Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Mei 19, 2013, 04:54:45 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

mustiyanidewi

Hari Ini jam 01:00:54 PM
kenapa baterai yang 9 volt setelah lama digunakan malah turun menjadi 7 volt ya?? pengaruhnya apa??
 
 

syx

Mei 17, 2013, 06:57:51 AM
done!
 

skuler

Mei 16, 2013, 06:18:41 PM
dear admin, tolong user ini di banned: http://www.forumsains.com/profile/assofamarwa/ dan topik buatannya ditaruh di tempat sampah. terima kasih
 

jeddew

Mei 15, 2013, 06:45:52 AM
Assalamu'alaikum...
 

nurul hidayah

Mei 14, 2013, 06:54:02 PM
ass...salam kenal..gimana cara upload artikel?
 

Malik05

Mei 14, 2013, 09:52:57 AM
assalamualaikum
salam ForSa...
bagaimana cara Post.?
 

yogamasteng

Mei 12, 2013, 07:50:21 PM
cara posting baru diforum gmna
 

Humaira

Mei 12, 2013, 08:30:53 AM
Darlington Array.. ???
 

Humaira

Mei 12, 2013, 08:30:45 AM
Darlington Array.. ???
 

Hasrul Sunny

Mei 11, 2013, 06:07:02 PM
 >:(

Show 50 latest

Penulis Topik: cahaya  (Dibaca 19228 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2809
  • IQ: 10
    • Lihat Profil
Re: cahaya
« Jawab #45 pada: Pebruari 04, 2010, 04:36:42 PM »
Yang saya tanyakan itu sederhana saja kok,  apa ada bukti lain selain memotret bintang saat gerhana matahari  ?  Ada atau tidak ? Itu saja.

Offline Haryanto

  • Moderator
  • Dosen
  • *****
  • Tulisan: 246
  • IQ: 17
  • Gender: Pria
  • What do you care what other people think
    • Lihat Profil
    • my papers @ spires
Re: cahaya
« Jawab #46 pada: Pebruari 04, 2010, 05:54:48 PM »
Tentang pembelokan cahaya, anda baca ini:
http://en.wikipedia.org/wiki/Gravitational_lens
We must know — we will know!
-David Hilbert -

Offline HyawehHoshikawa

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 499
  • IQ: 21
  • Gender: Pria
  • ehm...gua itu cowo' yah...
    • Lihat Profil
Re: cahaya
« Jawab #47 pada: Pebruari 04, 2010, 07:09:57 PM »
Kutip
tapi kalau cahaya yg sama di tempat vakum yg berbeda memiliki kecepatan yg berbeda, ini kan absurd...

@Haryanto:
dulu superstring pernah bilang kalo Kecepatan Cahaya bisa berkurang tergantung suhu mediumnya...

sumbernya:
http://www.news.harvard.edu/gazette/1999/02.18/light.html
kalo ngga salah pas SMA pernah diajarin kalo Ek partikel gas bisa berubah gara2 perubahan suhu...
logikanya sama ngga sih  ???

tapi mw prakteknya gimana yah, kalo dipanasin, masa' sepanjang lintasannya suhunya harus dipanaskan  ;D
« Edit Terakhir: Pebruari 04, 2010, 07:12:27 PM oleh HyawehHoshikawa »
Rationality alone isn't enough, the world is Complex.

Offline Haryanto

  • Moderator
  • Dosen
  • *****
  • Tulisan: 246
  • IQ: 17
  • Gender: Pria
  • What do you care what other people think
    • Lihat Profil
    • my papers @ spires
Re: cahaya
« Jawab #48 pada: Pebruari 04, 2010, 08:44:35 PM »
@HH: OK.., saya kutip web yg dirujuk superstring,
Hau and her group started with a beam of sodium atoms injected into a vacuum chamber and moving at speeds of more than a thousand miles an hour. These hot atoms have an orange glow, like sodium highway and street lights.

Laser beams moving at the normal speed of light collide with the atoms. As the atoms absorb particles of light (photons), they slow down. The laser light also orders their random movement so they move in only one direction.

When the atoms are slowed to a modest 100 miles an hour or so, the experimenters load the atoms into what they call "optical molasses," a web of more laser beams. Each time an atom collides with a photon it is knocked back in the direction from which it came, further slowing it down, or cooling it.

artinya: ini bukan vakum.., ini medium superdingin, semua tahu dalam keadaan sangat dingin, atom-atom 'lebih tenang', dan jika foton ditumbukkan dengan atom-atom ini, akan ada energi yg terserap, dst.. dst.. logis, kecepatan cahaya berkurang, hal yg sama dalam menjelaskan hukum Snell (saya guru SMP lho.. :) ). Yang menarik dari percobaan ini adalah cahaya dapat dilambatkan sedemikian lambatnya, banyak manfaat praktisnya nih..

Sebelum saya baca detail halaman rujukan ini, saya telah beri komen sblmnya sbb:
Even though light can be slower, or even faster (for me, this one is silly), Einstein was still a great theorist, and Special Relativity is still a great theory..

OK.. kita ada fakta bahwa kecepatan cahaya bisa berkurang (drastis) dalam medium.. trus kenapa kalaupun demikian?? apa efeknya terhadap teori relativitas khusus?? saya tidak melihat ada hal yg besar disini, selain manfaat praktis (yg mungkin cukup signifikan) dalam peningkatan teknologi penggunaan foton, fotonic device.., komputer kuantum mungkin..
dan persis ini yg ditulis di hal. web rujukan:

Slowing light this way doesn't violate any principle of physics. Einstein's theory of relativity places an upper, but not lower, limit on the speed of light.

"However, slowing light can certainly help our understanding of the bizarre state of matter of a Bose-Einstein condensate," Hau points out.

Yap.., dalam kuliah fisika statistik memang diterangkan demikian (kalau tidak salah teori kinetik gas).. Sejauh ini pemahaman kita yg cukup konsisten akan suhu dan materi adalah memang demikian, jika suhu naik, maka Energi kinetik atom/molekul dalam ruang bersuhu tsb juga naik.. Kemungkinan besar ini terkait dengan percobaan Hau (saya belum baca makalah teknisnya kaitan antara energi foton dan energi atom tertumbuk), tapi ini makes sense...

Prakteknya saya kurang tahu :(
« Edit Terakhir: Pebruari 04, 2010, 08:52:22 PM oleh Haryanto »

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2809
  • IQ: 10
    • Lihat Profil
Re: cahaya
« Jawab #49 pada: Pebruari 05, 2010, 02:55:10 PM »
   
Tentang pembelokan cahaya, anda baca ini:
http://en.wikipedia.org/wiki/Gravitational_lens


 According to general relativity, mass "warps" space-time to create gravitational fields and therefore bend light as a result. This theory was confirmed in 1919 during a solar eclipse, when Arthur Eddington observed the light from stars passing close to the sun was slightly bent, so that stars appeared slightly out of position.

Hasil perhitungan Einstein penyimpangan kira-kira 1,75 detik busur, dan  hasil  " menembak " bintang pada saat gerhana matahari di daerah khatulistiwa pada tanggal 29 Mei 1919 pembelokan cahaya kira-kira 1,64 detik busur.   Selisih dengan hasil perhitungan Einstein kira-kira 0,11 detik busur.

" Menembak " bintang, kemudian menghitung selisih busur derajat antara posisi sejati bintang dengan posisi semu bintang,  untuk menghasilkan ketelitian perhitungan diperlukan koreksi berdasarkan refraksi sinar / hukum Snellius,  koreksi  lintang - bujur tempat/posisi  " menembak " bintang,  dan koreksi  waktu setempat.    Einstein menghitung penyimpangan di posisi yang memiliki lintang - bujur berapa,  dan percobaan " menembak " bintang dilakukan di daerah khatulistiwa pada posisi yang memiliki lintang- bujur berapa ?  Dari tempat / posisi ini saja jelas berbeda jauh.  Belum lagi perbedaan waktu.  "  Menembak " bintang pada tanggal 29 Mei 1919 itu dilakukan pada jam berapa waktu setempat ?  Misalnya, waktu setempat 19.00,  dan hasil pembelokan didapat 1,64 detik busur.  Seandainya 5 - 15 menit setelah itu,  misalnya waktu setempat 19.15,  hasilnya pasti tidak 1,64 detik busur,  bisa lebih atau kurang kira-kira sampai  3 detik busur.

Yang saya sampaikan di atas adalah dasar pertimbangan saya,  bahwa saya meragukan pembuktian yang dilakukan oleh ilmuwan Inggris pada tahun 1919 itu. 


Offline Haryanto

  • Moderator
  • Dosen
  • *****
  • Tulisan: 246
  • IQ: 17
  • Gender: Pria
  • What do you care what other people think
    • Lihat Profil
    • my papers @ spires
Re: cahaya
« Jawab #50 pada: Pebruari 05, 2010, 03:55:14 PM »
@Semut-Ireng: Bagus sekali kalau anda meragukan teori ini, artinya anda punya motivasi yg kuat untuk coba membangun sebuah teori yg baru (baik teori gravitasi yg benar-benar baru, ataupun penjelasan mengapa ada selisih ini dari sudut pandang anda sendiri).. Seandainya teori yg anda bangun selesai, dan misalkan hasil ttg pembelokan cahaya yg diberikan teori anda memberikan selisih yg lebih kecil dari perhitungan relativitas umum, atau anda dapat memberikan penjelasan yg dapat diterima untuk mengkoreksi ini (dari pembiasan medium mungkin), maka paper anda akan terkenal (termasuk anda juga)..
Tapi tentunya anda jangan mencari koreksi yg akan memberikan hasil teoretis tepat sama dengan pengamatan, karena tidak ada pengamatan yang tepat 100%.. Justru kalau ada teori yg 'terlalu' bagus di mana hasilnya persis sama dengan observasi, maka yakinlah bahwa teori tsb salah.. ;D
Saya pribadi menerima selisih ini sebagai toleransi teori dan observasi..
Selamat Bekerja..

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2809
  • IQ: 10
    • Lihat Profil
Re: cahaya
« Jawab #51 pada: Pebruari 05, 2010, 04:36:23 PM »
Justru di situ masalahnya,  saya takut terkenal,  he he he .........

Offline toni_w

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 8
  • IQ: 0
  • nan dattebayo?
    • Lihat Profil
Re: cahaya
« Jawab #52 pada: Pebruari 05, 2010, 05:06:56 PM »
Saya pribadi menerima selisih ini sebagai toleransi teori dan observasi..
Hah.., lemah.. payah kau to'..

Justru di situ masalahnya,  saya takut terkenal,  he he he .........
yg ini nonsense.. ga usah takut, anda ga akan nemu teori yg lebih baik koq..
Am I not destroying my enemies when I make friends of them?A.  -Lincoln-

Offline prima grom

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 12
  • IQ: 1
    • Lihat Profil
Re: cahaya
« Jawab #53 pada: Pebruari 05, 2010, 06:49:48 PM »
@ haryanto: okok,, saya tnggu ya.....

Offline loser1942

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 558
  • IQ: 17
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: cahaya
« Jawab #54 pada: Pebruari 05, 2010, 08:59:25 PM »
wah semut ireng mantaps..

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2809
  • IQ: 10
    • Lihat Profil
Re: cahaya
« Jawab #55 pada: Pebruari 21, 2010, 01:12:21 PM »
yg ini nonsense.. ga usah takut, anda ga akan nemu teori yg lebih baik koq..

Teori yang lebih baik sudah dibuktikan  oleh DR. Einstein,  pada tahun 1905 juga - eksperimen Efek Fotolistrik - sebagai pembenaran terhadap teori yang ditemukan oleh Max Planck pada tahun 1900.   Nobel yang diperoleh Einstein berkat eksperimennya ini.   

E = MC2  diklaim " salah "  oleh DR. Einstein ?? ::)

Offline laZr

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 155
  • IQ: 12
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: cahaya
« Jawab #56 pada: Pebruari 21, 2010, 09:17:10 PM »
E = MC2  diklaim " salah "  oleh DR. Einstein ?? ::)
buktinya apa?

setahu saya, Einstein mengaku salah saat membuat konstanta \lambda (tapi saya lupa arti fisis konstanta ini)...
selain itu gak pernah dengar...
dulunya 'bledug' sekarang udah jadi laZr ya...

Keep Moving Forward!!

Offline Haryanto

  • Moderator
  • Dosen
  • *****
  • Tulisan: 246
  • IQ: 17
  • Gender: Pria
  • What do you care what other people think
    • Lihat Profil
    • my papers @ spires
Re: cahaya
« Jawab #57 pada: Pebruari 22, 2010, 05:13:05 AM »
Hah, semut-ireng kayanya awam nih.. masa Einstein dikatakan lakuin eksperimen.. dia itu pure theorist, lebih jauh areanya: fisika matematika.. Dia dapat Nobel bukan karena 'eksperimennya'..
Kapan dia klaim E = mc^2  salah??? Wah...
Yang pernah adalah dia melakukan blunder dengan membuat konstanta kosmologi \lambda=0 dari tensor Einstein G_{ik}=R_{ik}-g_{ik}(\frac{R}{2}-\lambda)

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2809
  • IQ: 10
    • Lihat Profil
Re: cahaya
« Jawab #58 pada: Pebruari 22, 2010, 03:41:58 PM »
Di bawah ini saya kutip postingan @Haryanto :  

mudahnya gini aja, foton itu adalah istilah untuk partikel cahaya, yang ia juga punya properti gelombang (krn kuantum).. biasanya dalam fisika partikel, kalau kita bicara ttg foton, yang dibayangkan adalah objek partikel dengan massa nol, dan ia bertugas memediasikan interaksi elektromagnetik.. nah, secara klasik mediasi elektromagnetik khan dalam pengaruh medan elektromagnetik bukan.. artinya pengertian kita akan foton bisa diperluas bukan hanya untuk cahaya, tapi secara umum adalah kuantum/partikel dari medan elektromagnetik.. foton bisa menyusun cahaya tampak (dalam range frekuensi tertentu), dan juga gelombang elektromagnetik yg lain..

Menurut postingan di atas :  .....biasanya dalam fisika partikel,  kalau kita bicara ttg foton,  yang dibayangkan adalah objek partikel dengan massa nol, ........

Objek partikel dengan massa nol tentunya tidak bisa dibayangkan sebagai butir-butir enerji.

Efek Fotolistrik sangat jelas dalam menggambarkan sifat-sifat partikel dari cahaya.   Berdasarkan efek fotolistrik,  Einstein mengembangkan konsep tentang foton,  bahwa foton seperti butir-butir enerji ..... Menurut Einstein,  foton-foton violet,  ultraviolet,  dan bentuk radiasi frekuensi tinggi yang lain memiliki enerji lebih besar dari pada foton-foton merah dan inframerah.  Efek Fotolistrik  :  Jika cahaya mengenai sebuah plat logam,  maka plat akan memancarkan taburan elektron.   Kecepatan elektron yang dipancarkan dari plat logam berbanding dengan kandungan enerji dari foton yang menumbuknya .........

Dia dapat Nobel bukan karena " eksperimennya "  ....... ?  Lho,  Efek Fotolistrik yang dihargai Nobel itu pure theory dan bukan eksperimen ?  Mungkin ada yang bisa bantu menjelaskan .....atau bung @Haryanto bisa menjelaskan apa yang dimaksud dengan :  Dia dapat Nobel bukan karena ' eksperimennya " .... :o



« Edit Terakhir: Pebruari 22, 2010, 04:26:16 PM oleh semut-ireng »

Offline Haryanto

  • Moderator
  • Dosen
  • *****
  • Tulisan: 246
  • IQ: 17
  • Gender: Pria
  • What do you care what other people think
    • Lihat Profil
    • my papers @ spires
Re: cahaya
« Jawab #59 pada: Pebruari 22, 2010, 04:45:48 PM »
@ semut-ireng: khan sudah pernah saya katakan, pengetahuan kita ttg teori kuantum masih belum sempurna, dan teorinya pun masih butuh perbaikan.. makanya masih ada PhD/Postdoctoral fellowship dan Grup riset untuk bidang fondasi kuantum, mis.
http://www.perimeterinstitute.ca/Outreach/What_We_Research/Quantum_Foundations/

Yg anda bicarakan ttg efek fotolistrik itu khan bukti cahaya memiliki sifat partikel (saya tidak katakan sebagai partikel di sini, biar jelas).. bagaimana dengan difraksi cahaya atau pelenturan cahaya lewat celah sempit, ini khan properti gelombang (prinsip Huygens).. Jadi jangan lihat satu aspek saja..

Ttg efek fotolistrik dan nobel Einstein saya udah jelasin di trit yg lain.. Wah.., anda jangan minta forsa-ers yg lain untuk membenarkan kesalahan anda donk.. ya ga bakal ada.. ckckckck..

 

Topik Terkait

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
24 Jawaban
6367 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 16, 2011, 05:32:21 PM
oleh ksatriabajuhitam
0 Jawaban
484 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 24, 2010, 11:32:21 PM
oleh azer_dwi
4 Jawaban
1762 Dilihat
Tulisan terakhir September 23, 2010, 09:20:55 AM
oleh ikhwanpcr
11 Jawaban
6627 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 27, 2011, 01:02:43 PM
oleh 12
3 Jawaban
1689 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 29, 2011, 12:02:55 AM
oleh cupu

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia