Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Mei 23, 2012, 06:01:03 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

GhostInMachine

Hari Ini jam 03:52:17 PM
kk mau tanya cara upload Tulisan dong??
 

army.fice

Hari Ini jam 12:22:47 AM
sepi banget sih :(
 

lustforscience

Kemarin jam 08:26:02 PM
amin
 

exile_rstd

Kemarin jam 08:24:55 PM
offline....
good night all  ;)
 

exile_rstd

Kemarin jam 08:23:08 PM
iyaaaa jumat saya mau ujian kenaikan kelas. doain ya om Farabi, semoga ujiannya lancar dan dpt nilai memuaskan  :D
 

Farabi

Kemarin jam 08:20:37 PM
KMana aja non? Sibuk belajar?
 

exile_rstd

Kemarin jam 07:44:23 PM
argh lama ga buka forsa, comment di beberapa thread jd membingungkan saya. apa karena udh lama ga asah ya...
 

N E R R O

Mei 20, 2012, 07:41:57 PM
udah lama gak mampi ke forsa, sdh banyak berubah
 

bangnono_swedye

Mei 20, 2012, 05:23:03 PM
pertanyaa2 ane di forum kesehatan cuma2 diliaat2in aj, kagak ada yang komen ato ngasih jawaban :'( kebiasaan di forsa kah..?? :'(
 

arydhamayanti

Mei 20, 2012, 07:41:11 AM
minggu pagi yang cerah!! ^^ have a glorious day.. :)

Show 50 latest

Penulis Topik: Perilaku Mengurus Mayat  (Dibaca 2125 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline biobio

  • Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2442
  • IQ: 220
  • Gender: Pria
  • G. R. W. Tjiasmanto
    • Lihat Profil
    • Natural History
Perilaku Mengurus Mayat
« pada: Agustus 15, 2009, 01:40:37 PM »
Beberapa serangga sosial seperti lebah madu dan semut punya kebiasaan unik, yakni perilaku mengurus mayat, artinya meyat temannya akan dibuang bersama-sama. Mungkin sekali kalau ini adalah suatu bentuk FAP / fixed action pattern atau PAT / pola aksi tetap (seperti halnya pada ikan stickleback pada contoh klasik etologi). Zat yang memicu FAP ini mungkin adalah asam oleat, suatu karboksilat. Saya tertarik meneliti lebih lanjut tentang perilaku mengurus mayat yang menarik ini. Yang punya info lebih lenjut, tolong posting disini. Trims.
Scientia Sapientes Elegit
(Knowledge Choose The Wise One)

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4439
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Perilaku Mengurus Mayat
« Jawab #1 pada: Agustus 19, 2009, 10:38:13 AM »
gimana dengan gajah?

Offline sith lord

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 194
  • IQ: 17
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Perilaku Mengurus Mayat
« Jawab #2 pada: Agustus 19, 2009, 01:27:39 PM »
Beberapa serangga sosial seperti lebah madu dan semut punya kebiasaan unik, yakni perilaku mengurus mayat, artinya meyat temannya akan dibuang bersama-sama. Mungkin sekali kalau ini adalah suatu bentuk FAP / fixed action pattern atau PAT / pola aksi tetap (seperti halnya pada ikan stickleback pada contoh klasik etologi). Zat yang memicu FAP ini mungkin adalah asam oleat, suatu karboksilat. Saya tertarik meneliti lebih lanjut tentang perilaku mengurus mayat yang menarik ini. Yang punya info lebih lenjut, tolong posting disini. Trims.

semut ngangkut mayat temennya buat dibuang :o?Gw kirain selama ini buat acara makan bersama! ::)

Offline biobio

  • Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2442
  • IQ: 220
  • Gender: Pria
  • G. R. W. Tjiasmanto
    • Lihat Profil
    • Natural History
Re: Perilaku Mengurus Mayat
« Jawab #3 pada: Agustus 23, 2009, 03:38:23 PM »
hoyyyy...yang serius dongggg!!!!

Offline asma

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 34
  • IQ: 8
  • Lady Arwen n Aragon
    • Lihat Profil
Re: Perilaku Mengurus Mayat
« Jawab #4 pada: Agustus 23, 2009, 08:43:29 PM »
  Menurut q ini,     
       Ketika seekor semut mati, teman satu sarangnya dengan segera mengevakuasi dan menyingkirkannya. Dengan begitu, risiko koloni tersebut terinfeksi suatu wabah penyakit dapat diminimalisir.
 
        Tetapi bagaimana mereka mengetahui rekannya sudah mati? Ada teori yang menyebutkan bahwa semut mati melepas zat kimia yang dihasilkan oleh pembusukan, semisal asam lemak. Bau zat kimia itu menjadi pertanda kematian mereka bagi koloni semut yang masih hidup.
        Kini ahli serangga yang meneliti semut Argentine, serangga galak yang sangat teritorial, menyodorkan bukti adanya mekanisme lain di balik necrophoresis, pembuangan anggota koloni yang mati.
         Semua semut, baik hidup maupun mati, memiliki “zat kimia kematian”, namun semut hidup mempunyai zat kimia lain yang diasosiasikan dengan kehidupan, yaitu “zat kimia kehidupan.” Ketika seekor semut mati, zat kimia kehidupannya memudar atau terurai, dan hanya zat kimia kematian yang tersisa.
       “Itu karena semut mati tidak lagi tercium seperti semut hidup sehingga langsung diangkut ke kuburan, bukan karena tubuhnya mengeluarkan zat kimia unik baru yang terbentuk setelah dia mati,” kata Dong-Hwan Choe, peneliti utama riset di University of California, Riverside, Amerika Serikat.
      Temuan Dong-Hwan Choe dipublikasikan dalam jurnal online Proceedings of the National Academy of Sciences. “Memahami mekanisme yang tepat tentang necrophoresis semut dapat membantu para peneliti mengembangkan strategi manajemen hama yang ramah lingkungan sehingga mencapai hasil maksimal dengan jumlah insektisida lebih sedikit,” kata Choe.
       Studi terhadap semut Argentine yang dilakukan Choe dan timnya mengindikasikan bahwa sesama penghuni sarang mendistribusikan insektisida yang bekerja lambat dan non-repellent yang efisien di antara mereka lewat necrophoresis.
       “Ketika seekor semut yang terpapar insektisida itu mati di dalam sarang, semut lainnya akan menggotong jasadnya berkeliling, dan insektisida pun dengan mudah tersebar dari mayat semut kepada semut sehat.

maaf ka sky klo gajah q ga tau....

Many people will walk in and out of your life.But only true friends will leave footprints in your heart." ^-^"

Offline biobio

  • Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2442
  • IQ: 220
  • Gender: Pria
  • G. R. W. Tjiasmanto
    • Lihat Profil
    • Natural History
Re: Perilaku Mengurus Mayat
« Jawab #5 pada: Agustus 26, 2009, 04:45:58 PM »
Nah, asam itu adalah karboksilat yang namanya asam oleat... lantas bagaimana asam oleat tsb bisa muncul pasca kematian?

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4439
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Perilaku Mengurus Mayat
« Jawab #6 pada: Agustus 28, 2009, 07:58:48 AM »
asam karboksilat rantai panjang ini mungkin sebagai hasil urai bangkai semut ato lebah tersebut. idung mereka mungkin peka banget terhadap baunya sampe terpaksa buang ke luar sarang. sama halnya dengan mayat manusia yang membusuk, pasti ga ada yang mo nyimpen lama-lama tanpa pengawetan.
sekarang ada yang pernah coba tetesin sedikit oleic acid pada kerumunan semut dan mengamati apa yang terjadi?

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4439
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Perilaku Mengurus Mayat
« Jawab #7 pada: Agustus 28, 2009, 11:12:04 AM »
ada artikel menarik 'Hey I'm Dead!' The Story Of The Very Lively Ant. di situ dilakukan penelitian dan percobaan... salah satunya dengan memberikan asam oleat pada seekor semut hidup dan semut tersebut dibuang ama temen-temennya karena dianggap mati. kasian banget.

Offline biobio

  • Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2442
  • IQ: 220
  • Gender: Pria
  • G. R. W. Tjiasmanto
    • Lihat Profil
    • Natural History
Re: Perilaku Mengurus Mayat
« Jawab #8 pada: Agustus 28, 2009, 02:47:32 PM »
Hmm, saya sudah mencoba dengan memberikan asam oleat pada lebah hidup, memang diangkut dari sarang dan dibuang, begitu juga dengan tutup bolpoin (sebagai kontrol). Yang saya ingin tahu adalah proses biokimianya, bagaimana muncul oleic acid pada bangkai?

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4439
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Perilaku Mengurus Mayat
« Jawab #9 pada: Agustus 28, 2009, 04:36:46 PM »
mungkin ada kaitan dengan peruraian jaringan lemak pada bangkai semut... salah satunya membentuk asam oleat ini dan mungkin termasuk komponen yang besar.

Offline biobio

  • Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2442
  • IQ: 220
  • Gender: Pria
  • G. R. W. Tjiasmanto
    • Lihat Profil
    • Natural History
Re: Perilaku Mengurus Mayat
« Jawab #10 pada: Agustus 30, 2009, 03:22:30 PM »
hmmm.... berarti asam oleat ini termasuk komponen pembentuk trigliserid ya om?

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4439
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Perilaku Mengurus Mayat
« Jawab #11 pada: Agustus 31, 2009, 08:47:32 AM »
emang termasuk salah satu asam lemak penyusun trigliserida.

Offline biobio

  • Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2442
  • IQ: 220
  • Gender: Pria
  • G. R. W. Tjiasmanto
    • Lihat Profil
    • Natural History
Re: Perilaku Mengurus Mayat
« Jawab #12 pada: September 01, 2009, 03:07:36 PM »
hmmm, bisa beri contoh artikel dan gambar mengenai lemak yang mengandung asam oleat, plus namanya dan fungsinya dalam tubuh serangga? thanks

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4439
  • IQ: 338
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Perilaku Mengurus Mayat
« Jawab #13 pada: September 01, 2009, 04:39:39 PM »


pilih salah satu, mana yang oleic acid, atas, tengah ato bawah? ;D
itu cuma contoh aja secara umum, untuk yang spesifik pada semut gw ga tau...

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia