Forum Sains Indonesia




*
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?
Pebruari 10, 2012, 05:03:56 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Artikel Sains

Aku Cinta ForSa

  ForSa on FB  ForSa on Twitter

Pranala Luar

ShoutBox!

Last 10 Shouts:

 

dzikripratama

Hari Ini jam 01:34:08 PM
 :) ;) :D ;D
 

dzikripratama

Hari Ini jam 01:33:39 PM
duh,cape habis ekskul di sklh
 

semut-ireng

Hari Ini jam 07:37:05 AM
 :)
 

exile_rstd

Kemarin jam 06:04:39 PM
sampai di Tangerang jam 05.30 pagi. seneng udh plg tapi jadi kangen sm Yogya ;D
 

MonDay

Kemarin jam 01:56:29 PM
boleh promosi ga dsn ya?
 

lam_lavoisier09

Kemarin jam 12:03:50 PM
salam kenal semua,,, ikut nimbrung yoo.. :)
 ;)
 

semut-ireng

Kemarin jam 08:30:33 AM
 :)
 

Farabi

Pebruari 08, 2012, 08:04:23 PM
Semut: Kirain dah mahasiswa. Bagus kan, jadi terpacu buat belajar. ;D Heu...
 

semut-ireng

Pebruari 07, 2012, 06:24:47 PM
lagian guru gw kenceng banget,  yang ga ngerjakan PR ditulis di papan pengumuman ..... ;D
 

dzikripratama

Pebruari 07, 2012, 04:18:13 PM
aduh pusing banyak PR :)

Show 50 latest

Penulis Topik: Saatnya Tak Perlu Cuci Baju  (Dibaca 5486 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline rawWARus

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 629
  • IQ: 108
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
Saatnya Tak Perlu Cuci Baju
« pada: September 18, 2008, 03:48:57 PM »
 Teknologi Nano Memungkinkan Pakaian tak Perlu Dicuci


Teknologi nano yang diberlakukan pada serat-serat tekstil (nanotekstil) memungkinkan pakaian tidak perlu lagi dicuci karena tahan kotor, tahan bau dan anti bakteri."Material nano dalam bentuk bubuk misalnya ZnO berukuran nano (satu per miliar meter -red) yang dilapiskan ke serat-serat fiber membuat tekstil menjadi berkarakter nano," kata Ketua Umum Masyarakat Nanoteknologi Indonesia Dr Nurul Taufiqu Rohman di Jakarta, Kamis.

Tekstil berkarakter nano merupakan bahan pakaian yang unggul dan mulai dikembangkan di dunia, demikian pula keramik berkarakter nano (nanokeramik) yang lebih baik penampilannya dan tidak bisa kotor, kata Pakar Fisika dari LIPI itu.Indonesia, ujarnya, cukup siap mengembangkan industri tekstil dan industri keramik berbasis teknologi nano (nanotekstil dan nanokeramik) yang memungkinkan tekstil dan keramik Indonesia menjadi lebih unggul.

"Kami sedang menyusun `roadmap`nya dan sudah melakukan survei ke sekitar 30 industri yang terkait dengan prospek material dan teknologi nano," katanya. Nanotekstil dan nanokeramik, ujarnya, termasuk dalam nanoteknologi generasi pertama, sementara saat ini sejumlah negara maju di dunia sudah mulai mengembangkan nanoteknologi generasi ketiga.

Nanoteknologi generasi pertama, kata Nurul, lebih kepada pembuatan nanopartikel dan tak perlu teknologi tinggi untuk membuatnya.Ia mencontohkan, nanopartikel ditaburkan ke dalam kandungan kosmetik seperti bedak yang melindungi kulit dari sinar matahari (UV) atau minuman suplemen yang diberi partikel nano sehingga kandungannya lebih baik.

Generasi kedua, sudah meningkat pada teknologi asembling dari partikel nano, misalnya teknologi nano dalam pembuatan layar monitor sehingga layar monitor menjadi terang, teknologi nano dalam pembuatan chip komputer, atau memori handphone.Sedangkan teknologi nano generasi ketiga memerlukan material nano dengan presisi yang sangat tinggi antara lain membuat suatu sistem yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia untuk membunuh sel kanker."Namun nanoteknologi generasi ketiga di dunia masih dalam taraf riset dan pengembangan prototipe," katanya.

Sedangkan generasi keempat yang masih merupakan mimpi adalah rekayasa molekul (nanomolekuler) di mana mesin nano bakal mampu mengubah-ubah benda, membuat kayu menjadi roti atau arang menjadi intan."Bahan roti dan bahan kayu itu sama, ada unsur karbon, hidrogen dan lain-lain. Jadi kayu tinggal dihancurkan ke bentuk material nano dan disusun kembali dengan komposisi sesuai keinginan sehingga menjadi roti," katanya.

Sumber : Republika (13 September 2008)
SeSuATu KarYa MaNusIa SerIng BeRaWaL dAri MimPI, MaKA eKSpresIkan MImpimU DenGAN Sains...
DaLAm HaL KeDUniAwiAn TAk AdA hAl yG tAk mUNgkin...

Offline lovianettesherry_gonz

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 68
  • IQ: 5
  • Gender: Wanita
  • see the future,be the future
    • Lihat Profil
Re: Saatnya Tak Perlu Cuci Baju
« Jawab #1 pada: September 18, 2008, 07:09:53 PM »
kalu pake nanopartikel,semua ember mungkin....@_@

Offline ksatriabajuhitam

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 790
  • IQ: 97
  • Gender: Pria
  • keep holding on
    • Lihat Profil
    • hsw weblog
Re: Saatnya Tak Perlu Cuci Baju
« Jawab #2 pada: September 18, 2008, 09:43:09 PM »
pernah liat di film dokumenter The City kalo ga salah, yang host-nya Michio Kaku,
udah dikembangkan baju seperti itu untuk seragam militer

lupa lagi, tar lah kalo inget  >:D
not all the problems could be solved by the sword, but sword holder take control of problems.
ForSa versi mobile: http://www.forumsains.com/forum?wap2

Offline cartiman

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 143
  • IQ: 21
  • Gender: Pria
    • Lihat Profil
    • PLC
Re: Saatnya Tak Perlu Cuci Baju
« Jawab #3 pada: Mei 03, 2009, 02:04:30 PM »
Technologi nano emang sangat bermanfaat...

Offline aru

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 8
  • IQ: 1
    • Lihat Profil
Re: Saatnya Tak Perlu Cuci Baju
« Jawab #4 pada: Mei 03, 2009, 10:13:51 PM »
"....Sedangkan generasi keempat yang masih merupakan mimpi adalah rekayasa molekul (nanomolekuler) di mana mesin nano bakal mampu mengubah-ubah benda, membuat kayu menjadi roti atau arang menjadi intan."Bahan roti dan bahan kayu itu sama, ada unsur karbon, hidrogen dan lain-lain. Jadi kayu tinggal dihancurkan ke bentuk material nano dan disusun kembali dengan komposisi sesuai keinginan sehingga menjadi roti," katanya....."

kalo nanopartikel buat pakaian mah sudah biasa...kalo merekayasa molekul itu perlu banyak hal yang diperhatikan bro,,,sama kaya arang dan intan,, walaupun unsur penyusun sama tapi perlu kondisi yang jauh berbeda buat ngerubah intan...dosen keramik dan  logam gw pernah bilang kalo mau ngubah arang jadi intan itu perlu diberi tekanan yang sangat besar...dan keadaan itu susah buat dicapai...maaf kalo penjelasannya kurang, habis saya lupa detailnya gimana^^
 :kribo: :kribo: :kribo:

Offline cassle

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 89
  • IQ: 5
  • Gender: Wanita
    • Lihat Profil
Re: Saatnya Tak Perlu Cuci Baju
« Jawab #5 pada: Juli 30, 2009, 06:05:31 PM »
Tekanan yang sangat besar? Tekanan seperti apa yang dimaksud? Hmm, apa ini mengarah ke ekstraksi elektron ya namanya? Atau bukan?

Wah, yang pasti penjual perhiasan harus berhati-hati sama nanotek, intannya bisa-bisa turun harga.  ;D

Offline ahmad fauzan

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 193
  • IQ: 9
  • Gender: Pria
  • jangan menghinaku lagi yak??
    • Lihat Profil
Re: Saatnya Tak Perlu Cuci Baju
« Jawab #6 pada: Juli 30, 2009, 06:09:38 PM »
wah klo baju pake teknologi nano(baju gak perlu dicuci) berarti bisa membuat gulung tikar perusahaan  mesin cuci sama perusahan sabun cuci pakaian donk???
semua itu bisa asalkan kita terbiasa

Offline cassle

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 89
  • IQ: 5
  • Gender: Wanita
    • Lihat Profil
Re: Saatnya Tak Perlu Cuci Baju
« Jawab #7 pada: Juli 30, 2009, 09:02:33 PM »
Betul juga ya.. Bisa-bisa banyak profesi yang akan gulung tikar pasca perkembangan nanoteknologi.

Tapi, sisi baiknya, juga akan ada banyak profesi baru yang akan menjamur.

Offline kurdtanshori

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 27
  • IQ: 3
    • Lihat Profil
Re: Saatnya Tak Perlu Cuci Baju
« Jawab #8 pada: Agustus 28, 2009, 11:40:08 AM »
wah klo baju pake teknologi nano(baju gak perlu dicuci) berarti bisa membuat gulung tikar perusahaan  mesin cuci sama perusahan sabun cuci pakaian donk???

hwuakakakak,,,kocak bang....wah kasian juga tuh yang produksi sabun cuci, bakal bangkrut tuh....

Offline namu pinter

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 2
  • IQ: 0
    • Lihat Profil
Re: Saatnya Tak Perlu Cuci Baju
« Jawab #9 pada: September 29, 2009, 09:31:06 PM »
Teknologi Nano Memungkinkan Pakaian tak Perlu Dicuci


Teknologi nano yang diberlakukan pada serat-serat tekstil (nanotekstil) memungkinkan pakaian tidak perlu lagi dicuci karena tahan kotor, tahan bau dan anti bakteri."Material nano dalam bentuk bubuk misalnya ZnO berukuran nano (satu per miliar meter -red) yang dilapiskan ke serat-serat fiber membuat tekstil menjadi berkarakter nano," kata Ketua Umum Masyarakat Nanoteknologi Indonesia Dr Nurul Taufiqu Rohman di Jakarta, Kamis.

Tekstil berkarakter nano merupakan bahan pakaian yang unggul dan mulai dikembangkan di dunia, demikian pula keramik berkarakter nano (nanokeramik) yang lebih baik penampilannya dan tidak bisa kotor, kata Pakar Fisika dari LIPI itu.Indonesia, ujarnya, cukup siap mengembangkan industri tekstil dan industri keramik berbasis teknologi nano (nanotekstil dan nanokeramik) yang memungkinkan tekstil dan keramik Indonesia menjadi lebih unggul.

"Kami sedang menyusun `roadmap`nya dan sudah melakukan survei ke sekitar 30 industri yang terkait dengan prospek material dan teknologi nano," katanya. Nanotekstil dan nanokeramik, ujarnya, termasuk dalam nanoteknologi generasi pertama, sementara saat ini sejumlah negara maju di dunia sudah mulai mengembangkan nanoteknologi generasi ketiga.

Nanoteknologi generasi pertama, kata Nurul, lebih kepada pembuatan nanopartikel dan tak perlu teknologi tinggi untuk membuatnya.Ia mencontohkan, nanopartikel ditaburkan ke dalam kandungan kosmetik seperti bedak yang melindungi kulit dari sinar matahari (UV) atau minuman suplemen yang diberi partikel nano sehingga kandungannya lebih baik.

Generasi kedua, sudah meningkat pada teknologi asembling dari partikel nano, misalnya teknologi nano dalam pembuatan layar monitor sehingga layar monitor menjadi terang, teknologi nano dalam pembuatan chip komputer, atau memori handphone.Sedangkan teknologi nano generasi ketiga memerlukan material nano dengan presisi yang sangat tinggi antara lain membuat suatu sistem yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia untuk membunuh sel kanker."Namun nanoteknologi generasi ketiga di dunia masih dalam taraf riset dan pengembangan prototipe," katanya.

Sedangkan generasi keempat yang masih merupakan mimpi adalah rekayasa molekul (nanomolekuler) di mana mesin nano bakal mampu mengubah-ubah benda, membuat kayu menjadi roti atau arang menjadi intan."Bahan roti dan bahan kayu itu sama, ada unsur karbon, hidrogen dan lain-lain. Jadi kayu tinggal dihancurkan ke bentuk material nano dan disusun kembali dengan komposisi sesuai keinginan sehingga menjadi roti," katanya.

Sumber : Republika (13 September 2008)

hahh,,
hebat juga!!
karena anti bau dan bakteri,, saya gak usah pake deodorant lagi dahhh... jiahahhahahahha,,, tapi,, kasian ma nyokap yang udah belanja sabun+pewangi,,, tapi biar lahhh

Offline FauzanSuheri

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 7
  • IQ: 0
    • Lihat Profil
Re: Saatnya Tak Perlu Cuci Baju
« Jawab #10 pada: Juli 16, 2010, 11:07:29 PM »
kapan nya nanotech yang generasi ke empat bisa terwujud kan, jadi gak sabaran pengen ngeliat pembuatan roti dari kayu...

hehee....


Offline physicsfighter

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 45
  • IQ: 3
    • Lihat Profil
Re: Saatnya Tak Perlu Cuci Baju
« Jawab #11 pada: September 18, 2010, 09:56:00 PM »
kalau bisa mengubah kayu menjadi roti, nanti hutan Indonesia semakin gundul nih.. (ditebang terus untuk memproduksi roti...  ;D ;D ;D)

Btw, bahan tekstil hasil nanotek itu anti jamur ga?

Offline neoarm23

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 77
  • IQ: 2
    • Lihat Profil
Re: Saatnya Tak Perlu Cuci Baju
« Jawab #12 pada: September 18, 2010, 10:45:17 PM »
kalau bisa mengubah kayu menjadi roti, nanti hutan Indonesia semakin gundul nih.. (ditebang terus untuk memproduksi roti...  ;D ;D ;D)

Btw, bahan tekstil hasil nanotek itu anti jamur ga?
sekalian aja bikin bahan bangunan dari rumput liar, tukang material gak laku deh.. ;D

 

Copyright © 2006-2011 Forum Sains Indonesia