Forum Sains Indonesia

Portal Sains Indonesia

Berita: Forsa berencana untuk mengadakan Gathering Forsa. Bagi yang berminat, silakan urun rembuk dan daftarkan diri anda.
* *
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Maret 18, 2010, 10:37:33


Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi


Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Maret 18, 2010, 10:37:33

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Last 10 Shouts:
Hari ini at 10:32:05
wa jg lagi ujian kok...
Hari ini at 09:23:13
hah cape  '
mhon doanya sbntar lagi ujian
Hari ini at 08:28:14
haha~
zzzz~
Hari ini at 06:10:04
mana dimana?
Hari ini at 05:20:04
eh, ngmg2 soal alay, saya tadi bikin trit nya.. hehehe..
Hari ini at 05:10:29
Ayo bikin thread pembahasan tentang bahasa 4L@y... yang bikin sakit mata itu.. ayo ayo...
Hari ini at 03:52:24
hahaha~

Al4y M0d3 oN:
Hari ini at 03:19:47
3 menit hanya untuk bikin tulisan brapa huruf gitu..
Hari ini at 03:12:44
Salam Kenal semua ketawa
Halaman: 1 [2] 3   Turun
Kirim topik ini | Cetak
Pembuat Topik: Apakah jantung bisa mengingat?  (Baca 4247 kali)
0 Anggota dan 1 Pengunjung melihat topik ini.
Hendy wijaya, MD
Profesor
*****

IQ: 18
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 519



Lihat Profil Email
« Jawab #15 pada: Desember 04, 2009, 10:30:40 »

Respon jantung oleh sebab adanya stimulus tertentu itu semua di atur oleh pusat emosi (fungsi afektif dari integrasi impuls yang masuk) dan vegetatif di hipotalamus, jadi jantung berespon sebab ada impuls dari otak. Anda tidak akan bisa mereplikasi fenomena takikardi oleh sebab adanya respon emosi pada orang yang koma atau mati batang otak kan? Anda juga tidak akan mendapatkan proses pembelajaran apa2 atau pengolahan informasi aktif seperti di sistem saraf pusat dalam bentuk apapun pada orang yang demikian.

Mengenai jantung atlet, itu merupakan proses perubahan akibat adanya adaptasi fisiologis seperti halnya hipertrofi otot, remodelling struktur tulang, adjustment sistem hormonal, keseimbagangan cairan dan elektrolit, BUKAN proses belajar atau mengingat dalam kaitannya mengolah infromasi yang masuk. Penjelasan yang panjang lebar mengenai hal itu ada di Guyton n Hall.
Masuk

Against stupidity God himself struggles in vain
r.a.n
Dosen
****

IQ: 17
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 301


Engkau..lilin-lilin..kecil

dj_alil03
Lihat Profil Email
« Jawab #16 pada: Desember 04, 2009, 04:54:56 »

Ya iyalah mas,...Anak FK manapun juga tau kalo Otak merupakan organ yang memegang peranan penting dalam pengaturan..sistem di dalam tubuh...Makanya kalo otaknya mati..yang trigerr apapun yang diberikan..tidak bisa direspon dan tidak ada pembelajaran akhirnya..

Namun, saya ingin memberikan sebuah wacana yang sedikit berbeda..Yaitu  walaupun otak berkuasa penuh..Tapi jantung bisa mengalami proses pembelajaran...yaitu jika distimulus lebih lanjut,,dia bisa berespon dengan hipertrofi...sehingga tidak perlu berkontraksi dengan hebat...sebab..jika jantung berkontraksi dengan hebat maka..bisa bisa jantung masuk ke fase anaerob sehingga bisa bahaya nantinya...bisa Infark..
Jadi terhadap stimulus...tertentu jantung berespon...dan menanggapi responnya...sehingga menurut saya jantung pun bisa "mengingat" respon stimulus....Bukan mengingat dalam arti harfiah....

Mungkin pertanyaan mendasarnya adalah...Apakah..respon adaptasi terhadap suatu kondisi..bukan merupakan suatu pembelajaran..Sebab ketika terjadi proses pembelajaran..maka pasti ada proses mengingat...
Masuk

"Pengen jadi ahli stem..cell"
NOFIANITA WAHYUNI
Siswa Baru
*

IQ: 2
Offline Offline

Tulisan: 3



Lihat Profil Email
« Jawab #17 pada: Desember 04, 2009, 05:20:33 »

Gag mungkin gitu,, jantung gaG Ada hubungannya ma mimpi buruk
Masuk
Hendy wijaya, MD
Profesor
*****

IQ: 18
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 519



Lihat Profil Email
« Jawab #18 pada: Desember 07, 2009, 10:24:59 »

Oh, maksud Anda proses adaptasi fisiologis. Ya tinggal mengacu aja pada definisi dan konsep memori dan pembelajaran. Apakah proses adaptasi fisologis selain struktur sinaps bisa dikatakan sebagai proses pembelajaran?Bagaimana menurut Guyton n Hall sebagai sumber acuan?
Masuk

Against stupidity God himself struggles in vain
Mat Dillom
Dosen
****

IQ: 10
Offline Offline

Tulisan: 250



Lihat Profil
« Jawab #19 pada: Desember 08, 2009, 12:13:41 »

Oh, maksud Anda proses adaptasi fisiologis. Ya tinggal mengacu aja pada definisi dan konsep memori dan pembelajaran. Apakah proses adaptasi fisologis selain struktur sinaps bisa dikatakan sebagai proses pembelajaran?Bagaimana menurut Guyton n Hall sebagai sumber acuan?

Yess, dapat istilah baru buat saya, adaptasi fisiologis. Hehehe, jadi dapat ide adaptasi mekanis dan elektronis buat robot yang bisa berubah bentuk ketawa. Inilah gunanya diskusi.
Masuk
r.a.n
Dosen
****

IQ: 17
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 301


Engkau..lilin-lilin..kecil

dj_alil03
Lihat Profil Email
« Jawab #20 pada: Desember 10, 2009, 10:10:56 »

Kutip
Oh, maksud Anda proses adaptasi fisiologis. Ya tinggal mengacu aja pada definisi dan konsep memori dan pembelajaran. Apakah proses adaptasi fisologis selain struktur sinaps bisa dikatakan sebagai proses pembelajaran?Bagaimana menurut Guyton n Hall sebagai sumber acuan?

Iyah..harus saya akui konsep memori...dan pembelajaran pada teksbook fisiologi selalu terkait dengan otak. Dalam hal ini neuron sebagai unit terkecil..Mungkin untuk sedikit mengembangkan diskusi..apakah adaptasi fisiologis merupakan sebuah sistem adaptasi biasa atau merupakan mekanisme "pembelajaran" tubuh terhadap respon dari luar. Atau lebih tepatnya sebagai satu ajang seleksi..untuk mempertahankan kehidupan..

Masuk

"Pengen jadi ahli stem..cell"
Hendy wijaya, MD
Profesor
*****

IQ: 18
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 519



Lihat Profil Email
« Jawab #21 pada: Desember 11, 2009, 09:37:28 »

Perlu diingat dahulu bahwa variasi sifat, termasuk kemampuan adaptasi, bisa mengarah pada kemampuan survive suatu spesies atau variannya dalam lingkungan JIKA variasi tersebut diwariskan..Ingat bicara ttg evolusi tidak hanya bicara satu individu tunggal, tapi yg lbh fundamental, anda membicarakan population genetics.
Proses adaptasi fisiologis yang didapat, seperti misalnya hipertrofi otot akibat resistance exercise pada binaragawan tentu tidak berarti nanti anak2nya bakal berotot seperti bapaknya sejak lahir kan?Dalam teori evolusi, "belajar" dari perubahan lingkungan tidak terjadi hanya pada satu generasi spesies tapi berpuluh2 bahakan beratus2 generasi dalam rentangan waktu geologis. Sebab subyek evolusi bukan mekanisme fisiologis, morfologis, biokimiawi atau perilaku individu dalam satu generasi tapi gene pool dalam populasi.
Masuk

Against stupidity God himself struggles in vain
Idad
Profesor
*****

IQ: 40
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 732


ZyuProject

black_shawn_man@hotmail.com midi_fast2a@yahoo.com
Lihat Profil WWW
« Jawab #22 pada: Desember 11, 2009, 10:15:11 »

Tapi jantung bisa mengalami proses pembelajaran...yaitu jika distimulus lebih lanjut,,dia bisa berespon dengan hipertrofi...
Bukannya semua organ kita begitu. Jika diberi rangsangan yang melebihi kapasitasnya, maka ia akan berusaha mengimbangi dengan melakukan adaptasi.

Jadi terhadap stimulus...tertentu jantung berespon...dan menanggapi responnya...sehingga menurut saya jantung pun bisa "mengingat" respon stimulus....Bukan mengingat dalam arti harfiah....
Bisa diperjelas mas..

Mungkin pertanyaan mendasarnya adalah...Apakah..respon adaptasi terhadap suatu kondisi..bukan merupakan suatu pembelajaran..Sebab ketika terjadi proses pembelajaran..maka pasti ada proses mengingat...
kan, memang bukan. Respon adaptasi bukannya merupakan gejala yang ditimbulkan dari kerja dari berbagai sistem di tubuh kita?
Kalau adaptasi merupakan proses pembelajaran, pasti ada pengalaman yang dialami sel. Saya rasa dalam sel kita itu tidak ada. Soalnya sistem adaptasi ktia (misal: memori pada antigen) itu kan sekali dikenal langsung dicatat model antigennya, jadi bisa dibilang super minim kesalahan, bahkan tidak bisa salah (subhanallah...).

Kalau pembelajaarn berarti dia mengembangkan sistem baru, sedangkan dalam tubuh kita semua sistem itu sudah ada, tinggal diaktifkan. Pengaktifan ini butuh stimulus yang datangnya bisa dari ebrbagai arah, tergantung kasusnya. Kegagalan dalam pengaktifan atau salah satu komponene yang berfungsi dalam pengaktifan hilang akan menyebabkan proses adaptasi gagal. Proses aktivasi ini juga perlu waktu, dan adaptasinya perlu waktu. Jika salah satu komponen overloaded atau underloaded maka kemungkinan akan dapat menyebabkan kegagalan apdatasi. Misal, seseorang tidka pernah olah raga, dalam satu minggu ia latihan angkat besi cukup berat. Kalau adaptasinya berhasil, otot orang itu akan membesar, tapi kalau gagal, bisa-bisa ototnya atrofi dan tulangnya patah...

Masuk

Visit My Site ! ! !
Download Soal Matematika SMA ZyuProject


r.a.n
Dosen
****

IQ: 17
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 301


Engkau..lilin-lilin..kecil

dj_alil03
Lihat Profil Email
« Jawab #23 pada: Desember 11, 2009, 11:39:00 »

@Idad dan Hendy

Sebetulnya "ide konyol" ini saya lontarkan diakibatkan pernyataan mat Dillom pada postingan sebelumnya
Kutip
Dalam kaitannya dengan informasi konvensional (bahasa/informasi yang selama ini dikenal manusia dalam kaitan penginderaan biologis bagi jantung), tentu jantung tidak memiliki fungsi-fungsi itu. Tetapi, mungkinkah ada "bahasa" lain yang dapat jantung kenali bahkan simpan informasinya?. Barangkali, ilmu kita (baca: para ilmuwan) aja yg belum sampai.

Ide ini saya kembangkan dengan membuat asumsi-asumsi. Saya menyadari bahwa walaupun otak memliki kapasitas untuk "mengatur" setiap organ di tubuh manusia. Namun, "hak otonomi" setiap organ tidak bisa diabaikan..Misal seperti contoh jantung yang saya sebutkan sebelumnya...Nah apakah masing-masing organ yang memiliki "hak otonomi" bisa menerima informasi dan mengolahnya sendiri???. Memang dalam respon terhadap stimulus dari luar..ada interaksi antar sistem organ..yang berusaha mengimbangi setiap stimulus....Namun, apakah "hak otonomi" tiap organ bisa juga memberikan kesempatan kepada tiap organ untuk "mengingat" setiap stimulus secara...parsial...dan berespon sendiri-sendiri walapun hal tersebut bisa menyebabkan kematian bagi organ tersebut...Nah terkait dengan mengingat tadi...Janga-jangan ada informasi tertentu..yang disimpan...berupa protein dalam wujud reseptor...atau apapun...yang bisa menjadi sebuah "memori" yang akan  diaktfkan jika terdapat stimulus...tertentu..dan lebih bersifat algoritma..

@Idad
Kutip
Kalau pembelajaarn berarti dia mengembangkan sistem baru, sedangkan dalam tubuh kita semua sistem itu sudah ada

Wah yang ini saya sepakat....harus ada sistem baru...

@Hendy
Kutip
Sebab subyek evolusi bukan mekanisme fisiologis, morfologis, biokimiawi atau perilaku individu dalam satu generasi tapi gene pool dalam populasi.

Iya saya sepakat...soal gen poolnya mas...terima kasih...sudah diluruskan.
Masuk

"Pengen jadi ahli stem..cell"
Idad
Profesor
*****

IQ: 40
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 732


ZyuProject

black_shawn_man@hotmail.com midi_fast2a@yahoo.com
Lihat Profil WWW
« Jawab #24 pada: Desember 13, 2009, 08:00:56 »

@Idad dan Hendy

Sebetulnya "ide konyol" ini saya lontarkan diakibatkan pernyataan mat Dillom pada postingan sebelumnya
Kutip
Dalam kaitannya dengan informasi konvensional (bahasa/informasi yang selama ini dikenal manusia dalam kaitan penginderaan biologis bagi jantung), tentu jantung tidak memiliki fungsi-fungsi itu. Tetapi, mungkinkah ada "bahasa" lain yang dapat jantung kenali bahkan simpan informasinya?. Barangkali, ilmu kita (baca: para ilmuwan) aja yg belum sampai.

Ide ini saya kembangkan dengan membuat asumsi-asumsi. Saya menyadari bahwa walaupun otak memliki kapasitas untuk "mengatur" setiap organ di tubuh manusia. Namun, "hak otonomi" setiap organ tidak bisa diabaikan..Misal seperti contoh jantung yang saya sebutkan sebelumnya...Nah apakah masing-masing organ yang memiliki "hak otonomi" bisa menerima informasi dan mengolahnya sendiri???. Memang dalam respon terhadap stimulus dari luar..ada interaksi antar sistem organ..yang berusaha mengimbangi setiap stimulus....Namun, apakah "hak otonomi" tiap organ bisa juga memberikan kesempatan kepada tiap organ untuk "mengingat" setiap stimulus secara...parsial...dan berespon sendiri-sendiri walapun hal tersebut bisa menyebabkan kematian bagi organ tersebut...Nah terkait dengan mengingat tadi...Janga-jangan ada informasi tertentu..yang disimpan...berupa protein dalam wujud reseptor...atau apapun...yang bisa menjadi sebuah "memori" yang akan  diaktfkan jika terdapat stimulus...tertentu..dan lebih bersifat algoritma..
Hm.., iya., saya bisa menangkap maksud anda.

Nah apakah masing-masing organ yang memiliki "hak otonomi" bisa menerima informasi dan mengolahnya sendiri???
Kalau saya pribadi, saya sebut informasi itu sebagai stimulus, karena stimulus berbeda dengan informasi. Stimulus ini yang akan mempengaruhi kerja organ. Kalau mengolah saya rasa tidak bisa. Setahu saya saat ini, organ selain otak tidak dapat memproses informasi seperti yang ada di otak. Akan tetapi, organ-organ tadi dapat menerima stimulus tadi dan menandakannya sebagai pengaktifan atau pengakhiran suatu proses biologis. Penandaan stimulus ini terjadi di tingkat molekuler yang wujudnya dapat kita lihat di tingkat makro dan mikro berupa adaptasi fisiologis dan selular.

Dan memang tiap organ bisa menerima stimulus dan mengolahnya sendiri. Tapi ini terjadi secara otomatis di tingkat selular. Kalau organ menerima informasi, maka ia harus memilah informasi tadi, berarti harus ada suatu bagian di organ yang berfungsi memilah informasi tadi. Tetapi nyatanya - sampai saat ini - bagian itu belum pernah ditemukan, jadi bisa dibilang tidak ada. Dan, kalau ditemukan mungkin hampir tidak mungkin, karena berarti nanti akan ada kerja ganda dari fungsi otak sebagai pengatur tubuh dan organ sebagai pengatur lokal organ. Tentu ini akan mengganggu kerja organ tadi karena bisa-bisa "tangan kita tak mau bergerak karena otot tidak mau". Jadi organ tidak menerima informasi seperti kita (otak kita) menerima informasi. Tetapi organ menerima informasi sebagai stimulus spesifik yang akan mengaktfikan bagian tertentu.

Seperti yang anda katakan
Kutip
Janga-jangan ada informasi tertentu..yang disimpan...berupa protein dalam wujud reseptor...atau apapun...yang bisa menjadi sebuah "memori" yang akan  diaktfkan jika terdapat stimulus...tertentu..
Dan ini memang benar, inilah yang memang terjadi di tubuh ktia. Misalnya sel memori pada sel imun tubuh. Tetapi untuk jenis respon yang lain, rangsangan tertentu akan diterima oleh reseptor yang spesifik pula. Rangsangan dan reseptor bersifat spesifik, jadi berbeda dengan mendapat informasi dan mengolahnya.

Kalu soal tubuh ktia bisa belajar, itu memang bisa. Inilah yang disebut dengan adaptasi. Tetapi adatpasi pada organ itu bukan berarti menerima informasi dan mengolahnya. Kalau saya pribadi, kata kata yang lebih tepat untuk melukiskan proses ini adalah "menerima stimulus dan meresponnya", terkait dengan perbedaan pengolahan informasi dan respon stimulus yang sudah saya tulis diatas. Nah, stimulus inilah yang merupakan hasil dari olahan informasi dari otak. Organ tidak memproses informasi secara independent, tetapi ia merespon stimulus hasil olahan informasi yang berasal dari otak kita. Dengan demikian, tidak akan terjadi kendali ganda pada tubuh kita dan proses keseimbangan pengaturan akan tetap terjaga.

Kutip
[...]yang akan  diaktfkan jika terdapat stimulus...tertentu..dan lebih bersifat algoritma..
inilah sebagian definisi yang saya tangkap dari homeostatis.. . Definisi sederhana homeostatis menurut saya, adalah kejadaian pengontrolan fungsi dan kerja tubuh secara serempak untuk mengimbangi keadaan yang terjadi (dengan alur tertentu) agar keseimbangan fungsi tubuh tetap terjaga. Nah, pengontrolan dengan alru tertentu inilah yang mungkin maknanya dekat dengan algortima.

« Edit Terakhir: Desember 13, 2009, 08:06:45 oleh Idad » Masuk

Visit My Site ! ! !
Download Soal Matematika SMA ZyuProject


r.a.n
Dosen
****

IQ: 17
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 301


Engkau..lilin-lilin..kecil

dj_alil03
Lihat Profil Email
« Jawab #25 pada: Desember 13, 2009, 11:53:46 »

@ Idad
Saya berusaha merangkum..dan mengkonfirmasi tulisan Idad. Berarti menerima stimulus dan meresponnya bukan merupakan bagian dari mengolah informasi dan bukan merupakan mekanisme pembelajaran...Jadi merespon stimulus dan mengolah informasi merupakan dua hal yang berbeda ??

Kutip
Dan memang tiap organ bisa menerima stimulus dan mengolahnya sendiri. Tapi ini terjadi secara otomatis di tingkat selular. Kalau organ menerima informasi, maka ia harus memilah informasi tadi, berarti harus ada suatu bagian di organ yang berfungsi memilah informasi tadi. Tetapi nyatanya - sampai saat ini - bagian itu belum pernah ditemukan, jadi bisa dibilang tidak ada. Dan, kalau ditemukan mungkin hampir tidak mungkin, karena berarti nanti akan ada kerja ganda dari fungsi otak sebagai pengatur tubuh dan organ sebagai pengatur lokal organ. Tentu ini akan mengganggu kerja organ tadi karena bisa-bisa "tangan kita tak mau bergerak karena otot tidak mau". Jadi organ tidak menerima informasi seperti kita (otak kita) menerima informasi. Tetapi organ menerima informasi sebagai stimulus spesifik yang akan mengaktfikan bagian tertentu.

Hmm..saya mungkin agak lupa yah...tapi seingat saya di ginjal ada sel jukstaglomerular yang berfungsi sebagai reseptor perubahan tekanan. Berbeda dengan otak,...seandainya tekanan darah menurun yang terjadi justru..arteri aferen akan menutup dan jika tekan darah kembali normal arteri eferen membuka. Konsep inilah yang sering disebut sebagai "autoregulasi"...Kalau saya ibaratkan sebagai "hak otonomi" dari organ tanpa stimulasi dari otak....Dan seingat saya hal ini juga ada di pembuluh darah...arteri yang kecil

Masuk

"Pengen jadi ahli stem..cell"
Idad
Profesor
*****

IQ: 40
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 732


ZyuProject

black_shawn_man@hotmail.com midi_fast2a@yahoo.com
Lihat Profil WWW
« Jawab #26 pada: Desember 13, 2009, 09:40:56 »

Jadi merespon stimulus dan mengolah informasi merupakan dua hal yang berbeda ??

Tentu saja berbeda.

Berarti menerima stimulus dan meresponnya bukan merupakan bagian dari mengolah informasi dan bukan merupakan mekanisme pembelajaran..

Menerima stimulus, merespon stimulus, menerjemahkan stimulus menjadi informasi, mengolah informasi, meyimpan (mengingat) informasi, dan reusement of information merupakan bagian dari proses dalam otak kita yang kita sebut sebagai “belajar”.

Uniknya, pada organ selain otak, kita tidak melihat adanya proses belajar ini. Yang terjadi pada organ selain non otak hanyalah proses menerima dan merspon stimulus. Proses Stimulus yang diterima merupakan stimulus berupa agen kimia yang berinteraksi dengan reseptor khusus yang pada akhirnya akan menghasilkan output. Output tersebut dapat berwujud homesotatis dan akan menjadi adaptasi fisiologis jika berlangsung lama. Tetapi ingat, proses seperti ini pun jgua dapat terjadi di otak kita. Jadi otak kita meakukan fungsi ganda dalam hal “belajar” sebagaimana kita belajar dan dalam hal adaptasi fisiologisnya.

Kutip
Dan memang tiap organ bisa menerima stimulus dan mengolahnya sendiri. Tapi ini terjadi secara otomatis di tingkat selular. Kalau organ menerima informasi, maka ia harus memilah informasi tadi, berarti harus ada suatu bagian di organ yang berfungsi memilah informasi tadi. Tetapi nyatanya - sampai saat ini - bagian itu belum pernah ditemukan, jadi bisa dibilang tidak ada. Dan, kalau ditemukan mungkin hampir tidak mungkin, karena berarti nanti akan ada kerja ganda dari fungsi otak sebagai pengatur tubuh dan organ sebagai pengatur lokal organ. Tentu ini akan mengganggu kerja organ tadi karena bisa-bisa "tangan kita tak mau bergerak karena otot tidak mau". Jadi organ tidak menerima informasi seperti kita (otak kita) menerima informasi. Tetapi organ menerima informasi sebagai stimulus spesifik yang akan mengaktfikan bagian tertentu.


Hmm..saya mungkin agak lupa yah...tapi seingat saya di ginjal ada sel jukstaglomerular yang berfungsi sebagai reseptor perubahan tekanan. Berbeda dengan otak,...seandainya tekanan darah menurun yang terjadi justru..arteri aferen akan menutup dan jika tekan darah kembali normal arteri eferen membuka. Konsep inilah yang sering disebut sebagai "autoregulasi"...Kalau saya ibaratkan sebagai "hak otonomi" dari organ tanpa stimulasi dari otak....Dan seingat saya hal ini juga ada di pembuluh darah...arteri yang kecil

hhe., saya juga agak lupa, padahal baru beberapa minggu lalu diterangkan saat materi “Fungsi Ginjal”. Tapi setelah buka wiki akhirnya inget lagi, sel jukstaglomerular merupakan sel di ginjal yang dapat merespon perubahan tekanan darah, kurangnya kadar NaCl dan juga pengaruh pada aktivitas saraf simpatis yang berpengaruh pada tekanan darah.

Konsep inilah yang sering disebut sebagai "autoregulasi"...Kalau saya ibaratkan sebagai "hak otonomi" dari organ tanpa stimulasi dari otak....

Yup.., klo ini saya sependapat. Tetapi “hak otonomi” ini merupakan hasil dari proses langsung (stimulus-respon), tidak melibatkan proses mengolah informasi.

Dan seingat saya hal ini juga ada di pembuluh darah...arteri yang kecil


« Edit Terakhir: Desember 13, 2009, 09:46:40 oleh Idad » Masuk

Visit My Site ! ! !
Download Soal Matematika SMA ZyuProject


Hendy wijaya, MD
Profesor
*****

IQ: 18
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 519



Lihat Profil Email
« Jawab #27 pada: Desember 21, 2009, 11:02:03 »

Tidak ada yang perlu dikoreksi kok menurut saya..you're stay in line..  kedip
Excellent!!
Masuk

Against stupidity God himself struggles in vain
Idad
Profesor
*****

IQ: 40
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 732


ZyuProject

black_shawn_man@hotmail.com midi_fast2a@yahoo.com
Lihat Profil WWW
« Jawab #28 pada: Desember 24, 2009, 08:30:50 »

Tidak ada yang perlu dikoreksi kok menurut saya..you're stay in line..  kedip
Excellent!!
wha., akhirnya di approve sama Om Hendy.., berarti g ada yang salah, hhe..
mksi banyak ya Om untuk aprovenya..
Masuk

Visit My Site ! ! !
Download Soal Matematika SMA ZyuProject


Hendy wijaya, MD
Profesor
*****

IQ: 18
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 519



Lihat Profil Email
« Jawab #29 pada: Desember 25, 2009, 12:49:21 »

Walah, ngapain thanx2 segala, aku ga aprove apa2, cuma kagum aja ma pengetahuan anda yang sedemikian luas n give you thumb up.. nyengir
Masuk

Against stupidity God himself struggles in vain
Halaman: 1 [2] 3   Naik
Kirim topik ini | Cetak
Lompat ke:  

Topik Lainnya :
Subyek Dimulai oleh Jawaban Dilihat Tulisan terahkir
Asal Usul Nama Indonesia « 1 2 » peregrin 27 8636 Tulisan terahkir Agustus 13, 2009, 11:02:04
oleh Ginji
Mitos tentang Proporsi Titanic raisuien 14 1578 Tulisan terahkir Oktober 20, 2009, 05:38:07
oleh soviet regarda
Bahas Sejarah Natal (Christmas) « 1 2 ... 10 11 » reborn 152 29309 Tulisan terahkir Pebruari 04, 2010, 02:22:15
oleh biobio
menggali potensi ekonomi kelatan luth 5 997 Tulisan terahkir Oktober 23, 2009, 07:19:00
oleh ghostdoors
8 orang paling jenius « 1 2 3 4 5 » nandaz 60 6308 Tulisan terahkir Pebruari 25, 2010, 01:20:47
oleh laZr
Powered by SMF 1.1.9 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC
RSS | Sitemap | Science Blog | Feed Artikel


© 2006-2008 ForumSains.com
Dilber MC Theme by HarzeM