Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Mei 23, 2012, 04:50:56 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

army.fice

Hari Ini jam 12:22:47 AM
sepi banget sih :(
 

lustforscience

Kemarin jam 08:26:02 PM
amin
 

exile_rstd

Kemarin jam 08:24:55 PM
offline....
good night all  ;)
 

exile_rstd

Kemarin jam 08:23:08 PM
iyaaaa jumat saya mau ujian kenaikan kelas. doain ya om Farabi, semoga ujiannya lancar dan dpt nilai memuaskan  :D
 

Farabi

Kemarin jam 08:20:37 PM
KMana aja non? Sibuk belajar?
 

exile_rstd

Kemarin jam 07:44:23 PM
argh lama ga buka forsa, comment di beberapa thread jd membingungkan saya. apa karena udh lama ga asah ya...
 

N E R R O

Mei 20, 2012, 07:41:57 PM
udah lama gak mampi ke forsa, sdh banyak berubah
 

bangnono_swedye

Mei 20, 2012, 05:23:03 PM
pertanyaa2 ane di forum kesehatan cuma2 diliaat2in aj, kagak ada yang komen ato ngasih jawaban :'( kebiasaan di forsa kah..?? :'(
 

arydhamayanti

Mei 20, 2012, 07:41:11 AM
minggu pagi yang cerah!! ^^ have a glorious day.. :)

Bocah_whilly

Mei 19, 2012, 11:54:17 PM
APAKAH YANG BISA KALIAN LAKUKAN BAGI UMAT MANUSIA, SEBELUM KALIAN MENUNTUT AGAR UMAT MANUSIA MENGHORMATI KALIAN.

Show 50 latest

Penulis Topik: Confessions of An Economic Hit Man  (Dibaca 948 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline neoarm23

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 77
  • IQ: 2
    • Lihat Profil
Confessions of An Economic Hit Man
« pada: September 15, 2010, 09:39:58 PM »
Judul buku : Confessions of An Economic Hit Man
Penulis : John Perkins
Penerbit : Abdi Tandur, Jakarta
Halaman : 278

Inilah "pengakuan dosa" dan kesaksian seorang ekonom bayaran Amerika Serikat yang ditugasi untuk menciptakan ketergantungan ekonomi negara dunia ketiga dan terbelakang (less-developed countries) melalui politik utang kepada negara adikuasa. Membaca buku karya John Perkins--salah seorang economic hit man--ini seperti membaca novel thriller: memukau, provokatif, dan penuh dengan ketegangan batin sang penulis.

Pengalaman pribadinya sebagai ekonom perusak disajikan secara blak-blakan dan terus terang dalam buku ini. Ia menceritakan bagaimana profil seorang agen terselubung hasil rekrutmen National Security Agency (NSA), organisasi spionase Amerika yang paling sedikit diketahui tapi terbesar. Dia telah berkelana ke berbagai pelosok dunia, seperti Indonesia, Panama, Ekuador, Kolombia, Arab Saudi, Iran, dan negeri strategis lainnya.

Tugas utama Perkins sebagai economic hit man (EHM) adalah menerapkan kebijakan yang mempromosikan kepentingan corporatocracy (koalisi bisnis dan politik antara pemerintah, perbankan, dan korporasi) Amerika sambil menyatakan minat mereka untuk mengurangi derajat kemiskinan di negara dunia ketiga yang kaya akan sumber daya alamnya.

Perkins dan teman-temannya berperan sebagai agen spionase terselubung. Mereka membuat economics forecast untuk suatu negara klien corporatocracy (seperti telah dilakukan di Indonesia dalam proyek elektrifikasi Pulau Jawa sejak 1970-an) serta membantu penerapan skema ekonometrik yang akan mengucurkan dana jutaan dolar.

Perkins dalam bukunya ini memaparkan berbagai cara terselubung--ala kapitalis global yang rakus dan amoral--untuk mengendalikan sejumlah peristiwa dramatis dalam sejarah, seperti kejatuhan Shah Iran, kematian tragis Presiden Panama, Omar Torrijos, dan invasi militer Amerika ke Panama dan Irak. Buku Confessions of an Economic Hit Man--yang diperingatkan banyak kalangan agar tidak ditulis--mengemukakan pemahaman tentang sistem yang memacu globalisasi dan memicu kemiskinan jutaan umat manusia di seluruh dunia.

Para agen economic hit man adalah segelintir profesional berpenghasilan sangat tinggi yang mengecoh pemerintahan suatu negeri triliunan dolar. Mereka menyalurkan dana dari Bank Dunia, Asian Development Bank (ADB), dan organisasi bantuan lainnya menjadi dana korporasi raksasa.

Sarana mereka meliputi antara lain rekayasa laporan keuangan yang menyesatkan, praktek penyuapan, pemerasan, agen penggermoan (wanita dan seks), serta pembunuhan terencana yang keji. Para EHM seperti Perkins memainkan peranan yang telah menentukan dimensi baru dan mengerikan selama era globalisasi.

Para agen EHM ini bekerja berdasarkan pesan sponsor dari negara adikuasa yang berniat mewujudkan sebuah imperium global untuk melakukan penyesatan skema ekonometrik agar hasil forecast-nya memenuhi syarat untuk memperoleh dana bantuan yang lebih menyerupai utang yang menjerat dan mencekik negara penerima. Dana pinjaman yang begitu besar jumlahnya itu dikucurkan oleh negara kreditor--melalui agen EHM--dengan tujuan utama sebagai alat untuk mencengkeram negara bersangkutan.
Akhirnya, negara penerima utang itu menjadi target yang lunak ketika negara kreditor membutuhkan apa yang dikehendakinya, seperti pangkalan militer, suara di PBB, serta akses yang mudah untuk mengeksplorasi sumber daya alam (minyak bumi, gas, dan emas) yang dimiliki negara penerima utang.

Dana bantuan disalurkan melalui Chas. T. Main, Inc. (MAIN), sebuah perusahaan konsultan multinasional yang bertanggung jawab atas kajian untuk menentukan apakah Bank Dunia seyogianya memberikan pinjaman kepada suatu negara. Dana korporasi global ini juga disalurkan melalui perusahaan Amerika lainnya dalam proyek perekayasaan dan konstruksi. Perkins menyebut di antaranya perusahaan multinasional Bechtel, Halliburton, dan Stone & Webster.

Namun, tidak semua pemerintahan tunduk pada model corporatocracy yang dibangun para agen EHM ini. Menurut catatan Perkins, terdapat dua penguasa (elite politik) yang secara berani dan tegas menolak "perselingkuhan" bisnis dan politik dengan EHM ini. Mereka adalah Presiden Panama (Omar Torrijos) dan Presiden Ekuador (Jaime Roldos). Layaknya dalam dunia mafioso, para pembangkang seperti ini, menurut kepentingan corporatocracy, harus dieksekusi mati secara tragis pula. Keduanya tewas dalam suatu kecelakaan pesawat terbang (yang diledakkan dengan bom) dan tabrakan yang mengerikan.

Perkins secara jujur meyakini bahwa kematian mereka bukan kecelakaan biasa karena human error, tapi ada tangan terselubung dan sangat rahasia yang dimainkan CIA. Mereka "dihabisi" karena menentang keinginan dan fraternity dengan para pemimpin corporatocracy, pemerintah negara adikuasa, dan perbankan yang berkehendak membentuk imperium global.

Melalui buku Confessions of an Economic Hit Man ini, Perkins juga menyajikan sedikit kesannya ketika ditugaskan di Indonesia, sebuah negeri di Asia Tenggara yang disebutnya "di Timur yang eksotik" (halaman 22-56). Selama berada di Indonesia, ia telah berinteraksi dengan masyarakat marginal di Jakarta dan Bandung yang hidup di kawasan kumuh berumah kardus.

Penugasannya di Indonesia (pada 1970-an) itu untuk membuat rencana strategi energi (to create a master energy plan) di Pulau Jawa. Sebagai ekonom EHM, Perkins ditugasi untuk menghasilkan model ekonometrik bagi Indonesia. Di situlah saatnya para agen EHM memanipulasi data statistik untuk menghasilkan sebuah asumsi ekonomis demi memperkuat kesimpulan yang direkayasa oleh para analis bagi kepentingan corporatocracy.

Sebuah pertanyaan cerdas dan menggelitik muncul berkenaan dengan terbitnya buku Confessions of an Economic Hit Man ini: benarkah IMF pada masa krisis moneter di Indonesia (1997/1998) berperan ganda sebagai agen EHM bagi kepentingan corporatocracy?

Banyak pengamat dan analis ekonomi bersikap skeptis pada peran IMF dalam memulihkan perekonomian Indonesia. Di antara mereka itu bahkan menuduh IMF dan Bank Dunia sebagai dua lembaga finansial dunia yang justru membawa Indonesia memasuki jurang krisis yang lebih dalam lagi serta menciptakan ketergantungan yang sangat mengkhawatirkan.
SYAFRUDDIN AZHAR, PENGAMAT PERBUKUAN DAN EDITOR PADA PT ICHTIAR BARU VAN HOEVE, JAKARTA (dimuat di Koran Tempo Minggu, 30 Oktober)


bagaimana pendapat anda tentang buku ini?? secara tidak langsung buku ini memberitahukan bahwa konspirasi besar memang sedang terjadi di dunia ini.  :o

Offline yttrium

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 2
  • IQ: 0
    • Lihat Profil
Re: Confessions of An Economic Hit Man
« Jawab #1 pada: Oktober 03, 2010, 02:55:07 PM »
judulnya terlalu provokatif. isinya biasa ajah sebenernya :P

tp sebel juga sih pas bagian ngebahas indonesianya :P

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia