Forum Sains Indonesia

Portal Sains Indonesia

Berita: Forsa berencana untuk mengadakan Gathering Forsa. Bagi yang berminat, silakan urun rembuk dan daftarkan diri anda.
* *
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Maret 20, 2010, 12:10:59


Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi


Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Maret 20, 2010, 12:10:59

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Last 10 Shouts:
Kemarin at 10:01:39
Owe meninjau lapangan..
Mempersiapkan lokasi untuk kedatangan anggota..
Kemarin at 09:50:45
haa~
yg harusnya ngusir itu owe ya...
situ sebgai ketua ga kasi contoh buat anggotanya loo.. T.,T  
Kemarin at 09:37:56
Oi oi... Belum jam vampir..
Hus hus.. Ntar baru balik lagi..
Kemarin at 09:35:06
haaa~
T.,T
jahatt~
yg orang tua di sini sapa sih.?
=.,=
Kemarin at 07:49:16
kalo misalnya dikatakan 'normal hemofilia',,itu artinya homozigot normal ato heterozigot carrier y..?
Kemarin at 05:08:47
Sisca: BBLLLEEEEETTAAAAKK..!!
Kurang ajar sama orang tua..
Kemarin at 04:20:31
tfuh
Kemarin at 04:10:36
huft
Kemarin at 04:06:48
ola.. ola..
Kemarin at 04:04:22
alo...alo...
Halaman: 1 [2]   Turun
Kirim topik ini | Cetak
Pembuat Topik: KECERDASAN  (Baca 4701 kali)
0 Anggota dan 1 Pengunjung melihat topik ini.
Pi-One
Profesor
*****

IQ: 21
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2971


Next Hikaru Genji


Lihat Profil WWW
« Jawab #15 pada: Desember 16, 2008, 12:25:17 »

Bethoven bukan keturunan pemusik berbakat
Shakespeare bukan keturunan seniman berbakat.

Oang-orang jenius seringkali lahir dari keturunan dan latar belakang yang gak sesuai...
Masuk

Free Free Free - Blog of Freeware
http://gratis01.blogspot.com
nandaz
Profesor
*****

IQ: 120
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 1415


...Mad about Sci_mistery

clove... nandaz
Lihat Profil
« Jawab #16 pada: Desember 18, 2008, 02:40:20 »

wah...biobio dah masuk nih...
kalo gitu tambah pertanyaannya yah, nyengir

apa benar kalo orang pintar itu kalo mencapai titik maksimum dalam berfikirnya bisa jadi GILA?
Masuk

sya..la..la...science as well as grab a cup of tea in the evening, just pour a boiled water to see the world close and closer..
HAH..?
biobio
Profesor
*****

IQ: 217
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2800


G. R. W. Tjiasmanto


Lihat Profil WWW Email
« Jawab #17 pada: Desember 18, 2008, 03:08:38 »

wah...biobio dah masuk nih...
masuk mana? =]~
Masuk

Scientia Sapientes Elegit
(Knowledge Choose The Wise One)
biobio
Profesor
*****

IQ: 217
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2800


G. R. W. Tjiasmanto


Lihat Profil WWW Email
« Jawab #18 pada: Desember 18, 2008, 03:17:34 »

apa benar kalo orang pintar itu kalo mencapai titik maksimum dalam berfikirnya bisa jadi GILA?
gini,bung nandaz,pertama2,sy akan bagi2 pmikiran sy dlm poin2 shgg mudah dimngrti=
1.mengapa anda nanyanya gitu? Gmn klo sy tny gn "apa benar kalo orang gila itu kalo mencapai titik maksimum dalam berfikirnya bisa jadi pintar?
2.lantas,adakah definisi yg cukup jelas dan memuaskan untuk "gila" dan "pintar"?
3.anda berandai2 dgn menetapkan suatu titik maksimum dalam berfikir, yg sebenarnya sy meragukan keberadaannya. Maksudku, dalam kondisi apa seseorang yg sdg berpikir akan dikatakan mencapai "titik maksimum dalam berfikir" itu, shgg kt dapat menguji pertanyaan diatas bhw org pintar yg mencapainya akan gila?
Masuk

Scientia Sapientes Elegit
(Knowledge Choose The Wise One)
nandaz
Profesor
*****

IQ: 120
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 1415


...Mad about Sci_mistery

clove... nandaz
Lihat Profil
« Jawab #19 pada: Desember 18, 2008, 03:33:41 »

gini,bung nandaz,pertama2,sy akan bagi2 pmikiran sy dlm poin2 shgg mudah dimngrti=
1.mengapa anda nanyanya gitu? Gmn klo sy tny gn "apa benar kalo orang gila itu kalo mencapai titik maksimum dalam berfikirnya bisa jadi pintar?

hahhhhh.....emang orang gila bisa disuruh berfikir lagi....aku menggunakan kata maksimum karna takada lagi kata-kata tuk bilanggin maksudku....dan pertanyaan saya sama sekali tak anda jawab...tahu John Forber Nash nggak??? pernah baca buku "a beautyfull mind",nggk???
  lalu kenapa orang yang sudah sinting ditaroh ke RSJ... emang jiwanya bisa kembali jadi pintar....
lalu Sumanto itu apa masih normal?
  no offense...aku senang berdiskusi dan cari ilmu tapi taksuka cari musuh.....
Masuk

sya..la..la...science as well as grab a cup of tea in the evening, just pour a boiled water to see the world close and closer..
HAH..?
biobio
Profesor
*****

IQ: 217
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2800


G. R. W. Tjiasmanto


Lihat Profil WWW Email
« Jawab #20 pada: Desember 18, 2008, 04:00:57 »

ada miskonsepsi nih,bung nandaz...sy ga pengen offense kok...wong sy nie pecinta damai.^^...memang tdk sy jwb krn (menurutku) tdk ada jwbanx..itu prtanyaan yg trlalu kompleks,bung...kalaupun sy jwb,sy tdk pny bukti utk mndukung jwban sy,krn kt sndiri ga tau,kpn titik maksimum itu dicapai...okelah,sy pribadi menjawab tidak...
Masuk

Scientia Sapientes Elegit
(Knowledge Choose The Wise One)
utusan langit
Profesor
*****

IQ: 92
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 1432


M. Misbachul Huda


Lihat Profil WWW Email
« Jawab #21 pada: Desember 18, 2008, 06:30:41 »

yasudah gini aja,...
menurutku,..

gila karena  TERLALU PINTAR (pintar yang maximum) tidak sama dengan gila kerena lahir misalnya,.. atau karena stress yang berlebih misalnya,...

orang yang terlalu pintar disebut gila karena lingkungan yang didak sanggup mengikuti dan mengerti jalan fikirannya, sehingga hal itu membuatnya mengubah tingkah laku yang berbeda dari orang-orang pada umumnya,.... perbedaan pemikiran orang yang terlalu pintar sangat berbeda dengan pemikiran orang pada umumnya, sehingga orang-orang disekililingnya tidak bisa menenrima dan menyatakannya gila,...

jangankan kepintaran yang max, ada kok ilmuan yang dinyatakan gila(tapi lupa namanya), oleh lingkungan sekitarnya,.. pada hal ilmuan itu sangat jenius
Masuk

Semua Kualitas 'IYA' ditentukan oleh 'TIDAK'-nya
nandaz
Profesor
*****

IQ: 120
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 1415


...Mad about Sci_mistery

clove... nandaz
Lihat Profil
« Jawab #22 pada: Desember 18, 2008, 07:42:19 »

hi...hi...hi... nyengir nyengir nyengir nyengir

kurasa aku baru saja mendengar sesuatu yang benar...

untuk utusan langit dan biobio thanks....
"I JUST FOUND THE SEA LIKE YOU "
Masuk

sya..la..la...science as well as grab a cup of tea in the evening, just pour a boiled water to see the world close and closer..
HAH..?
saintzack
Asisten Dosen
***

IQ: 3
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 71


blue_blood_of_saint_zack

light_knights92@yahoo.com
Lihat Profil Email
« Jawab #23 pada: Januari 26, 2009, 10:53:07 »

uit ,,tya dnk...koq gw klo pelajaran biologi ataw kimia mudah nangkep,matematika lumayanlah,,pi klo fisika,gelo bged,susah bro,,bntuin gw dnk gmna cara ngatasi na,,ataw tu karena otak gw yg ga mmpu ya


kasi jwaban logis plizz
Masuk

once upon a time in .......
biobio
Profesor
*****

IQ: 217
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 2800


G. R. W. Tjiasmanto


Lihat Profil WWW Email
« Jawab #24 pada: Januari 27, 2009, 01:52:05 »

uit ,,tya dnk...koq gw klo pelajaran biologi ataw kimia mudah nangkep,matematika lumayanlah,,pi klo fisika,gelo bged,susah bro,,bntuin gw dnk gmna cara ngatasi na,,ataw tu karena otak gw yg ga mmpu ya


kasi jwaban logis plizz
Ya belajar! Bisa karena biasa...
Masuk

Scientia Sapientes Elegit
(Knowledge Choose The Wise One)
Hendy wijaya, MD
Profesor
*****

IQ: 18
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 519



Lihat Profil Email
« Jawab #25 pada: November 14, 2009, 10:52:58 »

Kecerdasan merupakan salah satu bentuk quantative traits atau sifat kuantitatif. Jadi variasi fenotipe yang tampak dalam bentuk IQ adalah hasil kontribusi variasi genetik dan variasi lingkungan. Dalam hal ini, persamaan P = G + E bisa disesuaikan untuk sifat kuantitatif menjadi VP = VG + VE + VI, V disini maksudnya adalah variance, yaitu variasi data yang menunjukkan rentangan data dalam distribusi normal. Sedangkan I adalah interakdi antar keduanya.
Dalam persamaan itu juga menyebutkan bahwa interaksi antara genoytipe dan lingkungan akan sangat menentukan fenotipe yang muncul dalam bentuk sifat yang kontinyu seperti berat badan, tinggi badan, kecerdasan, dll.
G disini tidak mengacu pada gen tertentu tapi lebih mengacu pada kecenderungan kumpulan berbagai macam gen (poligenik). Memang dalam beberapa studi menyebutkan bahwa heritabitlity (H2), atau besarnya variasi genetis yang menyebabkan adanya variasi fenotip dalam kecerdasan mencapai nilai yang cukup besar, tapi hasil perhitungan ini hanya berlaku atau spesifik untuk populasi terkait sesuai dengan genotipe yang sering didapatkan pada populasi serta kondisi lingkungan dimana penelitian itu diadakan.
Pada populasi lain, besarnya kontribusi variasi genetis terhadap variasi IQ bisa saja berbeda dan variasi lingkungan memiliki peran yang lebih dominan. Sebab untuk satu gen saja yang memiliki kontribusi pada variasi fenotipe sifat kuantitatif (disebut sebagai norms of reaction)  terdapat adanya variasi oleh sebab adanya variasi lingkungan apalagi terdapat banyak gen.

Dapat disimpulkan bahwa variasi lingkungan memilki peran yang cukup penting daripada hanya faktor genetik saja. Variasi fenotip bisa saja mencapai nilainya yang optimal jika terdapat kesesuaian antara faktor genetis dan faktor lingkungan.
Studi mengenai kontribusi variasi genetis teradap variasi kecerdasan atau sifat kuantitatif lainnya selalu terkendala dengan masalah etis, bukan karena masalah implikasi dari hasil penelitian itu, tapi lebih cenderung terhadap cara-cara observasi yang dilakukan. Kita tidak bisa memanipulasi faktor lingkungan seperti kita memanipulasi faktor lingkungan pada penelitian experimental pada hewan. Ataupun melihat heritability suatu sifat kuantitatif berdasarkan responnya terhadap seleksi, yang berarti kita membunuhi orang-orang ber IQ jongkok hanya untuk melihat peningkatan IQ individu dalam populasi setelah beberapa generasi dan menempatkan semua orang-orang untuk penelitian tersebut dalam suatu tempat isolasi selama beberapa generasi pula.
Masuk

Against stupidity God himself struggles in vain
Hendy wijaya, MD
Profesor
*****

IQ: 18
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 519



Lihat Profil Email
« Jawab #26 pada: November 14, 2009, 11:00:53 »

Penjelasan ini sesuai dengan hasil observasi saya dulu terhadap 2 orang pianis
Satu orang pianis memang berbakat sejak kecil, ibarat ia mewarisi bakat itu secara genetis dari ortunya, tapi karena ia orang miskin, ia tidak mampu membeli piano. jadi hanya berlatih sesekali di rumah sahabatnya. Sahabatnya ini juga menjadi seorang pianis sebab ia rajin berlatih tiap hari walaupun sebenrnya ia tidak memiliki bakat, tapi hanya memiliki kemauan untuk mau belajar (the will to win). Akhirnya keduanya menjadi pianis.
Dari fenomena ini bisa dilihat kan bahwa interaksi antar faktor genetis dan lingkungan sangat diperlukan untuk memunculkan fenotipe. Dan pada akhirnya tidak kentara seberapa besar kontribusi masing-masing faktor walaupun hasil akhirnya sama.
Masuk

Against stupidity God himself struggles in vain
faiqhr
Dosen
****

IQ: 9
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 183


hrvaix
Lihat Profil WWW Email
« Jawab #27 pada: November 21, 2009, 09:35:10 »

uit ,,tya dnk...koq gw klo pelajaran biologi ataw kimia mudah nangkep,matematika lumayanlah,,pi klo fisika,gelo bged,susah bro,,bntuin gw dnk gmna cara ngatasi na,,ataw tu karena otak gw yg ga mmpu ya


kasi jwaban logis plizz
Ya belajar! Bisa karena biasa...

hhe,  nyengir nyengir nyengir
Masuk
Mat Dillom
Dosen
****

IQ: 10
Offline Offline

Tulisan: 252



Lihat Profil
« Jawab #28 pada: November 23, 2009, 07:48:55 »

Kecerdasan itu sesuatu yang bisa dipelajari. Cara menjadi cerdas:

1. Memahami;
2. Menggali banyak informasi;
3. Membandingkan;
4. Mengklasifikasi;
5. Menyimpulkan.

Kalau otak kita sering dilatih dengan seperti itu, Insya Allah cerdas.
Masuk
Hendy wijaya, MD
Profesor
*****

IQ: 18
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 519



Lihat Profil Email
« Jawab #29 pada: November 26, 2009, 08:14:46 »

Kecerdasan itu sesuatu yang bisa dipelajari. Cara menjadi cerdas:

1. Memahami;
2. Menggali banyak informasi;
3. Membandingkan;
4. Mengklasifikasi;
5. Menyimpulkan.

Kalau otak kita sering dilatih dengan seperti itu, Insya Allah cerdas.
Betul!
Masuk

Against stupidity God himself struggles in vain
Halaman: 1 [2]   Naik
Kirim topik ini | Cetak
Lompat ke:  

Topik Lainnya :
Subyek Dimulai oleh Jawaban Dilihat Tulisan terahkir
adakah bumi yang lain « 1 2 ... 10 11 » fitrie 162 15541 Tulisan terahkir Pebruari 02, 2010, 11:26:50
oleh hanifkimia
mengapa sekarang memakai EYD??? « 1 2 3 4 5 » indra IP 64 7007 Tulisan terahkir Agustus 20, 2009, 12:37:55
oleh Ahazveroz
Sains tidak boleh dipisahkan daripada agama. « 1 2 3 » Sharouk 38 14389 Tulisan terahkir November 13, 2008, 05:22:45
oleh utusan langit
kurikulum dan UN Alan adhityo 6 1088 Tulisan terahkir November 29, 2009, 10:49:01
oleh r.a.n
Rahasia Kecerdasan Yahudi!! « 1 2 3 » lucky girl 43 6099 Tulisan terahkir September 23, 2009, 01:17:53
oleh nash
Powered by SMF 1.1.9 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC
RSS | Sitemap | Science Blog | Feed Artikel


© 2006-2008 ForumSains.com
Dilber MC Theme by HarzeM