Selamat datang,
Pengunjung
. Silahkan
masuk
atau
mendaftar
. Apakah anda lupa
aktivasi email
?
1 Jam
1 Hari
1 Minggu
1 Bulan
Selamanya
Berita:
ForSa punya logo baru!!
Ada komen?
Home
Forum
Anggota
Lihat daftar anggota
Mencari anggota
Masuk
Registrasi
Forum Sains Indonesia
»
Forum
»
Ilmu Alam
»
Biologi
(Moderator:
syx
,
milmi
,
biobio
) »
Fenomena Evolusi Klasik Dalam Tabung Reaksi
User
Selamat datang,
Pengunjung
. Silahkan
masuk
atau
mendaftar
. Apakah anda lupa
aktivasi email
?
Mei 23, 2012, 06:13:50 AM
1 Jam
1 Hari
1 Minggu
1 Bulan
Selamanya
Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Artikel Sains
Biologi
Astronomi
Fisika
Kesehatan
Kimia
Matematika
Sains Umum
Teknologi
Diskusi Sains
Aku Cinta ForSa
Pranala Luar
Download Freeware
ShoutBox!
Last 10 Shouts:
army.fice
Hari Ini
jam 12:22:47 AM
sepi banget sih
lustforscience
Kemarin
jam 08:26:02 PM
amin
exile_rstd
Kemarin
jam 08:24:55 PM
offline....
good night all
exile_rstd
Kemarin
jam 08:23:08 PM
iyaaaa jumat saya mau ujian kenaikan kelas. doain ya om Farabi, semoga ujiannya lancar dan dpt nilai memuaskan
Farabi
Kemarin
jam 08:20:37 PM
KMana aja non? Sibuk belajar?
exile_rstd
Kemarin
jam 07:44:23 PM
argh lama ga buka forsa, comment di beberapa thread jd membingungkan saya. apa karena udh lama ga asah ya...
N E R R O
Mei 20, 2012, 07:41:57 PM
udah lama gak mampi ke forsa, sdh banyak berubah
bangnono_swedye
Mei 20, 2012, 05:23:03 PM
pertanyaa2 ane di forum kesehatan cuma2 diliaat2in aj, kagak ada yang komen ato ngasih jawaban
kebiasaan di forsa kah..??
arydhamayanti
Mei 20, 2012, 07:41:11 AM
minggu pagi yang cerah!! ^^ have a glorious day..
Bocah_whilly
Mei 19, 2012, 11:54:17 PM
APAKAH YANG BISA KALIAN LAKUKAN BAGI UMAT MANUSIA, SEBELUM KALIAN MENUNTUT AGAR UMAT MANUSIA MENGHORMATI KALIAN.
Show 50 latest
« sebelumnya
berikutnya »
Kirim topik ini
Cetak
Halaman: [
1
]
Turun
Penulis
Topik: Fenomena Evolusi Klasik Dalam Tabung Reaksi (Dibaca 2005 kali)
0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.
raisuien
Profesor
Tulisan: 6329
IQ: 333
Gender:
Fenomena Evolusi Klasik Dalam Tabung Reaksi
«
pada:
September 05, 2009, 08:25:03 PM »
Publish
Sekelompok peneliti dari The Scripps Research Institute telah merancang permodelan mikroskopik yang menyerupai Kepulauan Galapagos. Tabung-tabung reaksi mereka menampung ekosistem buatan di mana molekul-molekul berevolusi menjadi berbagai macam relung; mirip dengan burung-burung Finch yang diceritakan Charles Darwin 150 tahun silam dalam bukunya yang terkenal, The Origin of Species.
Ekosistem mikroskopik tersebut mengalami beragam fenomena evolusi, di antaranya teori survival of the fittest yang menunjukkan bahwa dalam memperebutkan sumber daya alam yang terbatas, hanya individu paling kuatlah yang akan bertahan. Di sisi lain, jika terdapat berbagai sumber daya alam, individu-individu tersebut akan berdiferensiasi dan terspesialisasi menjadi relung-relung dengan ciri khas ekosistem yang berbeda.
Eksperimen yang dipimpin oleh Sarah Voytek, Ph.D. ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik terhadap teori evolusi Darwin. Beliau menggunakan molekul untuk mendapatkan hasil yang lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan hewan. Perubahan struktur molekul dan evolusi yang terjadi di dalam masing-masing ekosistem buatan dapat dilihat hasilnya hanya dalam hitungan hari.
Dalam perjalanannya menaiki HMS Beagle, Darwin mengumpulkan dan mempelajari berbagai spesies burung Finch dari beberapa pulau di Kepulauan Galapagos. Burung-burung tersebut memiliki bentuk paruh yang beraneka rupa; sebagian tebal dan kuat, sedangkan yang lain tipis dan lembut. Darwin menemukan bahwa perbedaan itu ternyata dipicu oleh adaptasi mereka terhadap berbagai bentuk biji-bijian yang mereka konsumsi sehari-hari. Semakin besar biji yang harus mereka pecah, semakin besar dan kuat pula bentuk paruhnya. Darwin menduga burung-burung tersebut berasal dari nenek moyang yang sama, namun seiring dengan berjalannya waktu, mereka terpisah menjadi spesies-spesies yang berbeda. Hal inilah yang melandasi teori klasiknya berjudul Niche Partitioning atau pembagian relung, yaitu dua spesies yang hidup dengan sumber daya alam yang sama akan berdiferensiasi menjadi dua spesies berbeda sehingga mereka dapat menggunakan sumber daya yang berbeda pula.
Selama beberapa tahun, Gerald Joyce, M.D., Ph.D. selaku pembimbing riset Voytek, telah bereksperimen dengan sejenis molekul RNA enzimatik yang dapat berevolusi secara kontinu di dalam tabung reaksi. Basis dari evolusi ini adalah kemungkinan terjadinya mutasi setiap kali molekul tersebut bereplikasi. Bahkan, kemungkinannya terhitung minimal satu kali per siklus replikasi sehingga karakteristik populasinya semakin lama akan semakin beragam.
Dua tahun silam, Voytek berhasil menemukan molekul RNA enzimatik lainnya dengan kemampuan evolusi yang sama. Dengan demikian, ia dapat menggabungkan RNA temuan Joyce dengan RNA temuannya sendiri untuk berkompetisi dalam ajang evolusi selayaknya dua spesies di Kepulauan Galapagos. Limit yang diberikan untuk memicu peristiwa tersebut adalah sumber ‘makanan’ berupa molekul esensial yang dibutuhkan masing-masing RNA untuk bereplikasi. RNA yang berhasil melekat dengan molekul tersebut akan bereplikasi, dan dalam siklus tersebut mereka akan bermutasi menjadi strain-strain RNA dengan sifat-sifat yang lebih kuat.
Dalam riset mereka, Voytek dan Joyce melakukan dua set eksperimen. Pertama, mereka mengadu kedua molekul RNA untuk memperebutkan satu sumber makanan. Hasilnya, hanya salah satu molekul RNA yang bisa bertahan hidup sementara yang lainnya perlahan ‘punah’. Percobaan kedua menempatkan kedua molekul RNA dalam lingkungan berisi 5 macam sumber makanan yang asing bagi mereka. Pada awalnya, tiap RNA mampu menguraikan kelimanya, namun belum secara sempurna. Setelah ratusan generasi selanjutnya, masing-masing RNA berubah menjadi dua jenis molekul independen dengan kebutuhan makanan yang berbeda satu sama lain. Mereka hanya menggunakan sumber makanan pilihan mereka, dan menghindari sama sekali sumber makanan lainnya.
Dalam proses kedua tersebut, masing-masing molekul mengalami diferensiasi yang khas. Satu molekul RNA mengurai makanan seratus kali lebih cepat, sementara molekul RNA lainnya menghasilkan replika tiga kali lebih banyak. Keseluruhan hasil eksperimen tersebut merupakan contoh nyata teori evolusi klasik dalam mempertahkan hidup.
Tercatat
sisca, chemistry
Profesor
Tulisan: 6962
IQ: 220
Gender:
I'm a medical student now!! :D
Re: Fenomena Evolusi Klasik Dalam Tabung Reaksi
«
Jawab #1 pada:
September 05, 2009, 08:36:11 PM »
Publish
Dalam proses kedua tersebut, masing-masing molekul mengalami diferensiasi yang khas. Satu molekul RNA mengurai makanan seratus kali lebih cepat, sementara molekul RNA lainnya menghasilkan replika tiga kali lebih banyak.
mksudnya RNA b'diferensiasi,,, jadi bbrpa macam RNA yg laen btk n laen fungzi...?
kirain cuma jaringan ajah yg bisa b'diferensiasi,,,
hhe,,
Tercatat
~ You are what you eat ~
raisuien
Profesor
Tulisan: 6329
IQ: 333
Gender:
Re: Fenomena Evolusi Klasik Dalam Tabung Reaksi
«
Jawab #2 pada:
September 05, 2009, 08:44:13 PM »
Publish
yup...
klo dr yg aku dapat begitu...
kayaknya RNA jg beradaptasi supaya tetap bisa bertahan...
dan mengalami diferensiasi...
Tercatat
sisca, chemistry
Profesor
Tulisan: 6962
IQ: 220
Gender:
I'm a medical student now!! :D
Re: Fenomena Evolusi Klasik Dalam Tabung Reaksi
«
Jawab #3 pada:
September 05, 2009, 08:55:21 PM »
Publish
ouwh,,,
oce,,,
thx,,,,
bru tau,,,
hhe,,
'^^
Tercatat
Hendy wijaya, MD
Profesor
Tulisan: 693
IQ: 24
Gender:
Re: Fenomena Evolusi Klasik Dalam Tabung Reaksi
«
Jawab #4 pada:
September 12, 2009, 02:53:12 PM »
Publish
Bukan bentuk primernya (primary structure) yang berubah, RNA tetap terdiri dari ribosa, fosfat dan basa nitrogen, tapi sekuens basa nitrogen didalamnya yang berubah. Sekuens ini nantinya menentukan struktur sekunder (secondary structure) yang memiliki fungsi, seperti struktur hairpin, multijunctional (tRNA), adanya D loop, bulge, internal loop dan sebagainya...proses terbentuknya struktur sekunder ini akibat kemampuannya mengadakan base pairing dengan utasnya sendiri, seperti layaknya seuntai besi yang menekuk membentuk jepit rambut. Struktur benda sangat menentukan fungsinya dalam suatu sistem.
Tercatat
Tantum valet auctoritas, quantum valet argumentatio
Kirim topik ini
Cetak
Halaman: [
1
]
Naik
« sebelumnya
berikutnya »
Forum Sains Indonesia
»
Forum
»
Ilmu Alam
»
Biologi
(Moderator:
syx
,
milmi
,
biobio
) »
Fenomena Evolusi Klasik Dalam Tabung Reaksi
Copyright © 2006-2011
Forum Sains Indonesia