Forum Sains Indonesia




*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

Mixander

Juli 05, 2015, 05:54:57 AM
Untuk komen di mana ya?

Mixander

Juli 05, 2015, 05:40:42 AM
Salam kenal..

aji saka

Juni 28, 2015, 06:41:58 AM
terima kasih admin.sy bisa gabung di forum sain ini,semoga teman temin yg dah lama salam kenal semoga banyak kebaikan di forum ini,salam dari aji saka ciawi bgr ;D

sylvieaulia

Juni 27, 2015, 08:25:42 AM
kalau mau tanya soal dimana yaa??

timusyume

Juni 20, 2015, 03:18:40 PM
Nyimak

masagung

Juni 16, 2015, 11:03:06 PM
Saya tak hanya menggunakan semua kecerdasan yang dimiliki otak melainkan juga yang dapat saya pinjam. Reference Woodrow Wilson Agen Bola Sbobet

masagung

Juni 16, 2015, 10:59:44 PM
Seorang pendengar yang baik mencoba memahami sepenuhnya apa yang dikatakan orang lain. Pada akhirnya mungkin saja ia sangat tidak setuju, tetapi sebelum ia tidak setuju, ia ingin tahu
dulu dengan tepat apa yang tidak disetujuinya. (Kenneth A. Wells) Bila orang mulai dengan kepastian, dia akan berak

kangaceng1195

Juni 16, 2015, 09:15:11 AM
Salam kenal gan, mohon bimbingan agan semua.
 

MuhammadRyan

Juni 02, 2015, 10:44:42 PM
Mengenai suara sangkakala di belahan bumi utara, bsa diangkat ke diskusi? Kayaknya avdol  :D
 

MuhammadRyan

Juni 02, 2015, 10:19:01 PM
bisa, senyawa yg bersifat korosif kyk HCL 3% bsa nghancurin hampir smuany, bhkn logam

Show 50 latest

Penulis Topik: Informasi kuantum dan komputasi kuantum  (Dibaca 7351 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2238
  • IQ: 317
  • Gender: Pria
  • ForSa
    • Lihat Profil
Informasi kuantum dan komputasi kuantum
« pada: Pebruari 17, 2007, 01:27:14 PM »
Dari Blog FS :

Komputasi pada dasarnya dapat didefinisikan sebagai pengolahan sistematis dari simbol tertentu (input) menjadi simbol lainnnya (output). “Simbol” di sini adalah obyek fisis, dan komputasi adalah proses fisis yang dilakukan oleh piranti fisis yang disebut komputer. Jika kita menginterpretasikan setiap keadaan fisis sebagai sebuah simbol, maka pada dasarnya setiap proses fisis dapat dianggap sebagai proses komputasi. Jelaslah bahwa “informasi bersifat fisis” dan karenanya teori komputasi harus mengacu pada hukum dasar fisika.

Teori informasi klasik sebagaimana dirumuskan oleh Turing, Church, Post, Neumann, dan Godel, yang direalisasikan dalam bentuk komputer digital sekarang ini, awalnya adalah teori matematika abstrak yang sama sekali tidak mengacu pada hukum fisika. Dan gagasan klasik ini tentulah membutuhkan tinjauan ulang dalam sudut pandang hukum fisika, khususnya dalam sudut pandang teori kuantum. Misalnya, dalam fenomena kuantum terdapat proses acak murni, misalnya peluruhan radioaktif, yang tidak terdapat dalam fisika klasik. Selanjutnya, dalam fisika klasik terdapat pasangan besaran yang tidak dapat secara bersamaan memiliki nilai pasti (prinsip ketidakpastian), misalnya jika A dan B adalah pasangan besaran yang memenuhi prinsip ketidakpastian, maka pengukuran A akan mempengaruhi hasil dari pengukuran B. Tindakan memperoleh informasi dari sebuah sistem akan mengganggu keadaan sistem tersebut. Juga keadaan kuantum memenuhi prinsisp superposisi, yaitu bahwa jika sebuah sistem bisa berada dalam keadaan |a> atau |b>, maka sistem itu juga bisa berada dalam kombinasi keduanya.
Proses ketidakpastian berkaitan dengan keacakan kuantum : karena hasil pengukuran memiliki elemen acak, maka kita tidak dapat menentukan keadaan awal suatu sistem berdasarkan hasil pengukuran. Kenyataan bahwa proses pengukuran akan mengganggu sistem juga berkaitan dengan kenyataan bahwa keadaan kuantum tidak dapat disalin (no-cloning theorem). Seandainya kita dapat menyalin sebuah keadaan kuantum, maka kita dapat mengukur keadaan salinan tanpa mengganggu keadaan asli, sehingga akan melanggar prinsip ketidakpastian. Hal seperti ini tidak terdapat dalam fisika klasik. Selain prinsip ketidakpastian, teori informasi kuantum juga berbeda dengan teori informasi klasik dalam hal bahwa informasi kuantum dapat dikodekan dalam keterikatan nonlokal (nonlocal quantum entanglement) antara bagian berbeda dari sebuah sistem fisis, suatu fenomena yang tidak terdapat dalam fisika klasik.

Tentunya muncul pertanyaan, apakah komputer kuantum, seandainya mengkin dibangun, memiliki kemampuan komputasi melebihi komputer klasik. Ada berbagai hal di mana teori informasi dan komputasi kuantum dapat dimanfaatkan untuk melakukan proses yang jauh mengungguli proses klasik. Di antaranya adalah : transmisi informasi klasik secara aman yaitu tidak dapat disadap (kriptografi kuantum), transmisi informasi kuantum dengan memanfaatkan keterikatan kuantum (teleportasi kuantum), dan algoritma kuantum yang jauh lebih efisien seperti algoritma faktorisasi Shor dan algoritma pencarian Grover.

Tentunya keadaan kuantum sangat rentan terhadap interaksi dengan lingkungan, karenanya kemungkinan bahwa kita bisa melakukan koreksi-kesalahan (error-correcting) dalam pengolahan informasi kuantum merupakan suatu hal yang sangat penting dalam teori informasi kuantum.

Teknologi yang ada sekarang belum memungkinkan untuk membangun sebuah komputer kuantum universal yang cukup besar. Namun berbagai proposal telah dicoba untuk menguji proses informasi dan komputasi kuantum dengan jumlah qubit (quantum-bit) yang lebih kecil.



Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2238
  • IQ: 317
  • Gender: Pria
  • ForSa
    • Lihat Profil
Re: Informasi kuantum dan komputasi kuantum
« Jawab #1 pada: Pebruari 17, 2007, 01:34:26 PM »
Update tentang komputasi kuantum dari Scientific American :


Scientific American: First "Commercial" Quantum Computer Solves Sudoku Puzzles

Quantum computing company banks on a long-shot form of quantum computing

Offline The Houw Liong

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1300
  • IQ: 16
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • Sains, Filsafat dan Teknologi
Re:Informasi kuantum dan komputasi kuantum
« Jawab #2 pada: Mei 30, 2012, 06:56:43 AM »
Komputer kuantum adalah alat hitung yang menggunakan sebuah fenomena mekanika kuantum, misalnya superposisi dan keterkaitan, untuk melakukan operasi data. Dalam komputasi klasik, jumlah data dihitung dengan bit; dalam komputer kuantum, hal ini dilakukan dengan qubit. Prinsip dasar komputer kuantum adalah bahwa sifat kuantum dari partikel dapat digunakan untuk mewakili data dan struktur data, dan bahwa mekanika kuantum dapat digunakan untuk melakukan operasi dengan data ini. Dalam hal ini untuk mengembangkan komputer dengan sistem kuantum diperlukan suatu logika baru yang sesuai dengan prinsip kuantum.
Ide mengenai komputer kuantum ini berasal dari beberapa fisikawan antara lain Charles H. Bennett dari IBM, Paul A. Benioff dari Argonne National Laboratory, Illinois, David Deutsch dari University of Oxford, dan Richard P. Feynman dari California Institute of Technology (Caltech).
Pada awalnya Feynman mengemukakan idenya mengenai sistem kuantum yang juga dapat melakukan proses penghitungan. Fenyman juga mengemukakan bahwa sistem ini bisa menjadi simulator bagi percobaan fisika kuantum.
Selanjutnya para ilmuwan mulai melakukan riset mengenai sistem kuantum tersebut, mereka juga berusaha untuk menemukan logika yang sesuai dengan sistem tersebut. Sampai saat ini telah dikemukaan dua algoritma baru yang bisa digunakan dalam sistem kuantum yaitu algoritma shor dan algoritma grover.

http://id.wikipedia.org/wiki/Komputer_kuantum
HouwLiong

 

Topik Terkait

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
19 Jawaban
10910 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 10, 2010, 05:47:43 PM
oleh almufaqat
3 Jawaban
2057 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 02, 2010, 08:20:18 PM
oleh qarrobin
0 Jawaban
2095 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 10, 2010, 04:18:28 PM
oleh qarrobin
6 Jawaban
4122 Dilihat
Tulisan terakhir September 02, 2011, 12:29:07 PM
oleh gema
2 Jawaban
1874 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 05, 2012, 12:10:19 AM
oleh CakapCakap

Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia