Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Mei 23, 2012, 05:24:06 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

army.fice

Hari Ini jam 12:22:47 AM
sepi banget sih :(
 

lustforscience

Kemarin jam 08:26:02 PM
amin
 

exile_rstd

Kemarin jam 08:24:55 PM
offline....
good night all  ;)
 

exile_rstd

Kemarin jam 08:23:08 PM
iyaaaa jumat saya mau ujian kenaikan kelas. doain ya om Farabi, semoga ujiannya lancar dan dpt nilai memuaskan  :D
 

Farabi

Kemarin jam 08:20:37 PM
KMana aja non? Sibuk belajar?
 

exile_rstd

Kemarin jam 07:44:23 PM
argh lama ga buka forsa, comment di beberapa thread jd membingungkan saya. apa karena udh lama ga asah ya...
 

N E R R O

Mei 20, 2012, 07:41:57 PM
udah lama gak mampi ke forsa, sdh banyak berubah
 

bangnono_swedye

Mei 20, 2012, 05:23:03 PM
pertanyaa2 ane di forum kesehatan cuma2 diliaat2in aj, kagak ada yang komen ato ngasih jawaban :'( kebiasaan di forsa kah..?? :'(
 

arydhamayanti

Mei 20, 2012, 07:41:11 AM
minggu pagi yang cerah!! ^^ have a glorious day.. :)

Bocah_whilly

Mei 19, 2012, 11:54:17 PM
APAKAH YANG BISA KALIAN LAKUKAN BAGI UMAT MANUSIA, SEBELUM KALIAN MENUNTUT AGAR UMAT MANUSIA MENGHORMATI KALIAN.

Show 50 latest

Penulis Topik: TAIKO  (Dibaca 986 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline galihutomo

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 185
  • IQ: 22
  • Gender: Pria
  • Ayo kita kuasai Dunia....
    • Lihat Profil
    • Media Belajar Online
TAIKO
« pada: September 27, 2010, 11:18:16 PM »
[justify]Menjelang pertengahan abad keenam belas, ketika keshogunan Ashikaga ambruk, Jepang menyerupai medan pertempuran raksasa. Panglima-panglima perang memperebutkan kekuasaan, tapi dari tengah-tengah mereka tiga sosok besar muncul, seperti meteor melintas di langit malam. Ketiga lakilaki itu sama-sama bercita-cita untuk menguasai dan mempersatukan Jepang, namun sifat mereka berbeda secara mencolok satu sama lain:  :P

Nobunaga, gegabah, tegas, brutal;

Hideyoshi, sederhana, halus, cerdik, kompleks;

Ieyasu, tenang, sabar, penuh perhitungan.

Falsafah-falsafah mereka yang berlainan itu sejak dulu diabadikan oleh orang Jepang dalam sebuah  sajak yang diketahui oleh setiap anak sekolah: 
 
Bagaimana jika seekor burung tak mau berkicau? 
 
Nobunaga menjawab, "Bunuh saja!" 

Hideyoshi menjawab, "Buat burung itu ingin berkicau." 

Ieyasu menjawab, "Tunggu." 

Buku ini, Taiko (sampai kini, di Jepang, Hideyoshi masih dikenal dengan gelar tersebut), merupakan kisah tentang laki-laki yang membuat burung itu ingin berkicau.  [/justify] :D :D

Offline nandaz

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1836
  • IQ: 113
  • Gender: Pria
  • ...Mad about Sci_mistery
    • Lihat Profil
Re: TAIKO
« Jawab #1 pada: September 28, 2010, 11:33:53 AM »
...Btw, ini buku cerita atau filsafat sejarah?
starting by doing what is necessary, then what is possible and suddenly you are doing the impossible...
\dia\cal{ANONYMOUS}\cl


Offline galihutomo

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 185
  • IQ: 22
  • Gender: Pria
  • Ayo kita kuasai Dunia....
    • Lihat Profil
    • Media Belajar Online
Re: TAIKO
« Jawab #3 pada: September 28, 2010, 09:47:38 PM »
nih di penggalan kisah buku ke 1 :

"MONYET! MONYET!"
[justify]
"ITU tawonku!" 
"Bukan, punyaku!" 
"Pembohong!" 
Bagai angin puyuh, tujuh atau delapan bocah laki-laki berlari melintasi ladang. Mereka mengayun-ayunkan tongkat ke hamparan kembang sesawi berwarna kuning dan kembang lobak berwarna putih bersih untuk mencari tawon-tawon dengan kantong madu, yang biasa disebut tawon Korea. Anak Yaemon, Hiyoshi, baru berusia enam tahun, tapi wajahnya yang
berkerut-kerut tampak seperti buah prem yang diasamkan. Ia lebih kecil dibandingkan anak-anak lainnya, namun sifatnya yang ugal-ugalan dan liar tak tertandingi. 

"Bodoh!" ia berseru ketika jatuh terdorong oleh anak yang lebih besar, saat mereka memperebutkan seekor tawon. Sebelum sempat bangun, ia terinjak oleh anak lain. Hiyoshi menjegal kaki anak itu.  "Tawon itu milik siapa saja yang bisa menangkapnya! Kalau kau bisa menangkapnya, tawon itu jadi milikmu!" katanya sambil melompat berdiri dan menangkap seekor tawon yang sedang terbang. "Yow!
Yang ini milikku!" 

Dengan tangan terkepal, Hiyoshi maju sepuluh langkah, kemudian membuka kepalannya. Ia membuang kepala dan kedua sayap tawon yang ditangkapnya, lalu memasukkannya ke dalam mulut. Perut tawon itu penuh madu manis. Anak-anak itu, yang tak pernah mengenal gula, betul-betul takjub bahwa ada sesuatu yang begitu manis. Sambil setengah memejam-
kan mata, Hiyoshi membiarkan madu itu mengalir ke kerongkongannya, lalu mengecap-ngecapkan bibir. Anak-anak lain hanya bisa menonton. 

"Monyet!" seru seorang bocah besar yang dijuluki Ni'o, satu-satunya yang  tak dapat diimbangi oleh Hiyoshi. Karena mengetahui hal ini, yang lainnya ikut-ikutan. 
"Babon!" 
"Monyet!" 
"Monyet, monyet, monyet!" mereka mengejek.  Bahkan Ofuku, bocah yang bertubuh paling kecil, ikut bergabung. Meski usianya sekitar delapan tahun, ia hanya sedikit lebih besar dari Hiyoshi yang berumur enam tahun. 

Tapi penampilannya berbeda jauh; kulitnya putih, dan mata serta hidungnya menempati posisi yang pantas di wajahnya. Sebagai putra warga desa yang kaya, Ofuku-lah satu-satunya yang mengenakan kimono sutra. Nama sebenarnya mungkin Fukutaro atau Fukumatsu, namun namanya telah disingkat dan diberi awalan o, seperti kebiasaan di antara putra-putra orang berada. 

"Kau selalu ikut-ikutan!" ujar Hiyoshi sambil melotot ke arah Ofuku. Ia tak peduli dipanggil monyet oleh yang lain, tapi dengan Ofuku masalahnya sedikit berbeda. "Kau sudah lupa bahwa akulah yang selalu membelamu, dasar pengecut!" 

Diingatkan seperti itu, Ofuku tak bisa berkata apa-apa. Keberaniannya mendadak lenyap, dan ia menggigit-gigit kukunya. Meski masih kanakkanak, dituduh tidak tahu terima kasih membuatnya lebih malu daripada dimaki sebagai pengecut. Yang lainnya mengalihkan pandangan, perhatian mereka berpindah dari tawon madu ke awan debu kuning yang terlihat di seberang ladang-ladang. ..................[/justify]

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia