Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.
0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.
Salam kenal juga gema. Sedikit mengomentari kejadian yang dialami gema. sebagai orang yang berkecimpung di dunia pendidikan saya tidak setuju dengan tindakan pengurus pesantren itu dengan memukul anak didik. seberat apapun kesalahan yang dilakukan siswa, selama dalam lingkungan pendidikan, seorang pendidik sangat tidak layak melakukan kekerasan fisik semacam itu. Terlebih lagi dilingkungan pesantren dimana siswa seharusnya diajarkan pendidikan cara Islami. Rasulullah tidak pernah mencontohkan mengajar/mendidik dengan kekerasan. (jadi ingat dulu saya pernah ditampar oleh seorang guru sewaktu SMP karena kesalahan yang tidak saya lakukan).kembali ke masalah transfer energi. energi dapat berubah bentuk dan mengalir. jika kita berbicara mengenai energi maka acuan kita adalah hukum-hukum termodinamika. salah satunya adalah, energi tidak bisa hilang hanya berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya atau berpindah dari satu keadaan menuju ke keadaan yang berikutnya. hal-hal yang berkaitan dengan gaya dan gerak maka kita mengacu pada hukum-hukum Newton. dalam hal ini energi yang ditransfer dalam bentuk impuls atau sentakan.Saat saya membaca kejadian diatas, penjelasan yang mungkin saya bisa berikan adalah hal tersebut ada hubungannya dengan fenomena resonansi. ini mirip dengan resonansi pendulum, dimana ada beberapa pendulum yang terhubung satu sama lainnya. salah satu pendulumnya digerakkan maka lambat laun pendulum yang lainnya akan ikut bergerak. gerakan tiap pendulum sangat bergantung dari frekuensi alaminya dalam hal ini panjang talinya. semakin mirip frekuensi alaminya dengan pendulum yang pertama maka akan mendapat efek yang hampir sama dengannya. cuma mungkin bedanya dalam kasus ini gaya yang diberikan lebih besar, waktu kontak yang semakin singkat, dengan frekuensi yang lebih besar. untuk lebih jelasnya coba lihat video berikut:http://www.youtube.com/watch?v=Z5rKTagEsro&NR=1 penjelasan berikutnya mungkin juga ini efek psikologis. karena melihat temannya ditampar, mendegar suaranya dan melihat ekspresinya, jadi seakan kita pun bisa merasakannya. terkadang efek rasa takut itu jauh lebih besar daripada kejadian yang sesungguhnya. sebaliknya keberanian akan mengurangi rasa sakit yang sebenarnya. intinya semua itu berada dikepala kamu, bukan di luar sana. Jika memang merasa benar ya jangan takut. kalo boleh tau kok bisa sampai ditampar 2 kali gitu?