Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Mei 23, 2012, 08:53:46 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

GhostInMachine

Hari Ini jam 03:52:17 PM
kk mau tanya cara upload Tulisan dong??
 

army.fice

Hari Ini jam 12:22:47 AM
sepi banget sih :(
 

lustforscience

Kemarin jam 08:26:02 PM
amin
 

exile_rstd

Kemarin jam 08:24:55 PM
offline....
good night all  ;)
 

exile_rstd

Kemarin jam 08:23:08 PM
iyaaaa jumat saya mau ujian kenaikan kelas. doain ya om Farabi, semoga ujiannya lancar dan dpt nilai memuaskan  :D
 

Farabi

Kemarin jam 08:20:37 PM
KMana aja non? Sibuk belajar?
 

exile_rstd

Kemarin jam 07:44:23 PM
argh lama ga buka forsa, comment di beberapa thread jd membingungkan saya. apa karena udh lama ga asah ya...
 

N E R R O

Mei 20, 2012, 07:41:57 PM
udah lama gak mampi ke forsa, sdh banyak berubah
 

bangnono_swedye

Mei 20, 2012, 05:23:03 PM
pertanyaa2 ane di forum kesehatan cuma2 diliaat2in aj, kagak ada yang komen ato ngasih jawaban :'( kebiasaan di forsa kah..?? :'(
 

arydhamayanti

Mei 20, 2012, 07:41:11 AM
minggu pagi yang cerah!! ^^ have a glorious day.. :)

Show 50 latest

Penulis Topik: Materi. Nyata atau tidak?  (Dibaca 19367 kali)

0 Anggota dan 4 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline si anak gajah

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 232
  • IQ: 9
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Materi. Nyata atau tidak?
« Jawab #60 pada: Oktober 12, 2009, 11:40:14 AM »
btw pernah baca Novelnya Jostein Gaardner yang judulnya "sophie's world" gak?
memang novelnya tentang perkembangan filsafat, tapi diceritain gimana persepsi filosof kuno Yunani tentang materi...
tapi yang paling menarik tuh, ternyata kehidupannya Sophie cuma berada dalam cerita yang dikarang seseorang...
meskipun Sophie menganggap kehidupannya nyata, tapi hidupnya ada dalam sebuah cerita...

jadi ingat novel ini karena kita ga bisa yakin hidup kita ini benar-benar "nyata"

kalau mau cari novelnya di Scribd juga ada koq...
Keep Moving Forward!!!

Offline Haryanto

  • Moderator
  • Dosen
  • *****
  • Tulisan: 246
  • IQ: 17
  • Gender: Pria
  • What do you care what other people think
    • Lihat Profil
    • my papers @ spires
Re: Materi. Nyata atau tidak?
« Jawab #61 pada: Desember 30, 2009, 05:35:06 PM »
terkait dengan post ini, silahkan nikmati debat seru antar fisikawan top dunia tentang informasi dan fisika:
http://streamer.perimeterinstitute.ca/Flash/885c534d-2140-496a-8f73-6db23b011504/viewer.html

saya sudah tonton, bahkan beberapa kali diulang sangking serunya.. :) terutama ada prof. Susskind, Leggett, dan Seth Lloyd (konsultan FISIKA dari film the matrix, dia ga mau di bikatakan konsultan fim the matrix :) )

Yg menarik, jika semsta ini memang adalah komputer seperti ide Lloyd, maka siapa yg install software nya, apa saja softwarenya (apa theory of everything yg blum ktemu, atw teori parsial), dan tentu software ini ga boleh HANG, spt pada komputer umumnya.. haha..

slamat menikmati..
We must know — we will know!
-David Hilbert -

Offline The Houw Liong

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1241
  • IQ: 15
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • Sains, Filsafat dan Teknologi
Re: Materi. Nyata atau tidak?
« Jawab #62 pada: Desember 31, 2009, 09:16:02 AM »
Menurut ilmuwan sesuatu yang bisa diukur/diamati adalah nyata, termasuk materi, energi dan informasi.

A common colloquial usage would have reality mean "perceptions, beliefs, and attitudes toward reality," as in "My reality is not your reality." This is often used just as a colloquialism indicating that the parties to a conversation agree, or should agree, not to quibble over deeply different conceptions of what is real. For example, in a religious discussion between friends, one might say (attempting humor), "You might disagree, but in my reality, everyone goes to heaven."

Reality can be defined in a way that links it to world views or parts of them (conceptual frameworks): Reality is the totality of all things, structures (actual and conceptual), events (past and present) and phenomena, whether observable or not. It is what a world view (whether it be based on individual or shared human experience) ultimately attempts to describe or map.

Certain ideas from physics, philosophy, sociology, literary criticism, and other fields shape various theories of reality. One such belief is that there simply and literally is no reality beyond the perceptions or beliefs we each have about reality. Such attitudes are summarized in the popular statement, "Perception is reality" or "Life is how you perceive reality" or "reality is what you can get away with" (Robert Anton Wilson), and they indicate anti-realism — that is, the view that there is no objective reality, whether acknowledged explicitly or not.

Many of the concepts of science and philosophy are often defined culturally and socially. This idea was elaborated by Thomas Kuhn in his book The Structure of Scientific Revolutions (1962).
« Edit Terakhir: Desember 31, 2009, 09:46:30 AM oleh The Houw Liong »
HouwLiong

Offline The Houw Liong

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1241
  • IQ: 15
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • Sains, Filsafat dan Teknologi
Re: Materi. Nyata atau tidak?
« Jawab #63 pada: Desember 31, 2009, 10:29:10 AM »
Quantum Reality
In the Western world, the leading physicists advocate one or more of the eight forms of quantum reality, with most holding to the Copenhagen Interpretation that There is no deep reality. "The Copenhagen interpretation properly consists of two distinct parts: 1. There is no reality in the absence of observation; 2. Observation creates reality. `You create your own reality....' " As stated by a much honored professor of Quantum Theory, "We now know the moon is demonstrably not there when nobody looks." This is not merely hyperbole; "Physicists do not put forth these quantum realities as science fiction speculations concerning worlds that might have been, but as serious pictures of the one world we actually live in: the universe outside your door."

Offline Haryanto

  • Moderator
  • Dosen
  • *****
  • Tulisan: 246
  • IQ: 17
  • Gender: Pria
  • What do you care what other people think
    • Lihat Profil
    • my papers @ spires
Re: Materi. Nyata atau tidak?
« Jawab #64 pada: Desember 31, 2009, 10:36:13 AM »
Menurut ilmuwan sesuatu yang bisa diukur/diamati adalah nyata, termasuk materi, energi dan informasi.
Saya setuju untuk yg materi dan energi (meskipun tetap ada batasan kita mengekstrak ini, prinsip ketidak pastian).. Tapi bagaimana kita mengukur informasi??

Offline The Houw Liong

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1241
  • IQ: 15
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • Sains, Filsafat dan Teknologi
Re: Materi. Nyata atau tidak?
« Jawab #65 pada: Desember 31, 2009, 03:46:03 PM »
Menurut ilmuwan sesuatu yang bisa diukur/diamati adalah nyata, termasuk materi, energi dan informasi.
Saya setuju untuk yg materi dan energi (meskipun tetap ada batasan kita mengekstrak ini, prinsip ketidak pastian).. Tapi bagaimana kita mengukur informasi??
Informatika , khususnya Shannon mengembangkan ilmu mengukur informasi.
Ingat juga bahwa matematik dan hukum alam adalah informasi yang mengendalikan proses yang terjadi dalam alam semesta.

Information theory is a branch of applied mathematics and electrical engineering involving the quantification of information. Historically, information theory was developed by Claude E. Shannon to find fundamental limits on compressing and reliably storing and communicating data. Since its inception it has broadened to find applications in many other areas, including statistical inference, natural language processing, cryptography generally, networks other than communication networks — as in neurobiology,[1] the evolution[2] and function[3] of molecular codes, model selection[4] in ecology, thermal physics,[5] quantum computing, plagiarism detection[6] and other forms of data analysis.[7]
A key measure of information in the theory is known as entropy, which is usually expressed by the average number of bits needed for storage or communication. Intuitively, entropy quantifies the uncertainty involved when encountering a random variable.
« Edit Terakhir: Desember 31, 2009, 03:57:17 PM oleh The Houw Liong »

Offline Haryanto

  • Moderator
  • Dosen
  • *****
  • Tulisan: 246
  • IQ: 17
  • Gender: Pria
  • What do you care what other people think
    • Lihat Profil
    • my papers @ spires
Re: Materi. Nyata atau tidak?
« Jawab #66 pada: Desember 31, 2009, 04:14:52 PM »
A key measure of information in the theory is known as entropy, which is usually expressed by the average number of bits needed for storage or communication. Intuitively, entropy quantifies the uncertainty involved when encountering a random variable.


Entropy... Ya, saya bisa terima ini.. Tapi telaah tentang ini saya pikir masih tetap berjalan, krn berdasarkan video
http://streamer.perimeterinstitute.ca/Flash/885c534d-2140-496a-8f73-6db23b011504/viewer.html
para pakarnya masih memperdebatkan apakah semua informasi adalah fisis.. L. Susskind mengatakan ya, sementara C. Fuchs
http://www.perimeterinstitute.ca/personal/cfuchs/
mengatakan ada yang tidak fisis..

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2809
  • IQ: 9
    • Lihat Profil
Re: Materi. Nyata atau tidak?
« Jawab #67 pada: Januari 05, 2010, 03:16:40 PM »
Menurut Descartes :" I think therefore I am".
Logika, matematika dan hukum alam (LOGOS) mendahului eksistensi alam semesta (ruang-waktu dan materi).
Barangkali gara-gara Descartes,  manusia jadi berlebih-lebihan dalam menggunakan akalnya,  menjadikan bumi semakin panas / global warming.
Boleh nggak kita ganti dari  "  I think,  therefore I am  "  menjadi  "  I feel,  therefore I am  ".   Mana yang lebih duluan,  merasa ada / hidup kemudian baru berpikir,  atau berpikir dulu kemudian baru merasa ada / hidup ?

Topik yang didiskusikan ini sepertinya berkaitan dengan  "  I feel  ",  jika menggunakan  "  I think  ",  ya jawaban dari Pi-One sudah pas banget.

Offline The Houw Liong

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1241
  • IQ: 15
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • Sains, Filsafat dan Teknologi
Re: Materi. Nyata atau tidak?
« Jawab #68 pada: Januari 05, 2010, 07:06:47 PM »
Dalam termodinamika realitas energi, entropi dan enthalpi adalah setara.

Offline Mtk Kerajaan Mataram

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 504
  • IQ: 54
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Materi. Nyata atau tidak?
« Jawab #69 pada: Januari 05, 2010, 09:12:35 PM »
pi-one..
terus definisi nyata itu kayak apa?
bukannya memang bener bisa ditangkap panca indera?

Banyak yang tidak bisa ditangkap panca indera tapinya. Tapi kalo yang dimaksud "nyata" itu pada suatu pertanyaan "sebenarnya ada atau tidak?", memang menimbulkan pemikiran lebih berat lagi.
Mengapa bisa terkesan "ada", karena panca indera dan olah pikir.
Pada kenyataannya adalah apa yang ditangkap indera adalah biased
Saya tidak tahu apa-apa tentang saya pada waktu belum lahir.
Setelah mati, panca indera juga hilang, berarti juga apa yang dialami orang mati tak bisa dibayangkan orang hidup dengan inderanya.
Memang tepatnya kita hidup dalam persepsi. Besaran-besaran fisika pun karena tangkapan indera dan pikiran. Berat topik ini.

Offline luth

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 698
  • IQ: 15
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Re: Materi. Nyata atau tidak?
« Jawab #70 pada: Januari 06, 2010, 06:45:32 PM »
pi-one..
terus definisi nyata itu kayak apa?
bukannya memang bener bisa ditangkap panca indera?

Banyak yang tidak bisa ditangkap panca indera tapinya. Tapi kalo yang dimaksud "nyata" itu pada suatu pertanyaan "sebenarnya ada atau tidak?", memang menimbulkan pemikiran lebih berat lagi.
Mengapa bisa terkesan "ada", karena panca indera dan olah pikir.
Pada kenyataannya adalah apa yang ditangkap indera adalah biased
Saya tidak tahu apa-apa tentang saya pada waktu belum lahir.
Setelah mati, panca indera juga hilang, berarti juga apa yang dialami orang mati tak bisa dibayangkan orang hidup dengan inderanya.
Memang tepatnya kita hidup dalam persepsi. Besaran-besaran fisika pun karena tangkapan indera dan pikiran. Berat topik ini.


mantab...
emang topik ini keren...
dan ungkapan rene descartes emg bgus banget
"aku berpikir maka aku ada"
dalem banget ni
mantab
sebodoh-bodohnya sifat adalah sombong

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2809
  • IQ: 9
    • Lihat Profil
Re: Materi. Nyata atau tidak?
« Jawab #71 pada: Januari 08, 2010, 03:27:34 AM »
Itu juga persepsi,  kan  ?

Offline gelal

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 20
  • IQ: 1
    • Lihat Profil
Re: Materi. Nyata atau tidak?
« Jawab #72 pada: Januari 16, 2010, 08:03:17 AM »
Semua informasi yang kita terima dari dunia ini merupakan hasil interpretasi dari alat-alat indra yang kita miliki. objek yang kita lihat, suara yang kita dengar, aroma yang kita cium, sentuhan yang kita rasakan dan rasa yang kita ecap, semua merupakan informasi yang kita terima memalui indra dan di olah di otak dan diinterpretasikan disana. jadi semua yang ada di dunia kita ini merupakan hasil interpretasi dalam otak kita yang gelap gulita. jadi apakah dunia ini benar-benar ada atau hanya 'image' yang berada dalam otak kita? 

Bagimana kalau kita balik, memiliki alat indra yang lengkap, tetapi tidak punya otak?

Offline superstring39

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1141
  • IQ: 73
  • Gender: Pria
  • Dexter's Coming
    • Lihat Profil
Re: Materi. Nyata atau tidak?
« Jawab #73 pada: Januari 19, 2010, 11:13:07 AM »
Bagimana kalau kita balik, memiliki alat indra yang lengkap, tetapi tidak punya otak?

seperti monitor komputer, keyboard, mouse, speaker semuanya komplit tapi tidak ada CPU apa jadinya?
"in science there's only physics, the rest just stamp collections"

Offline Haryanto

  • Moderator
  • Dosen
  • *****
  • Tulisan: 246
  • IQ: 17
  • Gender: Pria
  • What do you care what other people think
    • Lihat Profil
    • my papers @ spires
Re: Materi. Nyata atau tidak?
« Jawab #74 pada: Januari 20, 2010, 05:53:52 PM »
Semua informasi yang kita terima dari dunia ini merupakan hasil interpretasi dari alat-alat indra yang kita miliki. objek yang kita lihat, suara yang kita dengar, aroma yang kita cium, sentuhan yang kita rasakan dan rasa yang kita ecap, semua merupakan informasi yang kita terima memalui indra dan di olah di otak dan diinterpretasikan disana. jadi semua yang ada di dunia kita ini merupakan hasil interpretasi dalam otak kita yang gelap gulita. contohnya jika seseorang yang buta sejak lahir maka warna tidak ada baginya, bagaimana cara menjelaskan kepadanya warna merah, hijau dll sedangkan ia belum pernah melihat. contoh lain jika seseorang yang tuli total sejak lahir, bagaimana cara kita menjelaskan perbedaan suara gitar, bas, biola dll. maka musik itu sebenarnya tidak pernah ada baginya. Seandainya seluruh manusia di dunia ini tidak memiliki indra pengecapan maka rasa asin, asam dll itu tidak akan pernah ada di dunia ini. jadi apakah dunia ini benar-benar ada atau hanya 'image' yang berada dalam otak kita? Sama seperti kita tertidur saat kita bermimpi kita hampir tidak bisa membedakan mana yang nyata atau tidak? sat kita terbangun baru kita sadar bahwa itu hanya mimpi. mungkin sama halnya dengan kehidupan yang kita alami sekarang ini, saat kita "terbangun" kita baru menyadari bahwa yang kita alami saat ini hanya mimpi yang sangat panjang.
Saya pikir dalam fisika banyak informasi yang tidak butuh konfirmasi panca indera.. Contoh: spin partikel..  belum ada gambaran fisis jelas apa itu spin, tapi spin merupakan komponen derajat kebebasan dalam sistem kuantum, dan ini termasuk informasi.. lebih jauh ini juga terkait dengan entropy (kalau saya tidak salah)..

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia