ForSa punya logo baru!! Ada komen?
0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.
misalnya bakteri atau virus terkonsentrasi di organel A maka hanya akan terkonsentrasi disitu saja?
resiko masih ada, lingkungan bisa jadi membantu memicu ato menghambatnya...
penyakit kan ada yang bisa beresiko menurun dan ada yang tidak, contoh : kanker (beresiko menurun). apa karena (resiko menurun) itu disebabkan perombakan molekul-molekul yg pernah dijangkiti oleh sel kanker?
www.sciencedaily.com/releases/2011/12/111201174227.htm Asal mula prasangka
misalnya kaya dbd yang ditularkan melalui nyambuk yg belang hitam putih itu ya om Syx?
Seperti kata guru biologi SMP, SMA ya: FENOTIP = GENOTIP + LINGKUNGANdimana: FENOTIP itu penampakan luar (yang kita lihat),GENOTIP itu komposisi gen suatu makhluk tersebutLINGKUNGAN adalah apapun diluar makhluk (yang dapat berinteraksi dengannya tentunya)
Penyakit keturunan bisa jadi statis atau cenderung pasti kena (contoh: buta warna, haemophilia), atau dapat juga berupa kecenderungan penyakit tertentu yang bisa bergantung faktor lingkungan pula, contoh: seseorang yang dikatakan memiliki kecenderungan obesitas (misalnya memiliki kelainan genetis dimana tubuhnya sulit sekali memetabolisme lemak, misalnya kekurangan leptin) akan lebih mudah gemuk bila makanannya banyak, dan jika memang gak dikasih makan gemuknya gak akan terlalu parah.
N.B: untuk hemofilia dan buta warna, bila gene therapy dapat dikategorikan sebagai faktor lingkungan, memang bisa dikatakan terekspresi tidaknya kelainan tersebut tetap bergantung lingkungan ya...
Barangkali untuk thread ini, kita bisa mulai dg membahas terlebih dahulu macam2 penyakit.1. Apa itu penyakit 2. Penyakit menurun dan tidak menurun - apa definisinya, apa saja contoh2nya3. Penyakit menular dan tidak menular - apa definisinya, apa saja jenis2nya4. Penyakit (disease) dan gejala (syndrome) - apa bedanyaNtar setelah itu baru kita masuk ke pertanyaan yg lebih detil seperti pertanyaan exile_rstd yuuk lanjuut...