Forum Sains Indonesia

Portal Sains Indonesia

Berita: Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.
* *
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Juli 31, 2010, 11:56:34


Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi


Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Juli 31, 2010, 11:56:34

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Last 10 Shouts:
Hari ini at 10:09:51
salam sains untuk kita semua....
Hari ini at 07:13:42
pagi ini sambut dgn senyum yg menebar wangi untuk ketentraman, sedih
Hari ini at 06:26:35
?
Kemarin at 10:45:02
halo saya baru.. mohon bimbingannya...
Kemarin at 10:11:15
sssssssssssssssssssssssssssssseeeeeeeeeeeeeeeepppppppppppiiiiiiiiiiiii!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Kemarin at 09:11:50
yup..
Kemarin at 09:05:00
sepi yak...
Kemarin at 12:33:29
Bang, aye muslim but aye woman!
Kemarin at 11:55:57
..hey, yang muslim ngga pada jumatan?!
Juli 29, 2010, 08:00:19
slm kenal smuax..
ada yg tw tdk alamt web jurnal pendi2kn sains nasional ato internasional???
thx b4...
Halaman: [1] 2 3 ... 6   Turun
Kirim topik ini | Cetak
Pembuat Topik: cahaya  (Baca 7325 kali)
0 Anggota dan 1 Pengunjung melihat topik ini.
parmin
Asisten Dosen
***

IQ: 3
Offline Offline

Tulisan: 98



Lihat Profil Email
« pada: Januari 17, 2010, 09:58:24 »

       ada satu benda di dunia ini, yang sudah ada semenjak alam semesta lahir, tapi tidak pernah merayakan hari kelahirannya alias tak berumur. Itulah foton, atau partikel cahaya. Tapi, bagaimana mungkin? Mari kita telaah dengan teori relativitas khusus Einstein.

Begitu mendengar teori relativitas khusus, ingatan kita spontan menuju konstanta kecepatan cahaya, kecepatan tercepat yang ada di jagad raya ini. Relativitas khusus mengatakan, ruang dan waktu, oleh Newtonian dianggap terpisah dan bernilai absolut, menyesuaikan diri mereka demi menjaga konstanitas kecepatan cahaya yang bernilai 3x108 meter/detik tersebut. Dengan kata lain, dimensi waktu akan melambat atau mencepat, dan dimensi ruang akan memanjang atau memendek, sehingga kecepatan foton selalu bernilai sama.

Konsep ini disimpulkan dengan satu kalimat, ”Benda bergerak akan merasakan waktu melambat dan ruang memendek.”

Konsep ini tidaklah sederhana, saat Einstein mempostulatkannya pada tahun 1905. Diperlukan puluhan tahun bagi para fisikawan untuk benar-benar bisa mengerti teori tersebut.

Sekarang mari kita ulangi percobaan fantasi yang pernah Einstein lakukan untuk memahami bagaimana waktu melambat dan ruang memendek.

Bagaimana waktu melambat?

Bayangkan kita memiliki dua buah jam-foton seperti pada Gambar 1. Kerja jam-foton tersebut adalah sebagai berikut: sebuah foton terperangkap dalam dua buah cermin (yang merefleksikan 100?ahaya yang datang). Foton ini akan bergerak maju-mundur membentur dua cermin tersebut. Kedua cermin ini kita lengkapi dengan sepesial detektor yang akan berbunyi ”tik” setiap kali foton menyentuh permukaannya.

Kecepatan cahaya 3x108 meter/detik berarti cahaya akan menempuh jarak sejauh 3x108 meter dalam satu detik. Jika dua cermin tadi terpisah sejauh 30 meter (d = 30 meter), maka total foton menabrak dua cermin tersebut adalah 107 kali tik. Dengan kata lain, setiap kali detektor kita berbunyi 107 tik berarti itu sama dengan satu detik.

Satu jam-foton berdiri diam di atas Bumi, sementara yang lain kita beri kecepatan v pada sumbu-x. Foton pada jam-foton yang diam (kita sebut foton #1) harus bergerak 30 meter untuk bisa menghasilkan 1 tik. Tapi foton pada jam-foton yang bergerak (foton #2) harus begerak sejauh d’, yang dari Gambar 2 bisa kita lihat lebih panjang daripada d.

Akibatnya, saat foton #1 sudah membuat 107 tik, foton #2 masih berjuang untuk menghasilkan tik yang sama. Saat foton #2 berhasil menghasilkan 107 tik, foton #1 sudah memulai perjalanan untuk menghasilkan 107 tik kedua. Artinya, benda yang bergerak akan merasakan waktu 1 detik lebih lama (waktu melambat) daripada saat dia diam.

Bagaimana ruang memendek?

Bayangkan kita punya sebuah mobil yang panjangnya diukur saat diam adalah 5 meter. Tugas kita sekarang adalah mengukur panjang mobil ini saat berjalan, sementara kita tetap diam di atas Bumi. Tentu kita tidak mengukur dengan meteran seperti yang kita lakukan saat mobil diam.

Cara yang terbaik adalah memakai stopwatch. Hidupkan stopwatch ketika ujung depan mobil menyentuh sebuah garis acuan dan matikan saat ujung belakangnya melewati garis itu.

Jika kita bisa melakukan dengan akurat, maka waktu yang ditunjukkan stopwatch (t) berbanding lurus dengan panjang mobil (L), yaitu L = v*t, dengan v adalah kecepatan mobil tersebut. Panjang mobil saat jalan bisa didapat dengan mudah karena kita punya data v dan t.

Kalau percobaan itu dilakukan beberapa kali dengan meningkatkan kecepatan mobil, akan diperoleh hasil, semakin cepat pergerakan mobil maka semakin pendek panjang mobil. Kenapa demikian?

Dengan pemahaman waktu melambat di atas, hal ini lebih mudah dimengerti. Mobil yang berjalan akan mengalami perlambatan waktu. Semakin cepat dia bergerak, semakin lambat waktu yang dia rasakan, sehingga waktu yang diukur stopwatch semakin kecil. Dengan demikian, sesuai dengan L = v*t, panjang mobilpun semakin memendek.

Pergerakan dalam 4-Dimensi

Sejauh ini kesimpulan dari percobaan fantasi kita adalah semakin cepat benda bergerak, semakin melambat waktunya, dan semakin memendek ruangnya. Sekarang kita kembangkan kesimpulan itu untuk masuk dalam konsep ruang-waktu teori relativitas khusus.

Kita hidup dalam 4-dimensi, 3 dimensi ruang dan 1 dimensi waktu. Keempat dimensi ini dibutuhkan untuk memberikan koordinat lengkap sebuah objek di alam semesta ini. Misalnya saat menggambarkan keberadaan seseorang di Lantai 4 Gedung PAU di Jln. Ganesha 10 (untuk menggambarkan 3 dimensi ruang), kita masih harus menyatakan pada pukul berapa orang itu ada di sana.

Sebuah objek sebenarnya bergerak di 4 dimensi ini. Sebuah mobil yang diam, tetap bergerak di dimensi waktu. Saat mobil ini dijalankan, maka pergerakannya di dimensi waktu “harus dibagi” dengan pergerakan di dimensi ruang. Sehingga pergerakan di dimensi waktu berkurang: waktu melambat karena pergerakan benda di dimensi ruang, persis seperti yang kita buktikan percobaan jam-foton.

Logika tersebut mengantarkan kita pada pemikiran, untuk mencapai pergerakan maksimum di dimensi ruang maka pergerakan di dimensi waktu harus nol. Pada kondisi inilah kecepatan benda menempuh dimensi ruang bisa maksimal.

Dan sesuai dengan teori relativitas khusus, bahwa kecepatan maksimal adalah kecepatan cahaya, segera kita sadari bahwa cahaya sama sekali tidak bergerak pada dimensi waktu. Dengan kata lain, foton tidak berumur . Foton yang dihasilkan semenjak alam semesta terbentuk sampai sekarang umurnya sama!

Bisa melewati kecepatan cahaya?

Ini terkait dengan salah satu formula teori relativitas khusus yang sangat terkenal: E=mc2, di mana E adalah energi, m adalah massa, dan c adalah konstanta kecepatan cahaya.

Formula tersebut menjelaskan relasi langsung antara energi-massa (konservasi energi-massa). Sebuah objek dengan massa m bisa menghasilkan energi E sebesar mc2 – dan karena c sebuah konstanta yang besar, massa yang kecil tetap akan menghasilkan energi yang besar. Bayangkan, Hiroshima tahun 1945 hancur akibat energi yang dihasilkan 1dari 2 pounds Uranium.

Di sisi lain, formula ini memainkan peranan penting dalam pergerakan objek dalam 4-dimensi. Benda yang bergerak memiliki energi kinetik, semakin tinggi kecepatannya semakin besar energinya.

Saat kita paksa partikel muon mencapai kecepatan 99,9? kecepatan cahaya, muon memiliki energi yang besar. Karena konservasi energi-massa, energi tadi meningkatkan massa muon 22 kali lebih massif daripada massa-diamnya (0.11 MeV).

Tentu saja semakin masif (pejal) benda, semakin susah untuk bergerak cepat. Ketika kecepatannya dinaikkan menjadi 99,999?ecepatan cahaya, massanya bertambah 70.000 kali! Muon semakin masif dan semakin cenderung untuk tidak bergerak. Sehingga dibutuhkan energi yang tak berhingga untuk melewati kecepatan cahaya – jumlah energi yang tidak mungkin.          salam untuk semua teman FORSA                                               
Masuk

[
parmin
Asisten Dosen
***

IQ: 3
Offline Offline

Tulisan: 98



Lihat Profil Email
« Jawab #1 pada: Januari 17, 2010, 09:59:51 »

WHADOUH KOK GAMBARNYA GAK MUNCULL YOO,ENTAR YA COBA DIFORMAT LAGEE
Masuk

[
HyawehHoshikawa
Dosen
****

IQ: 21
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 497


ehm...gua itu cowo' yah...


Lihat Profil Email
« Jawab #2 pada: Januari 17, 2010, 03:13:12 »

Kutip
Dengan pemahaman waktu melambat di atas, hal ini lebih mudah dimengerti. Mobil yang berjalan akan mengalami perlambatan waktu. Semakin cepat dia bergerak, semakin lambat waktu yang dia rasakan, sehingga waktu yang diukur stopwatch semakin kecil. Dengan demikian, sesuai dengan L = v*t, panjang mobilpun semakin memendek.

yakin itu bukan karena human error-nya?
knapa bisa L-nya memendek?
IMHO
walopun t-nya memendek, tapi v-nya membesar (kan?), sehingga L=konstan?

oh iya,kalo misal aq punya mobil yang melaju dengan V=0.8C;
menurut teori relativitas itu, yang memendek tu ruangnya? ato mobilnya? ato keduanya?
Masuk

Rationality alone isn't enough, the world is Complex.
I am neither IntroVERT nor ExtroVERT, I'm PerVERT
Ngga ada yang salah dengan ngeloli kan?asal bukan medo...
Haryanto
Dosen
****

IQ: 14
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 204


What do you care what other people think


Lihat Profil WWW
« Jawab #3 pada: Januari 27, 2010, 01:52:29 »

       ada satu benda di dunia ini, yang sudah ada semenjak alam semesta lahir, tapi tidak pernah merayakan hari kelahirannya alias tak berumur. Itulah foton, atau partikel cahaya. Tapi, bagaimana mungkin? Mari kita telaah dengan teori relativitas khusus Einstein.

Tentu saja semakin masif (pejal) benda, semakin susah untuk bergerak cepat. Ketika kecepatannya dinaikkan menjadi 99,999?ecepatan cahaya, massanya bertambah 70.000 kali! Muon semakin masif dan semakin cenderung untuk tidak bergerak. Sehingga dibutuhkan energi yang tak berhingga untuk melewati kecepatan cahaya – jumlah energi yang tidak mungkin.         

Bagaimana dengan foton yang lahir oleh pair annihilation, misalkan elektron ketemu positron, atau bahkan ketika sebuah elektron berganti kulit energi dalam atom, misalkan dalam produksi sinar laser. Kita bisa rayain ulang tahun foton yg beginian koq. caranya simpel, misalkan waktu produksi laser. Tentu ada toleransi donk, sama saja dengan ultah manusia, ga tepat s/d menit bahkan detiknya khan.. tapi utk foton mungkin istilah ulang tahun kejauhan, bagaimana kalau ulang mikrodetik.. kedip
caranya gini, sebelum laser dinyalakan, sediakan kertas bertuliskan "SELAMAT ULANG \mu s" yang akan menahan berkas laser yang nanti akan dipancarkan, tentunya dengan memperhatikan lintasan laser. asumsi: kecepatan berkas laser (a.k.a. foton) = 3.10^{8}m/s, maka kertas ini ditaruh pada jarak 300m dari berkas laser keluar..
Mungkin ketika menumbuk kertas ini, "para" foton dalam seberkas laser tsb akan tersenyum kali yak..  nyengir

Koreksi: kita ga tau bagaimana energi benda pada kecepatan lebih dari c, dalam fisika sedikit tabu membicarakan tachyon.. untuk s/d kkecepatan cahaya saja, si benda sudah ngos-ngos an butuh energi = tidak berhingga.. dari faktor \gamma bukan?
Masuk

We must know — we will know!
-David Hilbert -
Bernando
Profesor
*****

IQ: 6
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 669



Lihat Profil
« Jawab #4 pada: Januari 27, 2010, 05:23:31 »

Orang awam mau nanya nih...hehehehehe...apakah ketika foton itu menabrak cerminnya tidak mengurangi kecepatan cahaya tersebut???
Masuk


김 태 희...
난 그녀를 사랑해...
Haryanto
Dosen
****

IQ: 14
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 204


What do you care what other people think


Lihat Profil WWW
« Jawab #5 pada: Januari 27, 2010, 07:39:11 »

Orang awam mau nanya nih...hehehehehe...apakah ketika foton itu menabrak cerminnya tidak mengurangi kecepatan cahaya tersebut???
Mengapa harus berkurang kecepatan? Begini, kita jangan bayangin fotonnya nabrak benda mulus yg dinamakan kaca, tetapi yang terjadi adalah interaksi antara foton dengan atom/elekktron dari si kaca.. foton tidak bermuatan, maka dia tidak akan dibelokkan/ditahan oleh medan listrik/magnet di sekitar atom bukan. Lebih jauh medan listrik/magnet ini juga adalah salah satu baju daripada foton, dan kita tahu foton itu boson, tidak mematuhi larangan Pauli, jadi kalau tabrakan ya tidak masalah, akan saling tembus krn boleh memiliki state yang sama.. Nah, interaksi foton elektron kalau mau sangat presisi ya pake teori elektrodinamika kuantum ala Feynman-Schwinger-Tomonaga-Dyson, misalkan hamburan Compton..

Tapi mungkin ini kejauhan, makanya pake hukum pemantulan gelombang sederhana saja, yaitu:
1) sudut datang = sudut pantul
2) sinar datang, sinar pantul dan garis normal berada pada satu bidang...
« Edit Terakhir: Januari 27, 2010, 07:41:50 oleh Haryanto » Masuk

We must know — we will know!
-David Hilbert -
semut-ireng
Profesor
*****

IQ: 15
Offline Offline

Tulisan: 850



Lihat Profil
« Jawab #6 pada: Januari 27, 2010, 08:55:45 »

Di ruang hampa dan bebas dari gravitasi,  manusia dan benda-benda melayang / mengambang.   Bila di ruang itu dipancarkan berkas cahaya,  bagaimana kejadiannya, apa si foton ini mengambang juga ?
Masuk
Haryanto
Dosen
****

IQ: 14
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 204


What do you care what other people think


Lihat Profil WWW
« Jawab #7 pada: Januari 28, 2010, 12:13:44 »

Di ruang hampa dan bebas dari gravitasi,  manusia dan benda-benda melayang / mengambang.   Bila di ruang itu dipancarkan berkas cahaya,  bagaimana kejadiannya, apa si foton ini mengambang juga ?
Foton memang adalah kuantum cahaya, yg secara 'kartun' kita bayangkan sbg partikel.. tapi seperti yg sudah pernah sy ungkapkan sebelumnya, kita tidak punya gambaran lengkap tentang hal ini..
Bicara tentang melayang atau tidak (krn kalau istilah mengambang, seolah-olah terkait gaya Archimedes, massa jenis benda lebih kecil daripada massa jenis 'fluid' yg melingkupinya), saya tangkap maksudnya krn gaya tarik gravitasi bukan.. bukankkah foton itu massless, jadi secara gravitasi Newtonian, dia tidak akan terpengaruh oleh potensial sekelilingnya..
Masuk

We must know — we will know!
-David Hilbert -
semut-ireng
Profesor
*****

IQ: 15
Offline Offline

Tulisan: 850



Lihat Profil
« Jawab #8 pada: Januari 28, 2010, 01:55:36 »

Betul, berhubungan  dengan gaya tarik gravitasi.  Itu berkaitan dengan eksperimen imajiner Eintein,  suatu elevator bergerak naik ke atas,  kemudian dari arah luar elevator ditembakkan berkas cahaya ke lubang pada dinding elevator pada salah satu sisi.  Pengamat di dalam elevator melakukan pengukuran dengan teliti pada dinding elevator sisi lainnya,  dan menurut Einstein,  akan mendapati berkas  cahaya seperinci di bawah lubang arah datangnya cahaya,  Dari eksperimen imajiner itu Einstein menyimpulkan cahaya dipengaruhi oleh gravitasi.

Dengan menggunakan cara berpikir seperti yang dilakukan Einstein,  kita bisa membayangkan jika elevator imajiner itu bukan bergerak ke atas,  tapi dijatuhkan ke bawah,  dan berkas cahaya ditembakkan melalui lubang seperti di atas tadi.  Pengamat di dalam elevator melakukan pengukuran dengan teliti,  dan mau tidak mau kita harus mengatakan,  bahwa pengamat mendapati  berkas cahaya seperinci di atas lubang arah datangnya cahaya. 

Itu  yang saya maksud, bahwa berdasarkan eksperimen imajiner elevator dijatuhkan ke bawah,   berkas cahaya akan melayang.

Yang ingin saya sampaikan adalah,  bahwa kita tidak bisa membuat kesimpulan secara tepat terhadap suatu teori hanya berdasarkan eksperimen imajiner.
Masuk
Bernando
Profesor
*****

IQ: 6
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 669



Lihat Profil
« Jawab #9 pada: Januari 28, 2010, 10:28:50 »

Orang awam mau nanya nih...hehehehehe...apakah ketika foton itu menabrak cerminnya tidak mengurangi kecepatan cahaya tersebut???
Mengapa harus berkurang kecepatan? Begini, kita jangan bayangin fotonnya nabrak benda mulus yg dinamakan kaca, tetapi yang terjadi adalah interaksi antara foton dengan atom/elekktron dari si kaca.. foton tidak bermuatan, maka dia tidak akan dibelokkan/ditahan oleh medan listrik/magnet di sekitar atom bukan. Lebih jauh medan listrik/magnet ini juga adalah salah satu baju daripada foton, dan kita tahu foton itu boson, tidak mematuhi larangan Pauli, jadi kalau tabrakan ya tidak masalah, akan saling tembus krn boleh memiliki state yang sama.. Nah, interaksi foton elektron kalau mau sangat presisi ya pake teori elektrodinamika kuantum ala Feynman-Schwinger-Tomonaga-Dyson, misalkan hamburan Compton..

Tapi mungkin ini kejauhan, makanya pake hukum pemantulan gelombang sederhana saja, yaitu:
1) sudut datang = sudut pantul
2) sinar datang, sinar pantul dan garis normal berada pada satu bidang...

thx banget  atas penjelasannya...
apakah foton itu adalah sebuah partikel???saya masih bingung nih tentang partikel pembentuk cahaya...mohon pencerahannya dong....hehehehe...thx
Masuk


김 태 희...
난 그녀를 사랑해...
Haryanto
Dosen
****

IQ: 14
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 204


What do you care what other people think


Lihat Profil WWW
« Jawab #10 pada: Januari 28, 2010, 12:34:50 »

@semut-ireng: Saya belum pernah membaca gedanken-experiment spt yg anda gambarkan.. Namun OKlah, saya tangkap maksud anda.. Jelas, materi-energi berkaitan dengan ruang waktu di sekelilingnya, krn gamblang dari persamaan Eisntein:
G_{\mu\nu} = const. T_{\mu\nu}. G_{\mu\nu} adalah geometry ruang-waktu dan T_{\mu\nu} rapat energi-materi yg mengisi ruang dengan geometri G_{\mu\nu} nya...
Bahkan sebuah foton, betapapun kecil energiya, pasti mempengaruhi geometri ruang-waktu di sekitarnya, artinya T_{\mu\nu} tidak Nol. Namun demikian saya tidak mau berkomen lebih jauh krn saya belum pernah bongkar persamaan ini, untuk T_{\mu\nu} milik medan Maxwell, tapi rasanya sudah banyak paper research ttg ini..
Ttg gedanken-experiment dan anda katakan kita tidak dapat mengandalkan benar hal ini..? Jelas donk, kita bisa memikirkan alam/nature sebagaimana dalam benak kita, tapi alam memiliki detail tersendiri yang banyak bisa terlupakan atau bahkan belum tahu.. Tahukah anda tentang gedanken-experiment Einstein ttg partikel (rasanya cahaya) yg keluar dari kotak dimana kotak dilengkapi alat pengukur berat dan waktu yang ideal.. Kalau tidak salah ini di pertemuan Solvay (sy lupa yg mana), dengan tujuan menyerang konsep kuantum Copenhagen, di mana pada saat itu Bohr dan Heisenberg (mungkin Pauli juga ada) hadir.. Semula Einstein yakin bahw dia bakal menang, namun dalam semalam Bohr dapat mematahkan argumenya, dan lebih ironis lagi Bohr justru menggunakan teori gravitasi Enstein sendiri untuk menunjukkan kesalahan Einstein (kesilapan dia).. Jadi, seperti kata Feynman: eksperimen adalah yang tertinggi dalam sains, betapapun indah teori seseorang, kalau tidak sesuai dengan alam ini, maka itu salah.. tidak ada kompromi...

@Bernando: Foton bisa memiliki properti partikel, dia memiliki jumlah, kalau anda pernah belajar teori kuantum, kita mengenal operator bilangan yang memiliki harga eigen jumlah pertikel dalam suatu keadaan... Sekaligus dia juga memenuhi sifat gelombang, artinya dalam bicara masalah foton, tetap kita gunakan persamaan Maxwell yang adalah persamaan gelombang, ada solusi gelombangnya, pake baju kayak: A. exp(ik.x)..
Tapi inilah kuantum, dualisme gelombang-partikel.. Kita tidak punya gambaran klasik tentang ini.. Secara filosofis kalau partikel ya partikel, gelombang ya gelombang, partikel tidak sama dengan gelombang.. So, we still have a big homework then..  nyengir
Masuk

We must know — we will know!
-David Hilbert -
Bernando
Profesor
*****

IQ: 6
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 669



Lihat Profil
« Jawab #11 pada: Januari 28, 2010, 01:29:00 »

pada saat kapanlah foton itu disebut partikel dan gelombang???btw foton = cahaya???atau foton adalah pembentuk cahaya???
Masuk


김 태 희...
난 그녀를 사랑해...
Haryanto
Dosen
****

IQ: 14
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 204


What do you care what other people think


Lihat Profil WWW
« Jawab #12 pada: Januari 28, 2010, 04:36:33 »

mudahnya gini aja, foton itu adalah istilah untuk partikel cahaya, yang ia juga punya properti gelombang (krn kuantum).. biasanya dalam fisika partikel, kalau kita bicara ttg foton, yang dibayangkan adalah objek partikel dengan massa nol, dan ia bertugas memediasikan interaksi elektromagnetik.. nah, secara klasik mediasi elektromagnetik khan dalam pengaruh medan elektromagnetik bukan.. artinya pengertian kita akan foton bisa diperluas bukan hanya untuk cahaya, tapi secara umum adalah kuantum/partikel dari medan elektromagnetik.. foton bisa menyusun cahaya tampak (dalam range frekuensi tertentu), dan juga gelombang elektromagnetik yg lain..
lebih jauh silahkan cek:
http://en.wikipedia.org/wiki/Photon
http://en.wikipedia.org/wiki/Wave%E2%80%93particle_duality
Masuk

We must know — we will know!
-David Hilbert -
semut-ireng
Profesor
*****

IQ: 15
Offline Offline

Tulisan: 850



Lihat Profil
« Jawab #13 pada: Januari 29, 2010, 03:47:41 »

Pada awal topik ada pernyataan  :  "  Benda bergerak akan merasakan waktu melambat dan ruang memendek. "    Apakah pernyataan itu berupa kesimpulan dari percobaan fantasi / eksperimen imajiner/ gedanken-experiment,  atau eksperimen betulan bukan eksperimen imajiner  ?
Masuk
Haryanto
Dosen
****

IQ: 14
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 204


What do you care what other people think


Lihat Profil WWW
« Jawab #14 pada: Januari 29, 2010, 03:34:34 »

Pada awal topik ada pernyataan  :  "  Benda bergerak akan merasakan waktu melambat dan ruang memendek. "    Apakah pernyataan itu berupa kesimpulan dari percobaan fantasi / eksperimen imajiner/ gedanken-experiment,  atau eksperimen betulan bukan eksperimen imajiner  ?
Bukan, itu nyata dan sudah terbukti.. kalau ga salah jam atom di pesawat sangat cepat bergerak lebih lambat dari yg di bumi..
Masuk

We must know — we will know!
-David Hilbert -
Halaman: [1] 2 3 ... 6   Naik
Kirim topik ini | Cetak
Lompat ke:  

Topik Lainnya :
Subyek Dimulai oleh Jawaban Dilihat Tulisan terahkir
Roald Dahl 'The Landlady" Freora 12 360 Tulisan terahkir April 24, 2010, 08:46:56
oleh Freora
IMAM MAHDI « 1 2 ... 6 7 » bunga 91 11021 Tulisan terahkir Juni 29, 2010, 09:20:48
oleh Mat Dillom
Manusia Mati Masuk Sorga, Binatang Kemana? « 1 2 ... 7 8 » biobio 117 9165 Tulisan terahkir Maret 09, 2010, 09:24:08
oleh Bernando
Reinkarnasi « 1 2 ... 8 9 » peregrin 121 13219 Tulisan terahkir Mei 10, 2010, 12:37:56
oleh semut-ireng
sejarah keturunan adam (KRISTEN ONLY !!!) « 1 2 3 4 5 » alvin pratama 64 5589 Tulisan terahkir Pebruari 11, 2010, 08:31:18
oleh h4ry
Powered by SMF 1.1.10 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC
RSS | Sitemap | Science Blog | Feed Artikel


© 2006-2010 ForumSains.com
Dilber MC Theme by HarzeM