Forum Sains Indonesia




*

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

Izunme

November 26, 2014, 01:41:36 PM
Kira-kira disini apa ada banyak trit terkait free energi kah?

Bima Setiaji

November 25, 2014, 08:39:58 AM
agan semua, cara nambah iq disini gimana ya.. maklum pengguna baru  ;) ;)

@liya_oneng

November 22, 2014, 07:16:47 AM
Nilai dari 54 akar 40 : 9 akar 24

agus.sucipto99

November 22, 2014, 07:08:19 AM
saya sedang mencari peralatan yg menggunakan teori parendev magnet permanen, ane mau beli.. ada info hub 082126406601

Ode Haerudin

November 21, 2014, 11:41:35 PM
assalam alaikum :)

robbani

November 17, 2014, 09:15:59 PM
ada yang tau coding penjumlahan bilangan oktal di java
 

milmi

November 17, 2014, 07:13:48 PM
Salam kenal juga

hani

November 16, 2014, 04:58:00 PM
salam kenal :)

oviuchiha

November 16, 2014, 01:46:23 PM
salam kenal ya kawan2,.,.,.
 :D ;) :) ;D
 

MuhammadRyan

November 16, 2014, 08:07:46 AM
walaikumsalam

Show 50 latest

Penulis Topik: Nanotechnology : The Future of Brain Surgery?  (Dibaca 6530 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2238
  • IQ: 317
  • Gender: Pria
  • ForSa
    • Lihat Profil
Nanotechnology : The Future of Brain Surgery?
« pada: Maret 02, 2007, 04:20:41 AM »
Nanotechnology mungkin bisa digunakan untuk brain surgery/brain healing.

Walau penderita stroke, traumatic brain injury dan  spinal cord injuries dapat sembuh melalui terapi rehabilitasi, mereka sering menderita gangguan permanen yang sebagian merupakan akibat dari kerusakan sel-sel syaraf pada otak.

Rutledge Ellis-Behnke, neuroscientist dan brain and cognitive sciences researcher dari Deshpande Center, MIT berhasil melakukan  nanoknitting  mengembalikan penglihatan hamster yang buta.

Kutip
In their experiments, the researchers first cut into a brain structure that conveys signals for vision, causing the small lab animals to be blinded in one eye. They then injected a clear fluid containing chains of amino acids into the damaged area. Once in the environment of the brain, these chains, called peptides, bind to one another, assembling into nano-scale fibers that bridge the gap left by the damage. The mesh of fibers prevents scar tissue from forming and may also encourage cell growth (the researchers are still investigating the mechanisms involved).

As a result, nerve cells restored severed connections, allowing 75 percent of the animals to see well enough to detect and turn toward food. The treatment restored around 30,000 nerve connections, compared with 25-30 connections made possible in other experimental treatments, Ellis-Behnke says.


Di Amerika sendiri, 5 juta orang menderita spinal cord injuries, stroke dan traumatic brain injuries dan total cost yang dikeluarkan adalah $65 milyar setiap tahunnya  :o

Ini artikel Maret 2006, gak tau perkembangannya dah sampe mana yah sekarang?



Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2238
  • IQ: 317
  • Gender: Pria
  • ForSa
    • Lihat Profil
Re: Nanotechnology : The Future of Brain Surgery?
« Jawab #1 pada: Maret 02, 2007, 10:33:42 AM »
Nambahin lagi, jurnalnya Rutledge Ellis-Behnke :
Nano neuro knitting: Peptide nanofiber scaffold for brain repair and axon regeneration with functional return of vision

Sedikit sejarah nanotechnology... konsep ini pertama kali diperkenalkan pada December 29, 1959 pada pertemuan tahunan American Physical Society di Caltech sama Richard P. Feynman  ;D Sampe sekarang dikenal Feynman's classic talk : There's Plenty of Room at the Bottom. walau dia gak pernah bilang namanya "nanotechnology".

Di situ dia melontarkan banyak pertanyaan yg (seperti biasa) bikin orang penasaran sampe akhirnya berkembang seperti skrg.
 
Why cannot we write the entire 24 volumes of the Encyclopedia Brittanica on the head of a pin?
How do we write small?

Quote dari Feynman di bawah ini adalah "awal" dari nanotechnology :

Kutip
"The principles of physics, as far as I can see, do not speak against the possibility of maneuvering things atom by atom. It is not an attempt to violate any laws; it is something, in principle, that can be done; but in practice, it has not been done because we are too big."


Kalo mau baca lengkapnya klik ini


Oke, back to topik. Aplikasi nanotech pada dunia medis (nanomedicine) bisa diliat di sini, situ sama di sana ;D

Offline cassle

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 89
  • IQ: 5
  • Gender: Wanita
    • Lihat Profil
Re: Nanotechnology : The Future of Brain Surgery?
« Jawab #2 pada: Juli 30, 2009, 09:19:08 PM »
Nanotechnology Di Amerika sendiri, 5 juta orang menderita spinal cord injuries, stroke dan traumatic brain injuries dan total cost yang dikeluarkan adalah $65 milyar setiap tahunnya  :o

Menanggapi yang ini, spinal cord injuries memang sedang ramai, biasa dikenal oleh masyarakat umum dengan nama cervical (yang saya tangkap definisinya adalah pergeseran ruas tulang belakang sehingga menghimpit saraf yang berada di dalamnya).

Kebetulan ibu saya sendiri mengalami hal tersebut dan untuk melakukan penanaman titanium per 1 ruas tulang belakang (bertahun-tahun yang lalu, sekitar 4 atau 5 tahun yang lalu) harganya sudah 100 juta rupiah.

Mengenai tulisan ini, disebutkan bahwa yg dipotong adalah saraf sebuah mata, apa nanoteknologi sudah bisa mengganti saraf yang berukuran lebih besar?


Offline tonidanza

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 15
  • IQ: 0
    • Lihat Profil
Re: Nanotechnology : The Future of Brain Surgery?
« Jawab #3 pada: Oktober 16, 2009, 05:03:44 AM »
salam,
kalo dari ilmu tissue engineering yang saya ketahui, para periset sudah berhasil menumbuhkan saraf (ingat: axon-dendrit-neuron), tetapi masih ex-vivo (diluar tubuh ato di bioreaktor).
Tahap selanjutnya adalah melakukannya secara in-vivo. Ini yang sampai sekarang masih menjadi tujuan besar bagi para periset di seluruh dunia.
:D


Offline cassle

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 89
  • IQ: 5
  • Gender: Wanita
    • Lihat Profil
Re: Nanotechnology : The Future of Brain Surgery?
« Jawab #4 pada: Desember 05, 2009, 04:31:24 PM »
salam,
kalo dari ilmu tissue engineering yang saya ketahui, para periset sudah berhasil menumbuhkan saraf (ingat: axon-dendrit-neuron), tetapi masih ex-vivo (diluar tubuh ato di bioreaktor).
Tahap selanjutnya adalah melakukannya secara in-vivo. Ini yang sampai sekarang masih menjadi tujuan besar bagi para periset di seluruh dunia.
:D



wah ini mungkin bisa menjadi jawaban pengobatan sistem saraf pusat ya.. menarik, ada info lebih lanjut?

Offline tonidanza

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 15
  • IQ: 0
    • Lihat Profil
Re: Nanotechnology : The Future of Brain Surgery?
« Jawab #5 pada: Januari 14, 2011, 10:36:51 PM »
betul sekali bang cassle. sekarang berkembang yg namanya nerve regeneration yang kira2 mengamati dan merekayasa bagaimana menyambung saraf pusat yang putus karena rusak misalnya dalam kasus spinal cord trauma.

 

Topik Terkait

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1332 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 04, 2009, 08:04:04 PM
oleh skuler
3 Jawaban
1887 Dilihat
Tulisan terakhir September 16, 2010, 06:22:36 AM
oleh qarrobin
0 Jawaban
956 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 21, 2010, 07:07:04 AM
oleh syx
0 Jawaban
1342 Dilihat
Tulisan terakhir November 16, 2010, 04:59:24 PM
oleh qarrobin
Brain-Eating Amoeba

Dimulai oleh syx « 1 2 » Kesehatan

18 Jawaban
5367 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 02, 2011, 04:52:39 PM
oleh syx

Copyright © 2006-2014 Forum Sains Indonesia