ForSa punya logo baru!! Ada komen?
0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.
Oh, maksud Anda proses adaptasi fisiologis. Ya tinggal mengacu aja pada definisi dan konsep memori dan pembelajaran. Apakah proses adaptasi fisologis selain struktur sinaps bisa dikatakan sebagai proses pembelajaran?Bagaimana menurut Guyton n Hall sebagai sumber acuan?
Tapi jantung bisa mengalami proses pembelajaran...yaitu jika distimulus lebih lanjut,,dia bisa berespon dengan hipertrofi...
Jadi terhadap stimulus...tertentu jantung berespon...dan menanggapi responnya...sehingga menurut saya jantung pun bisa "mengingat" respon stimulus....Bukan mengingat dalam arti harfiah....
Mungkin pertanyaan mendasarnya adalah...Apakah..respon adaptasi terhadap suatu kondisi..bukan merupakan suatu pembelajaran..Sebab ketika terjadi proses pembelajaran..maka pasti ada proses mengingat...
Dalam kaitannya dengan informasi konvensional (bahasa/informasi yang selama ini dikenal manusia dalam kaitan penginderaan biologis bagi jantung), tentu jantung tidak memiliki fungsi-fungsi itu. Tetapi, mungkinkah ada "bahasa" lain yang dapat jantung kenali bahkan simpan informasinya?. Barangkali, ilmu kita (baca: para ilmuwan) aja yg belum sampai.
Kalau pembelajaarn berarti dia mengembangkan sistem baru, sedangkan dalam tubuh kita semua sistem itu sudah ada
Sebab subyek evolusi bukan mekanisme fisiologis, morfologis, biokimiawi atau perilaku individu dalam satu generasi tapi gene pool dalam populasi.
@Idad dan HendySebetulnya "ide konyol" ini saya lontarkan diakibatkan pernyataan mat Dillom pada postingan sebelumnyaKutipDalam kaitannya dengan informasi konvensional (bahasa/informasi yang selama ini dikenal manusia dalam kaitan penginderaan biologis bagi jantung), tentu jantung tidak memiliki fungsi-fungsi itu. Tetapi, mungkinkah ada "bahasa" lain yang dapat jantung kenali bahkan simpan informasinya?. Barangkali, ilmu kita (baca: para ilmuwan) aja yg belum sampai.Ide ini saya kembangkan dengan membuat asumsi-asumsi. Saya menyadari bahwa walaupun otak memliki kapasitas untuk "mengatur" setiap organ di tubuh manusia. Namun, "hak otonomi" setiap organ tidak bisa diabaikan..Misal seperti contoh jantung yang saya sebutkan sebelumnya...Nah apakah masing-masing organ yang memiliki "hak otonomi" bisa menerima informasi dan mengolahnya sendiri???. Memang dalam respon terhadap stimulus dari luar..ada interaksi antar sistem organ..yang berusaha mengimbangi setiap stimulus....Namun, apakah "hak otonomi" tiap organ bisa juga memberikan kesempatan kepada tiap organ untuk "mengingat" setiap stimulus secara...parsial...dan berespon sendiri-sendiri walapun hal tersebut bisa menyebabkan kematian bagi organ tersebut...Nah terkait dengan mengingat tadi...Janga-jangan ada informasi tertentu..yang disimpan...berupa protein dalam wujud reseptor...atau apapun...yang bisa menjadi sebuah "memori" yang akan diaktfkan jika terdapat stimulus...tertentu..dan lebih bersifat algoritma..
Nah apakah masing-masing organ yang memiliki "hak otonomi" bisa menerima informasi dan mengolahnya sendiri???
Janga-jangan ada informasi tertentu..yang disimpan...berupa protein dalam wujud reseptor...atau apapun...yang bisa menjadi sebuah "memori" yang akan diaktfkan jika terdapat stimulus...tertentu..
[...]yang akan diaktfkan jika terdapat stimulus...tertentu..dan lebih bersifat algoritma..
Dan memang tiap organ bisa menerima stimulus dan mengolahnya sendiri. Tapi ini terjadi secara otomatis di tingkat selular. Kalau organ menerima informasi, maka ia harus memilah informasi tadi, berarti harus ada suatu bagian di organ yang berfungsi memilah informasi tadi. Tetapi nyatanya - sampai saat ini - bagian itu belum pernah ditemukan, jadi bisa dibilang tidak ada. Dan, kalau ditemukan mungkin hampir tidak mungkin, karena berarti nanti akan ada kerja ganda dari fungsi otak sebagai pengatur tubuh dan organ sebagai pengatur lokal organ. Tentu ini akan mengganggu kerja organ tadi karena bisa-bisa "tangan kita tak mau bergerak karena otot tidak mau". Jadi organ tidak menerima informasi seperti kita (otak kita) menerima informasi. Tetapi organ menerima informasi sebagai stimulus spesifik yang akan mengaktfikan bagian tertentu.
Jadi merespon stimulus dan mengolah informasi merupakan dua hal yang berbeda ??
Berarti menerima stimulus dan meresponnya bukan merupakan bagian dari mengolah informasi dan bukan merupakan mekanisme pembelajaran..
Hmm..saya mungkin agak lupa yah...tapi seingat saya di ginjal ada sel jukstaglomerular yang berfungsi sebagai reseptor perubahan tekanan. Berbeda dengan otak,...seandainya tekanan darah menurun yang terjadi justru..arteri aferen akan menutup dan jika tekan darah kembali normal arteri eferen membuka. Konsep inilah yang sering disebut sebagai "autoregulasi"...Kalau saya ibaratkan sebagai "hak otonomi" dari organ tanpa stimulasi dari otak....Dan seingat saya hal ini juga ada di pembuluh darah...arteri yang kecilMaaf, anda tidak dapat melihat isi spoiler.
Konsep inilah yang sering disebut sebagai "autoregulasi"...Kalau saya ibaratkan sebagai "hak otonomi" dari organ tanpa stimulasi dari otak....
Dan seingat saya hal ini juga ada di pembuluh darah...arteri yang kecilMaaf, anda tidak dapat melihat isi spoiler.
Tidak ada yang perlu dikoreksi kok menurut saya..you're stay in line.. Excellent!!