ForSa punya logo baru!! Ada komen?
0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.
Telomere adalah suatu sequence DNA yang berada di kedua ujung kromosom. Setiap kali kromosom bereplikasi sebagian kecil kedua ujung kromosom ini hilang, mekanismenya seperti apa belum dapat diketahui secara pasti (atau udah yahh?). Hipotesis yang diajukan adalah memendeknya telomere menstimulasi sinyal yang menyebabkan sel berhenti membelah. Hal inilah yang diduga kuat penyebab mortalitas atau kematian.
Jika pencegahan proses pemendekan telomere dengan telomerase ini dapat membuat sel kanker menjadi immortal, barangkali kita pada akhirnya dapat memanfaatkan ini untuk, paling tidak, memperlambat proses penuaan dan membantu proses regenerasi jaringan.Beberapa perusahaan spt Geron Corp. (yg pegang patent-nya plus patent bbrp embryonic stem cell Marah ) sudah mulai mengembangkan terapi/obat utk mengontrol aktifitas telomerase untuk pengobatan penyakit2 degeneratif kronis spt. macular degeneration (apa ya terjemahannya?), atherosclerosis, AIDS, dsb.
Ini berkaitan dengan arah replikasi DNA yang cuma bisa 5'-3'. Dalam replikasi normal, kan ada utas yang disintesis terus menerus (continuous) dan putus2 (okazaki fragment). Nah, bagian yang putus2 di ujung telomer ini tiap mitosis akan memendek karena ngga ada sekuen DNA yang bisa jadi primer buat DNA polimerasenya. Tanpa primer ini, DNA polimerase ga bisa 'nambal' bagian yang kosong antar fragmen okazaki sehingga bagian ini hanya ada DNA utas tunggal (hasil replikasi continuous).
Penggandaan DNA pada umumnya dilakukan oleh enzim DNA polimerase. Tetapi sistem sintesis DNA yang dianut oleh DNA polimerase tidak memungkinkan penggandaan pada bagian ujung DNA linear. Dengan adanya struktur telomer yang khas dan enzim telomerase penggandaan untai DNA dapat dilakukan secara menyeluruh.
Sel-sel dewasa pada manusia tidak memiliki aktivitas telomerase. Telomerase hanya ditemukan pada sel induk, yang menyebabkan sel induk dapat membelah diri berkali-kali tanpa mengalami pemendekan telomer (atau mengalami pemenendekan telomer tetapi jauh lebih lambat daripada pemendekan telomer pada sel biasa).
( tidak menutup kemungkinan juga diskusi ini mengenai tahap2 PCR, dari Isolasi Smaple, PCR/RT-PCR, Purifikasi DNA, Gel Cut, Electrophoresis, dll silahkan2......!!!!)
Ampun om, pengen tau dasar-dasarnya dulu nih, masih ga ngerti Kalo mau lanjut gpp sih, ntar ikutan nimbrung kalo dah rada ngerti
Nonton aja aah, secara yg buat thread lebih jago dari saya @Reborn, susah om klo ngejelasin di sini. Soalnya istilah2x gel cut, elektrophoresis etc merupakan metode di lab genetika molekular yg hrs diparaktekkan, bukan hanya di pelajari. Saya aja belajar elektrophoresis dan PCR bertahun-tahun, br ngerti pas melakukan.
waduh, jadi nggak enak nih bro milmi, aku cuman pengen bagi pengetahuan aja, klo boleh, apa yang aku tahu aku pingin share, yg aku nggak tahu kita diskusiin bareng2, kebetulan saat ini aku emang kerjanya di bidang ini, tq sebelumnya.
Kutip dari: cheloniamydas pada Juli 24, 2008, 01:54:04 PMwaduh, jadi nggak enak nih bro milmi, aku cuman pengen bagi pengetahuan aja, klo boleh, apa yang aku tahu aku pingin share, yg aku nggak tahu kita diskusiin bareng2, kebetulan saat ini aku emang kerjanya di bidang ini, tq sebelumnya. Karena saya gak kerja di bidang molekular, makanya mengakui ko gak jago dengan topik ini (. Padahal sekarang identifikasi mikroorganisme dah pakai metode molekular. Kapan ya metode ini diterapkan secara luas di Indo?
@ barbarian,betul sekali kalau metode molekular telah mulai digunakan pada industri, namun harap diingat, bahwa industri mengejar untung, sehingga mereka berani invest pada alat-alat dan bahan molekular karena mereka telah menghitung pemasukan yg akan mereka dapat. Nah, kalau di laboratorium penelitian, terutama lab yg juga merangkap lab pengajaran, invest tersebut susah dilakukan karena para investor (a.k.a pemerintah dan pihak univ) belum melihat urgensi penerapan metode molekular pada penelitian dan pengajaran. Hal inilah yang sangat saya sesalkan.