Forum Sains Indonesia

Portal Sains Indonesia

Berita: Forsa berencana untuk mengadakan Gathering Forsa. Bagi yang berminat, silakan urun rembuk dan daftarkan diri anda.
* *
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Maret 20, 2010, 09:39:50


Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi


Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Maret 20, 2010, 09:39:50

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Last 10 Shouts:
Hari ini at 09:37:55
lagi pada ngomongin apa nih para orang-orang pinter?
Hari ini at 08:36:29
welcome back Om Insan!
Hari ini at 05:04:14
nyengir
Hari ini at 04:01:42
Hi all..! Dah lama absen nie.. ketawa
Hari ini at 12:12:25
alohaa~
Hari ini at 11:51:07
holaa...
Hari ini at 07:38:07
haloo... ketawa
Hari ini at 02:17:51
Sudah jam 2:20 dini hari, ada yang login... he he... selamat pagi...
Hari ini at 12:31:34
ga ngerti... lidah melet
Kemarin at 10:01:39
Owe meninjau lapangan..
Mempersiapkan lokasi untuk kedatangan anggota..
Halaman: [1] 2   Turun
Kirim topik ini | Cetak
Pembuat Topik: Dahsyatnya Elektromagnetik (artikel oleh Farid_Neutron)  (Baca 1682 kali)
0 Anggota dan 1 Pengunjung melihat topik ini.
ksatriabajuhitam
Moderator
Profesor
*****

IQ: 72
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 739


keep holding on


Lihat Profil WWW
« pada: Juni 07, 2009, 11:19:27 »

diangkat dari artikel yang dikirim oleh Farid_Neutron berjudul Dahsyatnya Elektromagnetik.



oleh Farid_Neutron pada Juni 01, 2009, 07:14:00
Begitu dahsyatnya sehingga para ilmuwan di NASA (National Aeronautics and Space Admistration) mulai berpikir untuk memanfaatkannya sebagai tenaga yang bisa ‘melemparkan’ pesawat luar angkasa ke luar atmosfer bumi! Kenapa sampai muncul ide ini? Bukankah mesin roket yang biasanya digunakan untuk mengirim pesawat-pesawat ke luar bumi sudah cukup berhasil? Sebenarnya semua mesin roket yang sudah digunakan maupun yang sedang dikembangkan saat ini tetap membutuhkan bahan khusus sebagai pendorongnya. Bahan-bahan propellant ini bisa berupa bahan kimia seperti yang sudah banyak digunakan, bisa juga berupa hasil reaksi fusi nuklir yang teknologinya dikembangkan di awal abad 21 ini. Ada lagi berbagai teknologi inovatif seperti light propulsion dan antimatter propulsion.

Penggunaan propellant ini sebenarnya sangat membatasi kecepatan dan jarak maksimum yang dapat dicapai pesawat. Karena itulah muncul ide untuk mengirimkan pesawat luar
angkasa menggunakan teknologi yang sama sekali tidak melibatkan propellant. Sistem apa yang bisa ‘melemparkan’ pesawat yang begitu besar dan berat ke luar angkasa tanpa menggunakan propellant sama sekali? Hanya Elektromagnetika yang bisa menjawabnya!

Elektromagnetika merupakan penggabungan listrik dan magnet. Sewaktu kita mengalirkan listrik pada sebuah kawat kita bisa menciptakan medan magnet. Listrik dan magnet benar-benar tidak terpisahkan kecuali dalam superkonduktor tipe I yang menunjukkan Efek Meissner (bahan superkonduktor dapat meniadakan medan magnet sampai pada batas tertentu). Ini bisa dibuktikan dengan cara meletakkan kompas di dekat kawat tersebut. Jarum penunjuk pada kompas akan bergerak karena kompas mendeteksi adanya medan magnet. Elektromagnetika
sudah banyak dimanfaatkan dalam membuat mesin motor, kaset, video, speaker (alat pengeras suara), dan sebagainya. Sekarang giliran proyek luar angkasa yang ingin memanfaatkan kedahsyatannya!

David Goodwin dari Office of High Energy and Nuclear Physics di Amerika adalah orang yang mengusulkan ide electromagnetic propulsion ini. Saat sebuah elektromagnet didinginkan sampai suhu sangat rendah terjadi sesuatu yang ‘tidak biasa’. Jika kita mengalirkan listrik pada magnet yang super dingin tersebut kita bisa mengamati terjadinya getaran (vibration) selama beberapa nanodetik (1nanodetik = 10-9 detik) sebelum magnet itu menjadi superkonduktor. Menurut Goodwin, walaupun getaran ini terjadi hanya selama beberapa nanodetik saja, kita tetap dapat memanfaatkan keadaan unsteady state (belum tercapainya keadaan tunak) ini. Jika getaran-getaran yang tercipta ini dapat diarahkan ke satu arah yang sama maka kita bisa mendapatkan kekuatan yang cukup untuk ‘melempar’ sebuah pesawat ruang angkasa. Kekuatan ini tidak hanya cukup untuk ‘melempar’ secara asal-asalan, tetapi justru pesawat ruang angkasa bisa mencapai jarak maksimum yang lebih jauh dengan kecepatan yang lebih tinggi dari segala macam pesawat yang menggunakan propellant.

Untuk menerangkan idenya, Goodwin menggunakan kumparan kawat (solenoid) yang disusun dari kawat magnet superkonduktor yang dililitkan pada batang logam berbentuk silinder. Kawat magnetik yang digunakan adalah logam paduan niobium dan timah. Elektromagnet ini menjadi bahan superkonduktor setelah didinginkan menggunakan helium cair sampai temperatur 4 K (-269oC). Pelat logam di bawah solenoida berfungsi untuk memperkuat getaran yang tercipta. Supaya terjadi getaran dengan frekuensi 400.000 Hz, perlu diciptakan kondisi asimetri pada medan magnet. Pelat logam (bisa terbuat dari bahan logam aluminium atau tembaga) yang sudah diberi tegangan ini diletakkan secara terpisah (isolated) dari sistem solenoida supaya tercipta kondisi asimetri.

Selama beberapa mikrodetik sebelum magnet mulai berosilasi ke arah yang berlawanan, listrik yang ada di pelat logam harus dihilangkan. Tantangan utama yang masih harus diatasi adalah teknik untuk mengarahkan getaran-getaran yang terbentuk pada kondisi unsteady ini supaya semuanya bergerak pada satu arah yang sama. Untuk itu kita membutuhkan alat
semacam saklar (solid-state switch) yang bisa menyalakan dan mematikan listrik 400.000 kali per detik (yaitu sesuai dengan frekuensi getaran). Solid-state switch ini pada dasarnya bertugas untuk mengambil energi dari keadaan tunak dan mengubahnya menjadi pulsa listrik kecepatan tinggi (dan mengandung energi tinggi) sampai 400.000 kali per detiknya.
Energi yang digunakan untuk sistem elektromagnetik ini berasal dari reaktor nuklir (300 kW) milik NASA. Reaktor ini menghasilkan energi panas melalui reaksi fisi nuklir. Reaksi fisi nuklir ini melibatkan proses pembelahan atom yang disertai radiasi sinar gamma dan pelepasan kalor (energi panas) dalam jumlah sangat besar. Reaktor nuklir yang menggunakan ¾ kg uranium (U-235) bisa menghasilkan kalor yang jumlahnya sama dengan kalor yang dihasilkan oleh pembakaran 1 juta galon bensin (3,8 juta liter). Energi panas yang dihasilkan
reaktor nuklir ini kemudian dikonversi menjadi energi listrik yang bisa digunakan untuk sistem electromagnetic propulsion ini. Ketika digunakan dalam pesawat luar angkasa, ¾ kg uranium sama sekali tidak memakan tempat karena hanya membutuhkan ruangan sebesar bola baseball. Dengan massa dan kebutuhan ruang yang jauh lebih kecil dibandingkan mesin roket yang biasanya digunakan untuk mengirim pesawat ke luar angkasa, pesawat yang menggunakan sistem elektromagnetik ini dapat mencapai kecepatan maksimal yang jauh lebih tinggi
sehingga bisa mencapai lokasi yang lebih jauh pula.

Menurut Goodwin pesawat dengan teknologi elektromagnetik ini dapat mencapai titik heliopause yang merupakan tempat pertemuan angin yang berasal dari matahari (solar wind) dengan angin yang berasal dari bintang di luar sistem tatasurya kita (interstellar solar wind). Heliopause terletak pada jarak sekitar 200 AU (Astronomical Unit) dari matahari. 1 AU merupakan jarak rata-rata bumi dari matahari yaitu sekitar 1,5.108 km. Planet terjauh dalam sistem tatasurya kita saja hanya berjarak 39,53 AU dari matahari. Semua pesawat luar angkasa yang menggunakan propellant tidak bisa mencapai jarak sejauh itu!

Tentu saja pesawat yang dipersenjatai elektromagnetik yang dahsyat ini masih sangat jauh dari sistem ideal yang kita inginkan. Karena walaupun pesawatnya bisa mencapai kecepatan sangat tinggi, kecepatan itu masih sangat kecil dibandingkan kecepatan cahaya (300.000 km per detik). Kecepatan maksimum yang bisa dicapai sistem ini masih di bawah 1% kecepatan cahaya. Padahal bintang yang terdekat dengan sistem tatasurya kita berada pada jarak lebih dari 4 tahun cahaya (1 tahun cahaya = 300.000 km/detik x 60 detik/menit x 60 menit/jam x 24 jam/hari x 365 hari/tahun = 9,4608.1012 km). Perjalanan terjauh yang pernah ditempuh manusia adalah 400.000 km (yaitu perjalanan ke bulan).

Jika kita ingin mengirim pesawat tanpa awak pun kita masih membutuhkan ratusan tahun sebelum pesawat tersebut bisa mencapai bintang terdekat. Itu pun karena pesawatnya menggunakan teknologi elektromagnetik! Dengan pesawat yang menggunakan propellant bahan kimia kita baru bisa mencapai bintang terdekat dalam waktu puluhan ribu tahun. Jika kita ingin mencapai bintang terdekat dalam waktu lebih cepat seperti dalam film Star Trek kita membutuhkan teknologi yang bisa melampaui kecepatan cahaya. Selama teknologi itu masih
belum bisa dikembangkan, kita bisa memanfaatkan dulu teknologielektromagnetik yang ternyata memberikan alternatif yang cukup menjanjikan walaupun belum bisa mewujudkan impian kita untuk menjelajahi jagad raya.



wah, ide yang menarik...

tapi saya masih belum paham bagaimana mekanisme "pendorongan" pesawat dengan teknik ini (yang dikatakan "teknologi yang sama sekali tidak melibatkan propellant")

mari teman-teman kita diskusikan...
Masuk


not all the problems could be solved by the sword, but sword holder take control of problems
nandaz
Profesor
*****

IQ: 120
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 1423


...Mad about Sci_mistery

clove... nandaz
Lihat Profil
« Jawab #1 pada: Juni 08, 2009, 11:12:58 »

Kutip
Jika kita ingin mengirim pesawat tanpa awak pun kita masih membutuhkan ratusan tahun sebelum pesawat tersebut bisa mencapai bintang terdekat. Itu pun karena pesawatnya menggunakan teknologi elektromagnetik! Dengan pesawat yang menggunakan propellant bahan kimia kita baru bisa mencapai bintang terdekat dalam waktu puluhan ribu tahun. Jika kita ingin mencapai bintang terdekat dalam waktu lebih cepat seperti dalam film Star Trek kita membutuhkan teknologi yang bisa melampaui kecepatan cahaya. Selama teknologi itu masih
belum bisa dikembangkan, kita bisa memanfaatkan dulu teknologielektromagnetik yang ternyata memberikan alternatif yang cukup menjanjikan walaupun belum bisa mewujudkan impian kita untuk menjelajahi jagad raya.
...
kalo berhasil kita sudah dianggap alien, oleh mahluk planet lain... nyengir
Kutip
Tentu saja pesawat yang dipersenjatai elektromagnetik yang dahsyat ini masih sangat jauh dari sistem ideal yang kita inginkan. Karena walaupun pesawatnya bisa mencapai kecepatan sangat tinggi, kecepatan itu masih sangat kecil dibandingkan kecepatan cahaya (300.000 km per detik). Kecepatan maksimum yang bisa dicapai sistem ini masih di bawah 1% kecepatan cahaya. Padahal bintang yang terdekat dengan sistem tatasurya kita berada pada jarak lebih dari 4 tahun cahaya (1 tahun cahaya = 300.000 km/detik x 60 detik/menit x 60 menit/jam x 24 jam/hari x 365 hari/tahun = 9,4608.1012 km). Perjalanan terjauh yang pernah ditempuh manusia adalah 400.000 km (yaitu perjalanan ke bulan).
, berarti butuh empat tahun sampai ,kalo kita berhasil menemukan pesawat berkecepatan cahaya menuju galaksi lain?...masa waktu selama itu di luar angkasa pasti akan menyulitkan, gimana caranya orang itu makan yah, dan bagaimana kalo dalam kecepatan yang suangggatt cepat itu membentur sampah2 angkasa?...butuh persiapan yang lebih matang atau itu mungkin ngga akan bisa terwujud?
Masuk

sya..la..la...science as well as grab a cup of tea in the evening, just pour a boiled water to see the world close and closer..
HAH..?
Karno Giyantono
Profesor
*****

IQ: 13
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 684


orang terganteng di duniaaaaaaaaa.....

karnogiyantono2007@yahoo.com
Lihat Profil WWW Email
« Jawab #2 pada: Juni 09, 2009, 12:00:18 »

aduh........

sial bener salah satu pemikiran saya udah keduluan ma ilmuwan luar negeri... dulu saya pernah bergikir untuk melontarkan pesawat ke luar angkasa dengan metode elektromagnetik.

pi sayang ya pasti mereka melakukan eksperimen n penelitian itu dengan biaya yang sangaaat mahal. namun sebenarnya sederhana..... loh untuk membuat ini. dengan suatu teknik strategi buatanku kemungkinan kita bisa melihat langsung secara jelas ke dalam planet jupiter atau planet lain dengan pesawat rakitan ini. dengan biaya jauh lebih murah dari penelitian di luar negeri...

planet terjauh yang mereka bisa datangi n selidiki, pasti kalah telak dengan teknik n strategi ini...
Masuk

"Orang Pintar adalah Orang yang Berusaha Membangun Rumah atau Kehidupan yang Bagus di dunia dan Istana Di Surga"

caranya Belajar dan Bekerja serta Beramal dan Beribadah.
Jangan menjadi orang bodoh, yaitu hanya memilih salah satunya saja. Padahal sudah jelas kita hidup di dunia ini dan pasti akan mati (dalam kehidupan yang kekal).

Jgn menjadi orang yang sangat bodoh, yaitu di dunia melarat dan di akherat disiksa. contohnya adalah penjahat, atau pencuri
ksatriabajuhitam
Moderator
Profesor
*****

IQ: 72
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 739


keep holding on


Lihat Profil WWW
« Jawab #3 pada: Juni 13, 2009, 08:35:32 »

...
planet terjauh yang mereka bisa datangi n selidiki, pasti kalah telak dengan teknik n strategi ini...


bagaimanakah ide nya?
mungkin bisa didiskusikan kemungkinannya di sini
Masuk


not all the problems could be solved by the sword, but sword holder take control of problems
Karno Giyantono
Profesor
*****

IQ: 13
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 684


orang terganteng di duniaaaaaaaaa.....

karnogiyantono2007@yahoo.com
Lihat Profil WWW Email
« Jawab #4 pada: Juni 13, 2009, 01:31:44 »

ya gitu deh... kapan2 aja, satu2 dulu oke?
Masuk

"Orang Pintar adalah Orang yang Berusaha Membangun Rumah atau Kehidupan yang Bagus di dunia dan Istana Di Surga"

caranya Belajar dan Bekerja serta Beramal dan Beribadah.
Jangan menjadi orang bodoh, yaitu hanya memilih salah satunya saja. Padahal sudah jelas kita hidup di dunia ini dan pasti akan mati (dalam kehidupan yang kekal).

Jgn menjadi orang yang sangat bodoh, yaitu di dunia melarat dan di akherat disiksa. contohnya adalah penjahat, atau pencuri
faiqhr
Dosen
****

IQ: 9
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 183


hrvaix
Lihat Profil WWW Email
« Jawab #5 pada: September 10, 2009, 02:53:23 »

Subhanallah,

Kutip
...Elektromagnet ini menjadi bahan superkonduktor setelah didinginkan menggunakan helium cair sampai temperatur 4 K (-269oC)....

bagaimana sih superkonduktor itu?
Masuk
sith lord
Dosen
****

IQ: 17
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 201



Lihat Profil
« Jawab #6 pada: September 10, 2009, 06:55:52 »

ya gitu deh... kapan2 aja, satu2 dulu oke?



always.....kapan-kapan
Masuk
Alan adhityo
Dosen
****

IQ: 24
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 214


alan.adhityo_7th@rocketmail.com
Lihat Profil
« Jawab #7 pada: September 21, 2009, 11:39:44 »

Keren.. n.n
Masuk
raisuien
Profesor
*****

IQ: 253
Online Online

Gender: Pria
Tulisan: 5280



Lihat Profil
« Jawab #8 pada: September 21, 2009, 11:32:07 »

@faiqhr
untuk superkonduktor bisa dilihat di Fisika --> SUPERKONDUKTOR?huh
Masuk

raisuien
Profesor
*****

IQ: 253
Online Online

Gender: Pria
Tulisan: 5280



Lihat Profil
« Jawab #9 pada: September 21, 2009, 11:33:34 »

ya gitu deh... kapan2 aja, satu2 dulu oke?


selalu begini...
kapan2...
Masuk

pk3dot
Dosen
****

IQ: 8
Offline Offline

Tulisan: 103



Lihat Profil Email
« Jawab #10 pada: November 29, 2009, 08:38:10 »

ya gitu deh... kapan2 aja, satu2 dulu oke?


selalu begini...
kapan2...

berarti karno penggemar group band Koes Plus tuh...

Kapan-kapan Kita Berjumpa Lagi
Kapan-kapan Kita Bersama Lagi
Mungkin Lusa Atau Di Lain Hari
Kapan-kapan Kita Pergi Bersama
Kapan-kapan Kita Bersenda Gurau
Mungkin Lusa Atau Di Lain Hari
Bila Dikau Pergi
Hati ku Tinggal Di Sini
Bila Dikau Datang
Harapan Bukan Impian
Masuk
idiotique_hebb
Dosen
****

IQ: 5
Offline Offline

Tulisan: 127


call me hebb


Lihat Profil Email
« Jawab #11 pada: November 30, 2009, 08:20:27 »

mantab, setidaknya semakin "mendekati" kecepatan cahaya..
Masuk

Mennt er máttur (knowledge is power)
si anak gajah
Dosen
****

IQ: 9
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 234


kiel_franz
Lihat Profil
« Jawab #12 pada: November 30, 2009, 12:43:55 »

ya gitu deh... kapan2 aja, satu2 dulu oke?


selalu begini...
kapan2...
hmm... yang lain belum kelar juga kan?
essay om tentang kekekalan energi juga blm pernah dishare kan?
kapan dong...
Masuk

Keep Moving Forward!!!
Mat Dillom
Dosen
****

IQ: 10
Offline Offline

Tulisan: 252



Lihat Profil
« Jawab #13 pada: November 30, 2009, 01:04:56 »

ya gitu deh... kapan2 aja, satu2 dulu oke?


Selama ini saya kira ilmuwan beneran. Picnya meyakinkan. Ternyata tukang canda yah?.
Masuk
idiotique_hebb
Dosen
****

IQ: 5
Offline Offline

Tulisan: 127


call me hebb


Lihat Profil Email
« Jawab #14 pada: November 30, 2009, 09:30:54 »

ya gitu deh... kapan2 aja, satu2 dulu oke?


Selama ini saya kira ilmuwan beneran. Picnya meyakinkan. Ternyata tukang canda yah?.

ada apa ini?
diskretisasi user tidak diperbolehkan hehehehe
piss bro!!
Masuk

Mennt er máttur (knowledge is power)
Halaman: [1] 2   Naik
Kirim topik ini | Cetak
Lompat ke:  

Topik Lainnya :
Subyek Dimulai oleh Jawaban Dilihat Tulisan terahkir
40 Orang terkaya Indonesia « 1 2 ... 5 6 » tommy 80 18969 Tulisan terahkir Januari 18, 2010, 09:52:34
oleh sandikovsky
Tempat-tempat angker di Jakarta « 1 2 3 4 5 » indoroids 68 19888 Tulisan terahkir Maret 01, 2010, 12:00:13
oleh sisca, chemistry
Bacaan Iseng!! « 1 2 ... 18 19 » Brilliant 284 15494 Tulisan terahkir Pebruari 26, 2010, 06:52:39
oleh raisuien
(steroid) hormon dalam makanan kita peregrin 9 8312 Tulisan terahkir Oktober 20, 2009, 11:01:51
oleh syx
250 Fakta Unik dan Menarik « 1 2 3 4 » biobio 52 8396 Tulisan terahkir Pebruari 26, 2010, 10:56:18
oleh Hendy wijaya, MD
Powered by SMF 1.1.9 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC
RSS | Sitemap | Science Blog | Feed Artikel


© 2006-2008 ForumSains.com
Dilber MC Theme by HarzeM