Forum Sains Indonesia




*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

ghea1905

April 22, 2014, 02:34:03 PM
Salam Kenal :D

yansen

April 21, 2014, 05:08:03 PM
salam kenal

Shadiq

April 20, 2014, 08:14:17 PM
Salam Kenal Semuanya   :D

cheaters123

April 19, 2014, 08:58:55 AM
salam kena

presellya nur oktavia

April 15, 2014, 01:54:42 PM
butuh bantuan yang bisa ngerti scada buat tugas akhir,maaf saya baru disini salam kenal semua
 

Andrew96

April 09, 2014, 09:51:58 PM
info nya menarik smua ya.

Hikikomori

April 09, 2014, 02:59:13 PM
Salam kenal, saya ingin belajar pemrograman C++ melalui forum ini. Mohon bantuan kawan-kawan.
 :)

kaoskaki

April 08, 2014, 11:58:37 AM
salam kenal, klau mau belajar ic ke mana y??
tq

Show 50 latest

Penulis Topik: Biologi Untuk Pemula  (Dibaca 25645 kali)

0 Anggota dan 2 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline saswin

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 1
  • IQ: 0
  • ForSa!
    • Lihat Profil
Biologi Sel
« Jawab #30 pada: Pebruari 02, 2014, 02:08:25 PM »
Biologi Sel

Yang paling mendasar untuk mempelajari Biologi adalah belajar tentang Biologi Sel, sangat banyak sumber yang ada di website sekarang ini. sayang sekali masih banyak yang belum tahu bagaimana menelusuri informasi tersebut serta kata kunci yang tepat untuk diketikkan di browser, begitu pentingnya Biologi Sel sehigga sehingga menjadi cabang ilmu Biologi yang dikenal dengan ilmu Biologi Sel. Untuk membantu para penelusur maka saya membuat tulisan ini, untuk lebih memperkaya perbendaharaan yang ada. Tulisan ini saya lakukan dengan sistim tanya dan jawab, karena menurut saya bahwa cara ini sangat efektif untuk memasukkan sebuah pemahaman kedalam memori kita. Pada tulisan ini kita fokus ke objek Biologi Sel. Kita mulai dengan pertanyaan yang paling mendasar yaitu apa itu sel ?

Apa itu Sel ?

Sel adalah kumpulan materi paling sederhana yang dapat hidup dan merupakan unit penyusun semua makhluk hidup. Kebanyakan makhluk hidup tersusun atas sel tunggal atau disebut organisme uniselular, misalnya bakteri dan ameba. Makhluk hidup lainnya, termasuk tumbuhan, hewan, dan manusia, merupakan organisme multiselular yang terdiri dari banyak tipe sel terspesialisasi dengan fungsinya masing-masing.

Berikut Gambar dari sel tanaman dan sel hewan


Gambar sel tanaman

 

Gambar sel hewan

 
 
Animasi model sel tanaman diperlihatkan sebagai berikut :

pranala:http://www.youtube.com/watch?v=tRscEQa8kQc [non-aktif]


Sedangkan animasi model sel hewan diperlihatkan pada tayangan berikut :

pranala:http://www.youtube.com/watch?v=Ge-E7dicx00 [non-aktif]

Offline MuhammadRyan

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 98
  • IQ: 0
  • Gender: Pria
  • All hail to the Brave New Indonesia!!!
    • Lihat Profil
Re:Biologi Sel
« Jawab #31 pada: Pebruari 08, 2014, 05:11:03 PM »
Plasmodesmatanya kok gk ada di sel tumbuhan...  ???

mungkin ini versi gampang nya...  :-X
Heading to the New Project... Biochemical weapons, I'm coming...

Offline saswin

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 1
  • IQ: 0
  • ForSa!
    • Lihat Profil
Pengenalan Bioteknologi
« Jawab #32 pada: Maret 14, 2014, 01:06:34 PM »
Dahulu para petani hanya mengetahui cara-cara bertani yang sederhana/ tradisional, yakni hanya dengan mencangkul tanah kemudian menanaminya dengan tanaman yang diinginkan lalu disirami secukupnya. Dan hasil yang didapat ternyata tidak terlalu menggembirakan baik mutu maupun jumlahnya. Jika hal ini tidak segera diperbaiki maka kebutuhan masyarakat akan pangan tidak dapat tercukupi, dan akan terjadi kekurangan bahan pangan (rawan pangan). Apalagi pada masa sekarang ini, di mana telah terjadi ledakan jumlah penduduk, tentunya masalah rawan pangan merupakan masalah yang harus segera ditangani. Usaha yang harus dilakukan tidak hanya pada bagaimana membatasi pertambahan jumlah penduduk, tetapi juga harus dipikirkan bagaimana caranya meningkatkan produksi pangan.

Berkat kemajuan cabang-cabang Biologi dan teknologinya, sudah banyak orang mengetahui bagaimana cara meningkatkan hasil pertaniannya. Masyarakat khususnya para petani, kini telah banyak mengetahui bagaimana cara memilih bibit tanaman unggul, bagaimana cara memilih pupuk yang diperlukan berikut cara memupuknya, serta bagaimana cara memberantas hama dengan pestisida atau insektisida, dengan maksud meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panennya. Mereka pun telah banyak mengetahuiteknik-teknik berkebun seperti mencangkok, menempel, mengenten dan sebagainya.

Untuk mendapatkan bibit unggul dari berbagai jenis tanaman sekarang tidaklah sulit. Hampir di seluruh pelosok tanah air, bibit unggul berbagai jenis tanaman bukan merupakan barang langka lagi. Hal ini berkat makin berkembangnya prinsip-prinsip Genetika yang sudah banyak diketahui oleh para petani, seperti dengan melakukan penyilangan (bastar), yang dapat dilakukan sendiri oleh mereka. Selain itu, dengan menerapkan prinsip-prinsip Fisiologi Tumbuhan, para petani melalui para ahli pertanian yang telah banyak mengetahui jenis pupuk yang baik untuk berbagai jenis tanaman. Adapun dalam penggunaan pupuk, pestisida atau insektisida pada persawahan, perkebunan atau perladangan ini, para petani harus memperhatikan faktor keseimbangan ekosistem di sekitarnya. Misalnya dengan mengikuti/mematuhi dosis (takaran) serta intensitas yang ditetapkan oleh setiap jenis pupuk atau pestisidanya. Jika pemakaian zat-zat kimia tersebut melebihi aturan yang ditetapkan biasanya akan menimbulkan pencemaran air sungai di sekitar areal pertanian tersebut.

Bioteknologi merupakan pemanfatan prinsip-prinsip Biologi dan teknologi rekayasa terhadap makhluk hidup, sistem, atau proses biologis, untuk menghasilkan atau meningkatkan potensi makhluk hidup maupun menghasilkan produk dan jasa bagi kepentingan hidup manusia. Bioteknologi berkaitan dan berkembang seiring kemajuan ilmu mikrobiologi, biologi sel, genetika, dan biokimia.  Bioteknologi yang sudah dikenal atau diterapkan sejak dahulu disebut bioteknologi tradisional, yang memanfatakan mikroba, proses biokimia dan genetik secara alami, misalnya pada pembuatan tempe, oncom, tape, dan asinan. Sebaliknya bioteknologi modern berhubungan dengan manipulasi (rekayasa) DNA (gen) dan transfer DNA antar makhluk hidup dengan menggunakan teknologi DNA rekombinan. Misalnya produksi insulin manusia dengan bantuan bakteri E. coli, yang telah membawa DNA rekombinan yang mengandung gen insulin, kloning domba Tracey, domba Dolly, dan kapas transgenik tahan pestisida.

Aplikasi bioteknologi tradisional maupun modern dapat mencakup bidang pangan, peternakan, kesehatan, dan pengobatan. Bioteknologi tradisional dengan menggunakan mikroorganisme mencakup mikroorganisme pengubah dan penghasil makanan atau minuman, misalnya oncom, tempe, kecap, minuman anggur, dan protein sel tunggal. Mikroorganisme penghasil obat, misalnya antibiotik dan vaksin. Mikroorganisme pembasmi hama tanaman, misalnya kristal protein bakteri Bacillus thuringiensis (Bt).

Bioteknologi dengan menggunakan kultur jaringan merupakan teknik kloning menggunakan sel somatik. Bioteknologi dengan rekayasa genetik mencakup teknik pembuatan DNA rekombinan yang bermanfaat bagi manusia di bidang: kedokteran dan farmasi, misalnya pada pembuatan insulin manusia oleh bakteri, terapi gen manusia, dan antibodi monoklonal. Peternakan dan pertanian, misalnya adanya makhluk hidup transgenik baik hewan maupun tumbuhan yang bermanfat bagi manusia.

Offline RUDY PURWANTO

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 1
  • IQ: 0
  • ForSa!
    • Lihat Profil
sistem ekskesi
« Jawab #33 pada: Maret 25, 2014, 09:30:38 AM »
SISTEM EKSKRESI


A.   PENGERTIAN SISTEM EKSKRESI
Sistem ekskresi adalah proses pengeluaran zat sisa metabolisme yang tidak berguna bagi tubuh agar kesetimbangan (homeostasis) tubuh terjaga. Cara menjaga homeostasis tubuh dengan osmoregulasi, yaitu mekanisme tubuh untuk mengatur konsentrasi bahan terlarut dalam cairan sel/tubuh.

B.   ALAT EKSKRESI PADA MANUSIA
a.   GINJAL
1   Warna dan Letak Ginjal   Ginjal sepasang, warna merah tua, terletak di dalam rongga perut di sebelah kanan dan kiri ruas-ruas tulang pinggang.
2   Fungsi Ginjal   •   Mengekskresikan zat-zat sisa metabolisme, misalnya amonia, urea, asam urat, obat-obatan, dan zat lain yang menghasilkan racun
•   Mengatur volume plasma darah dan jumlah air di dalam tubuh
•   Mengatur metabolisme ion kalsium dan vitamin D
•   Menghasilkan hormon eritropoetin (sebagai pembentukkan sel darah merah) dan rennin (mengatur tekanan darah)
3   Struktur Ginjal   a)   Korteks       (Kulit Ginjal)   •   Memiliki ± 1,3 juta nefron (alat penyaring darah)
•   Nefron menyaring 170 liter darah/24 jam
•   Setiap nefron terdiri dari badan malpighi dan tubulus
•   Badan malpighi terdiri dari :
   Kapsula Bowman berbentuk seperti mangkuk/piala yang membungkus glomerulus.
   Glomerulus merupakan anyaman pembuluh darah kapiler yang berupa gumpalan-gumpalan. 
      b)   Medula (Sumsum gunjal)   •   Terdiri dari tubulus kontortus (pembuluh / saluran berliku)
      c)   Pelvis renalis (rongga ginjal)   •   Ureter : Saluran yang keluar dari rongga ginjal, berfungsi menyalurkan urin ke kantung kemih/vesica urinaria
•   Kantung kemih : Penampungan sementara urin
•   Uretra : Saluran kantung kemih dimana urin dikeluarkan
4   Proses Pembentukan urin   a)   Filtrasi (Penyaringan)   •   Tempat filtrasi darah : glomerulus
•   Hasil filtrasi : urin primer (fitrat glomerulus). 
•   Kandungan urin primer : protein               ± 0,03%, glukosa, asam amino, garam-garam, natrium, dan kalium.
      b)   Reaborpsi (Penyerapan kembali)   •   Reabsorpsi : penyerapan kembali zat-zat yang masih berguna bagi tubuh (seperti asam amino) oleh tubulus kontortus atas (proksimal)/tubulus renalis
•   Hasil reabsorpsi : urin sekunder (filtrat tubulus).
•   Kandungan urin sekunder : kadar urea yang tinggi. Urea bersifat racun bagi tubuh.
      c)   Augmentasi (Pengeluaran)   •   Augmentasi : proses penambahan zat-zat sisa yang tidak diperlukan oleh tubuh ke dalam tubulus kontortus bawah/tubulus distal
•   Hasil augmentasi : urin
•   Kandungan urin : urea, air, dan garam-garam (garam dapur).

Offline robiah

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 1
  • IQ: 0
    • Lihat Profil
stuktur mikroba
« Jawab #34 pada: Maret 28, 2014, 08:15:14 AM »
mikroba memiliki struktur yang mendukung kehidupannya antara lain adalah
a. struktur eksternal, yaitu struktur yang keluar dari dalam sel
b. struktur permukaan, yaitu struktur yang berada di luar sitoplasma, tetapi merupakan bagian tak terpisahkan dari sel
c. struktur internal, yaitu stuktur yang berada di dalam sitoplasma

Offline milmi

  • Moderator
  • Dosen
  • *****
  • Tulisan: 260
  • IQ: 26
  • Gender: Pria
  • veritas, probitas, iustitia
    • Lihat Profil
    • Miftahul Ilmi Personal Website
Re:stuktur mikroba
« Jawab #35 pada: April 07, 2014, 04:21:57 PM »
mikroba memiliki struktur yang mendukung kehidupannya antara lain adalah
a. struktur eksternal, yaitu struktur yang keluar dari dalam sel
b. struktur permukaan, yaitu struktur yang berada di luar sitoplasma, tetapi merupakan bagian tak terpisahkan dari sel
c. struktur internal, yaitu stuktur yang berada di dalam sitoplasma

Halo mbak robiah,

Posting pertama ya? Sudah kenalan belum? Coba diisi dulu di forum perkenalan.
Postingnya menarik, tapi lebih menarik kalau disertakan keterangan seperti gambar atau rincian. Lebih menarik lagi kalau disertakan hal-hal yang ingin didiskusikan. Jadinya teman-teman yang lain bisa ikut berdiskusi.

Salam...
...setetes air di samudera luas...

 

Topik Terkait

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
5 Jawaban
9923 Dilihat
Tulisan terakhir April 11, 2011, 03:03:13 AM
oleh N.A.T.O
24 Jawaban
135690 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 28, 2012, 08:03:10 PM
oleh bellayoviedha
17 Jawaban
7290 Dilihat
Tulisan terakhir November 03, 2010, 10:15:18 PM
oleh veve
Soal Teori Bilangan untuk Pemula

Dimulai oleh Mtk Kerajaan Mataram « 1 2 » Matematika

27 Jawaban
12007 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 17, 2009, 07:32:07 PM
oleh Nabih
11 Jawaban
3465 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 04, 2011, 11:03:57 AM
oleh tiger-tua

Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia