Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Pebruari 10, 2012, 03:21:49 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

exile_rstd

Kemarin jam 06:04:39 PM
sampai di Tangerang jam 05.30 pagi. seneng udh plg tapi jadi kangen sm Yogya ;D
 

MonDay

Kemarin jam 01:56:29 PM
boleh promosi ga dsn ya?
 

lam_lavoisier09

Kemarin jam 12:03:50 PM
salam kenal semua,,, ikut nimbrung yoo.. :)
 ;)
 

semut-ireng

Kemarin jam 08:30:33 AM
 :)
 

Farabi

Pebruari 08, 2012, 08:04:23 PM
Semut: Kirain dah mahasiswa. Bagus kan, jadi terpacu buat belajar. ;D Heu...
 

semut-ireng

Pebruari 07, 2012, 06:24:47 PM
lagian guru gw kenceng banget,  yang ga ngerjakan PR ditulis di papan pengumuman ..... ;D
 

dzikripratama

Pebruari 07, 2012, 04:18:13 PM
aduh pusing banyak PR :)
 

yo anes

Pebruari 07, 2012, 10:52:07 AM
hello slm knl all
kalau ingin mendapatkan beasiswa untuk tahun ini bagaiman caranya? :)
 

semut-ireng

Pebruari 07, 2012, 06:12:11 AM
PR yang lama belum dikerjakan,  dikasih PR baru lagi,  pusing deh  :D
 

exile_rstd

Pebruari 06, 2012, 10:48:51 PM
@Farabi : engga om, aku ada acara sekolah. wisata ilmu ke Yogya.

Show 50 latest

Penulis Topik: KECERDASAN  (Dibaca 7107 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Pi-One

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6554
  • IQ: 23
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Lihat Profil
    • Indonesian Flash Game
Re: KECERDASAN
« Jawab #15 pada: Desember 16, 2008, 12:25:17 PM »
Bethoven bukan keturunan pemusik berbakat
Shakespeare bukan keturunan seniman berbakat.

Oang-orang jenius seringkali lahir dari keturunan dan latar belakang yang gak sesuai...
Membantah Harun Yahya

Tidak menanggapi Matt asbun, semut asbun dan familyngeles

Offline nandaz

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1836
  • IQ: 146
  • Gender: Pria
  • ...Mad about Sci_mistery
    • Lihat Profil
Re: KECERDASAN
« Jawab #16 pada: Desember 18, 2008, 02:40:20 PM »
wah...biobio dah masuk nih...
kalo gitu tambah pertanyaannya yah, ;D

apa benar kalo orang pintar itu kalo mencapai titik maksimum dalam berfikirnya bisa jadi GILA?
starting by doing what is necessary, then what is possible and suddenly you are doing the impossible...
\dia\cal{ANONYMOUS}\cl

Offline biobio

  • Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2442
  • IQ: 220
  • Gender: Pria
  • G. R. W. Tjiasmanto
    • Lihat Profil
    • Natural History
Re: KECERDASAN
« Jawab #17 pada: Desember 18, 2008, 03:08:38 PM »
wah...biobio dah masuk nih...
masuk mana? =]~
Scientia Sapientes Elegit
(Knowledge Choose The Wise One)

Offline biobio

  • Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2442
  • IQ: 220
  • Gender: Pria
  • G. R. W. Tjiasmanto
    • Lihat Profil
    • Natural History
Re: KECERDASAN
« Jawab #18 pada: Desember 18, 2008, 03:17:34 PM »
apa benar kalo orang pintar itu kalo mencapai titik maksimum dalam berfikirnya bisa jadi GILA?
gini,bung nandaz,pertama2,sy akan bagi2 pmikiran sy dlm poin2 shgg mudah dimngrti=
1.mengapa anda nanyanya gitu? Gmn klo sy tny gn "apa benar kalo orang gila itu kalo mencapai titik maksimum dalam berfikirnya bisa jadi pintar?
2.lantas,adakah definisi yg cukup jelas dan memuaskan untuk "gila" dan "pintar"?
3.anda berandai2 dgn menetapkan suatu titik maksimum dalam berfikir, yg sebenarnya sy meragukan keberadaannya. Maksudku, dalam kondisi apa seseorang yg sdg berpikir akan dikatakan mencapai "titik maksimum dalam berfikir" itu, shgg kt dapat menguji pertanyaan diatas bhw org pintar yg mencapainya akan gila?

Offline nandaz

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1836
  • IQ: 146
  • Gender: Pria
  • ...Mad about Sci_mistery
    • Lihat Profil
Re: KECERDASAN
« Jawab #19 pada: Desember 18, 2008, 03:33:41 PM »
gini,bung nandaz,pertama2,sy akan bagi2 pmikiran sy dlm poin2 shgg mudah dimngrti=
1.mengapa anda nanyanya gitu? Gmn klo sy tny gn "apa benar kalo orang gila itu kalo mencapai titik maksimum dalam berfikirnya bisa jadi pintar?

hahhhhh.....emang orang gila bisa disuruh berfikir lagi....aku menggunakan kata maksimum karna takada lagi kata-kata tuk bilanggin maksudku....dan pertanyaan saya sama sekali tak anda jawab...tahu John Forber Nash nggak??? pernah baca buku "a beautyfull mind",nggk???
  lalu kenapa orang yang sudah sinting ditaroh ke RSJ... emang jiwanya bisa kembali jadi pintar....
lalu Sumanto itu apa masih normal?
  no offense...aku senang berdiskusi dan cari ilmu tapi taksuka cari musuh.....

Offline biobio

  • Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2442
  • IQ: 220
  • Gender: Pria
  • G. R. W. Tjiasmanto
    • Lihat Profil
    • Natural History
Re: KECERDASAN
« Jawab #20 pada: Desember 18, 2008, 04:00:57 PM »
ada miskonsepsi nih,bung nandaz...sy ga pengen offense kok...wong sy nie pecinta damai.^^...memang tdk sy jwb krn (menurutku) tdk ada jwbanx..itu prtanyaan yg trlalu kompleks,bung...kalaupun sy jwb,sy tdk pny bukti utk mndukung jwban sy,krn kt sndiri ga tau,kpn titik maksimum itu dicapai...okelah,sy pribadi menjawab tidak...

Offline utusan langit

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1493
  • IQ: 104
  • Gender: Pria
  • no plan means no future
    • Lihat Profil
    • utusan langit
Re: KECERDASAN
« Jawab #21 pada: Desember 18, 2008, 06:30:41 PM »
yasudah gini aja,...
menurutku,..

gila karena  TERLALU PINTAR (pintar yang maximum) tidak sama dengan gila kerena lahir misalnya,.. atau karena stress yang berlebih misalnya,...

orang yang terlalu pintar disebut gila karena lingkungan yang didak sanggup mengikuti dan mengerti jalan fikirannya, sehingga hal itu membuatnya mengubah tingkah laku yang berbeda dari orang-orang pada umumnya,.... perbedaan pemikiran orang yang terlalu pintar sangat berbeda dengan pemikiran orang pada umumnya, sehingga orang-orang disekililingnya tidak bisa menenrima dan menyatakannya gila,...

jangankan kepintaran yang max, ada kok ilmuan yang dinyatakan gila(tapi lupa namanya), oleh lingkungan sekitarnya,.. pada hal ilmuan itu sangat jenius

Offline nandaz

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1836
  • IQ: 146
  • Gender: Pria
  • ...Mad about Sci_mistery
    • Lihat Profil
Re: KECERDASAN
« Jawab #22 pada: Desember 18, 2008, 07:42:19 PM »
hi...hi...hi... ;D ;D ;D ;D

kurasa aku baru saja mendengar sesuatu yang benar...

untuk utusan langit dan biobio thanks....
"I JUST FOUND THE SEA LIKE YOU "

Offline saintzack

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 69
  • IQ: 3
  • Gender: Pria
  • blue_blood_of_saint_zack
    • Lihat Profil
Re: KECERDASAN
« Jawab #23 pada: Januari 26, 2009, 10:53:07 AM »
uit ,,tya dnk...koq gw klo pelajaran biologi ataw kimia mudah nangkep,matematika lumayanlah,,pi klo fisika,gelo bged,susah bro,,bntuin gw dnk gmna cara ngatasi na,,ataw tu karena otak gw yg ga mmpu ya


kasi jwaban logis plizz
once upon a time in .......

Offline biobio

  • Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2442
  • IQ: 220
  • Gender: Pria
  • G. R. W. Tjiasmanto
    • Lihat Profil
    • Natural History
Re: KECERDASAN
« Jawab #24 pada: Januari 27, 2009, 01:52:05 PM »
uit ,,tya dnk...koq gw klo pelajaran biologi ataw kimia mudah nangkep,matematika lumayanlah,,pi klo fisika,gelo bged,susah bro,,bntuin gw dnk gmna cara ngatasi na,,ataw tu karena otak gw yg ga mmpu ya


kasi jwaban logis plizz
Ya belajar! Bisa karena biasa...

Offline Hendy wijaya, MD

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 691
  • IQ: 24
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: KECERDASAN
« Jawab #25 pada: November 14, 2009, 10:52:58 PM »
Kecerdasan merupakan salah satu bentuk quantative traits atau sifat kuantitatif. Jadi variasi fenotipe yang tampak dalam bentuk IQ adalah hasil kontribusi variasi genetik dan variasi lingkungan. Dalam hal ini, persamaan P = G + E bisa disesuaikan untuk sifat kuantitatif menjadi VP = VG + VE + VI, V disini maksudnya adalah variance, yaitu variasi data yang menunjukkan rentangan data dalam distribusi normal. Sedangkan I adalah interakdi antar keduanya.
Dalam persamaan itu juga menyebutkan bahwa interaksi antara genoytipe dan lingkungan akan sangat menentukan fenotipe yang muncul dalam bentuk sifat yang kontinyu seperti berat badan, tinggi badan, kecerdasan, dll.
G disini tidak mengacu pada gen tertentu tapi lebih mengacu pada kecenderungan kumpulan berbagai macam gen (poligenik). Memang dalam beberapa studi menyebutkan bahwa heritabitlity (H2), atau besarnya variasi genetis yang menyebabkan adanya variasi fenotip dalam kecerdasan mencapai nilai yang cukup besar, tapi hasil perhitungan ini hanya berlaku atau spesifik untuk populasi terkait sesuai dengan genotipe yang sering didapatkan pada populasi serta kondisi lingkungan dimana penelitian itu diadakan.
Pada populasi lain, besarnya kontribusi variasi genetis terhadap variasi IQ bisa saja berbeda dan variasi lingkungan memiliki peran yang lebih dominan. Sebab untuk satu gen saja yang memiliki kontribusi pada variasi fenotipe sifat kuantitatif (disebut sebagai norms of reaction)  terdapat adanya variasi oleh sebab adanya variasi lingkungan apalagi terdapat banyak gen.

Dapat disimpulkan bahwa variasi lingkungan memilki peran yang cukup penting daripada hanya faktor genetik saja. Variasi fenotip bisa saja mencapai nilainya yang optimal jika terdapat kesesuaian antara faktor genetis dan faktor lingkungan.
Studi mengenai kontribusi variasi genetis teradap variasi kecerdasan atau sifat kuantitatif lainnya selalu terkendala dengan masalah etis, bukan karena masalah implikasi dari hasil penelitian itu, tapi lebih cenderung terhadap cara-cara observasi yang dilakukan. Kita tidak bisa memanipulasi faktor lingkungan seperti kita memanipulasi faktor lingkungan pada penelitian experimental pada hewan. Ataupun melihat heritability suatu sifat kuantitatif berdasarkan responnya terhadap seleksi, yang berarti kita membunuhi orang-orang ber IQ jongkok hanya untuk melihat peningkatan IQ individu dalam populasi setelah beberapa generasi dan menempatkan semua orang-orang untuk penelitian tersebut dalam suatu tempat isolasi selama beberapa generasi pula.
Tantum valet auctoritas, quantum valet argumentatio

Offline Hendy wijaya, MD

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 691
  • IQ: 24
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: KECERDASAN
« Jawab #26 pada: November 14, 2009, 11:00:53 PM »
Penjelasan ini sesuai dengan hasil observasi saya dulu terhadap 2 orang pianis
Satu orang pianis memang berbakat sejak kecil, ibarat ia mewarisi bakat itu secara genetis dari ortunya, tapi karena ia orang miskin, ia tidak mampu membeli piano. jadi hanya berlatih sesekali di rumah sahabatnya. Sahabatnya ini juga menjadi seorang pianis sebab ia rajin berlatih tiap hari walaupun sebenrnya ia tidak memiliki bakat, tapi hanya memiliki kemauan untuk mau belajar (the will to win). Akhirnya keduanya menjadi pianis.
Dari fenomena ini bisa dilihat kan bahwa interaksi antar faktor genetis dan lingkungan sangat diperlukan untuk memunculkan fenotipe. Dan pada akhirnya tidak kentara seberapa besar kontribusi masing-masing faktor walaupun hasil akhirnya sama.

Offline faiqhr

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 259
  • IQ: 12
  • Gender: Pria
  • gnothi se afton
    • Lihat Profil
    • faiqhr
Re: KECERDASAN
« Jawab #27 pada: November 21, 2009, 09:35:10 PM »
uit ,,tya dnk...koq gw klo pelajaran biologi ataw kimia mudah nangkep,matematika lumayanlah,,pi klo fisika,gelo bged,susah bro,,bntuin gw dnk gmna cara ngatasi na,,ataw tu karena otak gw yg ga mmpu ya


kasi jwaban logis plizz
Ya belajar! Bisa karena biasa...

hhe,  ;D ;D ;D

Offline Mat Dillom

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 620
  • IQ: 23
    • Lihat Profil
Re: KECERDASAN
« Jawab #28 pada: November 23, 2009, 07:48:55 AM »
Kecerdasan itu sesuatu yang bisa dipelajari. Cara menjadi cerdas:

1. Memahami;
2. Menggali banyak informasi;
3. Membandingkan;
4. Mengklasifikasi;
5. Menyimpulkan.

Kalau otak kita sering dilatih dengan seperti itu, Insya Allah cerdas.

Offline Hendy wijaya, MD

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 691
  • IQ: 24
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: KECERDASAN
« Jawab #29 pada: November 26, 2009, 08:14:46 PM »
Kecerdasan itu sesuatu yang bisa dipelajari. Cara menjadi cerdas:

1. Memahami;
2. Menggali banyak informasi;
3. Membandingkan;
4. Mengklasifikasi;
5. Menyimpulkan.

Kalau otak kita sering dilatih dengan seperti itu, Insya Allah cerdas.
Betul!

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia