Forum Sains Indonesia




*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

ytridyrevsielixetuls

Pebruari 06, 2016, 07:05:18 PM
gigi bolong gak bisa disembuhin, mas. bisanya ditambal.

aji saka

Pebruari 03, 2016, 02:29:01 PM
Assallamuaekum,sahabat forum yg terkasih,,ane mau punya maslah,dgn gigi,,ane,,karena gigi ane pada bolong cuma gagian belakang nya,,,ada yg tau kali obat nya,,,terims,,aji bogor
 

Balya

Januari 31, 2016, 10:31:28 AM
Assalamualaykum, Post terbaru setelah sekian lama tidak muncul
 

Farabi

Januari 12, 2016, 10:14:20 PM
Itu bukan bisnis, emang murni mau nebus dosa, bang.
 

ytridyrevsielixetuls

Januari 12, 2016, 09:05:41 PM
wah saya baru dengar model bisnis ky itu. gimana caranya biar dapet profit?
 

Farabi

Januari 12, 2016, 05:29:09 PM
Mahasiswa yang seneng baca, dan punya android, kalian hubungi aku aja kalau butuh internet, aku nyediain pulsa gratis buat pemakai axis unlimited tiap bulan 50 rb. Kalian hubungi aku aja, aku punya dana untuk satu tahun, nanti kalian share sendiri ke 8 orang, insyaAllah berpahala. Aku yakin betul. A
 

Farabi

Januari 12, 2016, 07:43:58 AM
Kalau anda melihat FarabiPersonalNetword atau FarabiPersonalHotspot konek saja, itu gratis. Pass:123456789

TokoAlatLaboratorium

Januari 11, 2016, 02:10:21 PM
Butuh alat-alat lab?  :D
https://alatlab.org

fiand20

Januari 07, 2016, 09:41:10 AM
Selamat Pagi semua.. :) ;) :D

Show 50 latest

Penulis Topik: Jubah Menghilang  (Dibaca 4501 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4524
  • IQ: 341
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Jubah Menghilang
« pada: Agustus 12, 2008, 12:36:11 PM »
bukan sihir harry potter ato pun jubah yg dicuri maling...

Jubah Menghilang Segera Menjadi Kenyataan
 
Kompas Senin, 11 Agustus 2008 | 22:46 WIB

JAKARTA, SENIN - Keajaiban jubah milik Harry Potter yang dapat membuat pemakainya tak kelihatan telah menjadi kenyataan. Para ilmuwan telah mengembangkan metamaterial, material pintar yang akan mengarahkan setiap cahaya yang jatuh agar mengelilingi objek yang diselimutinya. Hal tersebut menyebabkan objek yang ada di balik jubah tak terlihat.

Untuk pertama kalinya, para peneliti di Universitas California Berkeley, AS membuat material tersebut dalam struktur tiga dimensi. Artinya, material tersebut kini sudah dapat dipakai untuk membuat jubah menghilang layaknya mirip Harry Potter untuk menyusuri lorong-lorong Hogwarts tanpa diketahui orang-orang di sekitarnya.   

"Dengan demonstrasi langsung dan elegan ini meningkatkan kemampuan kami untuk mengendalikan dan mengarahkan cahaya sebaik-baiknya," demikain kesimpulan hasil penelitian Xiang Zhang dan timnya yang akan dimuat dalam jurnal Nature dan Science edisi terbaru.

Material-material serupa yang dikembangkan sebelumnya baru sanggup dibuat dalam struktur dua dimensi yang sangat tipis dan hanya dapat dibuktikan melalui pada riset laboratorium. Tim peneliti lainnya sebelumnya menggunakan plasmons yang mengandung partikel-partikel bermuatan listrik di permukaan logam untuk menyerap cahaya yang jatuh.

Metamaterial yang dikembangkan di Universitas California membiarkan gelombang radio dan cahaya yang mengenainya untuk terus mengalir seperti aliran air di sekitar batuan yang menonjol di permukaan sungai. Material ini merupakan campuran logam dan keramik, teflon, atau serat komposit.

Cara kerjanya lebih canggih daripada teknologi pesawat siluman yang juga membelokkan gelombang ke sudut yang lebar sehingga sulit dikenali radar. Metamaterial membuat cahaya yang jatuh di atasnya selalu dibelokkan sehingga tak pernah memantul. Sebab, sesuai hukum fisika benda hanya terlihat oleh mata jika terdapat cahaya yang dipantulkan benda dan jatuh ke retina mata.

"Material tersebut dapat mengubah penjalaran gelombang elektromagnetik sehingga menghasilkan pantulan ke arah berlawanan," tulis para peneliti. Material tersebut telah direkayasa sehingga strukturnya memiliki sifat optis yang tidak ditemukan secara alami.

Cahaya tampak hanya salah satu gelombang yang dapat dikendalikan. Jika gelombang elektromagnetik, gelombang radio, inframerah dan sinar X juga dapat dikendalikan, teknologi tersebut sangat berguna untuk berbagai aplikasi dalam bidang teknologi informasi, kedokteran, hingga militer.

WAH
Sumber : AP



Offline izna

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 108
  • IQ: 13
  • Gender: Wanita
  • HaDapi DeNgan SeNyuman,..
    • Lihat Profil
Re: Jubah Menghilang
« Jawab #1 pada: Agustus 13, 2008, 11:35:15 AM »
Kutip
Hal tersebut menyebabkan objek yang ada di balik jubah tak terlihat.
Orang yg memakai jubah itu kan tidak terlihat, nah kalo seandainya ada orang yg ga sengaja menabrak orang yg memakai jubah itu (*kan ga kelihatan jd org itu ga tau) akan jatuh ga?
(*maaf kalo pertanyaannya ngaco ;D)
DeNgan CiNta HiDup jaDi InDah, DeNgan iLmu HiDup jaDi MuDah, DeNgan iMan HiDup jaDi TerArah

Offline violin

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 102
  • IQ: 34
  • Gender: Wanita
    • Lihat Profil
Re: Jubah Menghilang
« Jawab #2 pada: Agustus 13, 2008, 05:07:33 PM »
Wah,,,.

Itu sich antara kabar baik dan kabar buruk yaow?

Baik,,karena berarti dunia pengetahuan makin maju aja!

Tapi bayangin apa yang bisa dilakuin orang pake jubah itu???

Apalagi kalo penjahat atau teroris yang pake???

Offline rawWARus

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 639
  • IQ: 108
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Jubah Menghilang
« Jawab #3 pada: Agustus 13, 2008, 05:54:16 PM »
prasaan jubah itu udah lama ditemuin dh, sempet jg ditayangin di VOA dh, kok baru diulas kompas ya? atau baru mau di pasarin  ;D
SeSuATu KarYa MaNusIa SerIng BeRaWaL dAri MimPI, MaKA eKSpresIkan MImpimU DenGAN Sains...
DaLAm HaL KeDUniAwiAn TAk AdA hAl yG tAk mUNgkin...

Offline ksatriabajuhitam

  • Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 791
  • IQ: 97
  • Gender: Pria
  • keep holding on
    • Lihat Profil
    • hsw weblog
Re: Jubah Menghilang
« Jawab #4 pada: Agustus 13, 2008, 07:42:32 PM »
kalo benar jubah seperti itu sudah bisa difungsikan, berarti mata penggunanya tetap harus keliatan
fakta bahwa "kita bisa melihat jika ada cahaya yang masuk ke mata", kalo cahayanya dibelokin, ga ada yang masuk ke mata, dong... (gelap gulita orang di dalam jubah itu). kecuali jika ada mekanisme bahwa di area mata, jubah tidak sepenuhnya membelokkan cahaya, tapi sebagian diteruska (mirip cermin semi-transparan)

versi lain pernah liat di acara "lupa lagi judulnya", yang host-nya Prof. Michio Kaku (New York State Univ.), versi ini memanfaatkan kamera mikro dan LCD tipis, jadi misalnya cahaya dari belakang ditangkap kamera dan ditampilkan di LCD depan, dan sebaliknya, tapi masih eksperimen. rencananya akan diaplikasikan untuk kegiatan mata-mata.
not all the problems could be solved by the sword, but sword holder take control of problems.
ForSa versi mobile: http://www.forumsains.com/forum?wap2

Offline rawWARus

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 639
  • IQ: 108
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Jubah Menghilang
« Jawab #5 pada: Agustus 14, 2008, 11:58:44 AM »
klo seinget ku dl waktu ditv VOA itu memakai pantulan prisma atau sejenisnya, ya mmg ada yg dibelokkan dan diteruskan kebelakang objek biar ga terhalang oleh objek itu

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4524
  • IQ: 341
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Jubah Menghilang
« Jawab #6 pada: Agustus 14, 2008, 12:12:17 PM »
berarti ntar bisa disalahgunain buat...

Offline rawWARus

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 639
  • IQ: 108
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Jubah Menghilang
« Jawab #7 pada: Agustus 14, 2008, 12:33:00 PM »
klo yg saya pernah liat di tv atau internet (lupa link nya) itu sh ga terlalu sempurna, memang tembus pandang tapi masih 90% kesempurnaanya...jadi masih bisa ketahuan ma orang lain klo lebih diperhatikan dengan seksesama

 

Topik Terkait

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
3 Jawaban
1993 Dilihat
Tulisan terakhir April 11, 2010, 06:19:19 PM
oleh skuler
2 Jawaban
2566 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 27, 2011, 10:45:24 PM
oleh wandra

Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia