Forum Sains Indonesia




*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

jinggapersada

Desember 11, 2014, 09:08:06 AM
GOOD DAYS sahabat saya yg berbaik hati nya salam dari saya

raqiem7

Desember 09, 2014, 09:49:41 PM
Apakah di sini ada pembahasan sains dan hubungannya dengan agama?
 

Farabi

Desember 03, 2014, 06:50:05 PM
Seorang diktator akan menuntut rakyatnya untuk mengabdi kepada negara. Padahal seharusnya negara itu menjadi pelayan masyarakat.

tolle

Desember 03, 2014, 10:23:20 AM
gan dlu aku pernah coba buat kontrol robot pake stik ps2 tpi ngak jdi,,,,
bisa minta solusinya ....?

taqwimisme

Desember 02, 2014, 12:47:34 PM
nurhalimah
hmm.. bagus blognya..

taqwimisme

Desember 02, 2014, 12:45:40 PM
hallo.. mau nannya ada yg punya tutorial labview? lagi sangat butuh untuk kuliah..  :D

NurHalimah24

Desember 02, 2014, 11:13:09 AM
Halo salam kenal semuanya. bisa kunjungi blog saya ya http://nurhalimah-24.blogspot.com/ terima kasih :)

agus.sucipto99

Desember 01, 2014, 03:32:01 PM
haloo bang syair dari medan... minta alamat email atau no tlp yg bisa dihubungi dong ????

Learner

Desember 01, 2014, 01:03:16 AM
Ini anggota forumnya masih aktif kah?

quietwave

November 30, 2014, 08:24:45 PM
halo?

Show 50 latest

Penulis Topik: semakin ragu dengan evolusi  (Dibaca 9710 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline parmin

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 99
  • IQ: 3
    • Lihat Profil
semakin ragu dengan evolusi
« pada: November 19, 2009, 08:58:07 PM »
   Teori evolusi dan para evolusionis semakin tersudut dengan penemuan ilmiah terbaru. Selain para ilmuwan penentangnya yang bertambah lantang, pernyataan Charles Darwin pun semakin tidak terbukti.

Dr. Michael Egnor, profesor bedah saraf dan kedokteran anak di State University of New York, Stony Brook, AS, adalah termasuk yang mempertanyakan keabsahan ilmiah teori evolusi Darwin. Pada 27 Februari 2008 prof Egnor mengisahkan bagaimana ia menjadi ragu akan kemampuan teori evolusi Darwin dalam menjelaskan kemunculan informasi baru berupa DNA pada makhluk hidup.

Dalam wawancara itu, pakar bedah otak yang tercantum dalam New York Magazine sebagai salah satu dokter terbaik New York ini menjelaskan kemustahilan penjelasan evolusionis seputar asal mula kehidupan. Menurutnya, tidaklah mungkin peristiwa seleksi alam dan mutasi acak tak sengaja, tak terarah, yang tidak memiliki kecerdasan mampu menciptakan kerumitan molekul pembawa informasi di dalam sel makhluk hidup, sebagaimana diyakini para Darwinis.

Wawancara dengan ahli bedah penerima sejumlah penghargaan ini diliput situs www.idthefuture.com dengan judul “How Does a Brain Surgeon Become a Darwin Skeptic?” (Bagaimana Seorang Ahli Bedah Otak Menjadi Ragu terhadap Teori Darwin?). Situs ini adalah kumpulan wawancara para ilmuwan dan intelektual Barat yang mempertanyakan keabsahan Teori Evolusi.

Semakin dipertanyakan

Selama beberapa dasawarsa terakhir, bukti-bukti ilmiah terbaru dari berbagai bidang seperti kosmologi, fisika, biologi, kecerdasan buatan dan sebagainya telah mendorong para ilmuwan di negara-negara maju mempertanyakan kembali dogma dasar Darwinisme, seleksi alam. Mereka juga mulai mengkaji ulang dengan lebih rinci bukti-bukti yang mendukungnya.

Akan tetapi acara-acara TV, berbagai pernyataan seputar kebijakan pendidikan dan buku-buku pelajaran ilmu pengetahuan alam menyatakan bahwa teori evolusi Darwin menjelaskan secara sempurna kerumitan pada makhluk hidup. Masyarakat diyakinkan bahwa seluruh bukti-bukti yang ada mendukung teori evolusi Darwin dan boleh dikata setiap ilmuwan di dunia meyakini kebenaran teori itu.

Namun, sebagian ilmuwan dengan berani menyangkal pernyataan tersebut dan bersedia dimunculkan namanya sebagai bukti ketidakbenaran pernyataan bahwa setiap ilmuwan menerima dogma evolusionis itu. Situs www.dissentfromdarwin.org dan www.doctorsdoubtingdarwin.com menampilkan daftar ilmuwan dan dokter dari seluruh dunia yang tidak menerima begitu saja keabsahan ilmiah Teori tersebut.

Semakin pudar

Sementara itu, penemuan ilmiah terkini semakin memudarkan harapan Darwin. Setidaknya inilah yang diberitakan situs ilmiah www.sciencedaily.com 4 Januari 2008 lalu.

Darwin menyatakan bahwa keanekaragaman makhluk hidup berawal dari satu nenek moyang yang sama, yang kemudian berevolusi. Dengan kata lain, satu nenek moyang ini kemudian mengalami perubahan sedikit demi sedikit dalam kurun yang sangat lama untuk kemudian membentuk beraneka ragam kehidupan yang ada sekarang, baik dalam hal jumlah spesies maupun tingkat kerumitannya.

Secara sederhana sejarah evolusi makhluk hidup dapat diibaratkan sebagai sebuah piramida atau kerucut terbalik. Berawal dari satu titik puncak kerucut di bagian paling bawah, lalu semakin ke atas semakin melebar seiring dengan berlalunya waktu.

Demikianlah evolusi makhluk hidup, dari satu nenek moyang bersama (puncak kerucut) kemudian semakin lama semakin membesarlah jumlah kelompok dan tingkat kerumitan makhluk hidup itu.

Jika ini benar, maka harus ada bukti yang menunjukkan bahwa fosil-fosil berusia lebih tua memiliki tingkat keanekaragaman yang lebih sedikit dibandingkan fosil-fosil berusia lebih muda. Tidak hanya itu, fosil-fosil berumur lebih purba haruslah lebih sederhana dibandingkan fosil-fosil makhluk hidup yang muncul pada zaman setelahnya, yang semakin rumit dalam hal struktur dan bentuk.

Ternyata bukti fosil berbicara sebaliknya, menentang keyakinan evolusionis. Dengan judul “Two Explosive Evolutionary Events Shaped Early History Of Multicellular Life” (Dua Peristiwa Ledakan Evolusi Membentuk Sejarah Awal Kehidupan Multisel) tulisan di situs berita Sciencedaily itu mengulas temuan yang bertentangan dengan anggapan Charles Darwin.

"Pola ledakan evolusi mengkhawatirkan Charles Darwin, karena ia berharap bahwa evolusi terjadi dengan tahapan lambat dan tetap,” kata Shuhai Xiao, pakar geobiologi di Virginia Tech. Ia menambahkan, "Gagasan Darwin dapat digambarkan sebagai sebuah kerucut terbalik dengan keragaman morfologi yang semakin membentang, akan tetapi rekaman fosil Ledakan Kambrium dan setelahnya lebih tepat digambarkan sebagai sebuah tabung dengan pancaran morfologis di bagian dasar dan penyempitan morfologis setelahnya."

Dengan kata lain, keanekaragaman sudah ada sejak awal kemunculan makhluk hidup, dan muncul secara tiba-tiba. Seiring perjalanan waktu, keanekaragaman itu justru semakin berkurang dengan adanya kepunahan, dan tidak bertambah melalui evolusi. Singkat kata, laporan yang juga diterbitkan media ilmiah EurekAlert! 3 Januari 2008 itu menyingkapkan bahwa sejarah kehidupan ternyata berbentuk kerucut tegak dan bukan kerucut terbalik sebagaimana perkiraan Charles Darwin.
Ledakan Avalon

Di antara ledakan fosil yang tidak sejalan dengan Teori Evolusi ini adalah kemunculan sebagian besar kelompok utama makhluk hidup kompleks yang terdapat pada rekaman fosil selama masa Kambrium, yang dikenal sebagai Ledakan Kambrium. Peristiwa ini adalah kemunculan tiba-tiba makhluk hidup, tanpa sejarah evolusi rekaan Darwin, yang terjadi sekitar 542 juta tahun lalu.

Setelah evolusionis dibuat bingung dengan Ledakan Kambrium, kini muncul ledakan lagi yang tidak sesuai dengan pernyataan teori Darwin: Ledakan Avalon. Temuan ini, yang diterbitkan jurnal ilmiah terkemuka Science, 4 Januari 2008 oleh Shen, Dong, Xiao, and Kowalewski asal Department of Geosciences, Virginia Polytechnic Institute and State University, Blacksburg, USA, mengenali adanya kemunculan tiba-tiba beragam makhluk hidup sekitar 33 juta tahun lebih muda dari Ledakan Kambrium. Tidak hanya itu, beragam kehidupan ini sama sekali berbeda dengan yang ada pada Ledakan Kambrium, dengan kata lain, tidak ada kaitan evolusi antara keduanya.


[

Offline zonsopgang

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 93
  • IQ: 24
  • Gender: Pria
  • Dream Theater is my dream theater
    • Lihat Profil
Re: semakin ragu dengan evolusi
« Jawab #1 pada: November 19, 2009, 11:18:25 PM »
   
Darwin menyatakan bahwa keanekaragaman makhluk hidup berawal dari satu nenek moyang yang sama, yang kemudian berevolusi. Dengan kata lain, satu nenek moyang ini kemudian mengalami perubahan sedikit demi sedikit dalam kurun yang sangat lama untuk kemudian membentuk beraneka ragam kehidupan yang ada sekarang, baik dalam hal jumlah spesies maupun tingkat kerumitannya.


Kalau berawal dari satu nenek moyang, bagaimana "nenek moyang" ini tumbuh. Makan dan beranak-pinak gimana caranya? yang dimakan apa, kan belum ada "nenek" yang lain.
Playing a lion being led to a cage
I turn from surreal to seclusion
From love to disdain
From belief to delusion
From a thief to a beggar From a god to God save me

Offline Pi-One

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6817
  • IQ: 34
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Lihat Profil
    • Membantah Hoax
Re: semakin ragu dengan evolusi
« Jawab #2 pada: November 20, 2009, 09:26:41 AM »
lagi-lagi.... Apakah begitu sulitnya menjelaskan bahwa Teori evolusi tidak membahas asal-usul makhluk hidup? Pembentukan informasi genetis pertama itu ada dibahas di teori origin of life, bukan origin of species (teori evolusi). Dan DNA sendiri berkembang dari RNA, karena diketahui RNA sendiri bsia menjalankan tugas sederhana DNA.

Dan lagi, baik ledakan kambrium maupun ledakan avalon, jelas-jelas tidak menunjukkan fosil makhluk hidup yang sama dengan yang kita kenal sekarang.

Offline Pi-One

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6817
  • IQ: 34
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Lihat Profil
    • Membantah Hoax
Re: semakin ragu dengan evolusi
« Jawab #3 pada: November 20, 2009, 09:27:57 AM »
Kalau berawal dari satu nenek moyang, bagaimana "nenek moyang" ini tumbuh. Makan dan beranak-pinak gimana caranya? yang dimakan apa, kan belum ada "nenek" yang lain.
Makhluk hidup tingkat sederhana itu tidak berkembang biak dengan sex(pertukaran sifat), tapi dengan membelah diri, menduplikasi diri. Makan? memangnya makhluk hidup harus makan makhluk hidup?

Materi evolusi gak cocok buat yang hobi nyari referensi dari situs tukang obat...

Offline The Houw Liong

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1288
  • IQ: 16
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • Sains, Filsafat dan Teknologi
Re: semakin ragu dengan evolusi
« Jawab #4 pada: November 20, 2009, 09:31:38 AM »
Fakta dari paleontologi menyatakan organisme sederhana terdapat pada lapisan tua (milyaran tahun lalu), organisme kompleks terdapat pada lapisan yang lebih muda dan mahluk sekompleks manusia baru terdapat pada lapisan yang berumur ratusan ribu tahun lalu.

Yang belum bisa dijelaskan secara tuntas ialah logika penjelasan terjadinya (teorinya). Mengapa fakta seperti itu terjadi ?
Darwin menjelaskannya dengan teori evolusi (proses random + seleksi alam + waktu yang lama) maka terjadilah organisme yang kompleks.
Namun, sampai sekarang algoritma seperti itu belum bisa dibuat, sehingga belum bisa dibuktikan dengan simulasi komputer bahwa makroevolusi bisa terjadi.
HouwLiong

Offline faiqhr

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 264
  • IQ: 12
  • Gender: Pria
  • gnothi se afton
    • Lihat Profil
    • faiqhr
Re: semakin ragu dengan evolusi
« Jawab #5 pada: November 21, 2009, 04:05:12 PM »
klo teori evolusi benar, seharusnya ditemukan bentuk2 transisi, misalnya reptil setengan burung, atau ikan setengah reptil, sebagai bukti bahwa makhluk2 tersebut berevolusi. tapi sampai sekarang belum ditemukan fosil seperti itu,

Offline cronny

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 821
  • IQ: 11
    • Lihat Profil
Re: semakin ragu dengan evolusi
« Jawab #6 pada: November 22, 2009, 06:08:06 PM »
^
Yakin belum ditemukan? apa kamu nya aja yg ngak tau kalau sudah di temukan?
Btw, apa sih untung nya bawa2 tuhan ke dalam ilmu pengetahuan?
Toh kalau bilang itu mukzizat tuhan, apa kita akan tambah mengetahui nya? Apa kita akan meneliti tuhan? tuhan bisa di teliti dan di uji?
God made me an atheist. Who are you to question his wisdom?

Offline zonsopgang

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 93
  • IQ: 24
  • Gender: Pria
  • Dream Theater is my dream theater
    • Lihat Profil
Re: semakin ragu dengan evolusi
« Jawab #7 pada: November 22, 2009, 06:15:51 PM »
Kalau berawal dari satu nenek moyang, bagaimana "nenek moyang" ini tumbuh. Makan dan beranak-pinak gimana caranya? yang dimakan apa, kan belum ada "nenek" yang lain.
Makhluk hidup tingkat sederhana itu tidak berkembang biak dengan sex(pertukaran sifat), tapi dengan membelah diri, menduplikasi diri. Makan? memangnya makhluk hidup harus makan makhluk hidup?

Materi evolusi gak cocok buat yang hobi nyari referensi dari situs tukang obat...

kyknya ada yg marah nih. :D :D

Namanya juga bertanya pak, bukankah forum ini sebagai tempat belajar. dan bukankah orang belajar diawali karena ada pertanyaan?

ok, mulai skrg saya akan berhenti mencari referensi dari situs tukang obat.

Maaf, anda tidak dapat melihat isi spoiler.

piss ah

Offline Pi-One

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6817
  • IQ: 34
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Lihat Profil
    • Membantah Hoax
Re: semakin ragu dengan evolusi
« Jawab #8 pada: November 22, 2009, 06:40:43 PM »
Jika anda suka informasi ngawur, atau yang isinya propaganda-propaganda palsu, atau lebih banyak klaim-klaim kosong dengan sedikit (atau gak ada) unsur sains, boleh saja ke situs tukang obat :)

Offline zonsopgang

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 93
  • IQ: 24
  • Gender: Pria
  • Dream Theater is my dream theater
    • Lihat Profil
Re: semakin ragu dengan evolusi
« Jawab #9 pada: November 22, 2009, 08:01:48 PM »
Memangnya ada yang ngawur yah....????, emangnya ada yang propaganda palsu yah...????, emangnya ada yang membuat klaim kosong...???

saya kan hanya BERTANYA "Makan dan beranak-pinak gimana caranya? yang dimakan apa" dan dengan jelas diakhir hanya dengan tanda "?"

Apa orang bodoh kyk saya yang gabung di FS gak boleh nanya.....???

emangnya situs yang tidak memiliki unsur sains didalamnya termasuk situs orang ngawur???

saya hanya ingin lebih pintar dari yang sekarang, salah satu cara yg saya ambil adalah gabung di forum ini...

Maaf, anda tidak dapat melihat isi spoiler.

Offline faiqhr

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 264
  • IQ: 12
  • Gender: Pria
  • gnothi se afton
    • Lihat Profil
    • faiqhr
Re: semakin ragu dengan evolusi
« Jawab #10 pada: November 22, 2009, 09:59:52 PM »
^
Yakin belum ditemukan? apa kamu nya aja yg ngak tau kalau sudah di temukan?
Btw, apa sih untung nya bawa2 tuhan ke dalam ilmu pengetahuan?
Toh kalau bilang itu mukzizat tuhan, apa kita akan tambah mengetahui nya? Apa kita akan meneliti tuhan? tuhan bisa di teliti dan di uji?

saya dan para ilmuwan belum menemukannya (walaupun saya bukan bagian dari mereka)  ;D.
gunanya adalah untuk merasakan manisnya iman, membuktikan kalimat2Nya secara riil. einstein pun bilang seperti itu.
satu lagi, mukjizat bukan bagian Tuhan, ia milik Nabi dan Rasul.

Offline cronny

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 821
  • IQ: 11
    • Lihat Profil
Re: semakin ragu dengan evolusi
« Jawab #11 pada: November 22, 2009, 10:45:50 PM »
Sebener nya di discovery channel pernah ada acara ttg penemuan, hewan reptil yg berbulu.
Juga di video di bawah ini ken miller menunjukkan hewan transisi antara hewan darat dan paus.
<a href="http://www.youtube.com/v/JVRsWAjvQSg&rel=0" target="_blank">http://www.youtube.com/v/JVRsWAjvQSg&rel=0</a>

Jadi kalau klaim ngak ada hewan transisi, kayanya salah tuh.
Juga sekarang ilmu dibidang molecular genetic yg memastikan, bahwa ada nya common ancestor.

Offline Pi-One

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 6817
  • IQ: 34
  • Gender: Pria
  • Next Hikaru Genji
    • Lihat Profil
    • Membantah Hoax
Re: semakin ragu dengan evolusi
« Jawab #12 pada: November 23, 2009, 12:17:24 AM »
Memangnya ada yang ngawur yah....????, emangnya ada yang propaganda palsu yah...????, emangnya ada yang membuat klaim kosong...???
Saat ada yang bilang teori evolusi menyebabkan rasisme, fasisme dll, itu sudah indikasi termakan propaganda palsu. Saat ada yang mengklaim teori evolusi makin memudar seiring temuan terkini, itu ndikasi termakan informasi ngawur.

saya kan hanya BERTANYA "Makan dan beranak-pinak gimana caranya? yang dimakan apa" dan dengan jelas diakhir hanya dengan tanda "?"
Biar aku balik bertanya, apa makanan amuba?

emangnya situs yang tidak memiliki unsur sains didalamnya termasuk situs orang ngawur???
Jika membahas masalah sains tapi gak mengandung unsur sains, maka itu memang ngawur.

Offline goblokpol

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 50
  • IQ: -5
    • Lihat Profil
Re: semakin ragu dengan evolusi
« Jawab #13 pada: November 23, 2009, 02:45:19 PM »
aku ngga percaya teori evolusi....masak mbahku turunan monyet!...kalo yg percaya teori evolusi berarti mbahnya masih keturunan monyet! dan lagian kenapa monyet sampe sekarang ga berubah jadi manusia?

Offline cronny

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 821
  • IQ: 11
    • Lihat Profil
Re: semakin ragu dengan evolusi
« Jawab #14 pada: November 23, 2009, 04:03:00 PM »
^
cocok ama nickname nya. Argumen nya kaya nickname nya  :D
di bagian evolusi mana yg bilang manusia keturunan monyet?

 

Topik Terkait

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
102 Jawaban
36299 Dilihat
Tulisan terakhir November 18, 2011, 08:59:50 PM
oleh ahmadsantoso
36 Jawaban
21592 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 22, 2014, 10:09:57 PM
oleh IdontSpeakHuman
Teori Evolusi

Dimulai oleh AmramRede « 1 2 3 4 5 » Biologi

71 Jawaban
32069 Dilihat
Tulisan terakhir April 08, 2009, 02:12:49 PM
oleh milmi
19 Jawaban
2677 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 08, 2010, 07:22:20 AM
oleh sayang
2 Jawaban
401 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 04, 2012, 11:11:48 AM
oleh zoldik

Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia