photon berjalan dengan kecepatan C. padahal jika ada partikel berkecepatan C maka partikel tersebut akan hilang karena diubah menjadi energy E=mc^2.
lah dari situ berarti photon menurut om einstein adalah energy karena mempunyai kecepatan C.
1. tapi mengapa photon punya momentum?
2. mengapa photon dapat mengalami pair reduction (photon = positron-ray dan beta-ray)?
Pengertian pertama tentang rumus : E=mc^2, bukan seperti yang anda sebutkan. Jadi rumus ini menerangkan bahwa massa dan energi merupakan "sesuatu" yang sama melainkan berbeda bentuk (misalnya seperti listrik dan magnet). jadi jika massa berubah menjadi energi harus berdasarkan kesetaraan rumus tersebut, misalkan dalam suatu reaksi inti terjadi kehilangan massa sebelum dan setelah reaksi, maka massa yang "hilang" tersebut berubah menjadi energi. sampai saat ini "sesuatu" yang bisa bergerak dengan kecepatan
c yaitu cahaya itu sendiri dan beberapa partikel elementer, dan mereka tidak "hilang".
1. Cahaya memiliki momentum itu sebagai penjelasan yang paling rasional (sampai saat ini) tentang suatu gejala/fenomena yang disebut sebagai 'Hamburan Compton' dimana dalam experimen tersebut cahaya dapat "mementalkan" elektron (sebagai partikel) seperti halnya efek bola biliard yang bertumbukkan. berdasarkan pengalaman fisika klasik, hanya partikel yang memiliki momentumlah yang dapat melakukan efek seperti bola biliard. karena dalam experimen 'Hamburan Compton' cahaya dapat mementalkan elektron maka penjelasan yang paling masuk akal adalah cahaya memiliki momentum seperti halnya partikel.
2. Mungkin pertanyaannya tentang "Pair Production" atau produksi berpasangan (bukan pasangan yang berprodusi lho

). Saat photon memiliki energi yang cukup besar (lebih dari 1.022 MeV) sehingga dapat memiliki jarak yang sangat dekat melintasi inti atom yang cukup berat maka akan terjadi interaksi antara photon dan medan elektrostatik yang kuat. interaksi ini menyebabkan photon pecah menjadi dua partikel yakni positron dan elektron (positron merupakan anti partikel dari elektron), keduanya memiliki massa yang sama namun memiliki muatan yang berlawanan. Produksi berpasangan ini mematuhi hukum kekekalan energi dan konservatifitas (kekekalan momentum)