Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Mei 23, 2012, 07:51:55 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

GhostInMachine

Hari Ini jam 03:52:17 PM
kk mau tanya cara upload Tulisan dong??
 

army.fice

Hari Ini jam 12:22:47 AM
sepi banget sih :(
 

lustforscience

Kemarin jam 08:26:02 PM
amin
 

exile_rstd

Kemarin jam 08:24:55 PM
offline....
good night all  ;)
 

exile_rstd

Kemarin jam 08:23:08 PM
iyaaaa jumat saya mau ujian kenaikan kelas. doain ya om Farabi, semoga ujiannya lancar dan dpt nilai memuaskan  :D
 

Farabi

Kemarin jam 08:20:37 PM
KMana aja non? Sibuk belajar?
 

exile_rstd

Kemarin jam 07:44:23 PM
argh lama ga buka forsa, comment di beberapa thread jd membingungkan saya. apa karena udh lama ga asah ya...
 

N E R R O

Mei 20, 2012, 07:41:57 PM
udah lama gak mampi ke forsa, sdh banyak berubah
 

bangnono_swedye

Mei 20, 2012, 05:23:03 PM
pertanyaa2 ane di forum kesehatan cuma2 diliaat2in aj, kagak ada yang komen ato ngasih jawaban :'( kebiasaan di forsa kah..?? :'(
 

arydhamayanti

Mei 20, 2012, 07:41:11 AM
minggu pagi yang cerah!! ^^ have a glorious day.. :)

Show 50 latest

Penulis Topik: Artikel ForSa - Termodinamika  (Dibaca 4805 kali)

0 Anggota dan 3 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline 12

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 227
  • IQ: 11
    • Lihat Profil
Re: Artikel ForSa - Termodinamika
« Jawab #15 pada: Juli 22, 2011, 04:57:59 PM »
coba gini, pada suhu 0 derajat kelvin atom/molekul penyusun benda itu diam, jadi frekuensi dan amplitudonya nol. ketika suhu dinaikan maka atom/molekul itu mulai bergetar, artinya frekuensi dan amplitudonya mulai ada. semakin tinggi suhunya maka frekuensi dan amplitudonya menjadi semakin besar. meningkatnya amplitudo ini menyebabkan benda itu mulai memuai.

jadi, amplitudo dan frekuensi dari getaran atom sama-sama terpengaruh oleh perubahan suhu.
#12

Offline 12

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 227
  • IQ: 11
    • Lihat Profil
Re: Artikel ForSa - Termodinamika
« Jawab #16 pada: Juli 22, 2011, 05:01:04 PM »
coba gini, pada suhu 0 derajat kelvin atom/molekul penyusun benda itu diam, jadi frekuensi dan amplitudonya nol. ketika suhu dinaikan maka atom/molekul itu mulai bergetar, artinya frekuensi dan amplitudonya mulai ada. semakin tinggi suhunya maka frekuensi dan amplitudonya menjadi semakin besar. meningkatnya amplitudo ini menyebabkan benda itu mulai memuai.
jadi, amplitudo dan frekuensi dari getaran atom sama-sama terpengaruh oleh perubahan suhu.

Offline Muhammad Taufiqi

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 129
  • IQ: 4
  • Gender: Pria
  • Thanks for Einstein and Feynman, I'm the next..
    • Lihat Profil
Re: Artikel ForSa - Termodinamika
« Jawab #17 pada: Juli 22, 2011, 08:43:06 PM »
coba gini, pada suhu 0 derajat kelvin atom/molekul penyusun benda itu diam, jadi frekuensi dan amplitudonya nol. ketika suhu dinaikan maka atom/molekul itu mulai bergetar, artinya frekuensi dan amplitudonya mulai ada. semakin tinggi suhunya maka frekuensi dan amplitudonya menjadi semakin besar. meningkatnya amplitudo ini menyebabkan benda itu mulai memuai.
jadi, amplitudo dan frekuensi dari getaran atom sama-sama terpengaruh oleh perubahan suhu.

Wah, saya setuju ini. :D

Sekarang pertanyaannya adalah, (di kepalah saya banyak sekali pertanyaan, hehe, dan jawaban2 yang hanya berupa hipotesa), kita kan mengenal koefisien muai, dan aja juga koefisien konduktifitas (untuk benda padat). Apakah ada hubungannya dengan seberapa spontan kah atom bergetar ketika diberi kalor? Apakah jika semakin spontan perubahan frekuensi atom, maka semakin besar koefisien konduktifitas. Apakah jika semakin spontan perubahan amplitudo atom, maka semakin besar koefisien muainya.
Theoritical Physics


See The World in Different Ways

Offline 12

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 227
  • IQ: 11
    • Lihat Profil
Re: Artikel ForSa - Termodinamika
« Jawab #18 pada: Juli 23, 2011, 08:47:21 PM »
tapi yah kalau mengenai pegas frekuensinya itu kan hanya dipengaruhi konstanta pegas. sedangkan energi akan mempengaruhi amplitudonya saja.

ketika saya mengutip E=hf maksudnya adalah kalau atom itu dianggap sebagai gelombang. sedangkan maksud anda kan atom itu bergetar, bukan bergelombang.

jadi energi akan mempengaruhi frekuensi dari "gelombang atom". tapi jika atom dilihat sebagai materi yg bergetar/vibrasi maka frekuensi dari vibrasinya itu tidak dipengaruhi oleh energi. energi hanya akan mempengaruhi amplitudonya saja.

jadi kalau atom dianggap sebagai pegas, maka dia memiliki semacam konstanta pegas. setiap atom/molekul memiliki konstanta yg berbeda2 makanya ada yg gampang naik suhunya ada yg susah. ada yg gampang memuai ada juga yg susah. 8)
 

Offline Muhammad Taufiqi

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 129
  • IQ: 4
  • Gender: Pria
  • Thanks for Einstein and Feynman, I'm the next..
    • Lihat Profil
Re: Artikel ForSa - Termodinamika
« Jawab #19 pada: Juli 24, 2011, 09:38:22 AM »
tapi yah kalau mengenai pegas frekuensinya itu kan hanya dipengaruhi konstanta pegas. sedangkan energi akan mempengaruhi amplitudonya saja.

ketika saya mengutip E=hf maksudnya adalah kalau atom itu dianggap sebagai gelombang. sedangkan maksud anda kan atom itu bergetar, bukan bergelombang.

jadi energi akan mempengaruhi frekuensi dari "gelombang atom". tapi jika atom dilihat sebagai materi yg bergetar/vibrasi maka frekuensi dari vibrasinya itu tidak dipengaruhi oleh energi. energi hanya akan mempengaruhi amplitudonya saja.

jadi kalau atom dianggap sebagai pegas, maka dia memiliki semacam konstanta pegas. setiap atom/molekul memiliki konstanta yg berbeda2 makanya ada yg gampang naik suhunya ada yg susah. ada yg gampang memuai ada juga yg susah. 8)
 

Kalau dilihat sebagai gelombang : Energi kalor mempengaruhi frekuensi
Kalau dilihat sebagai pegas : Energi kalor mempengaruhi amplitudo

Apakah seperti itu maksud Anda?

Offline 12

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 227
  • IQ: 11
    • Lihat Profil
Re: Artikel ForSa - Termodinamika
« Jawab #20 pada: Juli 24, 2011, 04:40:19 PM »
ya, dalam gelombang (gelombang de broglie), energi berkaitan dengan frekuensi gelombang \large E=hf. sedangkan dalam getaran sebuah pegas, energi berkaitan dengan amplitudo getaran \large E=1/2 kA^2. jadi menurutku frekuensi getar molekul itu tetap, sekali ia mendapat energi (kalor) ia akan bervibrasi dengan frekuensi vibrasi yg tetap. meningkatnya kalor hanya akan meningkatkan amplitudo getaran.

...........................tapi kalau dipikir2, semakin panas api kan cenderung berwarna biru, kalau dilihat di gelombang elektromagnetik, warna biru termasuk warna dengan frekuensi yang tinggi dalam rentangan cahaya tampak, artinya benda panas, frekuensi juga bertambah. .....

nah disini bedanya, cahaya api dilihat sebagai gelombang elektromagnetik makanya energi korelasinya ama frekuensi, sedangkan atom yg bergetar adalah partikel makanya energi getar korelasinya ama amplitudo. :kribo:

note::: fekuensi "gelombang atom" berbeda dengan frekuensi "getaran atom".
« Edit Terakhir: Juli 24, 2011, 05:21:08 PM oleh 12 »

Offline Muhammad Taufiqi

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 129
  • IQ: 4
  • Gender: Pria
  • Thanks for Einstein and Feynman, I'm the next..
    • Lihat Profil
Re: Artikel ForSa - Termodinamika
« Jawab #21 pada: Juli 24, 2011, 10:16:23 PM »
Saya masih agak bingung dengan kalimat ini : fekuensi "gelombang atom" berbeda dengan frekuensi "getaran atom".

Mohon penjelasannya lebih lanjut.. ;D

Kalau besi dipanaskan, warnanya akan berubah menjadi merah, menurut Anda, mengapa itu terjadi? Apa ada hubungannya dengan apa yang Anda katakan di atas?

Offline 12

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 227
  • IQ: 11
    • Lihat Profil
Re: Artikel ForSa - Termodinamika
« Jawab #22 pada: Juli 25, 2011, 05:25:10 PM »
menurut de broglie, sebuah mobil yg bergerak lurus bisa dianggap sebagai sebuah gelombang dengan frekuensi \large f = E/h. ini yg saya maksud dengan gelombang de broglie. begitupun dengan atom yg bergerak, atom itu bisa dilihat sebagai gelombang dengan frekuensi \large f = E/h. ini yg saya maksud frekuensi "gelombang atom". (bayangkan ketika bergetar, atom melakukan gerak translasi bolak-balik disekitar titik pusat getaran sehingga ia bisa dilihat sebagai gelombang yg bervibrasi). frekuensi gelombang atom adalah \large f = E/h sedangkan frekuensi vibrasi atom adalah \large f = \frac{1}{2\pi}\sqrt{\frac{k}{m}} dengan k=konstanta, dan m=massa atom/molekul. ;D

mengenai pemanasan besi mungkin gini yah, besi ketika dipanaskan akan menyerap kalor dan kalor itu sebagian digunakan atom/molekul untuk bervibrasi dan sebagian lagi dilepas kelingkungan dengan meradiasi gelombang elektromagnetik (foton). ketika dipanasin itu elektron2 di dalam atom tereksitasi dari lintasannya ketingkat energi yg lebih tinggi kemudian kembali lagi ketingkat energi semula sambil melepas foton. foton ini yg kita liat sebagai bara api. >:D




« Edit Terakhir: Juli 25, 2011, 06:19:42 PM oleh 12 »

Offline Muhammad Taufiqi

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 129
  • IQ: 4
  • Gender: Pria
  • Thanks for Einstein and Feynman, I'm the next..
    • Lihat Profil
Re: Artikel ForSa - Termodinamika
« Jawab #23 pada: Agustus 16, 2011, 11:12:21 AM »

mengenai pemanasan besi mungkin gini yah, besi ketika dipanaskan akan menyerap kalor dan kalor itu sebagian digunakan atom/molekul untuk bervibrasi dan sebagian lagi dilepas kelingkungan dengan meradiasi gelombang elektromagnetik (foton). ketika dipanasin itu elektron2 di dalam atom tereksitasi dari lintasannya ketingkat energi yg lebih tinggi kemudian kembali lagi ketingkat energi semula sambil melepas foton. foton ini yg kita liat sebagai bara api. >:D






Besi ketika dipanaskan pada tingkat tertentu, akan berwarna merah, tapi jika diteruskan, warna baranya akan berubah, tidak merah lagi. Apakah itu juga karena foton.

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2809
  • IQ: 9
    • Lihat Profil
Re: Artikel ForSa - Termodinamika
« Jawab #24 pada: Agustus 16, 2011, 02:10:43 PM »
Besi ketika dipanaskan pada tingkat tertentu, akan berwarna merah, tapi jika diteruskan, warna baranya akan berubah, tidak merah lagi. 

Mengingatkan kepada Max Planck.  Sekitar tahun 1901 dia mengumumkan hipotesa yang cukup mengejutkan,   bahwa energi cahaya  tidak mengalir dalam arus yang kontinyu, tetapi terdiri dari potongan-potongan yang disebutnya quanta.  Idenya itu timbul setelah dia mengamati perubahan warna besi ketika dipanasi,  semula berwarna merah,  dan ketika dipanasi terus maka warna merah berubah menjadi kekuningan,  dstnya.  Dari konsep besi dipanaskan,  dan hipotesa quanta / kuantum,  yang lalu dibuktikan kebenarannya oleh Einstein,  maka Max Planck dikenal sebagai Pencetus Teori Kuantum. :)

Offline 12

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 227
  • IQ: 11
    • Lihat Profil
Re: Artikel ForSa - Termodinamika
« Jawab #25 pada: Agustus 16, 2011, 03:59:20 PM »
Besi ketika dipanaskan pada tingkat tertentu, akan berwarna merah, tapi jika diteruskan, warna baranya akan berubah, tidak merah lagi. Apakah itu juga karena foton.
warna berubah berarti frekuensi foton yg dipancarkan itu berubah. semakin lama besi dipanaskan berarti energi per area yg diserap besi meningkat hal itu kemungkinan menyebabkan  eksitasi elektronnya itu semakin jauh dan foton yg dipancarkan semakin terang. warna-warna itu bermacam-macam simply karena frekuensi dari gelombang foton yg berbeda-beda

Offline 12

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 227
  • IQ: 11
    • Lihat Profil
Re: Artikel ForSa - Termodinamika
« Jawab #26 pada: Agustus 16, 2011, 11:36:44 PM »
tapi eksitasi elektron itu kayaknya teori klasik. kalau menurut teori planck bara api itu muncul akibat vibrasi dari atom (bermuatan listrik) yg menghasilkan gelombang elektromagnetik pada frekuensi cahaya tampak (405 THz-790 THz).mengapa atom yg bergetar itu bermuatan listrik aku juga gak ngerti he2 ;D

Offline obay

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 1
  • IQ: 0
    • Lihat Profil
Re: Artikel ForSa - Termodinamika
« Jawab #27 pada: Oktober 15, 2011, 11:29:55 AM »
saya mau tanya tentang :
1. hukum termodinamika k 0 dan suhu absolut
2. hukum termodinamika k 1 ,termometer dan suhu absolut

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia