Forum Sains Indonesia

Portal Sains Indonesia

Berita: Forsa berencana untuk mengadakan Gathering Forsa. Bagi yang berminat, silakan urun rembuk dan daftarkan diri anda.
* *
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Maret 20, 2010, 06:01:04


Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi


Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?
Maret 20, 2010, 06:01:04

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Last 10 Shouts:
Hari ini at 02:17:51
Sudah jam 2:20 dini hari, ada yang login... he he... selamat pagi...
Hari ini at 12:31:34
ga ngerti... lidah melet
Kemarin at 10:01:39
Owe meninjau lapangan..
Mempersiapkan lokasi untuk kedatangan anggota..
Kemarin at 09:50:45
haa~
yg harusnya ngusir itu owe ya...
situ sebgai ketua ga kasi contoh buat anggotanya loo.. T.,T  
Kemarin at 09:37:56
Oi oi... Belum jam vampir..
Hus hus.. Ntar baru balik lagi..
Kemarin at 09:35:06
haaa~
T.,T
jahatt~
yg orang tua di sini sapa sih.?
=.,=
Kemarin at 07:49:16
kalo misalnya dikatakan 'normal hemofilia',,itu artinya homozigot normal ato heterozigot carrier y..?
Kemarin at 05:08:47
Sisca: BBLLLEEEEETTAAAAKK..!!
Kurang ajar sama orang tua..
Kemarin at 04:20:31
tfuh
Kemarin at 04:10:36
huft
Halaman: 1 [2]   Turun
Kirim topik ini | Cetak
Pembuat Topik: Quantum Gravity  (Baca 17173 kali)
0 Anggota dan 1 Pengunjung melihat topik ini.
dark_nekron
Dosen
****

IQ: 5
Offline Offline

Tulisan: 107



Lihat Profil
« Jawab #15 pada: Agustus 28, 2008, 06:35:36 »

quantum theory is mystique. keberadaannya bisa menghancurkan teori2 yang ada. karena berhubungan dengan teori alam......
Masuk

......i'am still stupid..... and always stupid......
----ORANG GENDENG----
fitrie
Dosen
****

IQ: 35
Offline Offline

Gender: Wanita
Tulisan: 394


semua itu hanya karena kasih dan sayang...........


Lihat Profil Email
« Jawab #16 pada: Agustus 30, 2008, 02:09:59 »


@fitrie
Hallo, fitrie!

halo juga, sering2 berkunjung ya  kedip kedip kedip kedip
Masuk

semua itu hanya karena kasih dan sayang...........tidakkah engkau pahami itu.........
skuler
Staff
Profesor
*****

IQ: 85
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 984


Read! write! Revolt!


Lihat Profil WWW
« Jawab #17 pada: September 25, 2008, 12:57:13 »

blah2blah2blah
blah2blah2blah22

tu dua artikel bikinan sapa? klo buatan sendiri, posting di 'kirim artikel' ajah..lumayan kan nambah koleksi forsa.
Masuk

"Who controls the present now controls the past. Who controls the past now controls the future.”-- RATM, 1999.

http://www.forumsains.com/teknik-elektro/studi-kasus-pressure-control/
fitrie
Dosen
****

IQ: 35
Offline Offline

Gender: Wanita
Tulisan: 394


semua itu hanya karena kasih dan sayang...........


Lihat Profil Email
« Jawab #18 pada: September 26, 2008, 07:37:59 »

tu dua artikel bikinan sapa? klo buatan sendiri, posting di 'kirim artikel' ajah..lumayan kan nambah koleksi forsa.

kalo punya fitri itu saduran........ nyengir nyengir nyengir nyengir
( malaikat malaikat kejujuruan hati fitri malaikat malaikat)
Masuk

semua itu hanya karena kasih dan sayang...........tidakkah engkau pahami itu.........
Haryanto
Dosen
****

IQ: 9
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 178


What do you care what other people think


Lihat Profil WWW
« Jawab #19 pada: Pebruari 22, 2009, 09:08:07 »

Well, saya pesimis teori konsisten untuk kuantum gravity bakal fix dalam waktu dekat.. masalahnya gini, untuk model standar, SU(3)xSU(2)xU(1), yang dikuantisasi adalah medan (gauge).. maka keluar partikel kuantum pembawa gaya, gluon (QCD), W(plus-minus) Z(netral)+foton (Electroweak).. semua memakai 'baju' analog dari quantum electrodynamic yang merupakan teori medan kuantum tersuskses yang pernah dibuat (Feynman+Schwinger+Tomonaga+dll gitu lho senyum)..
Namun beda halnya dengan gravitasi.. teori Einstein tidak mengindikasikan adanya pertikel pembawa gaya (beda dengan 3 interaksi fundamnetal yg laen).. teori Einstein mengatakan bahwa 'interaksi' antar massa adalah krn geometri di sekitar massa-massa tsb.. jadi yang ingin dikuantisasi adalah geometrinya (klo msih pake frameworknya Einstein).. ini njelimet, sebelum dikuantisasi saja, blajar GR udah puyeng (klo ada yg bilang teori Eisntein itu gampang, jago lah).. Nah, make teori gravitasi kuantum dengan pendekatan ala QFT, dengan graviton sebagai gauge-nya, malah lier (kt orang Sunda), teori ini tidak dapat direnormalisasi.. tidak sehat.. Nah, muncul String, dengan basic yang benar-benar beda.. tiap partikel fundamental adalah vibrasi yang berbeda-beda dari objek string (tali).. matematikanya juga ga gampang lho.. senyum
kesimpulannya : pencairan teori gravitasi kuantum yang konsisten memang sangat-sangat menantang, namun ini akan lama dan butuh beberapa generasi.. tapi mengutip pernyataan Feynman (krg lebih).. kita ga harus mencapai teori final.. cukup dengan menambah pengetahuan yang ada.. kita lebih tahu tentang alam semesta bekerja.. senyum
Masuk

We must know — we will know!
-David Hilbert -
Haryanto
Dosen
****

IQ: 9
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 178


What do you care what other people think


Lihat Profil WWW
« Jawab #20 pada: Pebruari 22, 2009, 09:10:46 »

klo punya ku di atas dari pengalamanku sendiri.. hehehe
bukan mau gimana, cuma pengen nunjukin theoretical high energy physics is very very interesting subject to be studied.. I'm not saying it is easy. perhaps it is the hardest one.. senyum
Any comments are welcome.. senyum
Masuk

We must know — we will know!
-David Hilbert -
danumurti
Siswa Baru
*

IQ: 0
Offline Offline

Tulisan: 1



Lihat Profil
« Jawab #21 pada: Juni 04, 2009, 11:29:47 »

Well, saya pesimis teori konsisten untuk kuantum gravity bakal fix dalam waktu dekat.. masalahnya gini, untuk model standar, SU(3)xSU(2)xU(1), yang dikuantisasi adalah medan (gauge).. maka keluar partikel kuantum pembawa gaya, gluon (QCD), W(plus-minus) Z(netral)+foton (Electroweak).. semua memakai 'baju' analog dari quantum electrodynamic yang merupakan teori medan kuantum tersuskses yang pernah dibuat (Feynman+Schwinger+Tomonaga+dll gitu lho senyum)..
Namun beda halnya dengan gravitasi.. teori Einstein tidak mengindikasikan adanya pertikel pembawa gaya (beda dengan 3 interaksi fundamnetal yg laen).. teori Einstein mengatakan bahwa 'interaksi' antar massa adalah krn geometri di sekitar massa-massa tsb.. jadi yang ingin dikuantisasi adalah geometrinya (klo msih pake frameworknya Einstein).. ini njelimet, sebelum dikuantisasi saja, blajar GR udah puyeng (klo ada yg bilang teori Eisntein itu gampang, jago lah).. Nah, make teori gravitasi kuantum dengan pendekatan ala QFT, dengan graviton sebagai gauge-nya, malah lier (kt orang Sunda), teori ini tidak dapat direnormalisasi.. tidak sehat.. Nah, muncul String, dengan basic yang benar-benar beda.. tiap partikel fundamental adalah vibrasi yang berbeda-beda dari objek string (tali).. matematikanya juga ga gampang lho.. senyum
kesimpulannya : pencairan teori gravitasi kuantum yang konsisten memang sangat-sangat menantang, namun ini akan lama dan butuh beberapa generasi.. tapi mengutip pernyataan Feynman (krg lebih).. kita ga harus mencapai teori final.. cukup dengan menambah pengetahuan yang ada.. kita lebih tahu tentang alam semesta bekerja.. senyum
Mas Haryanto, Sebenarnya sy baru2 ini aja tertarik dengan mekanika kuantum dan relativitas, walupun sy kul di ilmu sosial. Mohon saya bisa dijelasin ngga hal2 mendasar mengenai dua teori tsb? Misal: 1. Dlm teori relativitas, pada contoh dua orang yang saling mengamati, yg mana salah satu dari dua orang tersebut naik pesawat mendekati kecepatan cahaya, dan yg lain mengamati dari bumi dan diam. Yg naik pswt bawa jam dengan sinar photon yg memantul keatas dan kebawah dalam sebuah kotak kaca  sbg pengukur waktu, misal setiap satu detik (mnrt orang yg di pesawat) sinar photon memantul dari atas ke bwh / sebaliknya.  Shg ketika jam/pesawat tersebut bergerak, menurut pengamatan orang yg di bumi, akan membutuhkan waktu lebih dari satu detik untuk sinar photon memantul dari atas ke bwh/sebaliknya (Krn bila menurut orang yg di bumi sinar photon bergerak memantul dari atas kebawah/sebaliknya dlm waktu satu detik juga, mk sinar photon bergerak melebihi kecepatan cahaya, dan itu tidak mungkin).
Lalu pertanyaannya, apakah teori relativitas berdasarkan pemikiran itu saja atau ada yg lain? Hubungan teori relativitas dengan teori gravitasi itu bagaimana?
2. Dalam mekanika kuantum, itu yang dihitung apa sih? prakteknya buat apaan?
....Sori kalo pertanyaannya terlalu bodoh senyum, tp gimana, hbs penasaran sih  huh
 
« Edit Terakhir: Juni 05, 2009, 12:11:47 oleh danumurti » Masuk
Haryanto
Dosen
****

IQ: 9
Offline Offline

Gender: Pria
Tulisan: 178


What do you care what other people think


Lihat Profil WWW
« Jawab #22 pada: Desember 30, 2009, 06:00:14 »

sori mas danumurti, saya baru baca post anda.. saya coba jawab ya..

1) konsep dasar teori relativitas adalah masing masing pengamat (observer) memiliki ukuran waktu dan panjang sendiri-sendiri.. Ini adalah harga yg harus dibayar krn mematahkan teori Newton bahwa kecepatan cahaya adalah tidak berhingga, atau informasi yg dibawa cahaya dapat sampai dalam sekejap, untuk siapapun pada jarak berapapun.. yang anda tuliskan krg lbh benar, ini dikenal dengan dilasi waktu.. tapi relativitas khusus (sy tekankan khusus, tidak umum) tidaklah berpijak pada konsep ini.. teori relativitas khusus berpijak pada 2 postulat Einstein yg dicetuskannya pada tahun 1905, yaitu : 1) hukum fisika sama untuk semua kerangka inersial adalah sama.. 2) cahaya bergerak pada kecepatan tetap (dan berhingga), yaitu c..
dari 2 postulat inilah dapat diturunkan berbagai hubungan menarik dalam bahasan fisika modern, termasuk E = mcc..

2) dalam mekanika kuantum, kita berusaha mencari solusi persamaan Schroedinger (kalau kita gunakan formulasi Schroedinger, krn ada juga formulasi Heisenberg), yaitu dinamakan fungsi gelombang.. secara umum, fungsi gelombang ini berubah terhadap ruang dan waktu, istilah kerennya fungsi ruang dan waktu.. Dosen saya dulu pernah berkata bahwa fungsi gelombang ini adalah KTP dari sistem yg diamati.. dari KTP ini kita bisa tahu perkiraan besaran fisis yg dinginkan, misalakan momentum atw energi.. kesuksesan besar teori kuantum awal2 adalah mampu menurunkan spektrum/ level energi atom Hidrogen.. seperti yg kita tahu, atom yg paling sederhana yaitu atom Hidrogen (dalam tabel unsur periodik menempati no.1), terdiri atas 1 proton dan 1 elektron.. jadi untuk menemukan solusi persamaan Schroedinger relatif bisa.. namun semakin kompleks atomnya, makin susah mencari solusi fungsi gelombang, hingga hanya dapat diberikan solusi pendekatan.. gunanya apa?? aplikasi praktis saya juga belum pernah belajar, tapi saya sering dengar bahwa mekanika kuantum/teori kuantum banyak digunakan orang kimia (ada yg mau bantu saya jelasin ini, teman saya dulu jurusan kimia pernah nanyain saya ttg aproksimasi WKB dan Born-Oppenheimer).. yg jelas, mekanika Newton tidak dapat digunakan dalam dunia skala atomik, disinilah berperan mekanika kuantum..
Masuk

We must know — we will know!
-David Hilbert -
Halaman: 1 [2]   Naik
Kirim topik ini | Cetak
Lompat ke:  

Topik Lainnya :
Subyek Dimulai oleh Jawaban Dilihat Tulisan terahkir
SUPERKONDUKTOR???? khurinnur 13 10141 Tulisan terahkir Desember 22, 2009, 03:14:38
oleh frans3q
Proteomics and cancer - Running before we can walk? peregrin 1 2250 Tulisan terahkir Juli 31, 2008, 06:12:10
oleh eky
Kumpulan Cerpen Fiksi Ilmiah Karya Isaac Asimov reborn 7 7270 Tulisan terahkir Januari 07, 2009, 10:37:40
oleh reborn
Stonehenge Yang Misterius « 1 2 » biobio 21 3767 Tulisan terahkir September 24, 2009, 09:38:46
oleh syx
Beasiswa Erasmus Mundus untuk study S2 / Master bidang Teknik skuler 0 1545 Tulisan terahkir Desember 21, 2008, 09:13:32
oleh skuler
Powered by SMF 1.1.9 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC
RSS | Sitemap | Science Blog | Feed Artikel


© 2006-2008 ForumSains.com
Dilber MC Theme by HarzeM