2012, 04:36:53 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

army.fice

Hari Ini jam 12:22:47 AM
sepi banget sih :(
 

lustforscience

Kemarin jam 08:26:02 PM
amin
 

exile_rstd

Kemarin jam 08:24:55 PM
offline....
good night all  ;)
 

exile_rstd

Kemarin jam 08:23:08 PM
iyaaaa jumat saya mau ujian kenaikan kelas. doain ya om Farabi, semoga ujiannya lancar dan dpt nilai memuaskan  :D
 

Farabi

Kemarin jam 08:20:37 PM
KMana aja non? Sibuk belajar?
 

exile_rstd

Kemarin jam 07:44:23 PM
argh lama ga buka forsa, comment di beberapa thread jd membingungkan saya. apa karena udh lama ga asah ya...
 

N E R R O

Mei 20, 2012, 07:41:57 PM
udah lama gak mampi ke forsa, sdh banyak berubah
 

bangnono_swedye

Mei 20, 2012, 05:23:03 PM
pertanyaa2 ane di forum kesehatan cuma2 diliaat2in aj, kagak ada yang komen ato ngasih jawaban :'( kebiasaan di forsa kah..?? :'(
 

arydhamayanti

Mei 20, 2012, 07:41:11 AM
minggu pagi yang cerah!! ^^ have a glorious day.. :)

Bocah_whilly

Mei 19, 2012, 11:54:17 PM
APAKAH YANG BISA KALIAN LAKUKAN BAGI UMAT MANUSIA, SEBELUM KALIAN MENUNTUT AGAR UMAT MANUSIA MENGHORMATI KALIAN.

Show 50 latest

Penulis Topik: Abdus Salam  (Dibaca 1838 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline peregrin

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 539
  • IQ: 100
  • Gender: Wanita
  • 'truth' is a lonely thing (J.Gaarder)
    • Lihat Profil
Abdus Salam
« pada: Juli 30, 2010, 10:40:07 PM »
Barangkali teman2 pada tahu ttg tokoh yg satu ini: Abdus Salam :)



Mohammad Abdus Salam (1926-1996) adalah seorang fisikawan dan satu-satunya penerima hadiah Nobel dari Pakistan.

Lahir di Jhang, Punjab, Pakistan, Abdus Salam menempuh pendidikan S1 dan S2-nya di Universitas Punjab sebelum memperoleh beasiswa ke Universitas Cambridge. Di sana, dia mendapatkan gelar BA dengan double first-class honours di bidang fisika dan matematika pada th 1949. Pd th 1950, Abdus Salam memenangkan Smith's Prize dari Universitas Cambridge utk the most-outstanding pre-doctoral contribution to physics.

Abdus Salam menyelesaikan studi doktoralnya di bidang fisika teori (elektrodinamika kuantum) di universitas yg sama. Sejak sebelum disertasinya komplit, karya-karya ilmiah Abdus Salam telah dikenal di dunia internasional. Pd th 1958, Abdus Salam mendapatkan Adams Prize dr Universitas Cambridge sbg first-class international researcher di bidang matematika. Pada usia 33 th, di th 1959, Abdus Salam menjadi salah satu anggota termuda Fellow of the Royal Society.

Ada 2 hal yg sangat menarik tentang tokoh yg satu ini. Yg pertama adalah sumbangannya terhadap kemajuan sains di negara berkembang, termasuk di negaranya sendiri, Pakistan.
Setelah menyelesaikan studi doktoralnya, Abdus Salam kembali ke Pakistan dg tujuan mendirikan sekolah berbasis riset. Selama th 1951-1954, Abdus Salam mengajar matematika di Government College, Lahore, dan menjadi kepala departemen matematika di Universitas Punjab. Krn ternyata tidaklah mungkin mengejar karir riset di bidang fisika teori di Pakistan, Abdus Salam kemudian menerima tawaran mengajar dr Universitas Cambridge. Pd th 1957, Abdus Salam menjadi profesor bidang fisika teori di Imperial College, London. Di sana dia bertahan hingga masa pensiunnya.

Selama berkarya di luar negeri, Abdus Salam beberapa kali kembali negara asalnya, Pakistan, sbg penasihat kebijakan sains. Abdus Salam berperan penting dlm pembentukan Pakistan Atomic Energy Comission (PAEC) dan Space and Upper Atmosphere Research Comission (SUPARCO), lembaga riset atom dan ruang angkasa Pakistan. Juga dalam pembentukan superior science colleges di seluruh Pakistan yg bertujuan memajukan sains di negara tsb.

Salah satu sumbangsih penting Abdus Salam terhadap negara berkembang adalah pembentukan International Centre for Theoretical Physics (ICTP) dg program "Associateships"-nya. Melalui program ini, fisikawan2 muda dr negara berkembang bisa mendapat kesempatan selama 9 bulan utk melakukan riset dan bersentuhan dg komunitas internasional di Trieste. Abdus Salam juga mendirikan TWAS atau The Academy of Sciences for the Developing World yg juga bertujuan memajukan dan memfasilitasi sains di negara berkembang.

Abdus Salam menggunakan uang yg didapatnya dr penghargaan Atoms for Peace Medal and Award sbg dana awal program Associateship ICTP dan membiayai fisikawan2 muda dr Pakistan utk mengunjungi Trieste. Hadiah uang yg diterimanya dari penghargaan nobel sama sekali tidak digunakan utk kepentingan pribadi dan keluarganya, tapi seluruhnya dihabiskan utk kepentingan ilmuwan2 dr negara berkembang.

Hal kedua yg sangat menarik dr tokoh ini adalah ketaatannya sbg seorang Muslim. Abdus Salam adalah anggota Ahmadiyya Muslim Community. Dalam pidato penerimaan hadiah nobelnya, Abdus Salam mengutip ayat Qur'an sbg berikut:
"Thou seest not, in the creation of the All-merciful any imperfection, Return thy gaze, seest thou any fissure. Then Return thy gaze, again and again. Thy gaze, Comes back to thee dazzled, aweary."

Yg kemudian dilanjutkan dg:
"This, in effect, is the faith of all physicists; the deeper we seek, the more is our wonder excited, the more is the dazzlement for our gaze".


Mengenai karya2 Abdus Salam di bidang fisika, biar teman2 lain yg lebih mengerti yg menambahkan di sini yaa ;)


Sumber:
Wikipedia - Abdus Salam
Nobelprize.org - Abdus Salam - biografi yg ditulis oleh salah satu bekas anak buahnya di ICTP
« Edit Terakhir: Juli 30, 2010, 10:48:55 PM oleh peregrin »
Free software [knowledge] is a matter of liberty, not price. To understand the concept, you should think of 'free' as in 'free speech', not as in 'free beer'. (fsf)

Offline peregrin

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 539
  • IQ: 100
  • Gender: Wanita
  • 'truth' is a lonely thing (J.Gaarder)
    • Lihat Profil
Re: Abdus Salam
« Jawab #1 pada: Juli 30, 2010, 11:00:40 PM »
jadi keterusan ;D  buka2 situs nobelprize dan nemu pidato banquet speech-nya Abdus Salam. Aku bold bagian yg suka :D

Kutip
Abdus Salam's speech at the Nobel Banquet, December 10, 1979

Your Majesties, Excellencies, Ladies and Gentlemen,

On behalf of my colleagues, Professor Glashow and Weinberg, I thank the Nobel Foundation and the Royal Academy of Sciences for the great honour and the courtesies extended to us, including the courtesy to me of being addressed in my language Urdu.

Pakistan is deeply indebted to you for this.

The creation of Physics is the shared heritage of all mankind. East and West, North and South have equally participated in it. In the Holy Book of Islam, Allah says

"Thou seest not, in the creation of the All-merciful any imperfection, Return thy gaze, seest thou any fissure. Then Return thy gaze, again and again. Thy gaze, Comes back to thee dazzled, aweary."

This in effect is, the faith of all physicists; the deeper we seek, the more is our wonder excited, the more is the dazzlement for our gaze.

I am saying this, not only to remind those here tonight of this, but also for those in the Third World, who feel they have lost out in the pursuit of scientific knowledge, for lack of opportunity and resource.

Alfred Nobel stipulated that no distinction of race or colour will determine who received of his generosity. On this occasion, let me say this to those, whom God has given His Bounty. Let us strive to provide equal opportunities to all so that they can engage in the creation of Physics and science for the benefit of all mankind. This would exactly be in the spirit of Alfred Nobel and the ideals which permeated his life. Bless You!



 :)

Offline The Houw Liong

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1241
  • IQ: 15
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • Sains, Filsafat dan Teknologi
Re: Abdus Salam
« Jawab #2 pada: Juli 31, 2010, 12:41:34 PM »
Untuk direnungkan :
A.Salam adalah umat Ahmadiah.
Ahmadiah di Pakistan tidak bermasalah, sedangkan di Indonesia sekarang sedang dipermasalahkan.
« Edit Terakhir: Juli 31, 2010, 12:52:57 PM oleh The Houw Liong »
HouwLiong

Offline peregrin

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 539
  • IQ: 100
  • Gender: Wanita
  • 'truth' is a lonely thing (J.Gaarder)
    • Lihat Profil
Re: Abdus Salam
« Jawab #3 pada: Agustus 02, 2010, 05:48:59 PM »
Ahmadiah di Pakistan tidak bermasalah, sedangkan di Indonesia sekarang sedang dipermasalahkan.


Setahu saya Ahmadiyah di Pakistan juga dipermasalahkan. Masih ingat kan tragedi pemboman mesjid saat Jumatan yg mengakibatkan puluhan anggota Ahmadiyah terbunuh bbrp bulan yg lalu?

Tapi sudah ada bbrp pembahasan mengenai Ahmadiyah di sub-forum agama dan filosofi. Monggo dilanjutkan di sana  :)

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia