ForSa punya logo baru!! Ada komen?
0 Anggota dan 3 Pengunjung sedang melihat topik ini.
coba gini, pada suhu 0 derajat kelvin atom/molekul penyusun benda itu diam, jadi frekuensi dan amplitudonya nol. ketika suhu dinaikan maka atom/molekul itu mulai bergetar, artinya frekuensi dan amplitudonya mulai ada. semakin tinggi suhunya maka frekuensi dan amplitudonya menjadi semakin besar. meningkatnya amplitudo ini menyebabkan benda itu mulai memuai.jadi, amplitudo dan frekuensi dari getaran atom sama-sama terpengaruh oleh perubahan suhu.
tapi yah kalau mengenai pegas frekuensinya itu kan hanya dipengaruhi konstanta pegas. sedangkan energi akan mempengaruhi amplitudonya saja.ketika saya mengutip E=hf maksudnya adalah kalau atom itu dianggap sebagai gelombang. sedangkan maksud anda kan atom itu bergetar, bukan bergelombang. jadi energi akan mempengaruhi frekuensi dari "gelombang atom". tapi jika atom dilihat sebagai materi yg bergetar/vibrasi maka frekuensi dari vibrasinya itu tidak dipengaruhi oleh energi. energi hanya akan mempengaruhi amplitudonya saja.jadi kalau atom dianggap sebagai pegas, maka dia memiliki semacam konstanta pegas. setiap atom/molekul memiliki konstanta yg berbeda2 makanya ada yg gampang naik suhunya ada yg susah. ada yg gampang memuai ada juga yg susah.
...........................tapi kalau dipikir2, semakin panas api kan cenderung berwarna biru, kalau dilihat di gelombang elektromagnetik, warna biru termasuk warna dengan frekuensi yang tinggi dalam rentangan cahaya tampak, artinya benda panas, frekuensi juga bertambah. .....
mengenai pemanasan besi mungkin gini yah, besi ketika dipanaskan akan menyerap kalor dan kalor itu sebagian digunakan atom/molekul untuk bervibrasi dan sebagian lagi dilepas kelingkungan dengan meradiasi gelombang elektromagnetik (foton). ketika dipanasin itu elektron2 di dalam atom tereksitasi dari lintasannya ketingkat energi yg lebih tinggi kemudian kembali lagi ketingkat energi semula sambil melepas foton. foton ini yg kita liat sebagai bara api.
Besi ketika dipanaskan pada tingkat tertentu, akan berwarna merah, tapi jika diteruskan, warna baranya akan berubah, tidak merah lagi.
Besi ketika dipanaskan pada tingkat tertentu, akan berwarna merah, tapi jika diteruskan, warna baranya akan berubah, tidak merah lagi. Apakah itu juga karena foton.